Stockholm, 23 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH TIDAK SANGGUP LAGI PERTAHANKAN YUDHOYONO DENGAN UU NO.18/2001 SESATNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN JUNGKIR JUMPALIK SAJA ITU ARDIANSYAH YANG TIDAK SANGGUP LAGI PERTAHANKAN YUDHOYONO DENGAN UU NO.18/2001 SESAT & OTONOMI KHSUSUNYA

"Arti kata Pemerintah adalah unsur-unsur penyelenggara negara. Seperti badan-badan legislatif dan eksekutif. Sedangkan arti pemerintahan adalah komponen penyelenggara negara, seperti aparat Pemda, Bupati dll. System pemerintahan adalah sebuah system yang dianut sebuah negara didalam praktek penyelenggaraan negara. Jadi mas daitu Pungo Yang totol. Kenapa Harus Ardiansyah jelaskan seperti itu ? karena , pemerintahan tidak bisa dilaksanakan sendiri, melainkan bersama-sama. Sedangkan kalau yang dimaksud itu adalah orang-orang yang berada dipemerintahan itu adalah orang Acheh, jelas sudah dilakukan, siapa Guberur Acheh yang korup itu ? dia adalah Acheh pungo seperti Ahmad Sudirman dkk.dan kalau maksudnya adalah system pemerintahan sesuai dengan kehendak Rakyat acheh , mau tidak mau harus dilaksanakan Plebisit ,dan itu tidak akan dilakukan ditengah negara yang berdaulat seperti Indonesia !" (Muhammad Ardiansyah, Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Wed, 23 Feb 2005 16:13:38 +0700)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Makin kelihatan tampak dengan jelas itu Ardiansyah kunyuk rawun jungkir jumpalik untuk berusaha dengan setengah mati membela mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Djoko Santoso agar supaya Negeri Acheh tetap berada dalam Negara sangkar burung garuda dengan tali buhul mpu Tantuar bhineka tunggal ika sebagai alat pengikatnya.

Ardiansyah kunyuk rawun, itu kartu yang disodorkan oleh pihak ASNLF dalam perundingan RI-ASNLF di Koningstedt yang menyangkut Pemerintahan Sendiri yang berarti pemerintahan atau segala urusan yang dilakukan oleh Pemerintah Acheh yang berdiri sendiri dalam menyelenggarakan kesejahteraan dan kepentingan rakyat di Daerah Acheh baik kedalam atau keluar. Dimana untuk menetapkan dan memutuskan serta mengesahkan Pemerintahan Sendiri ini melalui langkah plebisit oleh seluruh rakyat Acheh di Negeri Acheh. Karena itu perlu adanya perobahan dan perombakan isi UU No.18/2001 yang keputusan dan pengesahannya ada ditangan seluruh rakyat melalui cara referendum.

Sekarang tinggal apakah pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla masih tetap ngotot dengan pemerintahan otonominya yang didasarkan kepada UU No.18/2001 yang isinya menyesatkan bagi umat Islam Acheh itu.

Karena kalau hanya sekedar mau menerima itu pemerintahan otonomi khusus yang telah diberikan oleh pihak Soekarno dan oleh Susilo Bambang Yudhoyono sekarang ini dengan UU No.18/2001-nya, itu hanyalah merupakan bentuk lain dari bentuk pemerintahan jajahan saja. Artinya pemerintahan atau segala urusan yang dilakukan oleh Pemerintah Acheh yang merupakan bagian dari pemerintah pusat dengan ditentukan pembagian keuangan dan pengangaturan wilayahnya sendiri dengan dilengkapi lembaga-lembaga pemerintah daerahnya ditambah dengan pemasukan unsur penerapan syariat Islam yang dipadukan kedalam pelaksanaan kedalam sistem peradilan nasional agar supaya rakyat muslim Acheh mau tetap berada dalam kerangka Negara Pancasila yang telah menelannya itu.

Inilah model dan cara Snouck Horgronye penasehat Belanda untuk bisa mengatur dan mengikat rakyat muslim Acheh di Negeri Acheh.

Jadi Ardiansyah kunyuk rawun, kalau kalian hanya bisanya terus-menerus memegang tali ikatan rapuh mpu Tantular yang dijabarkan kedalam bentuk UU No.18/2001 dan diterapkan di daerah Acheh, maka itulah yang dinamakan sistem penjajahan dengan memakai taktik dan cara Snouck Horgronye. Dan cara Snocuk Horgronye ini dijiplak oleh Soekarno dan Susilo Bambang Yudhoyono menjadi cara penjajahan model Soekarno dan Susilo Bambang Yudhoyono yang diterapkan di Acheh sebagaimana dulu diterapkan oleh Snouck Horgronye.

Dengan memakai cara dan metode pajajahan yang disarankan Snouck Horgronye inilah mengapa itu pihak Soekarno dan Susilo Bambang Yudhoyono bisa menutupi dirinya dari anggapan dan tuduhan menjajah. Karena dengan cara mengikuti model Snouck Horgronye ini diusahakan agar supaya rakyat muslim Acheh diberi umpan dengan syariat Islam, walaupun isinya dicampur-adukkan dengan sistem peradilan thaghut pancasila, seperti UU No.18/2001. Kemudian rakyat Acheh diberikan pendidikan, dibangunkan masjid, seperti Belanda dulu membangunkan mesjid Baiturrahman yang sudah hancur dimakan peluru Belanda. Tetapi karena pihak Belanda mengikuti saran Snouck Horgronye, maka dibangun kembali mesjid yang sudah hancur itu untuk dijadikan umpan dan alat sogok kepada rakyat Acheh. Begitu juga rakyat muslim Acheh diberikan kehidupan ekonomi yang cukup, agar supaya tidak bangkit menuntut negerinya yang sedang dijajah. Seterusnya rakyat Acheh harus didekati para ulamanya dan dibantu dengan umpan-umpan berupa uang dan bantuan agar jangan melakukan protes kepada pihak Pemerintah pusat dan daerah. Selanjutnya, jangan sampai diberikan kebebasan untuk mempelajari Islam hubungannya dengan Negara, pemerintahan dan politik. Islam hanya untuk pribadi saja. Kemudian lagi kalau ada yang secara terang-terangan menentang kebijaksanaan penjajah, maka harus ditindak dengan kekuatan senjata sampai habis.

Nah, inilah cara dan metode yang disarankan oleh Snocuk Horgronye kepada pihak Gubernur Jenderal Belanda di Acheh. Dan cara inilah yang ditiru oleh pihak Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati dan sekarang Susilo Bambang Yudhoyono.

Selanjutnya, itu sudah dijelaskan oleh Ahmad Sudirman mengenai kata-kata "Indonesia tanah airku" itu bukan dasar hukum untuk legalisasi Negeri Acheh masuk kedalam sangkar burung negara sekuler pancasila RI.

Memang itu Ardiansyah kunyuk rawun dan juga itu Muba dari Paris telah melambungkan kata Indonesia yang diartikan sebagai alat legalisasi Negeri Acheh masuk kedalam sangkar Negara RI-Jawa-Yogya. Apalagi kalau itu nama dan tulisan Indonesia dibuat oleh orang Acheh. Sehingga dianggap makin jelas, bahwa nama atau tulisan Indonesia dijadikan sebagai status legal Acheh masuk kedalam gua Negara RI-Soekarno.

Ardiansyah kunyuk rawun. Apa yang bisa kalian pertahankan, kalau hanya ilmu kalian sangat cetek, baik itu pengetahuan yang menyangkut hukum, ketatanegaraan, sejarah, penegakkan dan pelaksanaan syariat Islam. Kalau kalian mau mempertahankan Negeri Acheh berada dalam sangkar RI, maka kalian harus mampu menunjukkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas yang menyatakan bahwa memang benar itu Negeri Acheh menjadi wilayah bagian Negara RI-Asaat atau Negara RI-Soekarno atau Negara RI.

Karena kalau kalian Ardiansyah kunyuk rawun buta dalam masalah fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyangkut Acheh dihubungkan dengan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI, maka akhirnya kalian Ardiansyah budek akan terjerumus kedalam lumpur hitam mematikan, seperti yang kalian katakan: "Tindakan yg Mulia alm Presiden Sorekarno adalah tindakan yang benar demi utuhnya persatuan dan kesatuan.karena tidak ada Norma-norma yang dilanggar oleh beliau."

Nah, itulah betul-betul kata-kata yang dikeluarkan oleh penjilat buntut Soekarno dan penelan ludah Soekarno penipu licik serta pengembek Seokarno pelanjut Patih Gajah Mada dari kerajaan hindu Majapahit dengan politik ekspansi wilayahnya ke seluruh nusantara.

Ardiansyah gombal, sampai kapanpun kalian berusaha untuk menjilat dan menelan ludah Soekarno penipu licik, pencaplok negeri Acheh, maka selama itu kalian akan berhadapan dengan Ahmad Sudirman. Dan tentu saja kalian Ardiansyah masih belum dijawab pertanyaan Ahmad Sudirman yang menyangkut kronologis lengkap jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh. Dan juga kalian belum menjawab itu pancasila yang menyesatkan dan merupakan sistem karet sebagai bentuk penjabaran dari jampinya mpu Tantular bhineka tunggal ika.

Kalau kalian Ardiansyah masih juga mengelak dari menjawab dua pertanyaan Ahmad Sudirman diatas, maka selama itu kalian memang hanya membeo dan hanya menjalankan kebijaksanaan politik penjajahan di Negeri Acheh sebagaimana yang telah dijalankan oleh Snouck Horgronye.

Dan itu kalau kalian Ardiansyah budek kalian masih juga menyinggung soal sumbangan emas untuk dibelikan pesawat bagi pihak Soekarno, itu sudah beratus kali Ahmad Sudirman katakan bahwa pemberian sumbangan emas untuk ditukar dengan pesawat adalah bukan satu dasar hukum yang kuat yang bisa dijadikan alasan Soekarno menelan dan mencaplok negeri Acheh masuk kedalam RIS. Sumbangan rakyat Acheh dalam bentuk emas itu adalah seperti juga rakyat Sweden yang menyumbangkan bantuan dan uang bagi korban tsunami di Acheh, Srilangka, Thailand, Somalia, dan Maladewa. Tidak ada itu merupakan suatu dasar hukum untuk menyatakan bahwa Swedia merupakan wilayah RI Soekarno karena rakyat dan Pemerintah Swedia menyumbang bantuan dan uang kepada RI.

Kemudian, kalau kalian menolak dan tidak mengaki semua perjanjian hukum antara pihak RI dan Belanda ketika terjadinya jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, itu artinya bahwa kalian Ardiansyah memang budek dan hanya merupakan kacungnya Soekarno dan para penerusnya yang terus-menerus menjajah Negeri Acheh.

Dan kalau kalian mengatakan kepada orang yang mengakui dan memakai dasar hukum perjanjian-perjanjian yang telah dijalankan dan dilaksanakan oleh pihak Belanda dan RI ketika dalam prosese pertumbuhahn Negara RI adalah sebagai kepanjangan tangan dari Belanda, maka itulah orang-orang budek dan kunyuk rawun yang buta tentang sejarah dan hukum yang ada dan diakui sahnya.

Itu kalau ada bekas atau mantan tahanan LP di Jawa yang tidak mengeritik dan tidak menentang kepada paa yang terjadi dalam lingkungan LP, memang itu wajar, karena tidak mungkin bagi pihak mantan GAM yang ditahan kemudian setelah dicuci otaknya dengan melalui cara tortir mental dan pisik sebelumnya akan mengakui secara terang-terangan.

Jadi, jangan bertanya kepada orang yang sudah didekap dan dipeluk oleh musuh ASNLF dan musuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Karena tidak mungkin mantan LP yang sudah didekap dan dipeluk dengan mesra akan berbalik menghantam dengan menyatakan mereka yang mendekap itu dulunya pernah mentortir mental dan phisiknya. Orang budek saja kalau percaya kepada orang yang sudah dipeluk dan didekap Susilo Bambang Yudhoyono akan menyatakan cerita negatif tentang Susilo Bambang Yudhoyono. Orang itu sudah kena suap dan kena racun pancasila, seperti Ardiansyah kunyuk budek ini.

Itu nama Sudirman bukan milik orang Jawa. Itu nama Sudirman asalnya dari luar Jawa. Dari Pakistan, India, Bangladesh, Srilangka. Mentang-mentang itu jendral yang ditandu memakai nama Sudirman, diakui pula nama Sudirman milik mbahnya orang Jawa, dasar budek kalian Ardiansyah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Subject: ASNLF harus belajar bahasa Indonesia yang baik Dan benar
Date: Wed, 23 Feb 2005 16:13:38 +0700
From: <Muhammad.Ardiansyah@hm.com>
To: <ahmad@dataphone.se>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <balipost@indo.net.id>, <newsletter@waspada.co.id>, <redaksi@pikiran-rakyat.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <hudoyo@cbn.net.id>, <jktpost2@cbn.net.id>, <redaksi@kompas.com>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <webmaster@detik.com>, <kompas@kompas.com>, <Padmanaba@uboot.com>, <solopos@bumi.net.id>

Assalamu'laikum wr wbr.

Mas daitu Pungo Ahmad Sudirman.
Arti kata Pemerintah adalah unsur - unsur penyelenggara negara, Seperti badan - badan legislatif dan eksekutif. Sedangkan arti pemerintahan adalah komponen penyelenggara negara , seperti aparat Pemda, Bupati dll. System pemerintahan adalah sebuah system yang dianut sebuah negara didalam praktek penyelenggaraan negara. Jadi mas daitu Pungo Yang TOLOL.. kenapa Harus Ardiansyah jelaskan seperti itu ? KARENA , PEMERINTAHAN TIDAK BISA DILAKSANAKAN SENDIRI , MELAINKAN BERSAMA - SAMA , sedangkan kalau yang dimaksud itu adalah orang - orang yang berada dipemerintahan itu adalah orang Acheh, jelas sudah dilakukan , siapa Guberur Acheh yang korup itu ? dia adalah Acheh pungo seperti Ahmad Sudirman dkk.dan kalau Maksudnya adalah System pemerintahan sesuai dengan kehendak Rakyat acheh , mau tidak mau harus dilaksanakan Plebisit ,dan itu tidak akan dilakukan ditengah negara yang berdaulat seperti
Indonesia !

Nah sedangkan " kata - Kata Indonesia tanah airku " adalah bentuk pengakuan dan rasa memiliki Indonesia , terlepas dari bagaimana keadaan Indonesia. Saudara Daitu telah terpojok dgn pernyataannya sendiri. Saat ditanyakan apa bukti dari penjajahan di Acheh , selalu dijawab dengan melantur, sedangkan Ardiansyah si kunyuk rawon ini sudah siap menghadapi pertanyaan konyol Ahmad Sudirman apabila hal itu akan timbul di persidangan nanti.

Anda selalu bertanya apa dasar hukumnya. Anda Tahu apa itu arti hukum ? Hukum adalah Norma - norma yang ada didalam suatu masyarakat. jadi apabila rakyat acheh tidak merasa
terjajah , maka Tindakan yg Mulia alm Presiden Sorekarno adalah tindakan yang benar demi utuhnya persatuan dan kesatuan.karena tidak ada Norma -
norma yang dilanggar oleh beliau.

Terlepas dari benar tidaknya tindakan tersebut , rakyat acheh dari dahulu memang telah sadar akan berbangsa dan bertanah air.lihat sejarah pekikan kemerdekaan dari tanah rencong.

Mad daitu pungo Ingat , daerah yang menyumbangkan Pesawat pertama adalah Acheh , jadi secara Moral acheh. Kalau anda menyebutkan Perjanjian Renvile sebagai dasar hukumnya , jelas anda adalah kepanjangan tangan dari Belanda.

Nah saudara Ahmad Sudirman Yang baik dan cantik seperti lenong tukang gorengan udah tauuu kaaan dan kenyataannya lagi anda tau enggak , Mantan Anggota TNA di lembaga Pemasyarakatan , berdasarkan pengamatan , tidak tersirat adanya penyiksaan disana... nah kalo mau ngerasain , dateng deh ke Indonesia , bergabung dengan babi liar Anda, kalo beruntung enggak ditembak , anda akan diselamatkan oleh TNI dari kesesatan, dan nikmatilah kebebasan dari hari - hari anda dari perasaan membenci RI.

Jadi dari segi mana Ardiansyah si kunyuk rawon ini harus menerima pendapat Si Keledai tua gila Ahmad sudirman ?. Mad. Bangun dan lihat kenyataan , rakyat Acheh yang telah sadar itu
siapa, ? kalau anda mengaku dkk mengaku sbg rakyat Acheh , berarti anda tidak tahu malu !, Nota bene orang swedia kok ngaku - ngaku orang Acheh.

Mad bego ! Di Sumatra enggak ada yang namanya Sudirman. itu sih nama Jawa tau !! ha ha ha kasihan yah , mau ganti nama dari Merdeka menjadi Pemerintahan sendiri aja sampai keluar tai ijonya hiiii, belajar sama anak kelas 1 SD disini Mad .. percuma jadi Sarjana , enggak tahu apa - apa ... Hoek ! Cuih !!

Mohon maaf kalau kata - katanya agak kasar..kan ini bunga - bunga diskusi .. he he he

Wassalam

Ardi

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------