Stockholm, 17 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA, ITU PANCASILA SEPERTI KARET & RAKYAT PAPUA BARAT DITIPU SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERLU MUBA KETAHUI ITU, PANCASILA SEPERTI KARET & RAKYAT PAPUA BARAT DITIPU SOEKARNO DENGAN PEPESOE

"Yang New York belum kamu bahas. Aku kan nulis gini tentang New York. Perjanjian New York, tanggal 15 Agustus 1962.Isi : Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB. Akan diadakan penentuan pendapat masyarakat Irian Barat. Jangan sepotong2 dong ngebahasnya. Orang Sunda bilang "gantung denge". Trus, gini ya Mad. Jangan kamu pikir Aceh itu istimewa dibandingkan (waktu itu) calon2 propinsi NKRI lainnya. Aceh dan lainnya sama2 berjuang untuk merdeka dari penjajah Belanda. Para founding father mengusulkan wilayah RI itu dari Sabang sampai Merauke. Malahan dalam diskusi sebelum kesepakatam final itu, Mindanao pernah dibicarakan untuk masuk RI" (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com ,17 februari 2005 01:16:45)

"Kamu jangan menyembunyikan fakta dan hikmah yang sebenarnya kamu ketahui. Jangan karena alesan memperlemah argumentasimu fakta dan hikmah itu kamu sembunyikan. Perubahan sila pertama dengan menghapus tujuh kata itu karena desakan saudara-saudara kita dari wilayah timur Indonesia yang mengancam akan batal bergabung di dalam RI Sabang-Merauke. Hanya saudara-saudara kita inilah yang menyatakan keberatannya. Yang lain, termasuk saudara-saudara dari Aceh, tidak menyampaikan keberatan apapun. Akhirnya ancaman tersebut diakomodasi dan ketujuh kata tersebut diganti dengan "Yang Maha Esa" sehingga lengkapnya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa" ini sebenarnya aneh dari sisi struktur Bahasa Indonesia manapun (Van Opphusyen, EYD, dll). Secara gramatikal kalimat itu seharusnya Ke-Tuhan Yang Masa Esa-an".
" (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Thu, 17 Feb 2005 08:30:39 -0800 (PST))

Baik Muba di Paris, Perancis.

Muba memang itu hasil rumusan Panitia Sembilan, Piagam Jakarta, telah dihancur-luluhkan oleh manusia-manusia yang bukan anggota Panitia Sembilan.

Coba saja perhatikan walaupun sila pertama hasil pemikiran Panitia Sembilan ini yang menyatakan: "Ketuhanan dengan menjalankan Syar'at Islam bagi para pemeluknya", ternyata apa yang telah dirumuskan oleh Panitia Sembilan yaitu Soekarno, Hatta, Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Agus Salim, Kahar Muzakkir, Wahid Hasyim, Ahmad Subardjo, Mohammad Yamin, yang disebut dengan Piagam Jakarta oleh Mohammad Yamin pada tanggal 22 juni 1945 itu, telah diporak-porandakan oleh sekelompok orang Kristen yang berasal dari Sulawesi Utara, tanah kelahiran A.A. Maramis yang mengusulkan kepada Muhammad Hatta yang memimpin rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) bahwa itu sila Ketuhanan dengan menjalankan Syar'at Islam bagi para pemeluknya harus dirobah dan diganti.

Celakanya, itu pimpinan rapat PPKI Muhammad Hatta menerima usul orang-orang dari daerah A.A. Maramis, dan tidak mendiskusikan dengan para anggota Panitia Sembilan. Memang A.A. Maramis adalah anggota Panitia Sembilan, tetapi itu Muhammad Hatta tidak mendiskusikan dengan anggota Panitia Sembilan lainnya, melainkan hanya berdialog dengan Kasman Singodimedjo, ditambah dengan Ki Bagus Hadikusumo yang dikemudian hari menjadi Ketua Organisasi Muhammadiyah yang terpengaruh faham wahabi Muhammad Bin Abdul Wahhab dari Saudi Arabia. Tidak lupa didialogkan dengan Teuku Muhammad Hassan. Hanya yang paling celakanya itu usul dari Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah ini yang mengajukan pergantian, supaya itu orang-orang pengikut A.A. Maramis puas hati dengan menghapus tujuh kata yaitu "dengan menjalankan Syar'at Islam bagi para pemeluknya" diganti dengan tiga kata "yang maha esa".

Nah sekarang, kita gali apa yang sebenarnya bisa dijadikan alat penjerat atau tali buhul bhineka tunggal ikanya mpu Tantular kalau memakai istilah kata-kata yang maha esa.

Nah, disini Ahmad Sudirman melihat dan memperhatikan bahwa seandainya itu konsepsi yang tertuang dalam sila ketuhanan yang maha esa, seperti yang disodorkan oleh Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah itu, dan mencakup seperti apa yang telah difirmankan Allah "Katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (Al-Ikhlash, 1-4), maka itulah konsepsi ketuhanan yang maha esa yang disebut dengan konsepsi ajaran ketauhidan. Tetapi kalau tidak demikian, maka, itulah konsepsi ketuhanan yang maha esa menurut pancasila, yang merupakan konsepsi ketuhanan yang maha esa yang semu, kabur, dan lemah.

Mengapa konsepsi ketuhanan yang maha esa menurut pancasila dinamakan konsepsi ketuhanan yang maha esa yang semu, kabur, dan lemah ?

Karena konsepsi ketuhanan yang maha esa yang bisa diterima oleh seluruh agama, aliran kepercayaan dan adat istiadat yang ada di Indonesia. Artinya, konsepsi ketuhanan yang maha esa yang fleksibel.

Contohnya aliran kepercayaan yang percaya kepada satu patung yang besar, maka konsepsi ketuhanan yang maha esa dapat diterima, karena satu patung yang besar sama dengan tuhan yang maha esa (satu). Contoh lainnya, misalnya aliran kepercayaan yang percaya kepada satu pohon beringin yang besar, maka konsepsi ketuhanan yang maha esa dapat diterimanya, karena satu pohon beringin yang besar sama dengan tuhan yang maha esa (satu).

Jadi sekarang, seandainya konsepsi ketuhanan yang maha esa ini menurut konsepsi ketuhanan yang maha esa yang tertuang dalam ajaran ketauhidan dan akidah Islam, maka Negara RI hanya mengakui satu agama yaitu Islam.Tetapi dalam kenyataannya di RI Islam tidak diakui sebagai satu-satunya Agama resmi dan Agama negara. Karena itulah konsepsi ketuhanan yang maha esa ini adalah bukan konsepsi ketuhanan yang maha esa berdasarkan ketauhidan, melainkan konsepsi ketuhanan yang maha esa menurut pancasila hasil kotak-katik Soekarno dan dibantu oleh Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah itu.

Seterusnya, karena itu konsepsi ketuhanan yang maha esa ini bukan berdasarkan kepada konsepsi ketuhanan yang maha esa yang mengacu kepada ketauhidan yang bersumberkan pada akidah Islam, maka jelas, Islam secara terang-terangan menolak konsepsi ketuhanan yang maha esa yang tercantum dalam Bab XI pasal 29 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi "Negara berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa".

Nah sekarang, karena Islam menolak dan tidak bisa menerima konsepsi ketuhanan yang maha esa yang tercantum dalam sila pertama pancasila, maka sila-sila yang lainnya menjadi gersang dari siraman Nur Islam.

Konsekuensi logisnya adalah karena Islam menolak konsepsi ketuhanan yang maha esa yang ada dalam Bab XI pasal 29 ayat 1 UUD 1945, maka isi seluruh UUD 1945 merupakan isi yang gersang dari siraman akidah Islam. Dengan kata lain, UUD 1945 bukan UUD yang mengacu kepada sumber yang diturunkan Allah SWT atau bisa dikatakan UUD 1945 adalah UUD sekuler.

Selanjutnya, karena menurut Bab XI pasal 29 ayat 1 UUD 1945 negara bukan berdasarkan konsepsi ketuhanan yang maha esa yang mengacu kepada ketauhidan dan akidah Islam, maka ayat keduanya yang menyatakan bahwa "Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu" adalah sama dengan penetapan yang ada di negara-negara sekuler. Artinya, bebas bagi setiap warga untuk beragama atau tidak, agama tidak ada sangkut pautnya dengan negara.

Mengapa agama tidak ada sangkut pautnya dengan negara? Karena tidak ada satu ayatpun dalam UUD 1945 yang mengatakan bahwa "Apabila timbul perbedaan pendapat di antara kamu di dalam suatu soal, maka kembalikanlah penyelesaiannya pada (hukum) Tuhan dan (keputusan) Muhammad SAW".

Nah inilah yang Ahmad Sudirman katakan bahwa memang itu pancasila adalah thaghut yang harus dikikis, karena menyesatkan umat Islam, sehingga Allah SWT murka. Itulah kesalahan orang Muhammadiyah yang satu itu, termasuk juga itu Kasman Singodimedjo, dan Teuku Muhammad Hassan kacungnya Soekarno, yang menyerah begitu saja kepada desakan orang-orang dari daerah A.A.Maramis.

Selanjutnya itu Muba atau mungkin itu nama singkatan dari Muhammad Basyir menulis: "Yang New York belum kamu bahas. Aku kan nulis gini tentang New York. Perjanjian New York, tanggal 15 Agustus 1962.Isi : Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB. Akan diadakan penentuan pendapat masyarakat Irian Barat. Jangan sepotong2 dong ngebahasnya".

Muba, Ahmad Sudirman telah membahas itu masalah Perjanjian New York ini dalam tulisan "Muba itu perjuangan ASNLF diakui dunia internasional termasuk oleh RI, dan itu soal Papua bukan pepera tetapi pepesoe" http://www.dataphone.se/~ahmad/050203d.htm .

Tetapi, tidak apa untuk kali ini, Ahmad Sudirman ulang lagi, karena memang Muba ini otaknya lembek, pandainya hanya menjiplak ucapan mbah Hasyim Muzadi dari PBNU saja.

Itu Perjanjian New York yang ditandatangani oleh Dr J Van Roywen dan CW Schmurmann dari pihak Belanda dan oleh Dr Subandrio dari pihak RI pada tanggal 15 Agustus 1962 di New York.

Dimana Persetujuan New York ini berisikan:

1.Setelah pengesahan persetujuan antara Indonesia dan Belanda, selambat-lambatnya pada tanggal 1 Oktober 1962 Penguasa/Pemerintah Sementara PBB (United Nations Temporary Executive Authority-UNTEA) akan tiba di Irian Barat untuk melakukan serah terima pemerintahan dari tangan Belanda. Sejak itu bendera Belanda diturunkan dan diganti dengan bendera PBB.

2.Pemerintah Sementara PBB akan memakai tenaga-tenaga Indonesia baik sipil maupun alat-alat keamanan, bersama-sama dengan alat-alat keamanan putra-putra Irian Barat sendiri dan sisa-sisa pegawai Belanda yang masih diperlukan.

3.Pasukan-pasukan Indonesia yang sudah ada di Irian Barat tetap tinggal di Irian Barat, tetapi berstatus dibawah kekuasaan Pemerintah Sementara PBB.

4.Angkatan Perang Belanda secara berangsur-angsur dikembalikan. Yang belum pulang ditempatkan dibawah pengawasan PBB dan tidak boleh dipakai untuk operasi-operasi militer.

5.Antara Irian Barat dan daerah Indonesia lainnya berlaku lalu lintas bebas.
6.Pada tanggal 31 Desember 1962 bendera Indonesia mulai berkibar disamping bendera PBB.

7.Pemulangan anggota-anggota sipil dan militer Belanda sudah harus selesai pada tanggal 1 Mei 1963 dan selambat-lambatnya pada tangal 1 Mei 1963 Pemerintah RI secara resmi menerima pemerintahan di Irian Barat dari Pemerintahan Sementara PBB.

Dan sebagai bagian dari persetujuan New York tersebut dicantumkan bahwa Indonesia menerima kewajiban untuk mengadakan "Penentuan Pendapat Rakyat" (Ascertainment of the wishes of the people) di Irian Barat atau Papua Barat sebelum akhir tahun 1969 dengan ketentuan bahwa kedua belah pihak, Indonesia dan Belanda akan menerima keputusan hasil penentuan pendapat rakyat Irian Barat atau Papua Barat tersebut.

Kemudian untuk menjamin keamanan di wilayah Irian Barat atau Papua Barat dibentuk suatu pasukan PBB yang disebut United Nations Security Forces (UNSF) dibawah pimpinan Brig Jen Said Uddin Khan dari Pakistan.

Nah sekarang kita lihat itu isi Perjanjian New York ini. Kelihatan memang itu Soekarno sudah tidak sabar untuk mencaplok Papua ini.

Memang seperti yang tercantum dalam Perjanjian itu pihak Penguasa/Pemerintah Sementara PBB (United Nations Temporary Executive Authority-UNTEA) menyerahkan pemerintahan Irian barat kepada pihak RI pada tanggal 1 Mei 1963.

Tetapi tentu saja, itu Perjanjian New York masih belum dilaksanakan semua isinya, masih ada tambahannya yaitu Penentuan Pendapat Rakyat (Ascertainment of the wishes of the people) di Papua Barat sebelum akhir tahun 1969 dengan ketentuan bahwa kedua belah pihak, Indonesia dan Belanda akan menerima keputusan hasil penentuan pendapat rakyat Papua Barat atau Irian Barat tersebut.

Sekarang kita lihat dan gali langkah-langkah apa yang dijalankan Soekarno untuk menipu rakyat Irian barat atau Papua Barat ini melalui cara Penentuan Pendapat Rakyat.

Ternyata itu Soekarno menjalankan taktik Penentuan Pendapat Rakyat secara bertahap yang dimulai pada tanggal 24 Maret 1969 sampai tanggal 14 Juli 1969.

Dimana pada tanggal 24 Maret 1969, melakukan konsultasi dengan Dewan-Dewan Kabupaten di Jayapura tentang tatacara penyelenggaraan Pepera. Kemudian melakukan pemilihan anggota Dewan Musyawarah Pepera yang berakhir pada bulan Juni 1969 dengan dipilihnya 1026 anggota dari delapan kabupaten, yang terdiri dari 983 pria dan 43 wanita.

Seterusnya pada tanggal 14 Juli 1969 di Merauke dilakaukan pepera di kabupaten demi kabupaten yang berakhir pada tanggal 4 Agustus 1969 di Jayapura.

Nah, jelas kelihatan bahwa yang mencoblos dalam pepera ini bukan seluruh rakyat Papua Barat, tetapi anggota Dewan Musyawarah Pepera yang berjumlah 1026 anggota dari delapan kabupaten. Itulah taktik tipuan licik Soekarno terhadap rakyat Papua Barat ini.

Dan tentu saja, hasil dari pepera atau yang lebih tepat dinamakan pepesoe yaitu penentuan pendapat Soekarno, yang memang disaksikan oleh Duta Besar Australia, Duta Besar Belanda di Jayapura dan utusan Sekretaris Jenderal PBB Duta Besar Ortis Sanz, menguntungkan pihak Soekarno.

Hanya tentu saja, bagi rakyat Papua Barat, itu yang dinamakan pepera alias pepesoe tidak memuaskan dan dianggap tidak sah karena tidak melibatkan seluruh rakyat Papua Barat untuk mencoblos dalam pepera alias pepesoe itu.

Karena itu sampai detik sekarang itu rakyat Papua Barat terus menuntut penetuan pendapat rakyat atau referendum yang benar, bukan pepera licik seperti yang dilakukan Soekarno itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Date: 17 februari 2005 01:16:45
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, communitygallery@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com
CC: narastati@yahoo.com, hasan_saleh1945@yahoo.com, bambang_hw@rekayasa.co.id, editor@jawapos.co.id, mitro@kpei.co.id, Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Subject: Re: MUBA EKORNYA HASYIM MUZADI, ITU PERJANJIAN RENVILLE SALAH SATU DASAR HUKUM......

Hai, terusin dong.Yang New York belum kamu bahas. Aku kan nulis gini tentang New York.

Perjanjian New York, tanggal 15 Agustus 1962. Isi :
-Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB.
-Akan diadakan penentuan pendapat masyarakat Irian Barat.

Jangan sepotong2 dong ngebahasnya. Orang Sunda bilang "gantung denge".

Trus, gini ya Mad. Jangan kamu pikir Aceh itu istimewa dibandingkan (waktu itu) calon2 propinsi NKRI lainnya. Aceh dan lainnya sama2 berjuang untuk merdeka dari penjajah Belanda. Para founding father mengusulkan wilayah RI itu dari Sabang sampai Merauke.
Malahan dalam diskusi sebelum kesepakatam final itu, Mindanao pernah dibicarakan untuk masuk RI.

Kalo perjalanan RI yang kamu bilang bangun, tiarap, mati, bangun, dsb itu, itu adalah suka-duka. Dan karena ridha Allah-lah maka RI yang dicita-citakan para founding father itu menjelma seperti sekarang kamu lihat: DARI SABANG SAMPAI MERAUKE.!!! Jreng, jreng jreng.

Kehadiran berbagai negara boneka seperti: Jawa Timur, Pasundan, Kalimantan Tenggara, dsb, itu adalah akal busuk penjajah Belanda yang memang ideologinya tunggal: devide et impera. Tapi akal busuk itu kalah oleh akal jitu-nya mbah-ku, Bung Karno, Putra Sang Fajar, Penyambung Lidah Rakyat termasuk rakyat Aceh. Hebat kan mbah-ku? Juga Hasyim Muzadi, beliau orang hebat juga loh.

Eh, ngomong-ngomong, kamu kan berusaha memecah-belah Indonesia juga. BERARTI KAMU PENJAJAH JUGA DOOONG. Ha ha, mau menjajah Aceh ya? Mana bisaaaa? Rakyat Aceh bersatu padu tuh melawan penjajah dengan celeng-celengnya itu. Jajah aja tuh Israel, kan salah satu perempuannya pernah jadi kasurnya Tiro banci itu. Iya, si Dora kan nama perempuan itu? Yang namanya dilestarikan Tiro banci itu jadi nama perusahaannya, apa tuh namanya "Dora apa gitu". Cinta banget tuh Tiro. Eh, kenapa sih mereka cere? Apa ada wangsit dimarahi leluhur Tiro? Terang aja dong kalo begitu, lagian kawin sama Yahudi kan masih banyak yang bahenol di negeri kalian, Swedia. Eh, ngomong2, urusin tuh kumis Tiro, jijay aku ngelihatnya bilang jangan pake model kumis don juan gitu, inget udah bau tanah... tahun ini kan 75 tahun dia.

Trus Mad, jangan kegeeran dong kamu itu dengan bilang: "Ahmad Sudirman siap berhadapan dengan Soeharto, Habibie, Gus Dur, Mega, dan sekarang SBY" Kamu udah benar-benar gila kali ya. Mana ada Presiden negara berdaulat yang meliputi Aceh dan tidak pernah diserang USA karena dituduh mencaplok Aceh itu, mau berhadapan dengan pawang celeng.? Ngaca dong, ngacaaa.

Eh, btw, ada yang mau lihat foto jenderal celeng nggak? Aku bilang jenderal sih, karena dia pake bintang empat. EMPAT Lho!!! Gila nggak? Aku nggak yakin celeng itu dan pawangnya tahu arti jenderal. Lulusan West Point apa Wes Ewes Ewes, aku nggak tahu... Aku ambil dari situs pemaen tooneel Stockholm tuh. Lihat aja di attachment persis tukang abu gosok kan? MMmpphh hhuuaa ha ha.

Ya Allah, terimakasih Engkau telah menghadirkan para pemain tooneel sebagai hiburan hamba.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------

Date: Thu, 17 Feb 2005 08:30:39 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: ARGUMENTASI ARDIANSYAH MASIH LEMAH UNTUK DIPAKAI MEMPERTAHANKAN NEGERI ACHEH
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: narastati@yahoo.com, hasan_saleh1945@yahoo.com,bambang_hw@rekayasa.co.id, editor@jawapos.co.id, mitro@kpei.co.id, Muhammad.Ardiansyah@hm.com

Koreksi, Mad.

Kamu jangan menyembunyikan fakta dan hikmah yang sebenarnya kamu ketahui. Jangan karena alesan memperlemah argumentasimu fakta dan hikmah itu kamu sembunyikan.

Perubahan sila pertama dengan menghapus tujuh kata itu karena desakan saudara-saudara kita dari wilayah timur Indonesia yang mengancam akan batal bergabung di dalam RI Sabang-Merauke. Hanya saudara-saudara kita inilah yang menyatakan keberatannya. Yang lain, termasuk saudara-saudara dari Aceh, tidak menyampaikan keberatan apapun. Akhirnya ancaman tersebut diakomodasi dan ketujuh kata tersebut diganti dengan "Yang Maha Esa" sehingga lengkapnya menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa" ini sebenarnya aneh dari sisi struktur Bahasa Indonesia manapun (Van Opphusyen, EYD, dll). Secara gramatikal kalimat itu seharusnya Ke-Tuhan Yang Masa Esa-an".

Tapi okelah, itu adalah satu-satunya kalimat yang khas yang tidak tunduk tata bahasa baku. Ketika ditanyakan pengertian kalimat "Ketuhanan Yang Maha Esa" ini kepada Ki Bagus Hadikusumo (atau Kasman Singodimedjo, aku tidak inget), salah seorang founding father RI,
beliau menjawab pendek: "Itu artinya tauhid".

Ada 2 fakta dan hikmah hal yang harus menjadi pelajaran dari peristiwa ini, yaitu:
1. Atas pengertian bahwa "Ketuhanan Yang Maha Esa" itu adalah Tauhid, maka Pancasila itu tidak bertentangan dengan Islam, bahkan sangat Islami. Jadi tidak bisa kamu, Mad, menyebut RI Pancasila itu adalah RI thogut.

2. Betapapun rapuh persatuan saat proklamasi itu, tapi SEMUA suku dari Sabang sampai Merauke yang diwakili oleh para anggota BPUPKI dan PPKI sepakat untuk mengikat diri di dalam RI. Jadi benar bahwa Sumpah Pemuda itu menjiwai proklamasi RI.

Proklamasi itu tentu saja mengguncang Belanda sehingga Belanda berusaha memecah belah RI sehingga terjadilah fase-fase sejarah dan berbagai perundingan itu, dari Linggarjati hingga New York. Renville adalah salah satu perundingan yang jelas tak berlaku lagi dengan
adanya perundingan-perundingan berikutnya. Tapi semangat, kegigihan, dan kecerdikan para founding father memang sangat-sangat istimewa, sehingga sampai kini RI proklamasi itu tetap eksis, dan Insya Allah akan tetap begitu. "Belanda kecil" yang bernama "para pawang celeng", karena ideologinya setali tiga uang dengan Belanda, yaitu devide et impera, hanyalah riak kecil yang tak ada artinya. Tidak mungkin mampu mengkoyak RI.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------