Stockholm, 19 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MATTULESY, ITU AKAR UTAMA KONFLIK AMBON KARENA SOEKARNO DENGAN RIS-NYA MENCAPLOK MALUKU SELATAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

YANG PERLU DIKETAHUI MATTULESY, ITU AKAR UTAMA KONFLIK AMBON KARENA SOEKARNO DENGAN RIS & APRI/TNI-NYA MENCAPLOK MALUKU SELATAN

"Alhamdulillah dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala akhirnya saya memutuskan untuk ikut masuk dalam debat kusir ala Ahmad Sudirman beserta CS nya. Beberapa waktu yang lalu saya mendapati dalam sebuah press release yang dikeluarkan oleh penerangan ASNLF yakni Bakhtiar Abdullah yang mengeluarkan sebuah statemen yang menunjukkan siapa dan bagaimana sebenarnya GAM dan segala pengikutnya itu, bagaimana aqidah dan pemikirannya. Sebuah statement yang menunjukkan keberpihakan mereka kepada para pembunuh kaum muslimin di Maluku dan Sulawesi, inilah wahai kaum muslimin saksikanlah kedok mereka siapa mereka dan bagaimana pemikiran mereka, mereka adalah para munafik yang mencoba menikam ummat Islam dari belakang, mereka adalah teman bangsa jelek keturunan babi-babi dan kera. Press release yang dikeluarkan oleh Bakhtiar Abdullah menunjukkan bahwa mereka sama dengan para pembunuh saudara kita di ambon dan maluku utara dimasa konflik sara antara muslim dengan kristen yang didahului dengan provokasi oleh pihak geraja maluku dan kristen RMS." (Ahmad Mattulesy , ahmad_mattulesy@yahoo.com ,Sat, 19 Feb 2005 03:02:57 -0800 (PST))

Terimakasih saudara Ahmad Mattulesy di Jakarta, Indonesia.

Selamat datang saudara Ahmad Mattulesy di mimbar bebas ini dan kita akan berusaha untuk memberikan pelurusan secara bersama-sama berdasarkan kepada argumentasi kita masing-masing dalam usaha mencapai penyelesaian konflik di Acheh dan di Maluku Selatan yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini.

Nah, baru saja Ahmad Sudirman membaca pandangan pertama saudara Mattulesy ini, ternyata saudara Mattulesy telah meluncurkan roket salto pembunuhnya yang diarahkan kepada pihak rakyat Acheh dibawah ASNLF yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Dimana bentuk peluncuran roket salto pembunuh pertama yang diarahkan kepada pihak rakyat Acheh oleh saudara Mattulesy ini diformulasikan kedalam bentuk pernyataan: "Sebuah statement yang menunjukkan keberpihakan mereka kepada para pembunuh kaum muslimin di Maluku dan Sulawesi, inilah wahai kaum muslimin saksikanlah kedok mereka siapa mereka dan bagaimana pemikiran mereka, mereka adalah para munafik yang mencoba menikam ummat Islam dari belakang, mereka adalah teman bangsa jelek keturunan babi-babi dan kera."

Nah, dari apa yang diluncurkan oleh pihak Mattulesy ini sudah membukakan pintu yang mengarah kepada terjadinya api pengobaran permusuhan dan perang.

Padahal, kalau itu Mattulesy membaca secara mendalam apa yang dikemukakan oleh saudara Abdullah Bakhtiar Juru Bicara ASNLF dalam statement-nya bahwa pihak Front Pembela Islam dan Majelis Mujahidin Indonesia tidak perlu ikut campur bersama para TNI yang dianggap oleh para pejuang rakyat Acheh adalah pembunuh rakyat muslim Acheh di Acheh. Tidak perlu itu FPI menerjunkan laskar FPI-nya ke Acheh begitu juga MMI tidak perlu menerjunkan laskar mujahidinnya bersama-sama para pasukan TNI, seperti yang dipimpin oleh Salman al-Farisi yang mengeluarkan pernyataan yang menganggap rakyat muslim Acheh rakyat yang tidak mau mengikuti syariat Islam, dimana itu Salman al-Farisi mengatakan bahwa "it is in no doubt about why Aceh was struck by a magnitude 9 earthquake and tsunami. The Acehnese had betrayed Allah. They were not true to their faith. Allah had given the Acehnese Islamic law and they did not implement it. Allah always looks after his faithful followers. We are here partly to help the survivors spread the true word of Allah." (John Aglionby in Banda Aceh, Saturday January 8, 2005, The Guardian)

Itu pernyataan Salam al-Farisi dari Laskar MMI telah ditentang oleh Ahmad Sudirman dan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang dikatakannya itu dalam tulisan: "Salman al-Farisi tidak sadar dirinya ditipu Yudhoyono dengan hukum sesat UU No.18/2001 " ( http://www.dataphone.se/~ahmad/050111.htm )

Dimana Ahmad Sudirman menyatakan bahwa Salman al-Farizi tidak memahami, tidak mengetahui, dan tidak mengerti, bawa apa yang tertuang dalam UU RI No.18/2001 itu mengandung kesesatan dan kemaksiatan yang sangat hebat. Dimana itu para anggota DPR termasuk juga Megawati Cs dan Susilo Bambang Yudhoyono telah mencampuradukkan dasar dan sumber hukum Islam serta pelaksanaannya dengan sistem thaghut hukum nasional yang bersumberkan kepada pancasila dan mengacu kepada UUD 1945 serta TAP-TAP MPR yang bukan bersumberkan kepada Islam dan Sunnah Rasulullah saw. Atau dengan kata lain bersumberkan kepada sumber hukum sekular Pancasila.

Dan Ahmad Sudirman mempersilahkan dari Majelis Mujahidin untuk mempertanggungjawabkan didepan Allah SWT, apakah itu UU RI No.18/2001 adalah betul-betul undang undang yang sesuai dengan apa yang diturunkan Allah dan dicontohkan Rasulullah saw. Dan Ahmad Sudirman menunggu jawaban dari pihak Majelis Mujahidin untuk mempertanggung jawabkan apa yang disampaikan oleh saudara Salman al-Farizi.

Ternyata itu saudara Salman al-Farisi sampai detik ini tidak memberikan tanggapannya kepada Ahmad Sudirman.

Nah saudara Mattulesy, kalau itu saudara Abdullah Bakhtiar menyatakan dalam statement-nya bahwa itu laskar FPI dan laskar MMI tidak perlu ikut campur bersama-sama TNI di Acheh kalau hanya membuat situasi makin keruh. Dimana pihak FPI petentengan di Acheh seolah-olah sebagai penjaga negeri Acheh untuk mengawasi para relawan militer dan sipil asing yang ke Acheh. Dengan bercuap-cuap yang menimbulkan kekhawatiran pihak relawan asing untuk membantu menyelamatkan rakyat Acheh korban gempa dan tsunami.

Kemudian kalau Mattulesy menyatakan: "Sebuah statement yang menunjukkan keberpihakan mereka kepada para pembunuh kaum muslimin di Maluku dan Sulawesi, inilah wahai kaum muslimin saksikanlah kedok mereka siapa mereka dan bagaimana pemikiran mereka, mereka adalah para munafik yang mencoba menikam ummat Islam dari belakang, mereka adalah teman bangsa jelek keturunan babi-babi dan kera."

Itu yang dikatakan Mattulesy adalah suatu pernyataan dari orang yang tidak mengetahui akar masalah mengapa timbul gejolak dan konflik berdarah di Ambon dan sekitarnya ini. Mattulesy hanya melihat kenyataan yang timbul pada saat timbulnya gejolak di Ambon saja. Padahal, ia tidak memahami dan tidak mengerti apa yang menjadi penyebab akar utama timbulnya konflik di Ambon dan sekitarnya itu.

Di mimbar bebas ini Ahmad Sudirman telah mengupas beberapa kali apa yang menjadi akar utama penyebab timbulnya konflik berdarah di Ambon Maluku Selatan ini seperti salah satunya dalam tulisan: "Melihat Soumokil dengan RMS-nya dari sudut fakta & bukti, dasar hukum & sejarah" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/040322a.htm ) .

Dimana secara singkat, berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang bagaimana itu wilayah Maluku Selatan yang yang telah dibebaskan dan dimerdekakan dari Negara Indonesia Timur Negara Bagian RIS oleh Soumokil di Ambon pada tanggal 25 April 1950 menjadi Republik Maluku Selatan, ternyata dicaplok Soekarno dengan RIS-nya, dimasukkan kedalam perut Negara RI Negara Bagian RIS pada tanggal 19 Mei 1950.

Jadi, atas dasar apa itu Soekarno mencaplok wilayah Maluku Selatan yang sudah dibebaskan dan dimerdekakan dari Negara Indonesia Timur, padahal itu NIT masih belum dilebur kedalam Negara RI Negara Bagian RIS pada tanggal 25 April 1950 ?.

Dan tidak sampai disitu saja, itu Soekarno dengan RIS-nya, sebelum RIS selesai dilebur kedalam Negara RI dan menjelma menjadi NKRI, pada tanggal 14 Juli 1950, Soekarno dengan RIS-nya telah mengirimkan pasukan APRI/TNI untuk didaratkan di Laha, Pulau Buru, Tanimbar, Kepulauan Kei dan Aru guna menggempur pasukan Soumokil.Dan pada permulaan bulan November 1950 Ambon jatuh ketangan APRI/TNI dibawah perintah Soekarno dari RIS dan RI.

Nah, sekarang coba Mattulesy pelajari dulu itu sejarah Ambon di Maluku Selatan ini sebelum ikut-ikutan orang yang sudah terkena sejarah yang tidak benar mengenai pembentukan Negara RI ini, agar tidak tertipu dengan isi cerita dan sejarah yang tidak benar fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya.

Jadi Mattulesy, dalam melihat masalah Ambon inipun, harus kita ini jujur dan bijaksana. Mau melihat akar penyebab timbulnya konflik Maluku Selatan ini. Mengapa Ahmad Sudirman bisa memahami timbulnya konflik Maluku Selatan ini ? Karena memang Ahmad Sudirman menggali, mempelajari, memikirkan, meneliti, menganalisa, membandingkan, dan menyimpulkan tentang apa yang menjadi penyebab timbulnya konflik di Maluku Selatan ini. Sehingga Ahmad Sudirman sampai kepada kesimpulan bahwa memang itu pihak Soekarno dengan RIS-nya telah menelan wilayah Maluku Selatan yang telah dibebaskan dan dimerdekakan oleh Somokil pada tanggal 25 April dari Negara Indonesia Timur Negara Bagian RIS.

Mengapa itu Soekarno begitu bernafsu untuk menguasai wilayah Maluku Selatan yang bukan wilayahnya atau bukan wilayah Negara RI Negara bagian RIS ?. Padahal kalau tidak dicaplok itu wilayah Maluku Selatan, kan tidak akan timbul konflik yang berkepanjangan sampai saat sekarang ini. Tetapi memang itu Soekarnio penerus dari Patih Gajah Mada dari kerajaan hindu Majapahit di Jawa sana ingin menerapkan kebijaksanaan politik ekspansi wilayahnya.

Jadi menurut Ahmad Sudirman itu persoalan konflik di Ambon , bukan masalah pertentangan agama, Mattulesy, kalau saudara memahami akar utama timbulnya konflik di Ambon, Maluku Selatan ini. Akar utamanya adalah karena pihak Soekarno dari RIS menelan dan mencaplok wilayah Maluku Selatan.

Jadi, kalau ada yang membesar-besarkan bahwa konflik di Ambon Maluku Selatan ini adalah pertentangan antara Islam dan Kristen, itu adalah hasil ulah orang-orang yang mau mengadu domba antara para penganut agama, dan ulah orang-orang yang tidak tahu atau sengaja membutakan matanya melihat akar utama penyebab timbulnya konflik di Ambon, Maluku Selatan ini.

Misalnya, seperti itu Laskar Jihad yang dari kaum wahhabi yang ada di Jawa, kan terbakar semangatnya oleh tipu daya gombal alias kosong oleh cerita gombal pertentangan agama, Islam vs Kristen.

Dan celakanya juga, itu para pengikut Front Pembela Islam yang juga tidak memahami akar utama penyebab timbulnya konflik di Maluku Selatan ini terlibat. Begitu juga dari pihak MMI. Mengapa ? Karena kalau mereka mengetahui akar utama penyebab timbulnya konflik di Maluku Selatan ini, kan mudah saja penyelesaiannya, yaitu serahkan kepada rakyat di Maluku Selatan, untuk menentukan nasib mereka sendiri dan masa depan negeri mereka sendiri yang telah ditelan dan dicaplok Soekarno dengan RIS-nya itu. Untuk apa dipertahankan itu Negeri Maluku Selatan, kalau memang bukan bagian wilayah Negara RI Soekarno ? Itukan wilayah Negeri Soekarno paling hanya sekitar Yogyakarta saja. Tetapi, karena memang itu Soekarno berambisi seperti juga Patih Gajah Mada dari kerajaan hindu Majapahit dulu, maka dicaploknya semua wilayah yang ada diluar wilayah de-facto dan de-jure RI ini.

Jadi itulah, saudara Mattulesy, permasalah yang menyangkut di Ambon, Maluku Selatan ini. Jangan dibawa.bawa itu pertentangan agama dengan melibatkan perang pengikut Islam vs pengikut Kristen. Karena kalau dengan cara itu diselesaikan konflik di Ambon ini, maka itu namanya penyelesaian gombal yang salah kaprah.

Jadi, yang justru mau menghancurkan umat Islam dan umat Kristen adalah mereka yang membakar dan menyiramkan bensin diatas tanah Ambon di Maluku Selatan ini, biar itu terus terjadi perang dan bentrok berdarah antara penganut Islam dan penganut Kristen.

Yang ketawa terbahak-bahak dengan timbulnya bentrokan berdarah antara penganut Islam lawan penganut Kristen di Ambon Maluku Selatan ini adalah para penerus Soekarno yang tidak terbongkar perbuatan jahat dan liciknya menelan dan mencaplok wilayah Maluku Selatan kedalam perut RIS dan masuk ke dalam usus RI Negara Bagian RIS yang menjelma menjadi NKRI ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sat, 19 Feb 2005 03:02:57 -0800 (PST)
From: ahmad mattulesy ahmad_mattulesy@yahoo.com
Subject: ASNLF/GAM ADALAH GEROMBOLAN MUSLIM MUNAFIQ
To: ahmad@dataphone.se, ahmad_mattulesy@yahoo.com, quality@posindonesia.co.id, a_kjasmine@yahoo.com, nizarwin@yahoo.com, melpone2002@yahoo.com, forum_rakyat@yahoo.com, serambi@indomedia.com, aditjond@psychology.newcastle.edu.au, media_kutaraja@yahoo.com, yusrahabib21@hotmail.com, warzain@yahoo.com, lampohawe@yahoo.com, universityofwarwick@yahoo.co.uk, ndin_armadaputra2002@yahoo.com, musrial_m@yahoo.com, trieng@netzero.net, info@atjehtimes.com,fadlontripa@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, agus_smur@yahoo.com, afdalgama@hotmail.com, om_puteh@hotmail.com, tang_ce@yahoo.com, mr_dharminta@yahoo.com, mbzr00@yahoo.com

Bismillahirrohmanirrohim
ASNLF/GAM ADALAH GEROMBOLAM MUSLIM MUNAFIK

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulillah dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala akhirnya saya memutuskan untuk ikut masuk dalam debat kusir ala Ahmad Sudirman beserta CS nya.

Beberapa waktu yang lalu saya mendapati dalam sebuah press release yang dikeluarkan oleh penerangan ASNLF yakni Bakhtiar Abdullah yang mengeluarkan sebuah statemen yang menunjukkan siapa dan bagaimana sebenarnya GAM dan segala pengikutnya itu, bagaimana aqidah dan pemikirannya.

Sebuah statement yang menunjukkan keberpihakan mereka kepada para pembunuh kaum muslimin di Maluku dan Sulawesi, inilah wahai kaum muslimin saksikanlah kedok mereka siapa mereka dan bagaimana pemikiran mereka, mereka adalah para munafik yang mencoba menikam ummat Islam dari belakang, mereka adalah teman bangsa jelek keturunan babi-babi dan kera.

Press release yang dikeluarkan oleh Bakhtiar Abdullah menunjukkan bahwa mereka sama dengan para pembunuh saudara kita di ambon dan maluku utara dimasa konflik sara antara muslim dengan kristen yang didahului dengan provokasi oleh pihak geraja maluku dan kristen RMS.

Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya seseorang itu sesuai dengan agama temannya, maka lihatlah siapa yang menjadi temannya."

Katong (kita) orang ambon tidak akan pernah lupa bagaiamana kita telah hampir habis, wilayah kita tinggal dipesisir dan muslimin menunggu mati, namun dengan pertolongan Allah datanglah para mujahiddin saudara kita dari seluruh Nusantara entah itu berlogo Laskar Jihad atau MMI, atau FPI. tetapi yang jelas begitu katong rasakan indahnya ukhuwah. Sehingga dengan izin Allah kita meraih kemenangan atas mereka dan alhamdulillah mudah-mudahan Ambon dan seluruh maluku kembali damai selamanya.

Tapi lihatlah wahai saudaraku seiman lihatlah ucapan yang sinis dan kejam dan munafiq dari seorang Bakhtiar Abdullah yang bodoh dan sudah jadi kambing dungu yang mengembik ditarik tuannya para keturunan babi-babi dan kera ini.

Dia menjuluki para mujahiddin yang lillah dan ikhlas dijalan Allah sebagai kaum teroris, sungguh biadab ucapanmu. dengan pongah dan tanpa sortir si bahlul Bakhtiar Abdullah ini melemparkan ucapan fitnah dari para bangsa-bangsa keturunan babi dan kera. Bahkan dengan memelas dia meminta tolong kepada bangsa keturunan babi-babi dan kera untuk membantu mendesak pemerintah mengusir FPI dan MMI yang sedang membantu mencari dan menguburkan korban Tsunami. Ketahuilah kami menjadi saksinya dan insya Allah setiap ucapan dan perbuatan akan dimintai pertanggung jawabannya, dan kami menjadi saksinya dihari pengadilan tertinggi di yaumul qiyamah.

Dari sini kita tau dimanakah mereka berdiri dan dengan siapa mereka berdiri.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Ahmad Matulessy

From Ambon
ahmad_mattulesy@yahoo.com
Jakarta, Indonesia

Untuk lebih jelasnya inilah ucapan yang dikeluarkan oleh si munafik Bakhtiar Abdullah atas nama ASNLF/GAM-nya. bisa di cek di web mereka www.pr_asnlf_050109ing.htm atau di www.asnlf.cjb.net.
----------

THE STATE OF ACHEH
Ministry of Information
P.O.BOX 130, S-145 01 NORSBORG, SWEDEN
TEL : +46 8 531 83833 FAX: +46 8 531 91275

PRESS RELEASE
Regarding the Islamic Defenders Front and the Indonesia Mujahidin Council in Acheh.

The government of Acheh in exile, the PNA/ASNLF, deplores the arrival in Acheh of members of the thuggish so-called Islamic Defenders Front (FPI) and the terroristic Indonesia Mujahidin Council (MMI). The introduction of these organizations into Acheh at this most critical time squanders scarce resources by the Indonesian government which is better allocated to the victims of the recent tsunami.

The FPI and MMI are not welcome in Acheh and have never been supported by the Achehnese people, nor has their presence been requested. The FPI has been involved in sectarian killings in Maluku and Central Sulawesi and illegal attacks against non-Muslims and others in Java and elsewhere.

The FPI, which is made up of street thugs and minor criminals, was established as a militia by TNI generals on 17 August 1998 to act as a vanguard against Indonesia's pro-democracy activists. It has since become infamous for attacking nightclubs and other places it claims contradict the teachings of Islam.

However, as is well known, the FPI has used these attacks to extort 'protection' money from bar owners. The FPI continues to act with the support of, and on behalf of, TNI generals, and is clearly in Acheh on their behalf.

The MMI, which is the umbrella organization for groups such as Laskar Jihad, Laskar Jundullah and the FPI, was established in 1999 and headed by the leader of the terrorist organization Jema'ah Islamiyah, Abu Bakar Ba'asyir. It has the explicit aim of turning Indonesia into a non-democratic fundamentalist Islamist state. MMI's military wing, Laskar Mujahidin, used TNI sourced weapons in sectarian operations in Maluku and Central Sulawesi in 2000 and 2001.

The actions and words of both the FPI and MMI are against the teachings of the Holy Qur'an and the Hadith and contradict the tolerance and faith of Achenese Muslims. Neither the FPI nor the MMI has any credentials or skills in disaster relief, and their presence is clearly intended as a provocation to the people of Acheh. Their intervention in Acheh is therefore counter-productive and is not wanted.

At a time when the international community is so generously assisting the people of Acheh, the Indonesian government is wasting valuable funds by assisting these criminal organizations to travel to and stay in Acheh. It is thus showing that it is not concerned for the welfare of the Achehnese people, but is cynically intent on causing more chaos for the suffering people of Acheh.

The PNA/ASNLF also deplores the continuing military operations against its forces in Acheh, who have declared a unilateral ceasefire in order to facilitate the relief effort. Again, this diversion of scarce resources at such a desperate time shows the Jakarta government is not concerned with the welfare of the Achehnese people, but only with its colonial military domination of our homeland.

We therefore call on the international community to demand that the FPI and MMI leave Acheh, and that the Indonesian government immediately call a halt to military operations. Like Achehnese forces, it should focus its efforts on helping the Achehnese people in this time of their greatest need, or it should get out.

Stockholm, Sweden, 9 January 2005

Bakhtiar Abdullah,
Information Officer
----------