Stockholm, 10 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MATIUS, ITU MBAH YUDHOYONO & FAHMI IDRIS MASIH KELABAKAN DENGAN TKI MALAYSIA DAN TAMLICHA ALI HANYA MENGHIBUR RAKYAT ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MATIUS DHARMINTA, ITU SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & FAHMI IDRIS MASIH KELABAKAN DENGAN TKI MALAYSIA DAN APA YANG DIJANJIKAN LETJEN TNI (PURN) TAMLICHA ALI HANYA PENGHIBUR LARA YANG KOSONG BAGI RAKYAT ACHEH

"Tokoh masyarakat Aceh Letjen TNI (Purn) Tamlicha Ali mengatakan, pemerintah telah memikirkan lapangan kerja sebagai jaminan masa depan bagi para korban tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam" (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Wed, 9 Feb 2005 23:48:33 -0800 (PST))

Baiklah Matius Dharminta di Surabaya, Indonesia.

Matius, kalau hanya melambungkan kutipan-kutipan dari media massa tentang penyediaan tempat kerja, khususnya bagi rakyat Acheh pasca gempa dan tsunami, seperti yang saudara kutip: "Tokoh masyarakat Aceh Letjen TNI (Purn) Tamlicha Ali mengatakan, pemerintah telah memikirkan lapangan kerja sebagai jaminan masa depan bagi para korban tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam"

Itu Matius, artinya, pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Fahmi Idris masih berkhayal. Mengapa ? Karena mereka sendiri masih belum tahu bagaimana untuk menyiapkan dan menyediakan tempat kerja, sedangkan untuk ratusan ribu TKI dari Malaysia saja masih belum bisa ditangani.

Jadi, Matius kalau ingin melambungkan sesuatu untuk memberikan pemecahan masalah di Acheh, janganlah dulu jauh-jauh melambungkan janji kosong dengan segala macam penghibur lara, sebagaimana yang dilambungkan oleh Letjen TNI (purn) Tamlicha Ali.

Itu Letjen TNI (purn) Tamlicha Ali hanya buka mulut saja, biar rakyat Acheh korban gempa dan tsunami yang sudah tidak percaya kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Fahmi Idris tidak banyak buka suara dan tidak banyak mengkritik Yudhoyono dan Fahmi.

Coba perhatikan saja, darimana itu uang untuk memberikan dan menyiapkan tempat kerja bagi rakyat Acheh ini, kalau bukan dari uang pinjaman yang dipinjamkan oleh negara-negara kreditor yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI) yang salah satu negara kreditornya adalah Jepang dan Swedia ?.

Jadi Matius, saudara ini terlalu mudah untuk mengutip cerita-cerita kosong dan janji gombal dari pihak Susilo Bambang Yudhoyono Cs termasuk itu Letjen TNI (purn) Tamlicha Ali yang orang Acheh itu.

Itu kan janji-janji orang yang nafsu besar tenaga kurang saja. Nah, kalau tahu bahwa itu hanyalah janji-janji orang yang nafsu besar tenaga kurang, maka sebelum dilambungkan itu cerita janji kosong kepada rakyat Acheh, maka terlebih dahulu harus diteliti lebih mendalam. Apakah benar itu Fahmi Idris sudah menyiapkan tempat kerja bagi rakyat Acheh pasca gempa dan tsunami dengan benar ? Sedangkan itu Fahmi Idris sekarang sedang sibuk mengadu otot hukum dengan PM Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi di Malaysia tentang TKI ilegal di Malaysia.

Matius, itu rakyat Acheh jangan terus dibodohi dan ditipu dengan cerita kosong model Letjen TNI (purn) Tamlicha Ali yang orang Acheh itu. Karena kalau terus-terusan itu rakyat Acheh ditipu dan dibohongi dengan cerita dan janji gombal alias kosong, maka tetap saja itu masalah Acheh tidak akan selesai-selesai.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Wed, 9 Feb 2005 23:48:33 -0800 (PST)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: TOKOH MASYARAKAT ACEH
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, Yuhendra <yuhe1st@yahoo.com>, Ditya Soedarsono <dityaaceh_2003@yahoo.com>, ahmad jibril <ahmad_jibril1423@yahoo.com>, Hassan Wirajuda <hassan.wirajuda@ties.itu.int>, Megawati <megawati@gmx.net>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, surat@gatra.com, se_dayu@yahoo.com

Tokoh masyarakat Aceh Letjen TNI (Purn) Tamlicha Ali mengatakan, pemerintah telah memikirkan lapangan kerja sebagai jaminan masa depan bagi para korban tsunami di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

"Pemerintah telah memikirkannya secara baik, termasuk program pendidikan keterampilan bagi mereka yang berada di barak pengungsian, jadi mereka tidak perku cemas" katanya.

Hal itu ditegaskan dan disampaikan berkaitan dengan adanya keluhan dari sebagian warga masyarakat pengungsi di Nanggroe Aceh yang akan dipindahkan dari tenda darurat ke barak-barak penampungan sementara.

"Saya sebagai putra Aceh selalu mengikuti perkembangan berbagai persoalan yang terjadi di Nanggroe Aceh, termasuk program relokasi pengungsi tahap-I, serta pertemuan lain dengan pejabat di tingkat pusat dan daerah," katanya.

Percayalah, pemerintah sangat serius dalam upaya pemulihan kembali Nanggroe Aceh, pasca bencana gempa dan tsunami yang telah meluluhlantakkan sebagian wilayah di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

"Yang jelas, lapangan kerja bagi para korban tsunami yang berada di barak pengungsi sudah dipikirkan, termasuk kemungkinan penyediaan modal usaha bagi mereka yang selama ini berprofesi sebagai pedagang," katanya.

Ia maklum adanya semacam kegelisahan dari sebagian warga masyarakat yang semua harta benda, anak dan keluarga hilang akibat keganasan gelombang laut pasang lalu, karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

"Tapi yang perlu dipahami, pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya hidup menderita," demikian Letjen TNI (Purn) Tamlicha Ali.

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Surabaya, Indonesia
----------