Stockholm, 14 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SUTAN LATIEF, ITU MEREKA HANYA MENJIPLAK KARYA MBAH SOEKARNO & MPU TANTULAR, MAKANYA LUMPUH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUTAN LATIEF, ITU MEREKA DI RI HANYA PANDAI MENJIPLAK KARYA MBAH SOEKARNO TENTANG ACHEH & MPU TANTULAR TENTANG GARUDA, MAKANYA LUMPUH KETIKA MENGHADAPI ARGUMENTASI AHMAD SUDIRMAN

"Kalau menurut hamba, yang penting adalah kang Ahmad tinggal di Atjeh saja bang, dimana saja khan bisa "berjuang sekuat tenaga untuk tetap memperjuangkan apa yang telah diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan Rasulullah saw." ya pindahlah bang. Yang penting gak di Swedia, agar orang tahu abang tulus dalam menegakkan syariat Islam." (Sutan Latief, sutanlatief@yahoo.com , Mon, 14 Feb 2005 03:26:17 -0800 (PST))

"Disamping sibuk mempersiapkan kepergian hamba 3 tahun ke Sweden, hamba juga baru kena damprat habis oleh teman saya, setelah hamba cerita tentang milis ini dan gara-gara hamba berguru kepada dengan kang Ahmad. Teman hamba ini adalah orang Atjeh asli (bukan warga negara lain yang tertarik tentang Atjeh). Namun dia telah 4 tahun pindah ke Jakarta, dari Medan, karena tuntutan pekerjaan. Da (anggap saja namanya itu), nampak sangat dendam dengan "petinggi GAM" di Sweden dan Norway. Karena waktu dia kelas 1 SMP ayahnya dibunuh GAM, hampir didepan matanya." (Sutan Latief, sutanlatief@yahoo.com , Mon, 14 februari 2005 11:46:24)

"Semua issue bisa kang Ahmad balik dengan menyampaikan fakta yang demikian nyata dan benar. Meskipun lawan diskusi tampak sering kebingungan dengan fakta yang kang Ahmad ajukan, namun kang Ahmad bisa membuktikan bahwa fakta tersebut adalah pasti benar karena berasal dari orang yang maha tahu akan kebenaran seperti kang Ahmad ini." (Sutan Latief, sutanlatief@yahoo.com , Mon, 14 februari 2005 11:59:41)

Baiklah saudara Sutan Latief di Jakarta, Indonesia.

Sebenarnya, Ahmad Sudirman mudah saja kalau mau tinggal di Acheh. Hanya tentu saja, begitu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mendengar bahwa Ahmad Sudirman mau tinggal di Acheh, langsung saja mereka berdua cekekekan, kegirangan. Dan langsung saja menyiapkan tikar berwarna hitam pekat yang terbuat dari bambu anyaman yang bernama UU No.18/2001. Begitu juga menyiapkan selimut yang terbuat dari bulu-bulu kapas yang bernama PP No.2/2004. Dan tidak lupa mereka menyiapkan bantal yang didalamnya berisikan bulu yang terbuat dari Keppres No.43/2003.

Nah, jadi begitu Ahmad Sudirman sampai saja kepintu TNI, dipintu gerbang Banda Acheh, itu Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu sudah mempersilahkan masuk kamar yang didalamnya ada tikar yang terbuat dari UU No.18/2001, bantal yang dibuat dari bulu Keppres No.43/2003 dan selimut yang terbuat dari PP No.2/2004.

Kemudian itu Jenderal Ryamizard Ryacudu berceloteh, kalau Ahmad Sudirman mau menegakkan syariat Islam di Acheh, mudah saja, pakai saja itu tikar yang terbuat dari bambu anyaman UU No.18/2001, karena didalamnya mengandung cara dan metode bagaimana menegakkan dan menjalankan syariat Islam dalam wadah kerangka yang terbuat dari sarang burung garuda yang bernama NKRI, buatan mbak Megawati dan Anggota DPR pada zamannya bung Akbar Tandjung dulu.

Seterusnya, begitu juga di Pakistan. Itu Negara Pakistan adalah Negara Islam Pakistan. Jadi Islam sudah ditegakkan dan dijalankan di Pakistan. Tidak perlu lagi Ahmad Sudirman berjuang dari bawah untuk menegakkan dan menjalankan syariat Islam di Pakistan, karena memang Negara Pakistan telah menjadi Negara Islam Pakistan dengan syariat Islamnya.

Justru yang perlu terus diusahakan adalah di negara-negara yang ada potensi untuk berkembangnya Islam. Salah satunya di negara-negara Eropah seperti Swedia, misalnya. Swedia mempunyai potensi untuk berkembang Islam dengan baik.

Jadi, di Negara-negara yang Islamnya telah tegak dan berjalan, itu sudah tidak perlu lagi dipikirkan. Sedangkan di Negara sekuler pancasila, memang itu perlu untuk diluruskan. Karena di Negara sekuler pancasila itu orang-orang DPR dan Pemerintahnya seenak udel saja mencampur adukkan hukum Islam dengan hukum thaghut pancasila. Contohnya dalam UU No.l8/2001. Karena itulah perlu untuk mengadakan pembersihan dan pelurusan racun-racun yang memang sudah ditebarkan oleh Soekarno cs dengan ajaran mpu Tantular dengan Sutasoma-nya yang dicaplok Soekarno untuk dipasang menjadi lambang burung garuda dengan merek bhineka tunggal ika. Itulah ajaran orang-orang hindu dari Jawa sana.

Selanjutnya itu saudara Sutan Latief yang katanya dapat beasiswa dari Ericsson untuk bisa belajar dan sekaligus kerja di Ericsson, menceritakan kawannya yang orang asli Acheh, yang ayahnya dibunuh GAM ketika ia masih di SMP. Jadi, kalau Ahmad Sudirman perhitungkan itu kawan saudara Sutan Latief yang dipanggil Da itu, ketika ayahnya, menurut cerita versinya Da, dibunuh, itu terjadi pada tahun 1990-an. Karena kejadian itu ketika Da masih kelas 1 SMP, artinya 3 tahun di SMP, 3 tahun di SMA, 5 tahun di universitas, dan 4 tahun di Jakarta. Jumlahnya menjadi 15 tahun. Kalau pada tahun 1990-an itu mbah Soeharto masih berkuasa dengan DOM-nya. Mbah Soeharto jatuh pada tanggal 22 Mei 1998. Dan digantikan oleh BJ Habibie.

Dimana pada tahun 1990-an itu GAM memang sedang perang gerilya melawan pasukan TNI yang diutus oleh mbah Soeharto. Jadi, apakah memang benar itu ayahnya Da yang tinggal di Meulaboh diculik bebarapa kali oleh GAM untuk diminta uangnya ?. Ini masih perlu dipertanyakan dan masih perlu diteliti sampai keakar-akarnya. Jangan hanya main tuduh, bahwa itu ayahnya Da diculik beberapa kali, kemudian disiksa, dan diculik lagi kemudian di bunuh.

Dan yang lucunya, itu Da ketika masih kuliah di universitas masuk untuk dilatih semi militer khusus untuk para mahasiswa yang baru masuk universitas. Kalau di Bandung ada yang dinamakan mahawarman. Dimana setelah dilatih tiga bulan dengan latihan semi militer ini, kemudian diberi baju loreng dan baret. Lalu kalau ada acara-acara di universitas, tampil sebagai tukang penjaga dengan memakai baju loreng dan topi baret mahawarman-nya.

Yang agak aneh dan melanggar hukum dalam cerita Da ini adalah ketika saudara Sutan Latief memasukkan cerita: "Da yang pernah tergabung dalam resimen mahasiswa pernah dengan cara yang cerdas berhasil menelusuri jejak kembali saat ayahnya dibunuh GAM. Dia juga sempat cerita bagaimana dia bertemu dan membalas dendam kematian sang ayah kepada salah satu dari GAM yang masih hidup saat dia masih kuliah."

Nah, menurut cerita Da yang disampaikan kepada Sutan Latief, dimana ketika ia bergabung dalam resimen mahasiswa, tentunya di Acheh atau di Medan, berhasil melakukan pembunuhan terhadap salah seorang yang diduga pembunuh ayahnya pada tahun 1990-an. Kalau memang benar itu, ketika Da masih kuliah melakukan pembunuhan dengan memakai baju loreng dan topi baretnya dari resimen mahasiswanya, maka sudah jelas, ia telah melakukan pelanggaran tindak pidana pembunuhan manusia. Dan ini bisa diusut dan dituntut hukuman penjara yang berat.

Kemudian, menurut Sutan bahwa Da akan juga datang ke Swedia karena mendapat beasiswa Ericsson. Jelas, kalau ia kelak jumpa dengan Ahmad Sudirman, bisa saja dibongkar itu kasus pembunuhan Da ketika masih menjadi mahasiswa dengan memakai baju loreng dan topi baret resimen mahasiswa membunuh rakyat Acheh, hanya dituduh dengan tuduhan ikut membunuh ayahnya yang tanpa terlebih dahulu dibuktikan didepan meja pengadilan. Dan jelas, ia akan ketemu batu kalau jumpa dengan Ahmad Sudirman kelak di Swedia.

Terakhir, sebenarnya, bukan Ahmad Sudirman "semakin maha hebat", melainkan mereka yang ikut berdiskusi di mimbar bebas ini hanya memiliki argumentasi dari cara menjiplak apa yang disodorkan mbah Soekarno tentang Negeri Acheh dengan diikat tali bhineka tunggal ika hasil anyaman mpu Tantular dengan sutasoma-nya.

Jadi, kalau hanya menjiplak hasil karya mbah Soekarno cs, mana ada kekuatannya untuk melumpuhkan argumentasi Ahmad Sudirman tentang Negeri Acheh hubunganya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI atau negara RI Soekarno atau Negara RI 17 Agustus 1945.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Mon, 14 Feb 2005 03:26:17 -0800 (PST)
From: Sutan Latief sutanlatief@yahoo.com
Subject: Re: SUTAN LATIEF ITU ACHEH DARI SEJAK BERDIRI ABAD 12 TIDAK PERNAH MENJADI NEGARA SEKULER
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Hidajat Sjarif <siliwangi27@hotmail.com>, Suparmo <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, MT Dharminta <editor@jawapos.co.id>, Habe Arifin <habearifin@yahoo.com>, Matius Dharminta mr_dharminta@yahoo.com

Assalamu alaikum wr. wb..

Kang Ahmad, guruku. Ini menjawab komentar abang: "Ahmad Sudirman, bisa saja tinggal di Kerajaan Saudi Arabia, Negara Islam Pakistan, Republik Sudan, Republik Islam Iran, atau di negara mana saja. Yang penting bagi Ahmad Sudirman sekarang ini adalah bukan dimana
tinggal, yang penting adalah bagaimana sebagai seorang muslim yang mukmin berusaha dan berjuang sekuat tenaga untuk tetap memperjuangkan apa yang telah diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan Rasulullah saw." (Ahmad Sudirman, 5 Januari 2005)

Kalau menurut hamba, yang penting adalah kang Ahmad tinggal di atjeh saja bang, dimana saja khan bisa "berjuang sekuat tenaga untuk tetap memperjuangkan apa yang telah diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan Rasulullah saw." ya pindahlah bang. Yang penting gak di Swedia, agar orang tahu abang tulus dalam menegakkan syariat Islam. Khan aneh, abang bilang Indonesia salah karena mengucapkan natal, tapi kang Ahmad malah tinggal di tempat "bernatal" dan bangga karenanya. Sekali kang Ahmad pindah ke Pakistan misalnya, orang langsung tahu kang Ahmad adalah pejuang syariat Islam sejati.

Sutan Latief

sutanlatief@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sutan Latief sutanlatief@yahoo.com
Date: den 14 februari 2005 11:46:24
To: Lantak@yahoogroups.com, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, communitygallery@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com
Subject: KANG AHMAD: AYAH TEMAN SAYA DIBUNUH OLEH GAM

Aassalamu alaikum wr. wb.

Disamping sibuk mempersiapkan kepergian hamba 3 tahun ke Sweden, hamba juga baru kena damprat habis oleh teman saya, setelah hamba cerita tentang milis ini dan gara-gara hamba berguru kepada dengan kang Ahmad. Teman hamba ini adalah orang Atjeh asli (bukan warga negara lain yang tertarik tentang Atjeh). Namun dia telah 4 tahun pindah ke Jakarta, dari Medan, karena tuntutan pekerjaan. Da (anggap saja namanya itu), nampak sangat dendam dengan "petinggi GAM" di Sweden dan Norway. Demikian marahnya dia kepada "petinggi GAM" sampai hancur rak piring tempat kost kami, dan sampai menangis meraung-raung dia menunjukkan kemarahan yang amat sangat. Tak terbayangkan si "giant" yang tinggi besar tapi tenang hati ini bisa demikian ngamuk.

Setelah reda, hamba baru sadar alasan dia marah. Dia cerita: waktu dia kelas 1 SMP ayahnya dibunuh GAM, hampir didepan matanya. Kisah tragis ini terjadi di tengah malam di hutan dekat rumah dia di Meulaboh. Ibunya telah meninggal 1 tahun sebelumnya karena sakit. Dia tinggal bersama dengan ayahnya yang seorang guru SD di Meulaboh, dan dengan adik ayahnya yang belum menikah. Kakaknya yang sudah sekolah SMA tinggal di Medan bersama kakak ibunya alm. Telah beberapa kali sebelumnya sang ayah diculik dan dilepas oleh GAM. Selama diculik, ayahnya mengalami banyak siksaan. Sebenarnya, sudah seringkali disarankan agar ayahnya pindah kota, namun Da menolak karena sebagai anak bungsu dia masih ingin dekat makam ibunya. Dan akhirnya tragedi itu terjadi. Ditengah malam pintu rumahnya digedor. Da sudah mengenali suara-suara itu sebagai orang GAM yang memang beberapa kali pernah datang ke rumah memaksa minta uang dan macam-macam barang.

Ayahnya diseret. Jeritan minta ampun ayahnya tidak membuat GAM itu hiba. Saat itu Da terbaring lemah karena sakit. Semenjak ibunya tiada Da memang sakit-sakitan. Mungkin kalau saat itu dia sehat, Da juga jadi korban. Ditengah malam buta itu sambil menangis meraung-raung dia dan tantenya masuk hutan mencari ayahnya. Dan yang menyedihkan adalah Da sendiri yang menemukan mayat ayahnya yang masih hangat bersimbah darah dengan luka bacokan. Saat menemukan mayat ayahnya dia masih sempat bertemu dengan 2 orang yang dia yakini sebagai pembunuh ayahnya, masih dengan golok bersimbah darah. Orang ini bahkan sempat meghardiknya bahwa Da pun bisa bernasib sama Ketakutan teramat sangat membuat Da kecil pasrah saja.

Dari saat itu, kisah hidup Da berubah total. Dia kemudian hidup dari satu family ke family lain di Banda Aceh dan Medan. Da ini memang berotak jenius, karena selalu dapat beasiswa, sejak dia SMP kelas 2, hingga perguruan tinggi. Selama waktu itu dia terus menyalahkan dirinya sendiri karena selalu menolak ajakan ayahnya pindah kota. Karena sayang sang ayah kepadanya membuat sang ayah bertahan. Dan ini mengantar kepada kematian ditangan GAM. Namun semakin ia dewasa, rasa bersalah ini berubah menjadi rasa dendam teramat sangat kepada GAM. Saat mahasiswa, Da yang pernah tergabung dalam resimen mahasiswa pernah dengan cara yang cerdas berhasil menelusuri jejak kembali saat ayahnya dibunuh GAM. Dia juga sempat cerita bagaimana dia bertemu dan membalas dendam kematian sang ayah kepada salah satu dari GAM yang masih hidup saat dia masih kuliah.

Yang mejadi masalah hamba adalah: si jenius penuh dendam ini adalah salah satu dari team hamba yang dapat beasiswa Ericsson dan akan belajar ke Sweden. Diantara teman-temannya (saya baru kenal beberapa bulan ini) Da terkenal akan inovasi dalam melakukan pekerjaan dengan cara tak terdua, tenang dan sangat cerdas dan sangat pemberani. Da akan bertemu dengan petinggi2 GAM yang dia anggap bertanggung jawab penuh atas kematian ayahnya, dengan alasan apapun ? Waduh kang Ahmad, nampaknya acara belajar di Sweden gak sepenuhnya bakalan tenang nich.

Wassalam

Sutan Latief

sutanlatief@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

From: Sutan Latief sutanlatief@yahoo.com
Date: 14 februari 2005 11:59:41
To: Lantak@yahoogroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com
Subject: [Lantak] Malaikat JIBRILpun MUNGKIN KEOK MELAWAN GURUKU AHMAD SUDIRMAN YANG MAHA BENAR.

Aasalamu alaikum wr. wb.

Ini dari Sutan di hindunesia, apa kabar kang Ahmad, guruku di krisden? yang terhormat kang Ahmad yang niat perjuangannya tulus suci, maha mengetahui fakta dan maha benar dalam segala pengetahuannya tentang Aceh, Sweden, Indonesia, sekulerisme dan syariat Islam.

Hamba sempat istirahat beberapa minggu dari milis ini. Ini disebabkan karena kesibukan study hamba mempersiapkan keberangkatan hamba ke Swedia dalam beberapa bulan kedepan. hamba sempat sebentar membaca beberapa tulisan dan jawaban kang Ahmad ke beberapa anggota milis ini. Wah, kang Ahmad ini semakin maha hebat ya. Semua issue bisa kang Ahmad balik dengan menyampaikan fakta yang demikian nyata dan benar. Meskipun lawan diskusi tampak sering kebingungan dengan fakta yang kang Ahmad ajukan, namun kang Ahmad bisa membuktikan bahwa fakta tersebut adalah pasti benar karena berasal dari orang yang maha tahu akan kebenaran seperti kang Ahmad ini.

Untung malaikat Jibril gak bisa akses e-mail. Kalau dia bisa, dan kalau dia menyampaikan fakta lain yang mendukung Indonesia, jangan-jangan malaikat kita tercinta ini langsung keok pada dampratan kang Ahmad yang pertama, iya gak bang?

Wassalam

Sutan Latief

sutanlatief@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------