Stockholm, 22 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PAMUNGKAS, JANGAN SEPERTI PREMAN BERBAJU KOPRAL SAMBIL TODONGKAN PISTOL BUATAN PINDAD
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SIDIK PAMUNGKAS, KALAU BERTANYA ITU HARUS JELAS TERPERINCI FAKTA DAN DATANYA, JANGAN SEPERTI KROPAL JAWA YANG MENGINTEROGASI TAHANAN POLITIK ASNLF DI LP DEKAT KERATON SOLO ITU

"Kakek Ahmad jelas sudah pikun, kebanyakan minum wine sama makan ham (bukan HAM) plus dansa walltz sehingga jawabannya jadi ngaco. Coba dijawab mbah, kemana tuh sumbangan organisasi2 di Eropah (non government organisations) yang ditujukan untuk musibah tsunami di Aceh. Ngaku saja mbah, organisasi2 itu tidak nyumbang melalui pemerintah RI. Nah please, jangan muter2 deh, dikemanakan tuh duwit sama barang2 itu? Ada lagi yang bikin geli, begitu banyaknya para petinggi GAM atau apa namanya deh, enak2 nangkring di Eropah dan Australia dengan cukup mewah hasil suaka politik. Kenapa nggak risih dijadikan badut oleh negara2 yang "melindungi" dan "mendukung" nya? Saya harap kakek sadar untuk melihat kenyataan pada saat ini, jangan bermimpi tentang hari kemarin melulu. Ambisi dan impian boleh ada, namun jangan sampai mendominasi nurani." (Sidik Pamungkas, sidikpamungkas@yahoo.com , Wed, 23 Feb 2005 02:25:58 +0900)

Baiklah saudara Sidik Pamungkas.

Membaca hasil olahan dan penyensoran pikiran saudara Pamungkas yang sudah bertahun-tahun berkelana di dunia internet, ternyata isinya seperti preman yang berbaju kopral TNI sambil tolak pinggang menunjukkan giginya yang ompong sambil mengangkatkan kepalan tinjunya yang lepes dengan diiringi pertanyaan dengan suara serak: "Coba dijawab mbah, kemana tuh sumbangan organisasi2 di Eropah (non government organisations) yang ditujukan untuk musibah tsunami di Aceh. Ngaku saja mbah, organisasi2 itu tidak nyumbang melalui pemerintah RI. Nah please, jangan muter2 deh, dikemanakan tuh duwit sama barang2 itu?"

Tak ada angin, tak ada petir, eh, hujan turun. Nah persis keadaannya begitu, ketika Ahmad Sudirman membaca isi email saudara Pamungkas orang Jawa satu ini.

Saudara Pamungkas, kalau bertanya, jangan seperti orang-orang yang tidak pernah makan bangku sekolah. Masa bertanya, seperti itu kopral TNI dari Jawa yang menginterogasi tahanan ASNLF di LP dekat keraton Solo sana itu. Sambil petentangan dengan mulut tidak henti-hentinya mengunyah-ngunyah permen karet.

Pamungkas, lain kali kalau bertanya tentang sumbangan organisasi-organisasi di Eropah seperti LSM-LSM yang ada di Eropah yang telah mengirimkan bantuan uang dan barang-barangnya untuk korban gempa dan tsunami, itu perlu dilampirkan dengan teliti dan teratur, nama-nama LSM, berapa uang dan barang yang dikirimkan itu, kepada LSM-LSM mana itu ditujukan, apakah sudah ada izin dari itu Kedutaan Besar Negara Pancasila yang ada di Negara sipengirim. Karena tidak mudah untuk mengirimkan bantuan sebelum dapat izin, apalagi kalau mau masuk ke gerbang sigotaka di Banda Acheh. Itu terlebih dahulu harus dapat izin masuk yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri dibawah Mang Noer Hassan Wirajuda orang Sunda satu itu dan Departemen Dalam Negeri dibawah Letjen (Purn) M Ma'ruf.

Itu di Acheh ratusan Posko bantuan dari mulai Posko yang ditangani oleh orang keturunan Arab Alwi Shihab sampai kepada Posko-nya Front Pembela Islam orang-orang dibawah pimpinan Habib Ri-zieq Shihab orang keturunan Arab itu, atau Posko-nya orang-orang kaum Wahhabi dari Saudi sana itu.

Nah, disini karena banyaknya itu Posko seperti di pasar malam saja, maka kalau saudara Pamungkas tidak memberikan nama-nama Posko dari LSM yang dikirimi bantuan dan uang itu, mana itu Ahmad Sudirman mengetahuinya. Emangnya Ahmad Sudirman tukang jaga dan tukang kontrol keuangan dan barang yang masuk ke gerbang sigotaka Banda Acheh yang dikontrol oleh itu Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu orang Palembang yang ketakutan Negeri Acheh lepas dari dekapan Negara Pancasila hasil leburan dan puteran tipuan licik Soekarno dengan RIS-nya itu ?.

Nah Pamungkas, kalau jelas itu siapa pengirim bantuan itu dan melalui siapa dikirimnya, apakah melalui kantor ASNLF di Swedia, lalu kapan dikirimnya, dengan cara pengiriman itu, maka dengan mudah dilacak oleh Ahmad Sudirman. Ini Pamungkas hanya melihat para petinggi ASNLF, mentang-mentang ada di Swedia dan Australia, dituduhlah dengan hidup mewah hasil suaka politik. Mana ada orang yang dapat suaka, hidup mewah. Orang budek saja yang percaya cerita gombal propaganda murahan Letjen TNI Djoko Santoso KASAD yang baru dilantik mbah Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Jadi Pamungkas, kalau Pamungkas langsung menodongkan pistol campuran pelastik model buatan Pindad di Bandung itu, sambil bertanya: "dikemanakan tuh duwit sama barang2 itu?" Mana bisa Ahmad Sudirman memberikan jawabannya, kalau tidak ada fakta dan buktinya, serta surat tanda terimanya.

Memangnya para petinggi ASNLF itu seperti Farid Faqih aktivis lembaga swadaya masyarakat Gowa (Goverment Watch) yang dijadikan tersangka dalam kasus pencurian barang-barang yang bukan miliknya di Lanud Iskandar Muda, Banda Acheh dan mukanya babak belur kena tinju anggota non-organik TNI itu ?

Apapula Pamungkas tuding-tuding itu staf ASNLF dijadikan badut oleh Swedia ? Apakah memang ada fakta dan buktinya bahwa itu pihak ASNLF dijadikan badut oleh Pemerintah Swedia dan Pemerintah Finlandia ?. Yang betul-betul jadi badut, kalau Pamungkas mau tahu, itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang tanganya selalu menadah untuk minta duit pinjaman dan hibah kepada tangan-tangan Negara-Negara kreditor yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia (CGI), termasuk Swedia didalamnya.

Terakhir, yang harus sadar itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa itu negeri Acheh adalah hasil telanan mbah Soekarno, mbahnya Sidik Pamungkas dari Jawa sana. Dan itu Negeri Acheh harus dikembalikan lagi kepada seluruh rakyat Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: sidikpamungkas@yahoo.com
Date: Wed, 23 Feb 2005 02:25:58 +0900
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Site Posting: Muba, kalau hanya menuliskan kata Indonesia di poster lalu diklaim legalisasi penjajahan di Acheh, itu gombal

http://ahmad-sudirman.com/comments.php?id=1049_0_1_0_C

Kakek Ahmad jelas sudah pikun, kebanyakan minum wine sama makan ham (bukan HAM) plus dansa walltz sehingga jawabannya jadi ngaco.

Coba dijawab mbah, kemana tuh sumbangan organisasi2 di Eropah (non government organisations) yang ditujukan untuk musibah tsunami di Aceh. Ngaku saja mbah, organisasi2 itu tidak nyumbang melalui pemerintah RI. Nah please, jangan muter2 deh, dikemanakan tuh duwit sama barang2 itu? Ada lagi yang bikin geli, begitu banyaknya para petinggi GAM atau apa namanya deh, enak2 nangkring di Eropah dan Australia dengan cukup mewah hasil suaka politik. Kenapa nggak risih dijadikan badut oleh negara2 yang "melindungi" dan "mendukung" nya?

Saya harap kakek sadar untuk melihat kenyataan pada saat ini, jangan bermimpi tentang hari kemarin melulu. Ambisi dan impian boleh ada, namun jangan sampai mendominasi nurani.

Sidik Pamungkas

sidikpamungkas@yahoo.com
----------