Stockholm, 12 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

AGOOSH, ITU SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & JUSUF KALLA TELAH DIJERAT IMPERIALISME EKONOMI BARAT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KALAU SAUDARA AGOOSH MAU TAHU, ITU SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & JUSUF KALLA DENGAN RI-NYA TELAH DIJERAT IMPERIALISME EKONOMI BARAT

"Sekali lagi pak Ahmad, jangan terlalu naif lah. Yang dimaksud dengan imperialisme barat saat ini, bukan dalam bentuk agresi militer. Pikiran anda rupanya masih terkooptasi dengan pemikiran-pemikiran jaman dulu, bahwa agresi sebuah negara kepada negara lain hanya bisa dilakukan dengan kekuatan militer. Yang dimaksud dengan serangan imperialisme barat itu adalah dalam bentuk imperialisme ekonomi pak Ahmad" (Agoosh Yoosran, a_yoosran@yahoo.com , Fri, 11 Feb 2005 20:58:00 -0800 (PST))

Baiklah Agoosh Yoosran di Jakarta, Indonesia.

Saudara Agoosh, saudara menyatakan: "Yang dimaksud dengan serangan imperialisme barat itu adalah dalam bentuk imperialisme ekonomi".

Sekarang coba saudara Agoosh buka mata lebar-lebar dan gali lebih kedalam apa yang telah saudara kemukakan diatas, maka saudara akan melihat dan membaca bahwa yang namanya Negara RI, berdasarkan pengertian dan definisi Agoosh tentang imperialisme barat, telah ditarik hidungnya oleh para anggota negara-negara kreditor yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI), dimana Swedia adalah termasuk salah satu negara kreditor CGI.

Lihat dan perhatikan oleh saudara Agoosh itu, negara-negara kreditor CGI bersidang setahun sekali di Indonesia dalam usaha untuk membantu pihak RI untuk menutupi defist APBN.

Coba perhatikan lagi apa yang telah dibicarakan dalam sidang CGI pada hari ke dua di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Januari 2005. Dimana dalam sidang itu diputuskan oleh pihak Consultative Group on Indonesia (CGI) dalam sidangnya di Jakarta dengan memberikan pinjaman utang baru sebesar US$ 3,4 miliar atau 31.108.300.000.000,00 rupiah kepada RI dimana sebesar US$ 2,8 miliar atau 25.618.600.000.000,00 rupiah dipergunakan untuk menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005, sedang sisanya dipergunakan untuk membiayai kebutuhan nonbujet, hibah untuk Lembaga Swadaya Masyarakat dan Pemerintah Daerah. Adapun bantuan yang berupa hibah yang diberikan oleh negara-negara anggota CGI itu sekitar US$ 1 miliar akan dipergunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Acheh akibat gempa dan tsunami. Dimana biaya untuk membangun kembali Acheh diperkirakan mencpai Rp 42,7 triliun.

Nah, kalau saudara Agoosh mendefinikan dan mengartikan imperialisme barat menyerang RI dengan senjata ekonomi, maka sebenarnya itu RI telah lama diserang oleh imperialisme barat, termasuk oleh Swedia melalui CGI-nya. Dan tentu saja itu Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang Susilo Bambang Yudhoyono telah ditarik hidungnya oleh negara-negara kreditor CGI, dimana itu Jepang adalah negara kreditor yang paling kuat dan paling besar memberikan pinjaman kepada pihak RI.

Dan tentu saja, jangan lupa itu perundingan atau pertemuan atau pembicaraan RI-ASNLF di Helsinki 28-29 Januari 2005 dan yang akan dilakukan di Koningstedt, Finlandia 21 Februari 2005 mendatang adalah juga termasuk usaha dan salah satu syarat yang dikemukakan oleh pihak negara-negara kreditor CGI kepada pihak Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa di Acheh harus aman dan damai, karena kalau tidak aman dan damai, maka itu uang pinjaman dan uang hibah dari CGI untuk dipakai membangun di Acheh akan habis begitu saja. Apalagi itu Jepang dan Amerika ingin sekali aman dan damai di Acheh, karena gas Arun dan minyak Acheh sangat diperlukan oleh Jepang dan Amerika.

Selanjutnya Agoosh mengatakan: "Bagaimana Pemerintah RI bisa menciptakan rasa aman dan perdamaian di Acheh kalau setiap kiriman bantuan dibajak oleh GAM ? Yang menderita itu rakyat Aceh juga pak Ahmad. Posisi GAM itu sudah sangat terjepit di Aceh, apalagi dengan bencana tsunami ini, kalau biasanya TNA-GAM bisa membeli kebutuhan logistiknya langsung ke pasar, sekarang mau beli dimana ? Sarana prasarana di Aceh sudah rata dengan tanah. Yang ada ya kalau tidak merampas bahan bantuan ya kalau tidak memeras rakyat Aceh sendiri. Oleh karena itu, Pemerintah RI mapun rakyat Indonesia (baik pribumi maupun non pribumi, baik Islam maupun non Islam) semua bahu membahu membantu saudara-saudaranya di Aceh yang tertimpa kemalangan yang luar biasa dahsyat."

Saudara Agoosh, kalau yang namanya setiap kiriman bantuan dibajak oleh GAM, itu artinya mana ada sampai bantuan makanan kepada rakyat Acheh. Yang jelas dan pasti itu bantuan justru ditahan dan ditumpuk di bandara Polonia Medan, bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, dengan alasan tidak ada alat pengakut. Pasukan non-organik TNI yang mengontrol bahan makanan, bahkan ada yang diperjual belikan dan ditumpuk dalam gudang.

Seterusnya, kalau memang itu posisi TNA sudah terjepit oleh TNI, maka tidak mungkin itu Susilo Bambang Yudhoyono akan terus melakukan perundingan dengan pihak ASNLF di Helsinki. Dari adanya sikap RI untuk terus mau berunding atau bertemu atau berdialog dengan pihak ASNLF itu membuktikan bawa pihak TNI dibawah Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu memang tidak mampu menghancurkan perjuangan rakyat Acheh dibawah TNA dan ASNLF untuk penentuan nasib sendiri bebas dari pihak negara pancasila.

Soal kebutuhan logistik bagi TNA itu TNA bisa mengatasinya. TNA sudah berpuluh tahun hidup dan berjuang menghadapi TNI. Kalau yang namanya merampas dan merampok, sebenarnya itu pihak TNI sendiri yang melakukannya atas perintahkan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dengan payung hukum terselubung PP No.2/2004 dan Keppres No.43/2003. Saudara Agoosh sudah membaca itu isi PP No.2/2004 dan Keppres No.43/2003 ?. Itu Negeri Acheh dan kekayaan didalamnya telah dirampas, diambil, dijual dan dibagi hasilnya. Apakah ada bagian untuk rakyat Acheh. Kalau itu yang termuat bagi hasil minyak dan gas dalam UU No.18/2001 adalah merupakan umpan pihak Susilo Bambang Yudhoyono untuk menipu dan membodohi rakyat muslim Acheh. Apakah saudara Agoosh sudah membaca itu sisi UU No.18/2001 ?.

Jadi, kalau saudara Agoosh hanya sekedar bercuap "GAM merampas bahan bantuan dan memeras rakyat Aceh" adalah bukan alasan dan tidak bisa dijadikan sebagai argumenasi untuk membela pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh.

Saudara Agoosh membantu rakyat Acheh yang tertimpa tsunami itu tidak menghilangkan status negeri Acheh yang diduduki dan dijajah oleh RI. Apakah saudara Agoosh menganggap dengan memberikan bantuan kepada rakyat Acheh, maka masalah penjajahan di Negeri Acheh dianggap selesai ?. Jelas, itu masalah kemanusiaan dan masalah penjajahan adalah dua hal yang berbeda.

Seterusnya apa yang dikatakan Agoosh: "Makin ketergantungan sebuah negara kepada produk-produk negara produsen maka dengan mudahnya mereka mengatur sebuah negara. Contohnya embargo yang dilakukan Amerika terhadap negara-negara yang menurutnya susah diatur seperti Libya (padahal TNA-GAM itu dilatih disana kan?) sampai akhirnya Libya menyerah dengan menyerahkan warga negaranya ke Amerika yang dianggap Amerika sebagai teroris"

Sebenarnya dalam dunia perdagangan tidak ada satu negarapun didunia ini yang tidak ketergantungan satu sama lain. Persoalannya adalah sejauh mana kemampuan negara tersebut untuk membangun dan menjalankan roda ekonominya yang memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Jepang sangat tergantung sekali kepada gas dan minyak. Amerika sangat tergantung sekali kepada minyak untuk membangun dan menjalankan roda ekonominya. Masing masing negara memiliki kelebihan dan kekurangannya. Eropah Union membuat benteng pertahanan untuk menjaga dari ekspansi ekonomi Jepang dan Amerika. Amerika membangun benteng pertahanan dari ekspansi ekonomi Jepang dan Cina. Cina membangun benteng pertahanan ekonominya dari ekspansi Amerika dan Eropah.

Nah, persoalannya sekarang adalah bagi negara-negara yang walaupun memiliki kekayaan alam seperti minyak. Misalnya Libya seperti yang disebut Agoosh diatas. Sebenarnya Libya bisa hidup tanpa produk buatan Amerika. Libya bisa membeli produk dari negara lainnya untuk diberikan kepada rakyatnya. Yang menjadi masalah adalah Muammar Abu Minyar al-Qadhafi yang melahirkan sistem politik sosialismenya dengan buku hijaunya, yang menganggap dirinya sebagai pemimpin revolusioner di dunia. Terlibat dalam konflik di Chad dimana akhirnya pasukan Libya mundur dari Chad tahun 1987. Kemudian pada tahun 1992 PBB mengeluarkan sangsi hukum internasional untuk mengisolasi Libya karena terlibat dalam meledaknya pesawat Pan Am 103 di atas Lockerbie, Scontlandia. Nah dengan adanya sangsi PBB itulah, maka pada tahun 1990-an Libya mulai mengadakan hubungan dengan negara-negara Eropah. Dan PBB tidak meneruskan sangsi hukumnya pada bulan April 1999, kemudian pada bulan September 2003 Libya dibebaskan dari snagsi PBB setelah menyelsaikan kasus meledaknya pesawat Pan Am 103 di atas Lockerbie. Dan pada bulan Desember 2003 Muammar Qadhafi mengumumkan program pembuatan senjata pembunuh masal dan berusaha untuk menghentikan program pembuatan senjata pembunuh masal tersebut.

Jadi saudara Agoosh, itu bukan "Amerika mengembargo terhadap negara-negara yang menurutnya susah diatur seperti Libya" melainkan karena negara Libya sendiri yang membuat masalah. Coba saja perhatikan apakah sebelum kasus ledakan bom dalam pesawat Pan Am 103 di atas Lockerbie, Scontlandia itu Libya diembargo oleh PBB ?. Kan jelas tidak.

Kemudian itu soal "TNA-GAM dilatih di Libya". Itu hanya pada tahun-tahun pertama saja. Akhir tahun 70-an. Setelah itu mana ada itu TNA dilatih di Libya.

Selanjutnya tentang Irak dimana Agoosh menyatakan: "Anda juga mengambil contoh Iraq, sepanjang pengetahuan saya, dugaan Amerika & sekutunya bahwa Iraq memproduksi senjata kimia / senjata pemusnah masal ternyata tidak terbukti. Jadi itu alasan Amerika & Sekutunya untuk menunjukkan kepada dunia, elo macem-macem gua habisin lo! Kalo ke Cina, Korea Utara, mana berani Amerika dan sekutunya bertindak sehebat mereka kepada Iraq. Karena mereka punya nuklir!."

Memang yang dikatakan Ahmad Sudirman adalah: "Begitu juga Irak diserang Amerika karena Amerika menganggap walaupun buktinya tidak benar bahwa Irak dibawah Saddam Husein mengancam keamanan Amerika dengan senjata pemunahnya, seperti dengan senjata kimia dan racun-nya. (Ahmad Sudirman, 8 Februari 2005)

Jadi, pihak Amerika bisa melakukan agresi militer kepada negara lain kalau dianggap negara lain itu mengancam keamanan nasional Amerika dan keamanan internasionalnya, walaupun dengan dasar fakta dan bukti yang tidak benar, sontohnya penyerangan George W. Bush kepada Saddam Hussein.

Soal serangan kepada Korea Utara, Cina, bukan didasarkan atas berani tidaknya, dan bukan karena kedua negara itu mempunyai nuklir. Masalahnya, kalau itu program persenjataan nuklir Cina dan Korea utara diarahkan untuk mengancam keamanan nasional dan internasional Amerika, maka perang bisa pecah. Masalahnya sampai sekarang, Korea Utara tidak diancam perang Amerika, karena Korea Utara masih menyatakan bahwa program perkembangan nuklirnya itu untuk kesejahteraan rakyat Korea Utara bukan untuk dipakai menyerang keamana nasional dan inernasional Amerika atau tidak dijual perlengkapan nuklir dan uraniumnya kepada negara-negara lainnya.

Jadi saudara Agoosh, itu agresi militer satu negara kepada negara lain setiap detik bisa pecah. Dan perang itu, baik perang terbuka atau perang gerilya sampai detik sekarang ini masih terus berlangsung, baik itu di Afghanistan, Irak, Afrika, Palestina, Amerika Latin, Asia, Indonesia.

Seterusnya apa yang dikatakan Agoosh: "Sadarilah pak Ahmad, jika Aceh berdiri sendiri sebagai negara, niscaya kepentingan baratlah yang akan bermain di sana, dan siapa yang akan menarik keuntungan ? ya sudah pasti petinggi GAM di Swedia (mungkin termasuk pak Ahmad) yang akan menikmatinya. Dan sekali lagi siapa yang akan menderita ? ya rakyat Aceh lagi, so be realistic and don't too naive sir"

Saudara Agoosh, soal berdirinya Negara Acheh itu adalah hak semua rakat Acheh. Agoosh tidak bisa menghalangi keinginan seluruh rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila melalui plebisit.

Kemudian itu soal analisa saudara yang menyatakan kalau Acheh berdiri kepentingan barat yang akan bermain di Acheh.

Agoosh, saudara sudah menyadari bahwa itu RI dikuasai kepentingannya oleh negara-negara barat ?. Sebagaimana yang Ahmad Sudirman jelaskan diatas, itu negara-negara kreditor CGI telah menarik hidung Abdurrahman Wahid, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Jadi, jangalah terlalu jauh-jauh membuat analisa tentang keadaan Acheh bila sudah berdiri. Biarkan itu rakyat Acheh yang akan mengatur negeri Acheh. Agoosh cukup saja hidup bersama mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan bantuan hutang CGI-nya. Sambil kutak-katik menulis bahwa imperialisme barat itu berbentuk imperialisme ekonomi. Yang kenyataannya sekarang sudah mencengkeram mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

Terakhir, memang Ahmad Sudirman adalah seorang muslim yang mukmin, tidak main-main, berserah diri kepada Allah SWT dan yakin sepenuh hati kepada Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad saw serta berusaha menjalankan sekemampuan dan sepenuh hati atas apa yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

Ketika Ahmad Sudirman menyatakan: "Begitu juga kalau memang itu Matius orang kristen, jelas ia akan merasa gembira ada yang menghargai dirinya dipanggil sebagai orang kristen." (Ahmad Sudirman, 8 Februari 2005).

Kemudian Agoosh memberikan tanggapan: "Pandai kali si bapak Ahmad ini berkelit. Yah kata orang, itulah "tipu muslihat Aceh" pandai mencari dalih-dalih yang menguntungkan "mereka" (walaupun tidak semua Aceh yang saya kenal berkelakuan seperti itu)"

Agoosh, dimana letak kekurangan dan kesalahannya kalau Ahmad Sudirman menyampaikan kata-kata kepada saudara Matius bahwa Matius orang kristen, kalau memang benar ia seorang kristen ?. Apakah cocok dan benar kalau Ahmad Sudirman mengatakan bahwa Matius seorang muslim yang mukmin, padahal ia seorang kristen ?

Nah dari apa yang dikemukakan Ahmad Sudirman itu bukan merupakan tipu muslihat Acheh, apalagi sebagai alat untuk menghasut dan mengobarkan kebencian ? Hanya orang-orang yang buta dan budek saja yang akan berpikiran seperti itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Fri, 11 Feb 2005 20:58:00 -0800 (PST)
From: Agoosh Yoosran a_yoosran@yahoo.com
Subject: Re: AGOOSH ITU YUDHOYONO LAKUKAN DIPLOMASI TUTUPI ACHEH BUKAN BUKAKAN ACHEH KE DUNIA INTERNASIONAL
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, serambi_indonesia@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, dityaaceh_2003@yahoo.com, hassan.wirajuda@ties.itu.int, om_puteh@hotmail.com
Cc: a_yoosran@yahoo.com

SEE REPLY COMMENT BELOW, PLEASE:

"Kemudian saudara Agoosh menyinggung: "Dunia internasional, terutama negara-negara barat, sangat tidak suka jika ada sebuah negara (sebesar dan seluas Indonesia) menjadi rukun, damai dan sejahtera." Ahmad Sudirman melihat bahwa pandangan saudara Agoosh ini sangat tidak beralasan. Karena tidak ada pemerintah di dunia ini yang ingin melihat timbulnya konflik dalam satu negara." (Ahmad Sudirman, 8 Februari 2005)

JANGAN NAIF BEGITULAH PAK AHMAD. SAYA RASA BAPAK JUGA TAHU NEGARA MANA YANG KELAKUKANNYA SEPERTI ITU, CUMA BAPAK PURA-PURA TIDAK TAHU ATAU MUNGKIN BISA DIPAKAI ISTILAH BAPAK SEBELUMNYA, BAHWA BAPAK ITU SUDAH TERTUTUP TELINGANYA ALIAS "BUDEG/ TULI" DAN TERTUTUP JUGA MATANYA ALIAS "BUTA"?

"Jadi, masyarakat Internasional bukan merasa tidak suka dan tidak senang kalau melihat Indonesia menjadi rukun. Justru sebaliknya negara-negara diluar Indonesia mengingin bahwa di RI menjadi aman dan damai. Permasalahannya adalah justru pihak RI sendirilah yang tidak mampu menciptakan perdamaian dengan cara aman dan damai di Acheh." (Ahmad Sudirman, 8 Februari 2005)

SEPERTI KOMENTAR SAYA DI ATAS, JANGAN NAIF BEGITULAH PAK SUDIRMAN. BAGAIMANA PEMERINTAH RI BISA MENCIPTAKAN RASA AMAN DAN PERDAMAIAN DI ACEH KALAU SETIAP KIRIMAN BANTUAN DI BAJAK OLEH GAM? YANG MENDERITA ITU RAKYAT ACEH JUGA PAK AHMAD. POSISI GAM ITU SUDAH SANGAT TERJEPIT DI ACEH, APALAGI DENGAN BENCANA TSUNAMI INI, KALAU BIASANYA TNA-GAM BISA MEMBELI KEBUTUHAN LOGISTIKNYA LANGSUNG KE PASAR, SEKARANG MAU BELI DIMANA? SARANA PRASARANA DI ACEH SUDAH RATA DENGAN TANAH. YANG ADA YA KALAU TIDAK MERAMPAS BAHAN BANTUAN YA KALAU TIDAK MEMERAS RAKYAT ACEH SENDIRI. OLEH KARENA ITU, PEMERINTAH RI MAUPUN RAKYAT INDONESIA (BAIK PRIBUMI MAUPUN NON PRIBUMI, BAIK ISLAM MAUPUN NON ISLAM) SEMUA BAHU MEMBAHU MEMBANTU SAUDARA-SAUDARANYA DI ACEH YANG TERTIMPA KEMALANGAN YANG LUAR BIASA DAHSYAT. KAMI BANGSA INDONESIA MERASA RAKYAT ACEH ITU SAUDARA SERUMPUN PAK, TAPI YANG MENGANGGAP INDONESIA ITU MUSUH YA HANYA SEGELINTIR ORANG YANG TERGABUNG DALAM GAM MENURUT SAYA.

"Karena itu bisa saja RI diserang oleh negara lain seandainya RI menciptakan
konflik militer yang hebat di Acheh dan menggangu kestabilan keamanan dan
ekonomi di wilayah Asia Tenggara dan Asia Pasifik." (Ahmad Sudirman, 8 Februari 2005)

SEKALI LAGI PAK AHMAD, JANGAN TERLALU NAIF LAH. YANG DIMAKSUD DENGAN IMPERIALISME BARAT SAAT INI, BUKAN DALAM BENTUK AGRESI MILITER. PIKIRAN ANDA RUPANYA MASIH TERKOOPTASI DENGAN PEMIKIRAN-PEMIKIRAN JAMAN DULU. BAHWA AGRESI SEBUAH NEGARA KEPADA NEGARA LAIN HANYA BISA DILAKUKAN DENGAN KEKUATAN MILITER. YANG DIMAKSUD DENGAN SERANGAN IMPERIALISME BARAT ITU ADALAH DALAM BENTUK IMPERIALISME EKONOMI PAK AHMAD. AKAN LEBIH MUDAH BAGI NEGARA-NEGARA MAKMUR SEPERTI AMERIKA DAN EROPA JIKA MEREKA BERHADAPAN DENGAN SEBUAH NEGARA KECIL. ITULAH MAKANYA MEREKA MEMBENTUK YANG NAMANYA WTO LAH ATAU MACAM-MACAM LAGI LAH ITU NAMANYA, UNTUK MEMULUSKAN JALAN DOMINASI MEREKA DI BIDANG EKONOMI. MAKIN KETERGANTUNGAN SEBUAH NEGARA KEPADA PRODUK-PRODUK NEGARA PRODUSEN MAKA DENGAN MUDAHNYA MEREKA MENGATUR SEBUAH NEGARA. CONTOHNYA EMBARGO YANG DILAKUKAN AMERIKA TERHADAP NEGARA-NEGARA YANG MENURUTNYA SUSAH DI ATUR SEPERTI LIBYA (PADAHAL TNA-GAM ITU DILATIH DISANA KAN?) SAMPAI AKHIRNYA LIBYA MENYERAH DENGAN MENYERAHKAN WARGA NEGARANYA KE AMERIKA YANG DIANGGAP AMERIKA SEBAGAI TERORIS.

ANDA JUGA MENGAMBIL CONTOH IRAQ, SEPANJANG PENGETAHUAN SAYA, DUGAAN AMERIKA & SEKUTUNYA BAHWA IRAQ MEMPRODUKSI SENJATA KIMIA/ SENJATA PEMUSNAH MASSAL TERNYATA TIDAK TERBUKTI. JADI ITU ALASAN AMERIKA & SEKUTUNYA UNTUK MENUNJUKKAN KEPADA DUNIA, ELO MACEM-MACEM GUA HABISIN LO! KALO KE CINA, KOREA UTARA, MANA BERANI AMERIKA DAN SEKUTUNYA BERTINDAK SEHEBAT MEREKA BERTINDAK KEPADA IRAQ. KARENA MEREKA PUNYA NUKLIR. DAN MENURUT BAPAK BAHWA KEDUA NEGARA TERSEBUT MENGARAHKAN SENJATA NUKLIRNYA KE AMERIKA ITU HANYALAH OMONG KOSONG AMERIKA UNTUK MEMBENTUK OPINI DAN MENJADIKANNYA SEBAGAI POLISI DUNIA. JADI NEGARA MACAM ITUKAH YANG BAPAK BANGGA-BANGGAKAN?

SADARILAH PAK AHMAD, JIKA ACEH BERDIRI SENDIRI SEBAGAI NEGARA, NISCAYA KEPENTINGAN BARATLAH YANG AKAN BERMAIN DI SANA, DAN SIAPA YANG AKAN MENARIK KEUNTUNGAN? YA SUDAH PASTI PETINGGI GAM DI SWEDIA (MUNGKIN TERMASUK ANDA PAK AHMAD) YANG AKAN MENIKMATINYA. DAN SEKALI LAGI, SIAPA YANG AKAN MENDERITA? YA RAKYAT ACEH LAGI....SO BE REALISTIC AND DON'T TOO NAIVE SIR.

"Selanjutnya, Ahmad Sudirman pernah menulis itu Matius orang kristen, atau itu Ahmad Sudirman orang muslim. Jelas dengan disambungkannya kata orang kristen bagi Matius dan kata orang muslim bagi Ahmad Sudirman. Jelas itu bukan suatu penghinaan atau merendahkan atau mengelompokkan berdasarkan agama. Justru dengan ditampilkannya Ahmad Sudirman orang muslim, jelas Ahmad Sudirman merasa gembira bahwa Ahmad Sudirman adalah seorang muslim yang mukmin." (Ahmad Sudirman, 8 Februari 2005)

REALLY?

"Begitu juga kalau memang itu Matius orang kristen, jelas ia akan merasa gembira ada yang menghargai dirinya dipanggil sebagai orang kristen." (Ahmad Sudirman, 8 Februari 2005)

PANDAI KALI SI BAPAK AHMAD INI BERKELIT. YAH KATA ORANG, ITULAH "TIPU MUSLIHAT ACEH" PANDAI MENCARI DALIH-DALIH YANG MENGUNTUNGKAN "MEREKA" (WALAUPUN TIDAK SEMUA ACEH YANG SAYA KENAL BERKELAKUKAN SEPERTI ITU). TAHUKAH ANDA, BAHWA KATA-KATA ANDA BERKONOTASI MENGHASUT DAN MENGOBARKAN KEBENCIAN? SO THINK ABOUT IT SECONDLY.

Agoosh Yoosran

a_yoosran@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------