Stockholm, 21 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

NUR ABDURRAHMAN MASIH TIDAK MENGERTI TNI PAKAI LASKAR JIHAD & LASKAR MUJAHIDIN SEBAGAI ALAT
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KARENA MEMANG ITU NUR ABDURRAHMAN TIDAK MENGETAHUI AKAR UTAMA KONFLIK MALUKU, MAKA IA TIDAK MENGERTI TNI PAKAI LASKAR JIHAD & LASKAR MUJAHIDIN SEBAGAI SENJATA PENGHANCUR RMS

"Dari mana ente dengar berita sampah berupa fitnah bahwa DI/TII, Sulawesi Selatan diperalat TNI, he Ahmad Sudirman? "Sisa-sisa" DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar bukan boneka yang bisa diperalat TNI. Kami "sisa-sisa" DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar bukan pengecut seperti ente dan pimpinan ente melarikan diri berlindung di negeri kaum kuffar. Apa? Sebenarnya kalau mau berpikir dengan waras, bukan Laskar Jihad yang harus menghadapi RMS ? Sebenarnya ente tidak berpikir waras, karana pikiran ente terpaku di atas kertas. Pikiran ente tidak waras karena ente mengabaikan keadaan lapangan. Apa yang ente tahu tentang keadaan lapangan di Ambon dan Maluku Utara, ente cuma bercokol di negeri kafir di luar sana, yang tidak pernah menghadapi peluru tajam TNI. ABRI pada waktu itu tidak berdaya menahan pembantaian RMS terhadap ummat Islam di Ambon dan Maluku." (H. M. Nur Abdurrahman , nur-abdurrahman@telkom.net , Mon, 21 Feb 2005 10:17:46 +0700)

Baiklah saudara M. Nur Abdurrahman di Jakarta, Indonesia.

Ternyata saudara M Nur Abdurrahman ini masih juga tidak paham dan tidak mengerti atas tulisan tanggapan Ahmad Sudirman yang telah dikirimkan kepada saudara kemarin dan dikirimkan juga kepada seluruh peserta mimbar bebas ini.

Nur Abdurrahman, kalau saudara tidak paham dan tidak mengerti akar utama timbulnya konflik di Maluku itu, maka wajar saja saudara mudah terjerumus kedalam lubang yang dipasang oleh TNI. Mengapa ?

Karena menurut fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang ada, itu pihak RI melalui Soekarno dengan payung RIS-nya yang menelan itu Republik Maluku Selatan pada tanggal 19 Mei 1950, padahal pada tanggal 25 April 1950 itu Wilayah Maluku Selatan telah diproklamasikan bebas dari pengaruh ikatan Negara Indonesia Timur.

Itu adalah fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas saudara Nur Abdurrahman. Kita sebagai umat Islam harus jujur dan adil terhadap siapapun kalau memang mau menegakkan keadilan dan menegakkan hukum.

Tetapi karena memang saudara Abdurrahman memang tidak memahami dan tidak mengerti jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara sekuler kafir RI dibawah Soekarno itu, maka akhirnya kalian itu bisa dimainkan dan diperalat oleh Soekarno dan para penerusnya termasuk oleh itu perwira-pewira tinggi TNI yang menjalankan mesin roda TNI-nya.

Itu, ketika timbul kaos pada tahun 1998 menjelang dan setelah Jenderal diktator Soeharto tumbang, lalu digantikan oleh sekutunya BJ Habibie yang dari Sulawesi Selatan satu daerah dengan saudara Abdurrahman, ternyata suasana kaos saling bunuh membunuh itu bukan hanya di tempat kalian Sulawesi dan Maluku saja, melainkan juga menjalar ke Kalimantan, Sumatera, Acheh, Jawa.

Nah, ketika kerusuhan dan kaos melanda hampir seluruh wilayah Nusantara, maka khususnya di daerah wilayah saudara muncul itu pertentangan yang dipicu oleh adanya desakan dan gerakan yang sudah terpendam lama sejak tahun 1950 yaitu merdekanya Republik Maluku Selatan. Kemudian yang mucnul kepermukaan adalah berupa pertentangan dan bentrokan senjata antara pengaut Agama, Islam vs Kristen.

Kemudian itu pada bulan April 2000 pihak Laskar Jihad dibawah Jaffar Umar Thalib dari kaum Wahhabi atau Salafi Saudi Arabia muncul dengan suara lantangnya untuk melakukan perang melawan RMS dan kelompok Gereja Protestan Maluku (GPM). Akhirnya darah bertumpahan tanpa bisa dibendung. Pihak Abdurrahman Wahid dan TNI memang pada waktu seperti lumpuh menghadapi suasana saling bunuh di Maluku dan Sulawesi tengah itu.

Nah, atas dasar fakta dan bukti inilah, mengapa itu saudara Bakhtiar Abdullah menyatakan dalam press releasenya bahwa pihak Laskar Jihad dan Laskar Mujahidin dijadikan alat oleh pihak TNI di Maluku dan Sulawesi Tengah.

Apakah saudara Abdurrahman tidak mengerti dan tidak paham arti dan maksud serta tujuan Laskar Jihad pergi ke Ambon itu ?

Itu kan sudah jelas dan gamblang bahwa secara langsung Laskar Jihad maju sebagai ujung tombak pihak Abdurrahman Wahid dan TNI-nya musuh bebuyutan RMS dari sejak tahun 1950.

Jadi, jelas bahwa Laskar Jihad dan Laskar Mujahidin secara tidak langsung telah dijadikan sebagai alat oleh pihak Abdurrahman Wahid dan TNI untuk menghancurkan gerakan pembebasan dan kemerdekaan wilayah Maluku Selatan. Walaupun Abdurahman secara umum menentang itu langkah Laskar Jihad pergi ke Ambon itu.

Inilah fakta dan bukti, bukan finah saudara Nur Abdurrahman. Kalau saudara dan pasukan DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar bergabung besama Laskar Jihad di Ambon, maka secara tidak langsung merupakan peluru TNI, musuh mereka yang telah memerdekakan wilayah Maluku Selatan 25 April 1950 itu.

Kalau saudara Abdurrahman merasa difitnah oleh saudara Bakhtiar Abdullah, coba tunjukkan di mimbar bebas ini akar utama timbulnya konflik di wilayah Maluku Selatan dari sejak awal, agar supaya Ahmad Sudirman bisa mempelajari dan membandingkannya ?.

Memang saudara Abdurrahman telah melampirkan itu kasus timbulnya kerusuhan, waktu ummat Islam di Ambon sedang shalat Iyd pada 19 Januari 1999 sekonyong-konyong diserbu dan dibantai oleh gerombolan pengacau liar non-Muslim, kemudian ummat Islam diusir meninggalkan tempatnya bermukim.

Nah, itu baru secuil fakta yang muncul, tetapi coba gali fakta yang lebih dalam agar supaya kelihatan apa yang sebenarnya terpendam dalam tubuh orang-orang Ambon ini sehingga begitu tidak menerima dengan orang-orang yang dikatakan pendatang itu. Dimana saudara Abdurrahman mengatakan gerombolan pengacau. Kemudian mengapa saudara Abdurrahman mengatakan itu gerombolan pengacau ? Atas dasar apa disebut gerombolan ? Tunjukkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukumnya mengapa saudara Abdurrahman mengatakan kepada mereka itu gerombolan pengacau ?.

Selanjutnya, kalau saudara Abdurrahman merasa difitnah, cobalah tunjukkan alasan mengapa saudara merasa bukan dan tidak diperalat oleh TNI di Ambon itu.

Kemudian kalau saudara Abdurrahman menganggap sampah tulisan Ahmad Sudirman, itu adalah hak saudara. Ahmad Sudirman tidak akan memaksakan tulisa kepada orang yang tidak mau.

Selanjutnya, yang seharusnya tampil untuk melawan pasukan gerakan Republik Maluku Selatan itu adalah pihak TNI, bukan itu Laskar Jihad. Tetapi, kalau Laskar Jihad tetap saja kuat untuk tampil ke Ambon, maka jadilah ia alat dan peluru TNI. Dan saudara mengetahui bahwa setelah itu Laskar Jihad pergi ke Ambon pada tanggal 16 April 2000, maka itu Abdurrahman Wahid dua bulan kemudian mengeluarkan Keputusan Presiden No. 88/2000 yang berisikan penetapan keadaan darurat sipil, di Propinsi Maluku dan Maluku Utara yang berlaku mulai pukul 00:00 WBTI, Selasa 27 Juni 2000.

Jelas, itu PP No.88/2000 adalah payung hukum untuk dipakai menekan dan melemahkan kekuatan pihak yang dianggap musuh oleh Abdurrahman Wahid dan TNI-nya yaitu pihak Republik Maluku Selatan.

Nah, dengan payung hukum PP No.88/2000 itulah pihak Abdurrahman Wahid dan TNI-ya akan bebas menyapu mereka yang dianggap memberontak dan sekaligus membersihkan orang-orang yang dianggap bisa menimbulkan pertumpahan darah. Sehinga wajar saja dari pihak TNI bertindak kasar dan kejam kepada siapa saja yang dianggap melanggar payung hukum PP No.88/2000.

Nah, setelah diterapkannya dasar hukum PP No.88/2000 apa yang terjadi terhadap pihak Laskar Jihad ? Jelas itu Laskar Jihad tidak lama wujudnya, karena setelah Dewan Pembina Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah mengadakan serangkaian pertemuan sejak tanggal 24-26 Rajab 1423 H / 30 September 2002 - 2 Oktober 2002 M di Yogjakarta yang dihadiri oleh Dewan Pembina Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah dari seluruh Indonesia. Dan kemudian disusul dengan pertemuan Tim Khusus Dewan Pembina Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah sejak tanggal 27 - 29 Rajab 1423 H / 3 Oktober 2002 - 5 Oktober 2002 M di Jogjakarta, memutuskan untuk membubarkan Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan Laskar Jihad-nya.

Jadi saudara Abdurrahman, masalahnya bukan cepat atau lambatnya Laskar Jihad dan Laskar Mujahidin datang ke Ambon, masalahnya adalah caranya yang ditempuh oleh Laskar Jihad dan Laskar Mujahidin yang merupakan cara yang bisa dijadikan alat dan peluru oleh pihak TNI. Yang tentu saja hal tersebut tidak disadari oleh Saudara Abdurrahman, Laskar Jihad dan oleh Laskar Mujahidin.

Buktinya, itu Abdurrahman hanya memerlukan waktu dua bulan untuk membuat dasar hukum PP No.88/2000 untuk dipakai oleh TNI melumatkan siapa saja yang dianggap musuh RI dan TNI. Akhirnya itu Laskar Jihad, jadi kena pukul TNI juga, karena memang itu Laskar Jihad dan Laskar Mujahidin hanya dijadikan alat dan peluru ole TNI. Kalau TNI perlu peluru, dipakai itu peluru, kalau tidak perlu, dibuang atau dihancurkan. Mudah saja bagi TNI dan Abdurahman Wahid itu.

Nah hal inilah yang tidak dipahami oleh saudara Nur Abdurrahman dan pihak DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar.

Sekarang, Ahmad Sudirman telah menjelaskan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum serta alasan-alasannya mengapa itu Laskar Jihad, Laskar Mjahidin dan DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar menjadi alat dan peluru TNI di Ambon dan Sulawesi Tengah.

Nah tingal sekarang Ahmad Sudirman mmeminta kepada saudara Nur Abdurrahman untuk memberikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum mengenai akar utama konflik Maluku Selatan ini .

Ahmad Sudirman menunggu jawaban saudara Abdurahman.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: "H. M. Nur Abdurrahman" <nur-abdurrahman@telkom.net>
To: "Ahmad Sudirman" <ahmad@dataphone.se>
Cc: "ahmad mattulesy" <ahmad_mattulesy@yahoo.com>
Subject: Re: NUR ABDURRAHMAN, COBA DALAMI AKAR MASALAH PENYEBAB KONFLIK ACHEH, PAPUA, & MALUKU SELATAN
Date: Mon, 21 Feb 2005 10:17:46 +0700

D I U L A N G I

1. Apa? ITU LASKAR JIHAD, MMI, MUJAHIDIN DII/TII SUL-SEL DI AMBON DIJADIKAN ALAT OLEH TNI?

Dari mana ente dengar berita sampah berupa fitnah bahwa DI/TII, Sulawesi Selatan diperalat TNI, he Ahmad Sudirman? "Sisa-sisa" DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar bukan boneka yang bisa diperalat TNI. Kami "sisa-sisa" DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar bukan pengecut seperti ente dan pimpinan ente melarikan diri berlindung di negeri kaum kuffar. Terus terang ana dengan fitnahan ente itu, ana tidak menaruh hormat lagi kepada ente, yang sebelumnya ana berbaik sangka kepada ente. Mulai sekarang tulisan ente ana anggap sampah, dan kalau postingan ente masuk di ana punya mail-box langsung ana delet, biarlah akhi Ahmad Mattulesy jika msih berminat melayani ente punya tulisan sampah.

2. Apa? Sebenarnya kalau mau berpikir dengan waras, bukan Laskar Jihad yang harus menghadapi RMS? Sebenarnya ente tidak berpikir waras, karana pikiran ente terpaku di atas kertas. Pikiran ente tidak waras karena ente mengabaikan keadaan lapangan. Apa yang ente tahu tentang keadaan lapangan di Ambon dan Maluku Utara, ente cuma bercokol di negeri kafir di luar sana, yang tidak pernah menghadapi peluru tajam TNI. ABRI pada waktu itu tidak berdaya menahan pembantaian RMS terhadap ummat Islam di Ambon dan Maluku..

Kalau Lasykar Jihad, Majlis Mujahidin dan "sisa-sisa" DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar tidak cepat datang, ummat Islam akan habis dibantai kuffar RMS. "Sisa-sisa" DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkardatang ke sana mendahului Lasykar Jihad dan Majlis Mujahidin karena orang Bugis Makassar dan ummat Islam setempat sedang shalat Iyd pada 19 Januari 1999 sekonyong-konyong diserbu dan dibantai oleh kuffar RMS.

Sudah dua ketesinggungan "sisa-sisa" DI/TII Abd. Qahhar Mudzakkar, pertama difirnah terrorist dan kedua difitnah boneka TNI. Dan itu tidak dapat kami maafkan, dan menjadi utang ente dan pemfitnah yang lain, yang akan kami tagih insya-Allah fiy Yawm alDiyn.

Tidak pakai salam lagi.

H. M. Nur Abdurrahman

nur-abdurrahman@telkom.net
Jakarta, Indonesia
----------