Stockholm, 18 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH HANYA BISA TAMPILKAN ARGUMENTASI KELEDAI BUDEK SAJA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN JELAS ITU ARDIANSYAH HANYA BISA MENAMPILKAN ARGUMENTASI KELEDAI BUDEK SAJA

"Saudara Ahmad Sudirman ternyata hanya bisa berbicara tentang sejarah, sedangkan fakta yang sebenarnya beliau tidak tahu menahu, dan hanya terima laporan, serta nguping sana-sini. tidak sadar kalau dirinya sudah tersesat sebegitu dalam. Baiknya kita bersama menyadarkan saudara kita itu dkk nya. kedua, saudara Sudirman dkk bukan hanya memprovokasi, tapi juga memelihara Babi liar yang dikerangkeng dengan rantai bernama GAM. Kalau menyokong pendanaan suatu pemberontakan, apa itu namanya bukan provokasi ? Ketiga, Saudara Sudirman sudah keblinger, Tidak mungkin Jiwa TNI yang ditempa dengan Sapta marga, dan Agama, melakukan perbuatan tercela seperti merampok , ( buat apa merampok, toh uang tidak berharga kalo dihutan dan dimedan pertempuran, lagi pula TNI idak kurang pasokan logistiknya, dan terlatih untuk hidup di hutan berbulan-bulan, sedangkan GAM ? " (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Thu, 17 Feb 2005 16:01:59 +0700)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Ardiansyah kalian memang hanya mampu menampilkan argumentasi yang dilambungkan keledai budek saja. Sudahlah kalian dengan TNI kalian itu tidak sanggup menyapu pasukan muslim Acheh TNA, masih juga bercuap seenak udel sendiri.

Itu yang kalian Ardiansyah cuapkan dimimbar bebas ini, hanyalah hasil olahan hasil perasan ampas otak kalian yang otak udang. Mana isi dari argumentasi kalian itu ada isinya dan bisa memberikan kekuatan kepada kalian, selain hanya sekedar cuap-cuap gombal, yang justru membuat kalian makin terpuruk.

Lihat dan perhatikan itu trio Menteri Koordinator Hukum, Politik dan Keamanan Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto, Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, dan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil, sudah siap-siap untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono pergi ke Helsinki, Finlandia guna bertemu dan berdialog kembali, setaraf, sejajar dengan para petingi ASNLF. Mereka trio itu sudah berjingkrak-jingkrak ikut irama gendang yang ditabuh ASNLF. Kalian Ardiansyah memang budek, tidak paham dan tidak mengerti.

Jadi, kalian Ardiansyah, tidak ada gunanya kalian hanya mengembek menunjukkan gigi ompong kalian, untuk berusaha menghancurkan pasukan muslim Acheh TNA. Mana kalian sanggup menghapuskan itu pasukan muslim Acheh TNA, kalau kalian hanyalah merupakan keledai-keledai budek saja.

Sama seperti kalian Ardiansyah, kalian itu sama seperti kemampuannya keledai budek yang pandainya hanya membawa-bawa kitab. Disuruh membaca dan membukakan semua bukti, fakta, sejarah dan dasar hukum mengenai klaim kalian tentang Negeri Acheh, hasilnya memang nol. Nah, inilah yang disebut ilmu keledai budek, yang suaranya seperti suara ember pecah, membuat sakit telinga.

Kalian Ardiansyah, tidak perlu jingkrak-jingkrak kalau ada yang memberikan laporan langsung kepada pihak ASNLF. Itu kalau memang kalian tidak budek, coba urus itu pasukan non-organik TNI yang sudah dijejali racun pancasila yang menyesatkan itu. Kalian tidak perlu Ngaku-ngaku dan membawa-bawa Islam dengan segala haram halalnya. Kalau kalian hanya mengembek dan menjejali dengan sampah-samoah racun pancasila gombal yang menyesatkan itu. Yang perlu sadar adalah kalian Ardiansyah, jangan ngikut saja kepada keledai budek, yang pandainya hanya membawa kitab-kitab, dibaca tidak, makanya budek terus. Sudah budek sesat lagi, sampai itu di Acheh dibuatkan UU No.18/2001 yang menyesatkan itu. Kalian Ardiansyah mana tahu itu isi UU No.18/2001 menyesatkan, karena memang kalian tidak paham dan hanya mengembek saja itu kepada mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan para anggota DPR yang mencampur adukkan pelaksanaan hukum Islam dengan hukum thaghut pancasila menyesatkan itu.

Jelas, karena kalian menganggap itu kelakuan dan kebijaksaan Soekarno dengan RIS-nya yang menelan, merampok, mencaplok, dan menjajah Acheh itu suatu cara yang halal, maka kalian memang pantas mengatakan kepada para pejuang muslim Acheh TNA sebagai pemberontak. Padahal hakekatnya kalian Ardiansyah yang betul-betul budek penjajah yang membuat Negeri Acheh makin miskin dan rakyatnya makin sengsara. Dasar budek.

Itu istilah provokator adalah istilah kalian dan pimpinan TNI kalian yang lemah dan otaknya sudah dijejali dengan racun sesat pancasila, Ardiansyah.

Akhirnya, karena otak kalian sudah penuh dengan racun sampah pancasila, maka wajar saja ketika berhadapan dengan pasukan muslim Acheh TNA, pusing tujuh keliling. Sudah puluhan tahun itu tentara kalian Ardiansyah, hanya nafsunya besar, tetapi tenaganya kurang. Persis seperti kalian Ardiansyah, itu kalian hanyalah bercuap tetapi ilmu kalian cetek, hanya membeo kepada apa yang disemburkan mbah kalian Soekarno dan para kacungnya.

Kalian, sudahlah bukan orang Acheh, tetapi ngaku-ngaku orang Acheh, petentengan pula untuk terus mempertahankan Acheh. Tidak punya malu.

Itu kalau para pelajar, mahasiswa pemuda terlibat SIRA, itu adalah harus dipuji. Mereka itulah yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Bukan seperti kalian Ardiansyah yang budek, yang hanya membeo dan mengembek dibelakang buntut Susilo Bambang Yudhoyono saja.

Kalian Ardiansyah hanya terus-terusan pegang tali buhul gombal bhineka tunggal ika hasil komat-kamit mpu Tantular dari Jawa hindu itu. Seharusnya kalian itu sadar, kalau kalian memang seorang muslim. Kecuali kalau memang kalian seorang sekuler. Kalau kalian Ardiansyah seorang sekuler, wajar saja kalian ketika membaca dan mendengar Rasulullah saw membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatrsib, mata kalian seperti mata Snouck Horgronye. Kalian Ardiansyah memang alergi pada Daulah Islamiyah. Dasar sekuler gombal alias kosong.

Jelas, karena otak kalian otak udang, mana lagi kalian Ardiansyah mampu menggali senjata kalian untuk merobohkan benteng pertahanan rakyat Acheh muslim yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila. Dan memang sudah kelihatan kalian memang kosong otak kalian, dan hanya mengembek kepada apa yang digembar gemborkan oleh Soekarno dan mpu Tantular dengan bhineka tunggal ikanya yang kosong keropos menyesatkan itu. Dan itu Ardiansyah mana mampu lagi menampilkan argmentasi yang jelas dan terang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Negeri Acheh, kecuali hanya menghambur-haburkan cerita gombal keledai budeknya saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
----------

Date: Thu, 17 Feb 2005 16:01:59 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, kompas@kompas.com
Subject: RE: SAFWAN, ITU ORANG MENDUKUNG RAKYAT ACHEH YANG SADAR UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI, BUKAN MAKAR

Assalamu'alaikum,

Selamat datang saudara Safwan. Saya ingin Informasikan hal yang lebih benar dan tidak tendensius seperta Ahmad Sudirman:

Pertama : saudara Ahmad Sudirman ternyata hanya bisa berbicara tentang sejarah, sedangkan fakta yang sebenarnya beliau tidak tahu menahu, dan hanya terima laporan, serta nguping sana-sini. tidak sadar kalau dirinya sudah tersesat sebegitu dalam. Baiknya kita bersama menyadarkan saudara kita itu dkk nya.

kedua, saudara Sudirman dkk bukan hanya memprovokasi, tapi juga memelihara Babi liar yang dikerangkeng dengan rantai bernama GAM. Kalau menyokong pendanaan suatu pemberontakan, apa itu namanya bukan provokasi ?

Ketiga, Saudara Sudirman sudah keblinger, Tidak mungkin Jiwa TNI yang ditempa dengan Sapta marga, dan Agama, melakukan perbuatan tercela seperti merampok , ( buat apa merampok, toh uang tidak berharga kalo dihutan dan dimedan pertempuran, lagi pula TNI idak kurang pasokan logistiknya, dan terlatih untuk hidup di hutan berbulan-bulan, sedangkan GAM ? sekumpulan pemuda yang tergiur mendapat Gaji dari ASNLF, dan ada sebagianyang keluarganya diancam untuk dibunuh kalau tidak mau bergabung, dan fakta lagi kalau GAM tujuannya bukan Merdeka, kalau mau Merdeka, kenapa Th 1998 pada waktu Indonesia di landa Chaos di mana-mana ? dan Mahasiswa yg Bodoh latah membentuk SIRA, lihat aja orang-orang tsb di Lembaga pemasyarakatan di Malang , ). Orang - orang tsb bukan hanya berasal asli keturunan dari acheh, bukti pembunuhan oleh GAM dapat anda tanyakan langsung dari Mantn TNA yang sadar dan bergabung kembali dengan NKRI.

Kalau anda cermati tulisan di forum mimbar bebas ini, terlihat kalo Saudara kita Ahmad Sudirman sudah telanjang dan babak belur, karena dihantam fakta yang sebenarnya.

Wassalam

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------