Stockholm, 23 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH & JURU RUNDING RI MAKIN TERPUKUL OLEH SENJATA PEMERINTAHAN SENDIRI-NYA ASNLF
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU PIHAK ARDIANSYAH & JURU RUNDING RI MAKIN TERPUKUL OLEH SENJATA PEMERINTAHAN SENDIRI-NYA ASNLF

"Mad daitu Pungo (Ahmad Sudirman si keledai tua Gila !). Coba anda baca dan camkan lagi tulisan dan sekaligus saksi hidup yang mengisahkan tentang sadisnya racun yg anda cekok kan kepada Babi-babi liar anda. Maaf ya mad, Thanks atas tulisan kamu Yg semakin menguatkan Skripsi saya akan keadaan Acheh yang sebenarnya , dan ada beberapa hal yang anda perlu ketahui , hasil kesimpulan saya yang akan dipertahankan didepan Dosen Penguji. Terlepas dari sejarah dan apa serta bagaimana Acheh menjadi wilayah NKRI , adalah sebuah kenyataan bahwa rakyat Acheh tidak dalam belenggu penjajahan oleh RI. Kekejaman GAM hanya berani & menyerang Rakyat tak berdosa. Fitnah terus dilambungkan oleh pihak ASNLF guna mendapatkan opini danSimpati. Potensi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia & kesadaran Bela Negara merupakan salah satu solusi dalam pemecahan konflik & gangguan keamanan di Aceh. Si Ahmad Sudirman dkk itu Orang yang Tidak waras!! jadu ASNLF tidak perlu di hiraukan" (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com ,Wed, 23 Feb 2005 12:09:22 +0700)

"Baiklah saudara Ahmad Sudirman. Tuntutan ASNLF tentang adanya pemerintahan sendiri seperti mengharapkan hadiah sebuah daerah kepada warga negara Asing untuk di duduki. Hey daitu, Pemerintahan Sediri itu sama aja dengan ingin memisah kan diri dari NKRI. Goblok juga yah kamu ini ? Mad Daitu Acheh Pungo , hayoo kembalilah ke tanah Air daripada merana. SSST buat bocoran kamu aja yah. Setelah perundingan nanti kalau tidak terjadi kesepakatan , nasib GAM akan seperti rempeyek. Bahkan Bukan hanya 50.000 pasukan yang diturunkan, mobilisasi akan terjadi , dan tidak ada ruang gerak buat GAM. Pernyataan Kesetiaan Terhadap NKRI telah terjadi beberapa waktu lalu di Bumi serambi Mekkah. Daerah yang hancur akibat Gempa akan merupakan daerah Steril dari GAM dan perlahan tapi Pasti , GAM, akan tinggal sejarah Kelam bagi Rakyat Acheh. Mad Daitu Pungo. Sekedar bernostalgia aja , curhat anda di bawah ini anda mengakui rupanya bahwa Indonesia adalah Juga tanah Air anda. So. Berarti juga Acheh itu adalah Indonesia , menurut pengakuan anda yang tersirat." (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Wed, 23 Feb 2005 11:33:19 +0700)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Dari hari ke hari, terbaca hasil perasan sampah otak udang Ardiansyah kunyuk rawun yang terus mencoba untuk mematahkan benteng pertahanan rakyat Acheh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Begitu juga pagi ini, kelihatan itu Ardiansyah sambil cengar-cengir menunjukkan gigi depannya yang penyok terkena lemparan batu hitam gombal penuh racun pancasila hasil cetakan mbah Soekarno yang dilemparkan oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono.

Dengan maksud dan tujuan untuk membuat skripsi gombalnya yang berjudul "Pembelaan Tali Buhul mpu Tantular yang ajaib guna menyatukan Acheh kadalam gembolan Jawa Jamu Inem mbak Mega."

Nah, untuk memperkuat argumentasi dasar skripsinya Ardiansyah kunyuk rawun, yang mana nama kunyuk rawun itu sendiri diambil dari nama kunyuk yang suka makan makanan berkuah yang dibuat dari daging kucing yang berbumbu rempah-rempah dicampur keluak yaitu semacam bumbu yang dibuat dari biji buah pohon kepayang yang sudah tua yang berwarna hitam.

Dengan argumentasi yang telah dikorek-koreknya dari tempat sampah Mang Endang Suwarya tukang pukul di Acheh itu, Ardiansyah kunyuk rawun ini telah berhasil mengumpulkan fakta yang isinya kurang lebih "Terlepas dari sejarah dan apa serta bagaimana Acheh menjadi wilayah NKRI, adalah sebuah kenyataan bahwa rakyat Acheh tidak dalam belenggu penjajahan oleh RI."

Nah, argumentasi pertama didasarkan kepada kenyataan yang kelihatan oleh kunyuk rawun bahwa itu rakyat Acheh yang telah memenuhi dan menjejali LP-LP di Jawa yang salah satu LP nya dekat keraton Solo, dianggap sebagai rakyat Acheh yang tidak merasa dibelenggu oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono orang Jawa satu itu.

Selanjutnya, argumentasi yang berisikan cairan racun mpu Tantular yang diaplikasikan kedalam bentuk "Kekejaman GAM hanya berani & menyerang Rakyat tak berdosa."

Nah, kekejaman GAM ternyata telah dianggap sesuatu yang melebihi kekejaman itu pasukan non-organik TNI yang mayoritasnya orang Jawa kowek yang ditempatkan di Negeri Acheh untuk melakukan pendudukan, penjajahan dan pembunuhan di Negeri Acheh, atas perintah Jenderal gombal TNI Ryamizard Ryacudu yang sekarang sudah digantikan kedudukannya oleh Letjen Jawa TNI Djoko Riyanto yang satu tempat dengan Susilo Bambang Yudhoyono.

Seterusnya, argumentasi yang mendasarkan kepada tuduhan dalam bentuk untaian kata "Fitnah terus dilambungkan oleh pihak ASNLF guna mendapatkan opini danSimpati."

Nah, penjelasan dan keterangan yang berisikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Negeri Acheh ditelan, dicaplok, dijajah Soekarno dengan RIS-nya lalu masuk kedalam usus buntu RI-Jawa-Yogya yang menjelma menjadi NKRI, kemudian tidak lama melebur kembali dengan obat kuat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang dibuat Soekarno, ternyata telah dijadikan sebagai sasaran oleh pihak para penerus Soekarno penipu licik itu sebagai bentuk fitnah dan alat untuk mencari simpati.

Lalu argumentasi selanjutnya yang didasarkan kepada "Potensi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia & kesadaran Bela Negara merupakan salah satu solusi dalam pemecahan konflik & gangguan keamanan di Aceh"

Nah, dalam argumentasi ini, itu Ardiansyah kunyuk rawun mencoba menjadikan tali buhul gombal hitam yang penuh racun jawa hindu mpu Tantular itu yang dikombinasikan dengan racun Ryamizard Ryacudu yang berbentuk cairan hitam pekat bernama pasukan non-organik TNI Manunggal Mambangun Desa di Acheh atau disingkat menjadi TMMD di Acheh.

Terakhir argumentasi yang disodorkan Ardiansyah kunyuk rawun ini adalah dalam bentuk penyataan yang berbunyi "Si Ahmad Sudirman dkk itu Orang yang Tidak waras!! jadi ASNLF tidak perlu di hiraukan"

Nah, karena itu kunyuk rawun yang ngaku-ngaku ndatunya orang Acheh yang memiliki sejengkal tanah jajahan di Acheh tidak mampu dan tidak berhasil menemukan dan membeli senjata penangkis peluru-peluru yang terbuat dari gumpalan titan yang didalamnya berisikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh yang ditelan Soekarno dengan RIS-nya yang dibalutkan oleh Ahmad Sudirman, maka itu Ardiansyah kunyuk rawun kehabisan akal dan pikirannya, sehingga lahirlah pernyataan gombalnya dalam bentuk untaian kata "Si Ahmad Sudirman dkk itu Orang yang Tidak waras".

Nah itulah, alasan singkat yang tidak perlu memakai penggunaan otak yang cerdas, selain hanya menuliskan kata "tidak waras", dan kata-kata "tidak perlu dihiraukan", yang dijadikan dasar argumentasi oleh Ardiansyah kunyuk rawun yang sudah bergabung dan bersatu dengan Jawa-jawa semodel Djoko Santoso KASAD yang baru menggantikan Jenderal gombal Palembang Ryamizard Ryacudu dan mbah Susilo Bambang Yudhoyono serta mbak Mega.

Jadi, dengan dasar argumentasi yang dilambungkan diatas itulah Ardiansyah kunyuk rawun budek ini mencoba untuk mempertahankan skripsinya yang berjudul "Pembelaan Tali Buhul mpu Tantular yang ajaib guna menyatukan Acheh kadalam gembolan Jawa Jamu Inem mbak Mega."

Selanjutnya, menyinggung bentuk Pemerintahan Sendiri bukan Otonomi Khusus yang disodorkan pihak ASNLF dalam Perundingan putaran ke II di Koningstedt, Finlandia 21-23 Februari 2005. Ternyata oleh pihak Ardiansyah budek itu, sebagaimana juga yang akan dilakukan oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, yaitu dengan cukup mengatakan: "Tuntutan ASNLF tentang adanya pemerintahan sendiri seperti mengharapkan hadiah sebuah daerah kepada warga negara Asing untuk di duduki. Hey daitu, Pemerintahan Sediri itu sama aja dengan ingin memisah kan diri dari NKRI. Goblok juga yah kamu ini ?"

Nah kelihatan sudah disini, bagaimana itu pihak ASNLF telah mengorbankan kata kemerdekaan digantikan dengan kata Pemerintahan Sendiri, yang telah cukup banyak tenaga, pikiran, korban, hanya untuk menggatikan kata kemerdekaan dengan Pemerintahan Sendiri. Tetapi ternyata oleh Ardiansyah kunyuk rawun ekornya mbah Susilo Bambang Yudhoyono masih tetap saja dianggap "itu sama aja dengan ingin memisah kan diri dari NKRI. Goblok juga yah kamu ini ?" Sambil ditutup dengan perkataan "Goblok juga yah kamu ini".

Dari apa yang dijadikan alasan penolakan Ardiansyah kunyuk rawun budek ini, mengambarkan bagaimana pengaruh racun sejarah gombal Acheh made in Soekarno telah mematikan dan menghancurkan tingkat intelijen para pengikut dan penerus Soekarno Jawa itu. Terbukti dengan apa yang dilontarkan Ardiansyah kunyuk rawun budek ini telah terlihat dengan jelas, bahwa pada hahekatnya itu kelakuan jahat Soekarno yang menelan Negeri Acheh masuk kedalam usus buntu Negara RI-Jawa-Yogya dianggap sebagai tindakan yang benar menurut kacamata hitam Jawa kowek ini.

Seterusnya, itu Ardiansyah budek mengutip tulisan Ahmad Sudirman dengan tujuan untuk mengkorek benang merah yang tersirat dalam tulisan tersebut, dan dibentangkan kedalam bentuk pernyataan "Mad Daitu Pungo. Sekedar bernostalgia aja , curhat anda di bawah ini anda mengakui rupanya bahwa Indonesia adalah Juga tanah Air anda. So. Berarti juga Acheh itu adalah Indonesia , menurut pengakuan anda yang tersirat."

Nah, dengan mencoba menafsirkan apa yang tersirat dari isi tulisan Ahmad Sudirman, itu Ardiansyah budek ini mencoba menampilkan kata Indonesia yang didalamnya juga termasuk Acheh.

Suatu kesimpulan gombal yang sungguh menyesatkan dan mencelakakan seluruh rakyat Acheh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Kalau disitu ditulis kata-kata "Indonesia Tanah Airku" adalah dimaksudkan kepada Indonesia yang aman dan bebas dari kebijaksanaan politik ekspansi Soekarno yang telah diterapkan di Acheh, Papua Barat dan di Maluku Selatan, yang pada waktu tulisan tersebut dibuat, 1998 tetap dijalankan oleh jenderal diktator militer Soeharto.

Jadi, dengan ditulisnya kata Indonesia Tanah Airku itu bukan mereferensikan kepada Negeri Acheh masuk kedalam sangkar Negara burung garuda Republik Indonesia-Jawa-Yogya atau kalau dipendekkan dipanggil dengan nama singkatan RI atau hanya dengan kata Indonesia. Melainkan kata Indonesia Tanah Airku mereferensikan kepada tanah Indonesia yang aman damai dengan konflik Acheh, Papua dan Maluku Selatannya telah sirna dari permukaannya.

Selanjutnya itu Ardiansyah budek mengajak Ahmad Sudirman: "Mad Daitu Acheh Pungo , hayoo kembalilah ke tanah Air daripada merana"

Coba perhatikan, Ahmad Sudirman diajak berdendang didepan istana mbah Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyanyikan lagu Jawa yang digubah mbah Susilo Bambang Yudhoyono, yang membuat sakit telinga Ahmad Sudirman, karena kedengaran itu nada lagu jawa seperti lagu-lagu orang Burma, Laos dan Kamboja. Sehingga membuat Ahmad Sudirman alergi pada lagu-lagu model demikian.

Nah, ada lagi ancamana Ardiansyah sebagai juru sambung lidah Jenderal budek Ryamizard Ryacudu yang berbunyi: "Bukan hanya 50.000 pasukan yang diturunkan, mobilisasi akan terjadi, dan tidak ada ruang gerak buat GAM. Pernyataan Kesetiaan Terhadap NKRI telah terjadi beberapa waktu lalu di Bumi serambi Mekkah. Daerah yang hancur akibat Gempa akan merupakan daerah Steril dari GAM dan perlahan tapi Pasti , GAM, akan tinggal sejarah Kelam bagi Rakyat Acheh."

Coba baca dan perhatikan itu ancaman yang sekaligus ultimatum kepada Ahmad Sudirman yang dilontarkan oleh Ardiansyah kunyuk rawun budek yang ikut-ikutan seperti burung beo menyuarakan suara ember pecah Jenderal Ryacudu orang Palembang satu itu.

Itu hanyalah gertak sambal saja, sebelum Ryacudu masuk kotak di Mabes AD di Jakarta. Buktinya, mana berhasil itu Jenderal Ryacudu menyapu pasukan muslim Acheh TNA sampai detik sekarang ini. Sudah berapa tahun itu Ryamizard Ryacudu melakukan pembunuhan di Acheh, toh fakta dan buktinya sampai detik sekarang ini, hasilnya, itu pasukan muslim Acheh TNA masih tetap wujud dan tegar penuh semangat penentuan nasib sendiri.

Kemudian itu dilambungkan Pernyataan Kesetiaan Terhadap NKRI telah terjadi beberapa waktu lalu di Bumi serambi Mekkah. Itu pernyataan kesetian orang-orang transmigrasi Jawa saja. Atau itu orang-orang suku Gayo yang bersekutu dengan Jawa transmigran, Alas dan Singkil yang merasa berbeda dengan suku Acheh saja yang ingin memisahkan diri dari Acheh membentuk Provinsi sendiri dibawah lindungan gunung Leuser.

Seterusnya itu Ardiansyah gombal budek ini menyatakan: "Daerah yang hancur akibat Gempa akan merupakan daerah Steril dari GAM dan perlahan tapi Pasti , GAM, akan tinggal sejarah Kelam bagi Rakyat Acheh."

Coba perhatikan, itu wilayah yang hancur akibat Gempa akan merupakan daerah Steril dari GAM, artinya wilayah-wilayah dipantai utara, barat dan timur akan steril dari pasukan muslim Acheh TNA. Itu hanya cuapan gombal yang tidak ada isinya dari para penerus Soekarno penipu licik dan pencaplok Negeri Acheh saja.

Ardiansyah, itu daerah pantai utara, barat dan timur, bukan menjadi steril, melainkan justru akan terbuka bagi semua rakyat Acheh siapa saja dan bagi pihak asing yang telah memberikan bantuan dan hibah kepada korban tsunami dan usaha rehabilisasi dan rekonstruksi Acheh.

Hanya orang budek seperti Ardiasnyah saja yang mengkorek-korek berita gombal made in Jenderal gombal TNI Ryamizard Ryacudu yang pandainya hanya sesumbar saja.

Seterusnya itu yang dikatakan Ardiansyah budek: "Energi potensial yang ditakuti oleh Musuh - musuh NKRI adalah "Rasa Persatuan dan kesatuan yang begitu kuat tertanam dalam Jiwa rakyat Indonesia" dengan Tali Buhul Yang Kuat "Bhineka Tunggal Ika"."

Mana bisa pihak pasukan muslim Acheh TNA dan ASNLF takut kepada itu tali buhul racun ikat pinggang buatan mpu Tantular yang diulas dengan campuran jamu-jamu racun pancasila hasil kocekan mbah Soekarno dalam sidang BPUPK pada tanggal 1 Juni 1945.

Itu hasil kunyam-kunyem mpu Tantular yang berbau bawang putih bhineka tunggal ika mana bisa mempan terhadap kekebalan pasukan muslim Acheh TNA dan ASNLF. Hanya orang.-orang jawa hindu saja yang bisa dimasuki oleh hembusan busuk mpu Tantular dengan jampi jawa hindunya bhineka tunggal ika, Atau kepada itu mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

Jadi, Ardiansyah kunyuk rawun, kalau masih juga kalian menyatakan: "Nah kalau saja Ayahnda SBY, Memerintahkan Seluruh Komponen bangsa bersatu untuk Mempertahankan NKRI. Pastilah seluruh rakyat akan bahu membahu melaksanakanya, jadi Bukan hanya TNI , namun Sipil pun akan bergerak dan memburu Babi Liar Anda."

Memangnya itu Susilo Bambang Yudhoyono didukung mayoritas rakyat di RI. Itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla hanya didukung oleh 69.266.350 suara. Sedangkan suara lainnya diberikan kepada mbak Mega dan mbah Hasyim Muzadi dengan jumlah suara 44.990.704 suara.

Akhirnya fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Acheh dicaplok Soerkarno dengan RIS-nya itulah yang sampai detik ini tidak bisa dibantah oleh para penerus Soekarno termasuk itu Ardiansyah kunyuk rawun satu ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Subject: Kesaksian tentang kekejaman babi Liarnya ASNLF
Date: Wed, 23 Feb 2005 12:09:22 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <owan02@yahoo.com>, <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, kompas@kompas.com

Assalamu'alaikum wr wbr.

Mad daitu Pungo ( Ahmad Sudirman si keledai tua Gila ! ). Coba anda baca dan camkan lagi tulisan dan sekaligus saksi hidup yang mengisahkan tentang sadisnya racun yg anda cekok kan kepada Babi - babi liar anda.

Maaf ya mad, Thanks atas tulisan kamu Yg semakin menguatkan Skripsi saya akan keadaan Acheh yang sebenarnya , dan ada beberapa hal yang anda perlu ketahui , hasil kesimpulan saya yang akan dipertahankan didepan Dosen Penguji

1. Terlepas dari sejarah dan apa serta bagaimana Acheh menjadi wilayah NKRI , adalah sebuah kenyataan bahwa rakyat Acheh tidak dalam belenggu penjajahan oleh RI.
2. Kekejaman GAM hanya berani & menyerang Rakyat tak berdosa.
3. Fitnah terus dilambungkan oleh pihak ASNLF guna mendapatkan opini danSimpati.
4. Potensi Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia & kesadaran Bela Negara merupakan salah satu solusi dalam pemecahan konflik & gangguan keamanan di Aceh
5. Si Ahmad Sudirman dkk itu Orang yang Tidak waras!! jadu ASNLF tidak perlu di hiraukan

Nah lu Mad. Senjata makan tuan yah !, kaciaaaaaaaaaan deh kamu. Saleum Acheh Pungo !! dll.

Wassalam,

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------

Subject: ASNLF masih menganggap juru runding RI seperti orang bodoh.
Date: Wed, 23 Feb 2005 11:33:19 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, <kompas@kompas.com>, <Padmanaba@uboot.com>, solopos@bumi.net.id

Assalamu'alaiku wr wbr.

Baiklah saudara Ahmad Sudirman.
Tuntutan ASNLF tentang adanya pemerintahan sendiri seperti mengharapkan hadiah sebuah daerah kepada warga negara Asing untuk di duduki. Hey daitu, Pemerintahan Sediri itu sama aja dengan ingin memisah kan diri dari NKRI. Goblok juga yah kamu ini ?

Mad Daitu Pungo. Sekedar bernostalgia aja , curhat anda di bawah ini anda mengakui rupanya bahwa Indonesia adalah Juga tanah Air anda. So. Berarti juga Acheh itu adalah Indonesia , menurut pengakuan anda yang tersirat.

Mad Daitu Acheh Pungo , hayoo kembalilah ke tanah Air daripada merana. SSST buat bocoran kamu aja yah. Setelah perundingan nanti kalau tidak terjadi kesepakatan , nasib GAM akan seperti rempeyek. Bahkan Bukan hanya 50.000 pasukan yang diturunkan, mobilisasi akan terjadi , dan tidak ada ruang gerak buat GAM. Pernyataan Kesetiaan Terhadap NKRI telah terjadi beberapa waktu lalu di Bumi serambi Mekkah. Daerah yang hancur akibat Gempa akan merupakan daerah Steril dari GAM dan perlahan tapi Pasti , GAM, akan tinggal sejarah Kelam bagi Rakyat Acheh.

Energi potensial yang ditakuti oleh Musuh - musuh NKRI adalah "Rasa Persatuan dan kesatuan yang begitu kuat tertanam dalam Jiwa rakyat Indonesia" dengan Tali Buhul Yang Kuat "Bhineka Tunggal Ika".

Nah kalau saja Ayahnda SBY , Memerintahkan Seluruh Komponen bangsa bersatu untuk Mempertahankan NKRI... Pastilah seluruh rakyat akan bahu membahu melaksanakanya, jadi Bukan hanya TNI , namun Sipil pun akan bergerak dan memburu Babi Liar Anda.

Wassalam

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia

Stockholm, 15 mei 1998.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

INDONESIA TANAH AIRKU
Ahmad Sudirman
Modular Ink Technology Stockholm - SWEDIA

PENDAHULUAN.

Saudara-saudaraku di tanah air.

Duapuluh tahun telah saya tinggalkan negeri indah Indonesia. Bukan karena sudah merasa bosan tinggal dinegeri ini, melainkan karena Penguasa pada waktu itu telah merasa keberatan dan ketakutan atas keberadaan saya. Dengan perasaan yang berat dan hati yang pedih saya
tinggalkan tanah air yang tercinta ini.

Negeri pertama yang saya singgahi adalah Mesir. Dengan tujuan memperdalam agama dan bahasa, saya tinggal kurang lebih dua tahun di negeri yang panas dan penuh gairah hidup berlandaskan pancaran Nur Illahi ini. Suka dan duka silih berganti. Gejolak hati dan perasaan
rindu saya tumpahkan kedalam bentuk tulisan yang langsung keluar dari hati nurani. Kumpulan buah hati saya padukan dalam cerita dengan judul "Dibawah belenggu rezim Penguasa".

Isi dari curahan hati ini ternyata membuat muka-muka Penguasa di tanah air merah padam. Dengan penuh kemurkaan dan perasaan yang angkuh meminta supaya saya menarik dan mencabut kembali tulisan itu.

Hati nurani tidak mengizinkan untuk menarik kembali jeritan hati yang terkumpul dalam tulisan itu.Pemaksaan dan bujuk rayu mulai berjalan.Penguasa melalui wakilnya yang ada di Cairo meminta supaya saya menyerahkan diri, baik dengan suka rela ataupun dengan terpaksa.Saya tolak dengan langsung pemaksaan dan ultimatum itu.

Dengan perasaan yang angkuh Penguasa meminta agar Penguasa Mesir mengembalikan saya ke tanah air untuk diminta pertanggungan jawab.Untuk melaksanakan permintaan yang sudah sejauh itu, Penguasa Mesir tidak berani bertindak langsung, melainkan saya diminta untuk keluar dari negeri , terserah mau pergi kemana saya suka.

Manusia berbuat makar tetapi Tuhanpun berkehendak lain.Tanpa diduga-duga Penguasa Swedia mengulurkan tangan untuk memberikan kebebasan dan untuk tinggal. Karena ketidak berhasilan memulangkan saya , Penguasa dengan tanpa perasaan dan pemikiran yang panjang mencabut hak dan warga negara Indonesia dari diri saya.
----------