Canberra, 9 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

INDONESIA BUKAN JAWA DAN JAWA SAMA SEPERTI SUKU LAINNYA
Muhammad Dahlan
Canberra - AUSTRALIA.

 

MENJADI ORANG INDONESIA BUKAN SUDAH MENJADI TOPNYA MANUSIA

Saya sangat kagum dengan penjelasan bapak Ahmad Sudirman dalam perkara Agoosh ini. Saya kira memang kebanyakan manusia yang mengaku Indonesian mempunyai jalan pikiran seperti Agoosh ini. Terutama masalah Acheh dan sejarah bangsa-bangsa melayu. Memang orang Indonesia tidak pernah mau berpikir jauh dan mendalam. Mereka cukup saja menerima apa yang telah dijejeli oleh Soekarno dan konco-konconya.

Pernah pada satu waktu, kita ada farum diskusi di Sydney, lalu dalam penjelasan disana tersebutlah kata-kata, orang Jawa, maka dengan serta merta, para peserta diskusi yang kebetulan dari Jawa bangun, dan marah-marah, kenapa harus menyebutkan orang Jawa segala dalam diskusi. Lalu saya jelaskan begini; Kenapa sih kalian marah kalau disebutkan "orang Jawa?". Saya malah bangga kalau disebutkan orang Acheh, saya tidak marah kalau orang memanggil saya; hai Acheh ! Tapi kalian yang dari Jawa malah marah-marah kalau dipanggil Hai Jawa! malah menganggap penghinaan segala !

Aneh memang orang Jawa ini dan orang-orang yang telah keracunan Jawa, tidak pernah bisa transparan lagi. mereka berfikir Indonesia itu sudah topnya manusia, tak boleh lagi dikritik !

Sampai-sampai ada orang bulee/orang putih kulitnya, (namanya tak saya sebut) yang sudah kawin dengan seorang janda dari Jawa, juga sudah berfikiran seperti isterinya tersebut. Dia (orang bulee itu) menyerang dan marah kepada GAM, karena GAM selalu menyebut kata-kata "orang Jawa" dalam kompanye mereka, aneh bukan..?

Yang aneh lagi, bahwa ada yang mengaku Ulama penegak al-quran dan sunnah di Indonesia, karena dia berasal dari Jawa, maka dia berpendapat bahwa,"kalau TNI yang membunuh ummat Islam di Acheh, tak apa-apa, tapi sebaliknya, kalau ada anggota TNI yang terbunuh di Acheh, lalu yang merngaku ulama ini, marah-marah, dan malah mengutuk GAM pembunuh.

Disini kita tidak membela siapa-siapa, tapi kita harus fair dong, jangan kalau menghina orang lain boleh, tapi tidak mau menerima sebaliknya.

Kalau Pemerintah Indonesia boleh mengklem bahwa GAM itu musuh mereka/TNI, lalu kenapa mereka marah kalau GAM juga balik menuduh bahwa pemeruntah Indoensia/TNI itu musuh bangsa Acheh.

Persoalan Bangsa Acheh mau minta independent dari NKRI itu hak orang Acheh, kenapa orang lain tidak mau menggunakan hak mereka, misalnya bangsa Madura atau bangsa Bali menuntut merdeka, dan bangsa Bugis/Sulawesi menuntut Hak Kemerdekaannya. Toh bangsa-bangsa ini, berbeda dengan bangsa Jawa. Itu kan lebih baik. kenapa kita tidak saling mencoba? Kenapa kita hanya tidur tidak mau susah demi masa depan kita/anak kita yang baik? Kenapa bangsa indonesia hanya menerima saja dari apa yang telah dicekoki oleh Soekarno, Soeharto dan lain-lainnya, yang hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarga mereka saja.

Mari kita menuntut hak kita, kalau memang itu hak kita. Mari kita menuntut kemerdekaan kita kalau kita memang merasa dijajah. Mari menuntut keadilan bagi kita, kalau kita merasa diperlakukan tidak adil. Inilah yang namanya kehidupan, bejuang dan terus berjuang sampai mati !

wassalam,

Muhammad Dahlan

tang_ce@yahoo.com
Canberra, Australia
----------