Stockholm, 21 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SAGIR ALVA, ITU TUJUAN LASKAR JIHAD & LASKAR MUJAHIDIN SAMA DENGAN TNI MENGHANCURKAN RMS
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAGIR ALVA MENURUT LASKAR JIHAD DATANG KE AMBON UNTUK PERANG LAWAN RMS YANG TENTU SAJA DIDUKUNG OLEH TNI DAN SECARA TIDAK LANGSUNG DIRESTUI ABDURRAHMAN WAHID

"Pak Ahmad, saya kira memang tidak pantas pihak PNA/ASNLF melalui Bakhtiar Abdullah mengeluarkan pernyataan seperti itu, karena ini hanya akan menyulut kemarahan pihak umat islam di Ambon dan Poso, karena memang secara nyata telah terjadi pembantaian umat muslim di Ambon dan Poso yang dilakukan pihak Kristen dan ini tidak bisa dipungkiri lagi. Dan pada saat itu tidak ada yang dapat membantu umat Islam di Ambon dan Poso yang nyawanya tinggal di ujung tanduk. Jika tidak ada bantuan dari pihak laskar jihad Cs, mungkin sekarang tidak adalagi umat Islam di Ambon dan Poso. Para petinggi RMS hanya memanfaatkan momentum ini untuk menbangunkan kembali RMS Soumokil yang telah tertidur cukup panjang. Karena jika RMS memang berniat mau memerdekakan maluku, tidak ada perlu pertentangan agama, tapi justru RMS seharusnya merekrut semua orang Maluku walaupun berbeda agama, sehingga konflik yang muncul itu adalah RMS vs NKRI, tapi sekarang justru yang muncul itukan antara Islam vs Kristen, sementara RMS hanya memanfaatkan situasi aja." (Sagir Alva , melpone2002@yahoo.com ,Sun, 20 Feb 2005 19:56:33 -0800 (PST))

Baiklah saudara Sagir Alva di Kajang, Selangor, Malaysia.

Sebagaimana yang telah dijelaskan Ahmad Sudirman sebelum ini bahwa itu saudara Bakhtiar Abdullah menyinggung masalah Ambon adalah disebabkan adanya hubungan dengan Laskar Jihad dan pihak Front Pembela Islam yang dilihat oleh saudara Bakhtiar Abdullah ketika laskarnya di Acheh membuat pihak relawan asing merasa gerah dan khawatir. Apalagi dengan adanya pernyataan dari pimpinan laskar mujahidin saudara Salman al-Farisi.

Saudara Bakhtiar Abdullah berbicara sebagai juru penerangan ASNLF yang melihat dari sudut kacamata Negara Acheh dalam pengasingan. Dan Ahmad Sudirman tidak melihat adanya maksud dari saudara Bakhtiar untuk ikut melibatkan dalam masalah di Maluku Selatan.

Kalau saudara Bakhtiar menyatakan bahwa Laskar Jihad, Laskar Mujahidin dipakai sebagai senjata oleh TNI dalam konflik kesukuan di Maluku dan Sulawesi Tengah tahun 2000 dan 2001 itu dilihat dari sudut Negara Acheh dan dari sudut Republik Maluku Selatan yang telah diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950.

Jadi kalau melihat dari sudut Negara Acheh, maka sudah jelas siapa saja yang melakukan serangan dari pihak luar yang masih ada hubungannya dengan pihak Pemerintah RI dan TNI-nya, maka dianggap sebagai kaki tangan atau senjata yang dipakai Pemerintah RI dan TNI-nya. Begitu juga ketika Laskar Jihad dan Laskar Mujahidin terlibat di Maluku dan Sulawesi Tengah, menurut Bakhtiar, mereka ini telah melibatkan kedalam konflik dengan berada dipihak RI untuk mengobarkan perang yang kelihatan dipermukaan seperti pertentangan Islam vs Kristen, tetapi sebenarnya adalah karena telah berdirinya Negara Republik Maluku Selatan.

Karena itu seperti yang dikatakan oleh Jaffar Umar Thalib yang telah mendeklarkan bahwa target utama Laskar Jihad di Ambon adalah untuk mengembalikan wibawa umat Islam Indonesia di hadapan dunia internasional, guna mendorong terbentuknya pemerintah yang berwibawa. Sekarang ini kita melihat kenyataan, pemerintah kita adalah pengemis internasional. Mereka minta bantuan kepada lembaga-lembaga internasional sampai pada tingkat tidak ada harga diri. Karena itu kita membuat laskar jihad dengan upaya untuk menaikan wibawa umat Islam. Ini sekaligus sebagai reaksi terhadap ketidakmampuan pemerintah untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa ini. Dengan tujuan untuk berperang melawan kelompok separatis RMS yang ingin memisahkan diri dari RI (dan) kelompok Gereja Protestan Maluku (GPM) yang ingin mendirikan Negara Kristen Indonesia Timur yang meliputi 3 wilayah: Irian, Maluku dan Sulawesi Utara. Kita akan berperang melawan mereka. ( http://www.dataphone.se/~ahmad/000416.htm )

Nah, dari apa yang dikatakan oleh Jaffar Umar Thalib bahwa misi Laskar Jihad ke Ambon adalah untuk berperang melawan kelompok separatis RMS yang ingin memisahkan diri dari RI (dan) kelompok Gereja Protestan Maluku (GPM) yang ingin mendirikan Negara Kristen Indonesia Timur yang meliputi 3 wilayah: Irian, Maluku dan Sulawesi Utara. Jelas itu tujuan dari Laskar Jihad merupakan misi yang juga sama seperti misi pihak TNI.

Berdasarkan fakta dan bukti yang dilambungkan Jaffar Umar Thalib diatas, tidak salah kalau saudara Bakhtiar Abdullah mengatakan bahwa Laskar Jihad dan Laskar Mujahidin di Maluku dan Sulawesi Tengah adalah merupakan alat senjata TNI saja. Karena pihak TNI pun berusaha untuk menghancurkan Republik Maluku Selatan yang telah diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950.

TNI diturunkan Abdurrahman Wahid disusul dengan diberlakukannya Darurat Sipil di Maluku dan Maluku Utara berdasarkan payung hukum Keputusan Presiden No. 88/2000 yang berisikan penetapan keadaan darurat sipil, di Propinsi Maluku dan Maluku Utara yang berlaku mulai pukul 00:00 WBTI, Selasa 27 Juni 2000 dengan tujuan untuk mengamankan dan menyelesaikan konflik berdarah di daerah Propinsi Maluku dan Maluku Utara.

Jadi saudara Sagir Alva, itu RMS sudah dimerdekakan, dan mereka anggota RMS terus berjuang untuk kemerdekaan Negerinya, dan apa yang tampil kepermukaan itu bukan pertentangan antara Islam vs Kristen, melainkan pergolakan kemerdekaan rakyat Maluku Selatan dengan RMS-nya.

Nah, kalau melihat dari sudut ini, maka akan mudah dimengerti mengapa saudara Bakhtiar melambungkan pernyataan seperti yang diungkapkannya dalam press release-nya tentang Front Pembela Islam dan MMI di Acheh 9 Januari 2005 ( http://www.dataphone.se/~ahmad/050219b.htm )

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sun, 20 Feb 2005 19:56:33 -0800 (PST)
From: sagir alva <melpone2002@yahoo.com>
Subject: PNA/ASNLF tidak perlu ikut campur masalah ambon
To: ahmad@dataphone.se

Ass.Wr.Wb

Selamat pagi pak Ahmad, bagimana kabar anda sekarang pak Ahmad? Semoga anda sekeluarga tetap dalam perlindungan Allah SWT.

Pak Ahmad, saya kira memang tidak pantas pihak PNA/ASNLF melalui Bakhtiar Abdullah mengeluarkan pernyataan seperti itu, karena ini hanya akan menyulut kemarahan pihak umat islam di Ambon dan Poso, karena memang secara nyata telah terjadi pembantaian umat muslim di Ambon dan Poso yang dilakukan pihak Kristen dan ini tidak bisa dipungkiri lagi.

Dan pada saat itu tidak ada yang dapat membantu umat Islam di Ambon dan Poso yang nyawanya tinggal di ujung tanduk. Jika tidak ada bantuan dari pihak laskar jihad Cs, mungkin sekarang tidak adalagi umat Islam di Ambon dan Poso. Para petinggi RMS hanya memanfaatkan momentum ini untuk menbangunkan kembali RMS Soumokil yang telah tertidur cukup panjang. Karena jika RMS memang berniat mau memerdekakan maluku, tidak ada perlu pertentangan agama, tapi justru RMS seharusnya merekrut semua orang Maluku walaupun berbeda agama, sehingga konflik yang muncul itu adalah RMS vs NKRI, tapi sekarang justru yang muncul itukan antara Islam vs Kristen, sementara RMS hanya memanfaatkan situasi aja.

Jadi sekali lagi memang tidak pantas pihak ASNLF mengeluarkan pernyataan seperti itu, apalagi pihak ASNLF tidak pernah ikut membela umat islam di maluku dan poso untuk tidak terus dibunuh dan dibantai oleh pihak kristen.

Saya kira ini saja dari saya, lebih dan kurang saya mohon ma'af.

Wassalam

Sagir Alva

melpone2002@yahoo.com
Kajang, Selangor, Malaysia
----------