Stockholm, 21 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH GELANTUNGAN DIBAWAH KELEK YUDHOYONO SAJA, BUAT MALU RAKYAT MUSLIM ACHEH YANG SADAR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN MAKIN JELAS ITU ARDIANSYAH HANYA GELANTUNGAN DIKELEK YUDHOYONO SAJA, BUAT MALU RAKYAT MUSLIM ACHEH YANG SADAR MENENTUKAN NASIB SENDIRI

"Saudara Ahmad Sudirman daitu. Harapan ASNLF seperti menelan ludah yang telah di buang sendiri. Lihat saja, siapa yang memulai Pemberontakan ? Sekarang kalau saya jadi juru runding, alasan gombal genjatan senjata kemudian baru dibicarakan UU No.18/2001 adalah bisa diterima kalau juru runding dari RI adalah orang - orang bodoh seperti anda. Pengalaman waktu lalu , masa gencatan senjata membuat babi - babi liar anda bebas melakukan provokasi , ancaman , hasutan kepada warga acheh, untuk menyusun barisan dan menjadikan mereka Babi liar seperti anda. Hai Daitu, tidak ada tempat buat anda di bumi serambi mekkah. Eh sewot ya kalau saya bilang saya punya hak atas tanah di acheh ? makanya Mad, anda sekarang harus sadar sedang berhadapan dengan siapa. Hari ini memang saya belum dapat khabar dari sana, maaf , berita saya bukan didapat dari menguping seperti kamu di liputan 6 SCTV, ha ha ha orang asing kok ngaku orang acheh dasar Gelo siah." (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Mon, 21 Feb 2005 16:33:49 +0700)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Ardiansyah keledai budek, sudah Ahmad Sudirman katakan, sebelum kalian bercuap seperti anak kunyuk rawun, mana itu jawaban atas pertanyaan Ahmad Sudirman yang ditulis dua jam sebelum ini yang berbunyi: "coba tampilkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan status legal Acheh ada dalam sangkar Negara RI ini dan tampilkan secara kronologis dari sejak awal terbentuknya Negara RI Soekarno ini dihubungkan dengan Negeri Acheh sampai saat sekarang ini. Sebelum kalian bercuap-cuap seminar gombal. Kemudian coba bantah secara terperinci mengenai pendapat Ahmad Sudirman tentang pancasila itu karet dan menyesatkan umat Islam di RI dan di Negeri Acheh. Itu pendapat Ahmad Sudirman sudah dikirimkan kepada kalian Ardiansyah dan kepada seluruh peserta mimbar bebas ini. Disinipun Ahmad Sudirman menunggu jawaban kalian Ardiansyah budek."

Ini belum dijawab itu pertanyaan Ahmad Sudirman, sudah pententangan dengan gigi busuk kunyuk rawun ini sambil bercuap tidak menentu. Mandi dulu kunyuk budek.

Kalian Ardiansyah keledai budek. Itu karena mbah kalian orang Jawa satu Soekarno dengan RIS-nya yang mencaplok Negeri Acheh dengan cara ilegal itulah yang menyebabkan tampilnya Teungku Muhammad Daud Buereueh dengan NII-nya, tetapi menyerah pada bulan Desember 1962 kepada Jawa Soekarno penipu licik itu. Hanya perjuangan pembebasan Negeri Acheh terus dilanjutkan dan dilancarkan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Nah, jadi yang lebih dulu membuat keonaran dan pencaplokan negeri Acheh serta pembunuhan terhadap rakyat muslim Acheh itu adalah pihak Soekarno diteruskan Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang Susilo Bambang Yudhoyono orang-orang Jawa itu. Kecuali orang bugis satu itu BJ Habibie, tetapi karena ia terus berpelukan dengan Jawa Soeharto, maka jadilah kelakuannya seperti Jawa kowek.

Ardiansyah kunyuk budek, banyak sekali bercuap tidak menentu. Memang karena kalian itu kacung dan budaknya Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak mau aman dan damai di Acheh melalui gencatan senjata. Maunya itu mengunakan moncong senjata seperti yang dilakukan oleh Jenderal budek Ryamizard Ryacudu yang sudah dipeti eskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono digantikan oleh orang Jawa Djoko Santoso.

Ardiansyah, mana bisa itu Jenderal budek kalian, mampu melumatkan pasukan muslim Acheh TNA ? Paling hanya sesumbarnya yang besar dengan suara seperti ember pecah, persis suara keledai budek.

Apapula Ahmad Sudirman sewot hanya karena kunyuk rawun Ardiansyah memiliki tanah di Acheh. Tidak ada gunanya dan manfaat itu tanah di Acheh kalau hanya terus dipakai sebagai tanah jajahan mbah kalian Susilo Bambang Yudhoyono orang Jawa itu.

Itu Ahmad Sudirman membaca dan mendengar berita tentang Acheh bukan hanya dari secuil cerita gombal Liputan 6, seperti yang kalian miliki di Jakarta itu. Seabreg, itu sumber berita yang bisa dibaca dan didengar oleh Ahmad Sudirman. Makanya kalian Ardiansyah budek dan buta, selalu terus ketinggalan kereta api. Paling yang kalian bisa ambil dan dengar itu cerita-cerita sampah yang telah disensor Mang Endang Suwarya dari Acheh kacungnya Djoko Santoso.

Ardiansyah, jangan cerita masalah tai kucing seminar gombal, kalau otak kalian seperti otak tempe karena banyak sekali makan racun oncom dan tempe made ini Soekarno penipu licik yang telah dimasuki racun gombal pancasila hasil kutak-katiknya pada tanggal 1 Juni 1945.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Subject: RE: PERUNDINGAN RI-ASNLF PUTARAN II BICARAKAN KEMUNGKINAN GENCATAN SENJATA & MEMONITORNYA
Date: Mon, 21 Feb 2005 16:33:49 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>,<redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>,<waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, kompas@kompas.com

Assalamu'alaikum,

Saudara Ahmad Sudirman daitu. Harapan ASNLF seperti menelan ludah yang telah di buang sendiri. Lihat saja, siapa yang memulai Pemberontakan ? Sekarang kalau saya jadi juru runding, alasan gombal genjatan senjata kemudian baru dibicarakan UU No.18/2001 adalah bisa diterima kalau juru runding dari RI adalah orang - orang bodoh seperti anda.

Pengalaman waktu lalu , masa gencatan senjata membuat babi - babi liar anda bebas melakukan provokasi , ancaman , hasutan kepada warga acheh, untuk menyusun barisan dan menjadikan mereka Babi liar seperti anda.

Hai Daitu, tidak ada tempat buat anda di bumi serambi mekkah. Eh sewot ya kalau saya bilang saya punya hak atas tanah di acheh ? makanya Mad, anda sekarang harus sadar sedang berhadapan dengan siapa. Hari ini memang saya belum dapat khabar dari sana, maaf , berita saya bukan didapat dari menguping seperti kamu di liputan 6 SCTV, ha ha ha orang asing kok ngaku orang acheh dasar Gelo siah.

Oh ya mad , pikir lagi tawaran kita buat ngadain seminar. Gratis kok buat kamu dkk kalau mau kesini. Jangan takut, enggak kita apa - apain kok atau takut ditelanjangi yah kebodohan kamu mad mad

Wassalam.

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------