Stockholm, 21 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH, ITU FAKTA & BUKTI KALIAN MAKIN MEMOJOKKAN YUDHOYONO DAN TNI-NYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

COBA ARDIANSYAH TAMPILKAN FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN HUKUM TENTANG STATUS LEGAL ACHEH DALAM SANGKAR RI SEBELUM BERCUAP TIDAK KERUAN DI MIMBAR BEBAS INI.

"Inilah salah satu bukti lagi kalau si Keledai Tua Ahmad Sudirman masih tidak mau mengakui kenyataan. Eh daitu ! (singkatan dari keledai tua , he he he) Anda tahu tidak kalau AS sedang mengupayakan bantuan tambahan 400 juta dollar AS ? dan akan diserahkan ke RI sebagai wujud bantuan tambahan ke Acheh. Nah lo udah normalisasi hub , militer & sekarang mau di kasih duit lagi buat bantu Acheh. Apa itu bukan juga dukungan thd kesatuan dan persatuan negara republik Indonesia , termasuk didalamnya Acheh ? Mad Gimana Mau Seminar, kalo pemahaman materi kamu kayak gini, Pantesan plintat plintut enggak taunya otaknya kosong!" (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Mon, 21 Feb 2005 11:27:49 +0700)

"Keledai tua Ahmad Sudirman ? UU No.18/2001 merupakan wujud pengembalian Acheh kedalam Nuansa Abad 16. Dimana Acheh merupakan Serambi mekkah, dan juga Harapan Alm Tengku Muhammad Daud Beureuh yang menginginkan dikembalikannya Alqur'an ke Acheh. Mudah - mudahan ini adalah terakhir kali Pemerintah memperhatikan GAM, apabila Perundingan yang merupakan wujud rasa kesetiakawanan terhadap semua komponen bangsa ini diabaikan oleh ASNLF , maka tidak ada kata lain selain mengindahkan ASNLF dan meghancurkan kekuatan Terkutuk penghasut dan penjerumus kaum muslim yaitu ASNLF. Supaya Pemeritan lebih memperhatikan rakyat acheh yang sebenarnya Ketimbang tikus - tikus busuk ASNLF. Kalau Perlu diadakan mobilisasi umum untuk menghancurkan sisa - sisa GAM secara idiologi maupun fisik." (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Mon, 21 Feb 2005 10:59:55 +0700)

"Dear mbak Enny, Sebagai mantan inong bale dari daerah Jawa yang dipaksa melawan GAM, harap memberikan tanggapan dari Saudara Ahmad Sudirman , yang Nota bene orang asing yang ingin meng obok - obok Acheh dengan fahamnya Yang keliru. Saudara Ahmad Sudirman, harap membuka telinganya yang budek tentang kenyataan yg ada." (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Mon, 21 Feb 2005 10:13:32 +0700)

"Saudara Ahmad Sudirman, Ternyata Saudara hanya bisa memaki & mengklaim kalau argumentasi anda paling benar. Kalau Anda berpikiran Positif , mungkin jiwa keledai anda akan tersingkirkan. Baik lah saudara, mengingat kita semua masih Bersaudara, satu bumi, satu udara. Bagaimana kalau anda melambungkan proposal Seminar mengenai pendapat anda tentang penjajahan yang anda anggap ada di acheh. Mungkin hal ini baik , mengingat banyak Masyarakat acheh yang sudah menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Dan itu mungkin akan membuka mata dan kembali memanusiakan Babi peliharaan anda di pedalaman acheh sana.yang merampok , seruduk sana-seruduk sini." (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Mon, 21 Feb 2005 09:20:57 +0700)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Makin hari, makin lumpuh saja Ardiansyah keledai budek ini.

Disuruh menggali, menguras, mempelajari, mendalami, menganalisa, menyimpulkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalisasi Negeri Acheh ada dalam usus buntu Negara kafir sekuler RI, malahan bukan menggalinya, melainkan makin gombal jungkir jumpalik, seperti anak monyet ketakutan masuk kedalam air keruh ciliwung yang membuat banjir itu kotanya Susilo Bambang Yudhoyono pemimpin Eksekutif yang menjajah Negeri Acheh meneruskan kelakuan busuk dan budek Soekarno, mbah kalian, Ardiansyah keledai budek.

Itu Ardiansyh keledai budek, kalau mantan Presiden Amerika Bill Clinton menyatakan bahwa pihak Pemerintah Amerika mau menyumbang $400 juta dolar AS, itu bukan berarti mau berbaikan hubungan politik dan pertahanan, Ardiansyah gombal keledai budek. Itu hanya sumbangan dari pihak Amerika untuk membantu merehabilitasi korban rakyat Acheh korban tsunami. Jadi, itu sumbangan tidak ada sangkut pautnya dengan ingin melakukan hubungan normal AS-RI. Itu rencana Goerge W. Bush mau melakukan hubungan normal dan mencabut embargo senjata kepada RI, masih banyak ditentang oleh anggota Senat AS dan Congress AS. Mengapa ? Karena itu masih banyak sekali pembunuhan yang dilakukan oleh TNI yang merupakan pelanggaran dan perbuatan biadab tindak pidana pelanggaran Hak Hak Asasi Manusia, baik di Acheh, Papua Barat atau di Maluku Selatan.

Jadi Ardiansyah keledai budek, jangan seenak udel kalian menafsirkan itu bantuan $400 juta dolar Amerika yang dikatakan Clinton ketika datang ke Banda Acheh sebagai upaya normalisasi hubungan militer antara penjajah RI dengan pihak AS.

Itu kalian Ardiansyah sebut-sebut seminar kepada Ahmad Sudirman. Seminar itu seminar tai kucing kalian. Mengapa ?

Baru saja di mimbar ini diuji kemampuan kalian, kecerdasan kalian, kepandaian kalian, untuk menampilkan fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah yang menyatakan legalisasi Negeri Acheh ada dalam sangkar burung garuda negara sekuler kafir RI, ternyata kalian Ardiansyah gombal keledai budek, tidak mampu. Persis itu seperti wartawan satu orang Jawa dari Surabaya Matius Dharminta.

Coba, Ahmad Sudirman ingin mengetahui, kemampuan kalian, yaitu bagaimana kalian Ardiansyah yang katanya mau menulis skripsi gombal itu, menampilkan kronologis menurut versi kalian pengekor Soekarno, itu jalur proses perkembangan Negara RI Soekarno dihubungkan dengan Negeri Acheh, sehingga itu Acheh bisa kalian dekap dan kalian akui bersama-sama dengan orang Jawa itu.

Nah, kalau kalian telah mampu menampilkan secara mendetil di mimbar bebas ini tentang status legal Acheh ada dalam tubuh busuk Negara kafir RI, maka baru Ahmad Sudirman akan membaca, meneliti, mendalami, menghayati, membandingkan dan menyimpulkan apakah benar Negeri Acheh ada status legalnya berada dalam sangkar burung garuda Negara mpu Tantular RI ini atau tidak ?.

Ini, belum apa-apa, sudah petentengan dengan cuapan mulut yang bau busuk bawang putih itu, sehingga orang didepan kalian samping mundur kebauan bau busuk sampah bawang putih mpu Tantular dengan racun bhineka tunggal ika-nya.

Seterusnya, itu kalian Ardiansyah keledai budek, sudah berapa puluh kali Ahmad Sudirman menyuruh membaca itu isi UU No.18/2001 untuk membuktikan apakah benar itu isi UU No.18/2001 adalah sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah saw ketika Rasulullah saw membangun dan mengembangkan Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

Ini, belum membaca secara mendetil dan mendalam itu isi UU No.18/2001, sudah bercuap-cuap tidak keruan dengan menyatakan bahwa itu yang ada dalam UU No.18/2001 harapan dari Teungku Muhammad Daud Beureueh.

Coba, bagaimana gombal dan budeknya kunyuk satu ini. Sudahlah menjadi keledai budek, ditambah menjelma pula menjadi kunyuk budek. Akhirnya, beginilah jadinya. Ngaku-ngaku keturunan Acheh, padahal kenyataannya merupakan buntutnya Susilo Bambang Yudhoyono orang Jawa satu itu. Ditambah lagi dengan itu Djoko Santoso orang jawa yang sudah masuk gelanggang perang modern di Acheh menggantikan Ryamizard Ryacudu sebagai KASAD TNI.

Seterusnya, kalian Ardiansyah, kalau itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla mempunyai taktik dan strategi dalam menghadapi pihak ASNLF tidak sama dengan taktik dan strategi gombal kalian, maka tidak perlu kalian, petentengan, sambil bercuap kosong yang isinya "meghancurkan kekuatan Terkutuk penghasut dan penjerumus kaum muslim yaitu ASNLF".

Mana kalian fakta dan buktinya mampu menghancurkan kekuatan TNA ? Sebelum itu TNA hancur, justru itu Jenderal TNI orang Palembang budek Ryamizard Ryacudu sudah digantikan oleh Djoko Santoso. Dan mana itu hasil kerja Ryamizard Ryacudu yang sesumbar ingin menumpas habis TNA ?. Bukti dan faktanya adalah itu Ryamizard Ryacudu sekarang dimasukkan kedalam kotak Mabes AD oleh Susilo Bambang Yudhoyono.TNA masih tegar.

Jadi, Ardiansyah keledai budek alias kunyuk budek. Itu apa yang kalian katakan hancurkan TNA dan ASNLF hanyalah merupakan suatu tanda nafsu besar tenaga kurang. Contohnya itu Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang budek kerjanya membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Kalian kunyuk budek, mengaku keturunan yang memiliki warisan tanah di Acheh, kalau hanya mengaku memiliki tanah di Acheh, tetapi Negeri Acheh itu status legalnya ada dalam jajahan Negara kafir RI, itu Ardiansyah budek namanya, sama saja kalian ikut-ikutan buntut Susilo Bambang Yudhoyono untuk terus melanggengkan penjajahan di Acheh. Mengapa ?

Karena kalian memang kunyuk budek, tidak sadar dan tidak memahami bahwa itu mbah Jawa kalian Soekarno telah membuat Negeri Acheh secara ilegal masuk kedalam usus buntu perut Negara kafir sekuler RI. Walapun itu Soekarno penipu licik menyatakan ada PP-nya padalah itu PP dibuatnya sendiri bersama begundal-begundalnya yang bisa ditipu dan dibodohi. Jadi, wajar saja, satu kunyuk budek, yang diikutinya penipu licik budek dari jawa.

Seterusnya, kalian Ardiansyah menyatakan kepada rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri sebagai penghianat. Justru kalau melihat dari sudut perjuangan endatu bangsa Acheh dari sejak Negeri Acheh ini berdiri dan dijajah Belanda, maka kalianlah Ardiansyah keledai budek yang menghianati perjuangan ndatu bangsa Acheh dengan cara mengekor kepada buntut Susilo Bambang Yudhoyono orang Jawa itu yang menjadi penerus penjajah RI dibawah Soekarno penipu licik itu.

Dan kalau kalian tidak mengakui bahwa itu para pejuang rakyat Acheh sebagai pejuang muslim Acheh, maka kalian itu Ardiansyah adalah sama dengan orang-orang yang otaknya sudah kena racun pancasila mematikan, sehingga tidak bisa membedakan mana itu khayalan mpu Tantular, dan mana itu hukum dan aturan yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw.

Selanjutnya, tidak perlu kalian Ardiansyah kunyuk budek, mengajak-ngajak Tati. Kalian sendiri coba itu tampilkan di mimbar bebas ini, kemampuan kalian hasil galian kalian dari para penerus Soekarno yang telah memberikan pelajaran sejarah gombal jalur proses pertumbuhan RI dan hubungannya dengan Acheh kepada kalian. Dan nanti kita buktikan siapa yang keliru dalam memahami sejarah pertumbuhan dan perkembangan Negara RI hubungannya dengan Negeri Acheh. Jangan sebelum dibuktikan sudah bercuap, pemahaman Ahmad Sudirman tentang Acheh dan Negara kafir RI keliru.

Sekali lagi, itu seminar gombal, kalau kalian di mimbar bebas ini saja tidak mampu menampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan status legal Acheh ada dalam sangkar Negara RI ini.

Coba, Ahmad Sudirman ulang lagi, tampilkan itu kronologis dari sejak awal terbentuknya Negara RI Soekarno ini dihubungkan dengan Negeri Acheh sampai saat sekarang ini. Sebelum kalian bercuap-cuap seminar gombal.

Ahmad Sudirman menunggu jawaban kalian Ardiansyah kunyuk budek.

Dan terakhir, soal pancasila, sudah jelas diterangkan oleh Ahmad Sudirman. Sekarang coba kalian bantah secara terperinci mengenai pendapat Ahmad Sudirman tentang pancasila itu karet dan menyesatkan umat Islam di RI dan di Negeri Acheh. Itu pendapat Ahmad Sudirman sudah dikirimkan kepada kalian Ardiansyah dan kepada seluruh peserta mimbar bebas ini.

Disinipun Ahmad Sudirman menunggu jawaban kalian Ardiansyah budek.
Jangan hanya cukup dengan menjawab" Mad.. enggak ada yang salah dengan system nilai - nilai Pancasila , dan UUD 45". Itu jawaban budek, yang kalau kalian diluluskan, itu tandanya dosen kalian sama-sama budek.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------
 

Subject: jawabanya Ngaco lagi nih...
Date: Mon, 21 Feb 2005 11:27:49 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, <kompas@kompas.com>,

Assalamu'alaikum.

Inilah salah satu bukti lagi kalau si Keledai Tua Ahmad Sudirman masih tidak mau mengakui kenyataan. Eh daitu ! ( singkatan dari keledai tua , he he he .....) Anda tahu tidak kalau AS sedang mengupayakan bantuan tambahan 400 juta dollar AS ? dan akan diserahkan ke RI sebagai wujud bantuan tambahan ke Acheh.

Nah lo udah normalisasi hub , militer & sekarang mau di kasih duit lagi buat bantu acheh.. apa itu bukan juga dukungan thd kesatuan dan persatuan negara republik Indonesia , termasuk didalamnya Acheh ???? Eh kamu dkk nyumbang lewat mana ? . ( boro - boro nyumbang , buat iuran bulanan ngasih makan perusuh di Acheh aja sekarang udah susah...).
kreeeeek... mati kutu dah si ahmad.. . makanya MELEEEEEEK , LIHAT TUH ACEH !!
Teng - teng ... skornya 5 kosong nich.... , tinggal berapa ronde lagi ya ?

Mad Gimana Mau Seminar , kalo pemahaman materi kamu kayak gini , Pantesan plintat plintut...enggak taunya otaknya kosong!

Wassalam

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------

Subject: RE: PERUNDINGAN HELSINKI II UNTUK GENCATAN SENJATA GUNA PERDAMAIAN BUKAN OTONOMI DENGAN UU NO.18/2001
Date: Mon, 21 Feb 2005 10:59:55 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, kompas@kompas.com

Assalamu'alaikum , wr wbr.

Po haba Keledai tua Ahmad Sudirman ?

UU NO.18/2001 merupakan wujud pengembalian acheh kedalam Nuansa Abad 16. Dimana Acheh merupakan Serambi mekkah, dan juga Harapan Alm Tengku Muhammad Daud Beureuh yang menginginkan dikembalikannya Alqur'an ke Acheh. Mudah - mudahan ini adalah terakhir kali Pemerintah memperhatikan GAM, apabila Perundingan yang merupakan wujud rasa kesetiakawanan terhadap semua komponen bangsa ini diabaikan oleh ASNLF , maka tidak ada kata lain selain mengindahkan ASNLF dan meghancurkan kekuatan Terkutuk
penghasut dan penjerumus kaum muslim yaitu ASNLF. Supaya Pemeritan lebih memperhatikan rakyat acheh yang sebenarnya Ketimbang tikus - tikus busuk ASNLF. Kalau Perlu diadakan mobilisasi umum untuk menghancurkan sisa - sisa GAM secara idiologi maupun fisik.

Gimana Keledai tua Ahmad sudirman , Hoeeeeek hoeeeek ! kata - kata seperti inikah yang anda bisa sebut sebagai bunga diskusi ?, kalau begitu , nikmatilah saudara ku keledai budek yang hampir membusuk di negeri salju...

Kalau KAMI keturunan Acheh yang tinggal di Jakarta , tapi memiliki warisan tanah di Serambi mekkah anda anggap bukan Orang acheh, lalu siapa anda , yang tidak memiliki tanah secuil pun di NAD ? Cuih !! kami tidak butuh anda ASNLF !! Lalu kalau kami merdeka, anda akan kembali ke NAD ?... jangan mimpi bisa kembali menyarungkan rencong ditubuh kalian ! kalian ASNLF adalah PENGHIANAT BANGSA ACHEH , KALIAN TINGGALKAN NEGERI ACHEH DEMI KESELAMATAN DIRI KALIAN SENDIRI , DAN KALIAN MEMPROVOKASI ORANG- ORANG BODOH UNTUK MELAKUKAN PEMBUNUHAN DI TANAH RENCONG !! INIKAH YANG KALIAN SEBUT SEBAGAI PEJUANG MUSLIM !!

Bagaimana Tawaran Seminar Keledai tua ? Salam buat Ayanda Hasan Tiro...berhentilah memperalat beliau ...dalam nurani nya yang paling dalam , beliau menyesali tindakannya yang sudah terlanjur tersebut ... mau bukti ? Silahkan kirim Hasan Tiro ke Jakarta.

Wassalam

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------

Subject: RE: TATI HANYA IKUTAN ORANG-ORANG BUDEK YANG KOSONG ARGUMENTASI DAN FAKTANYA
Date: Mon, 21 Feb 2005 10:13:32 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <Enny.Martono@hm.com>, <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, kompas@kompas.com

Dear mbak Enny,

Sebagai mantan inong bale dari daerah Jawa yang dipaksa melawan GAM, harap memberikan tanggapan dari Saudara Ahmad Sudirman , yang Nota bene orang asing yang ingin meng obok - obok Acheh dengan fahamnya Yang keliru. Saudara Ahmad Sudirman, harap membuka telinganya yang budek tentang kenyataan yg ada.

Wassalam

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------

Subject: Ishlah dan Seminar
Date: Mon, 21 Feb 2005 09:20:57 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, kompas@kompas.com

Assalamu'alaikum, wr wbr

Saudara Ahmad Sudirman,
Ternyata Saudara hanya bisa memaki & mengklaim kalau argumentasi anda paling benar.
Kalau Anda berpikiran Positif , mungkin jiwa keledai anda akan tersingkirkan. Baik lah saudara, mengingat kita semua masih Bersaudara, satu bumi, satu udara.

Bagaimana kalau anda melambungkan proposal Seminar mengenai pendapat anda tentang penjajahan yang anda anggap ada di acheh. Mungkin hal ini baik , mengingat banyak Masyarakat acheh yang sudah menyadari pentingnya persatuan dan kesatuan. Dan itu mungkin akan membuka mata dan kembali memanusiakan Babi peliharaan anda di pedalaman acheh sana.yang merampok , seruduk sana-seruduk sini ....

Hayolah, kalau anda benar , mungkin Pemerintah akan mengijinkan para Tapol untuk berbicara,dan anda mungkin akan mendengar kesaksian yang sesungguhnya dari rakyat Acheh. Dan agenda terakhir, kita bisa mengadakan jajag pendapat peserta, apakah benar Acheh itu dalam keadaan terjajah dari NKRI , atau Acheh sedang dalam ancaman dan Hama Babi - Babi Liar anda, sehingga pemerintah menetapkan darurat sipil , untuk perburuan babi liar.

RI tidak sedang berperang melawan rakyat Acheh , tapi sedang melawan berjangkitnya virus Ideologi yang disebarkan oleh ASNLF beserta tindakan Gila dari Pasukan anda..

KALAU ANDA MENOLAK UNTUK SEMINAR, BERARTI ANDA MEMANG KELEDAI BUSUK YANG HANYA BISA MEMPERDENGARKAN SUARA SEMBER ANDA DI MIMBAR BEBAS INI. MARILAH SAUDARAKU , TUNJUKAN SIKAP PEJUANG MUSLIM YANG ANDA BANGGAKAN.

Dan pastinya anda akan menolak dengan alasan Ardiansyah dll adalah budek, dan itu adalah senjata anda di mimbar bebas ini buat membuyarkan obyek dan pembahasan yang sebenarnya.

Jangan Harapkan Perundingan yg sedang diadakan diluar sana, kita sudah tahu hasilnya , pasti gagal. ASNKF takut mengakui kebenaran. Oh ya Mad.. Tulisan yang anda buat itu benar - benar sampah , seperti Anak Sekolah dasar yang belum pernah belajar Pendidikan Moral Pancasila, dan anda bersuara seperti Anjing kejepit , kasihan yah kalau anda berpandangan seperti itu .

Btw , thanks ya dikasih kesempatan buat baca isi otak anda yang kotor itu.
Tapi Sorry deh kalau pemerintah waktu itu menanggap tulisan anda seperti kebakaran Jenggot, padahal kalo dijawab aja mungkin anda sendiri yang bakal frustasi ,

Mad.. enggak ada yang salah dengan system nilai - nilai Pancasila , dan UUD 45.hayo deh , kamu kuliah lagi 2 sks ngambil pendidikan Moral Pancasila kamu .. biar enggak keblinger atau saya pinjamkan PMP terbitan untuk anak Sekolah dasar.. he he he...........dan Acheh = Indonesia . Indonesia = acheh.
Acheh = milik seluruh rakyat Indonesia , seluruh rakyat Indonesia = milik Acheh.

Ahamd Sudirman dkk adalah Milik pemerintah Swedia , Pemerintah Swedia = majikan Ahmad Sudirman..

JRENG - JRENG ..................KO deh Si Ahmad.

Wassalam,

Si Budek Ardiansyah

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------