Stockholm, 24 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH IKAT ACHEH PAKAI TALI THAGUT PANCASILA SAMPAI KELUAR URAT LEHER, TANGAN & KAKINYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO HANYA CEKIKIKAN MELIHAT ARDIANSYAH BUDEK IKAT ACHEH PAKAI TALI THAGUT PANCASILA SAMPAI KELUAR URAT LEHER, TANGAN & KAKINYA

"Kalo Si Ahmad tua gila bau sampah itu bilang kalau Pancasila thoghut , yaa jelas goblok banget sih. Yang namanya Thoghut itu berhala yang di sembah dan di puja, sedangkan Pancasila cuma menjadi Falsafah hidup Bangsa Indonesia dengan di dorong keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas dalam ke aneka ragaman , maka dipakailah Pancasila sebagai dasar negara. Mad kalo Matamu Meleeeek, Pancasila itu& UUD 1945 itu tidak bertentangan dengan Islam. Lihat saja pandangan Picik kamu tentang sila pertama panca sila yang di anggap bertentangan?" (Muhammad Ardiansyah , ardiansyah_hm@yahoo.com , Thu, 24 Feb 2005 09:49:38 +0000 (GMT))

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Rupanya kunyuk rawun ini masih juga keluyuran di Jakarta. Disini ia mencoba pula untuk membela sistem thagut pancasila sampai urat-uratnya, kelihatan menjulur di hampir seluruh kaki tangannya, saking kerasnya memegang tali buhul sistem thagut pancasila yang sudah diulas racun mpu Tantular yang dililitkan dalam bentuk tali bhineka tunggal ika yang dikoreknya dari buku gombal hindu jawa sutasoma-nya.

Ardiansyah kunyuk rawun, kalau kalian menyinggung thagut, itu artinya bisa bentuk apa saja, dari mulai bentuk bungkusan yang berisikan keyakinan, kepercayaan, falsafah, dasar negara, sumber hukum, yang bukan mengacu kepada Allah SWT, itulah semua bisa dinamakan thagut.

Jadi, kalau itu yang kalian namakan falsafah pancasila yang ketika digali oleh mbah Soekarno tidak digali dari sumber yang diturunkan Allah SWT, melainkan dari sumber ideologi komunisme, sosialisme, internasionalisme, nasionalis, Yahudi, kejawen, dan dari tempat-tempah sampah pohon beringin lainnya, maka itulah yang dinamakan thagut dalam bentuk falsafah.

Nah, karena itu falsafah pancasila yang merupakan thagut hasil ramuan dan perasaan dari berbagai isme yang dikorek Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945, dan dipersembahkan kepada orang-orang Jawa, termasuk juga orang non Jawa, seperti Ardiansyah budek ini. Tetapi tentu saja karena yang mayoritas orang Jawa, maka itu orang-orang Jawa ini, disamping sudah penuh dijejali oleh paham kejawen, disuapi pula dengan kueh donat yang digulung dengan campuran falsafah pancasila yang telah dililit tali gula merah bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular. Sehingga itu orang-orang yang ada di Jawa terdindih makin kuat. Dimana tindihan pertama oleh batu-batu kejawen, kemudian ditimpa dengan tindihan batu-batu kedua, yang berbentuk falsafah pancasila yang merupakan jelmaan dari thagut hasil campuran dan kombinasi isme-isme yang ada di dunia ini.

Jadi Ardiansyah budek, kalau itu mereka yang menamakan dirinya bangsa yang sudah dicekoki thagut pancasila yang sudah dijelmakan sebagai bentuk ikatan falsafah bangsa kejawen, maka sudah bisa dipastikan itu yang namanya falsafah thagut pancasila akan ditolak oleh orang-orang Acheh. Buktinya ketika Teungku Muhammad Daud Beuereueh memproklamasikan NII-nya di Acheh pada tanggal 20 september 1953, ternyata yang paling duluan disebutkan dalam proklamasi atau Maklumatnya itu adalah bebas dari pengaruh kekuasaan pancasila.

Coba pikirkan dan renungkan secara mendalam. Mengapa itu Teungku Muhammad Daud Beureueh sampai sedemikian rupa memformulasikan isi maklumat NII itu dengan menempatkan kata-kata bebas dari pengaruh kekuasaan pancasila dan ditempat dipaling atas dalam maklumat NII-nya itu ?.

Karena Teungku Muhammad Daud Beureueh menganggap bahwa betapa bahayanya kalau itu yang dinamakan falsafah pancasila, memasuki dan merembes masuk kedalam rongga-rongga tubuh dan pikiran-pikiran rakyat muslim Acheh.

Kemudian, kalau itu rakyat yang ada di Nusantara ini yang terdiri dari ratusan suku mau disatukan oleh Soekarno, maka yang paling sederhana yang pernah dilakukan oleh Soekarno adalah hanya mencomot dan mengorek racun yang terkandung dalam sutasomanya mpu Tantular yang dalam satu bagiannya membahas tali serbuk yang bernama bhineka tungggal ika.

Nah, dengan tali serbuk racun yang ada dalam sutasoma yang bernama bhineka tunggal ika inilah yang dijadikan alat pengikat suku-suku yang ratusan itu oleh Soekarno. Kemudian yang ratusan suku itu disusun dan dibariskan dibawah lambang burung garuda yang sedang melebarkan sayapnya dengan kainya menginjak diatas kayu melengkung bertuliskan bhineka tunggal ika dengan memancarkan sinar kemerah-merahan seperti sinar warnanya kaum komunis, yang dikemudian hari menjadi kompanyonnya Soekarno.

Kemudian itu Ardiansyah kunyuk rawun ini mencoba terus untuk meyakinkan orang-orang yang otaknya sudah hampir lemah dengan tiupan angin berupa untaian batu-batu kerikil yang didalamnya berisikan cairan-cairan kata yang mengandung arti "Pancasila itu & UUD 1945 itu tidak bertentangan dengan Islam".

Nah karena Ardiansyah budek kunyuk rawun ini menyatakan bahwa pancasila & UUD 1945 tidak bertentangan dengan Islam, maka dianggaplah pancasila dan UUD 1945 bukan thagut, melainkan hanya merupakan falsafah negara. Inilah akal bulus Soekarno yang ditiru oleh Ardiansyah budek ini. Mengapa ?

Karena, kalau digali lebih dalam itu kandungan pancasila dan UUD 1945, maka akan terkuaklah bahwa isi pancasila dan UUD 1945 penuh dengan ulat-ulat bulu yang didalamnya mengandung racun mematikan umat Islam.

Dimana misalnya ulat bulu pertama yang dinamakan ketuhanan yang maha esa. Seperti yang sudah dijelaskan Ahmad Sudirman dalam tulisan sebelum ini bahwa yang dinamakan dengan ketuhanan yang maha esa menurut pancasila adalah ketuhanan yang maha esa yang bisa ditarik, diputar, dibelokkan, dibelit.belit, persis seperti karet. Mengapa ?

Karena, kalau orang muslim yang mukmin melihat ulat bulu pancasila sila ketuhanan yang maha esa dengan memakai kacamata Islam, maka akan diproses melalui kontrol saringan QS Al Ikhlas: "Katakanlah Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (Al-Ikhlash, 1-4).

Kemudian, apakah itu butiran ketuhanan yang maha esa bisa tersaring oleh saringan kontrol Al-Ikhlas, 1-4 diatas atau tidak.

Untuk membuktikannya, harus melihat pada konstitusi RI atau UUD 1945, yaitu apakah ada dalam konstitusi RI atau UUD 1945 pasal-pasal yang didalamnya menjadikan Islam sebagai agama resmi dan satu-satunya agama yang diakui di RI ?. Ternyata jawabannya adalah Islam bukan agama resmi dan bukan satu-satunya agama yang ada di RI.

Nah, terbukti sudah, bahwa ketika butiran ketuhanan yang maha esa yang disaring oleh saringan kontrol QS Al-Ikhlas, 1-4 dengan dibantu oleh angin yang keluar dari UUD 1945, ternyata tidak ada satupun butiran yang dapat tersaring oleh saringan kontrol Al-Ikhlas, 1-4 itu.

Dimana cairan-cairan sila ketuhanan yang maha esa dalam pancasila itu memang bukan yang dimaksud dengan apa yang tertuang dalam Al-Ikhlas 1-4 itu. Artinya sila ketuhanan yang maha esa yang ada dalam pancasila itu bukan mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dalam QS Ikhlas 1-4 tersebut. Mengapa ?

Karena kalau memang benar itu cairan sila ketuhanan yang maha esa merupakan sumber ketauhidan dan aqidah Islam, maka sudah jelas, Islam hanyalah satu-satunya agama resmi yang diakui menjadi agama negara di RI ini. Tetapi, kenyataannya, Islam bukan agama resmi, bukan agama negara, dan bukan agama satu-satunya yang ada di RI.

Yang jelas dan pasti, itu cairan sila ketuhanan yang maha esa adalah hanya merupakan untaian kata yang bisa ditafsirkan dan disesuaikan dengan keinginan dari masing-masing kelompok saja. Misalnya, bagi orang yang beragama kristen, yang dinamakan ketuhanan yang maha esa adalah tuhan bapa. Bagi para pemeluk aliran kebatinan yang dinamakan ketuhanan yang maha esa adalah sanghiyang yang ada diawang-awang, atau yang dalam hati, atau yang ada disekitar kita. Begitu juga bagi orang-orang kepercayaan yang memiliki kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dijelmakan dalam bentuk patung besar, maka yang dinamakan dengan ketuhanan yang maha esa adalah patung yang besar itu.

Jadi, kalau mempelajari dari apa yang ditafsirkan oleh setiap kelompok agama atau aliran yang ada di RI dalam hal ketuhanan yang maha esa itu, maka menurut Islam, itu cairan sila ketuhanan yang maha esa tidak bisa diterima. Dikarenakan pengertian dan hakekat dari cairan sila ketuhanan yang maha esa menurut Islam, bukan seperti yang dimaksudkan oleh ketuhanan yang maha esa seperti yang ada dalam pancasila itu.

Nah, dengan tidak adanya hubungan antara ketuhanan yang maha esa yang ada dalam pancasila dengan apa yang tertuang dalam dasar QS Al-ikhlas 1-4 itu, maka cairan sila ketuhanan yang maha esa dalam pancasila itu hanyalah merupakan untaian kata yang tidak berarti apa-apa bagi Islam. Mau dipasang, dibuang, dirobah, diganti, tidak ada pengaruhnya bagi Islam. Karena itu cairan sila ketuhanan yang maha esa adalah satu bentuk hasil pemikiran manusia model Soekarno yang tidak ada hubungannya dengan ketauhidan dan aqidah Islam. Jadi cairan sila ketuhanan yang maha esa yang ada dalam pancasila itu hanya merupakan bentuk thagut yang dijadikan sebagai bahan isme-isme bagi siapa yang memerlukannya.

Itulah Ardiansyah, karena sila ketuhanan yang maha esa adalah sila yang ditolak dan tidak bisa dimasukkan kedalam ketauhidan dan aqidah Islam, maka pancasila secara keseluruhan hanyalah merupakan isme-isme yang berupa jelmaan dari thagut saja.

Kalau Ardiansyah mengatakan: "ketuhanan yang maha Esa itu mensyaratkan kalau mau hidup di bumi Nusantara , haruslah beragama, Rasulullah saw pun tidak memerangi kaum nasrani. Jadi kalo kafir Quraish macam kamu , yaa ditendang dari bumi Indonesia!!"

Adalah pernyataan Ardiansyah yang salah kaprah dan budek. Mengapa ?
Karena menurut UUD 1945 tidak ada dinyatakan bahwa persyaratan untuk hidup di nusantara atau RI harus beragama. Orang yang ateis dan tidak percaya kepada tuhan dan tidak memiliki agama bisa tinggal dan hidup di nusantara atau di RI ini. Bahkan kalau membaca apa yang tertuang dalam UUD 1945 "Negara menjamin kemerdekaan tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu" (UUD 1945, Bab XI pasal 29 ayat 2). Justru ayat ini menunjukkan bahwa bukan hanya yang beragama, yang tidak beragamapun bisa bebas hidup menurut keinginan,kemauannya, dan keyakinannya.

Seterusnya kalau Ahmad Sudirman selalu menyatakan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri adalah ditujukan kepada keinginan untuk berdiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila dengan UUD 1945-nya.

Untuk bebas mementukan nasib sendiri, merdeka, bebas dari pengaruh dan penjajah asing, memang ditulis dalam pembukaan UUD 1945 "Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan."

Nah, disinilah mengapa itu pihak Eksekutif, legislatif RI telah melanggar dasar hukum nasionalnya sendiri, dengan tetap menduduki dan menjajah Negeri Acheh, Papua Barat dan Maluku Selatan.

Ardiansyah kunyuk rawun, kalau kalian menyatakan: "dasar moral terbentuknya NKRI adalah Rasa Persatuan dan kesatuan yang sudah terpatri sejak dahulu kala". Itu adalah alasan dan argumentasi gombal.

Coba ceritakan bagaimana itu terbentuknya NKRI, apakah ada didalamnya dasar moral yang berbentuk rasa persatuan dan kesatuan ?. Kalau memang ada rasa persatuan dan kesatuan, mengapa itu ketika Presiden RIS Soekarno memasukkan Negeri Acheh tidak meminta kepada seluruh rakyat dan pimpinan rakyat Acheh kesediaannya untuk mengizinkan dan mengiyakan menjadi bagian RIS dan RI ? Dan mengapa itu Maluku Selatan terus saja dimasukkan walaupun Maluku Selatan telah diproklamasikan bebas dari Negara Indonesia Timur pada saat RIS masih berdiri ? Dimana letaknya rasa persatuan dan kesatuan itu dihubungkan dengan negeri Acheh dan Maluku Selatan ?

Tentang masalah keadaan aman dan kondusif di Acheh, proses dan mekanismenya sedang dirundingkan oleh pihak RI-ASNLF di Helsinki dan Koningstedt, Finlandia. Dan diharapkan masalah gencatan senjata dengan diawasi oleh tim pengawasa militer asing akan berada di Acheh. Dan juga pasukan non-organik TNI akan ditarik dari Acheh. Negeri Acheh akan mempunyai Pemerintah Sendiri dengan UU-nya sendiri. Tunggu saja. Siapa yang akan memerintah, itu diserahkan kepada seluruh rakyat Acheh.

Kemudian, itu soal kapal besar lebih baik dari kapal kecil, atau sebaliknya, itu keputusannya diserahkan kepada seluruh rakyat Acheh melalui plebisit atau referendum.

Terakhir, kalau mimbar bebas ini dijadikan sebagai "ajang promosi karir Ardiansyah kunyuk rawun" itu hak kalian. Tidak ada aturan dan persyaratan di mimbarbebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Thu, 24 Feb 2005 09:49:38 +0000 (GMT)
From: muhammad ardiansyah ardiansyah_hm@yahoo.com
Subject: Ahmad Sudirman terlalu bodoh, dalam mengambil kesimpulan mana bisa jadi MenLu ? atau corongnya ASNLF !
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Serambi Indonesia <serambi_indonesia@yahoo.com>, balipost <balipost@indo.net.id>, waspada <redaksi@staff.detik.com>, nin@kompas.com, humas@dpr.go.id, bsatya@t-online.de, bambang_hw@rekayasa.co.id, rizki.herucakra@db.com, chairil2000@yahoo.com, hermanranuwiharjo@email.com, zikry@cbn.net.id, nur-abdurrahman@telkom.net, as_fitri04@yahoo.com, asadullah_abujihad@yahoo.com, sutanlatief@yahoo.com, kinana@gmail.com, heda1912@yahoo.com, apalahu2000@yahoo.co.uk

Assalamu'alaikum,

Mad daitu Pungo. Memang Ardiansyah memakai fasilitas alamat email HM , dikarenakan tidak bisa akses ke internet , kecuali dari rumah atau warnet. Semua resiko memang telah ditanggung , lagi pula siapa yang sedih kalo masa magangnya di percepat ? toh di rumah masih bisa buka internet kok ? dan lagi pula memang masa sekarang harus siap - siap untuk sidang , buat memperkuat hasil skripsi yang hasilnya memang yang sebenarnya.

Jadi kalo Si Ahmad tua gila bau sampah itu bilang kalau Pancasila thoghut , yaa jelas goblok banget sih. Yang namanya Thoghut itu berhala yang di sembah dan di puja, sedangkan Pancasila cuma menjadi Falsafah hidup Bangsa Indonesia dengan di dorong keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas dalam ke aneka ragaman , maka dipakailah Pancasila sebagai dasar negara.

Mad kalo Matamu Meleeeek, Pancasila itu& UUD 1945 itu tidak bertentangan dengan Islam.
Lihat saja pandangan Picik kamu tentang sila pertama panca sila yang di anggap bertentangan?

Ketuhanan yang maha Esa itu mensyaratkan kalau mau hidup di bumi Nusantara , haruslah beragama, Rasulullah saw pun tidak memerangi kaum nasrani. Jadi kalo kafir Quraish macam kamu , yaa ditendang dari bumi Indonesia!!

Kalau berkali - kali anda menyebutkan bahwa rakyat Aceh di bilang sudah sadar menentukan nasibnya sendiri, maka didalam UUD 45 telah diatur tentang itu, dan itu berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia. Mad daitu Pungo tolol goblok dan udah bau ompol.

Dasar Hukum tentang Pendudukan acheh itu bukan berlandaskan perjanjian Renville, atau kemauan ASNLF semata, tapi dasar moral terbentuknya NKRI adalah Rasa Persatuan dan kesatuan yang sudah terpatri sejak dahulu kala.

Dan berkali - kali pula Ardiansyah menjawab, tapi anda masih terus aja nanya kasihan yah ternyata yang suka ngatain Budek itu benar - benar budek sendiri.

Mad , kalo mbak Eny martono tidak mau jawab , karena beliau katanya enggak mau meladeni gilanya kamu , tapi karena kamu dan saya sama - sama gila ,maka saya akan terus menjawab sampai kamu sadar akan kesalahan kamu sendiri , he he he.

Dan satu lagi yang mau saya kasih tau ( emang kalo ngasih tau ke orang bego itu harus berkali - kali ) RAKYAT ACHEH ITU TIDAK PERDULI SIAPA YANG MEMERINTAH , YANG PENTING KEADAAN AMAN & KONDUSIF dan lagi pula Rakyat aceh yang memiliki kesadaran menentukan nasibnya sendiri adalah rakyat aceh yang ingin tetap bersama - sama dengan saudaranya se nusantara.

Mad daitu pungo !, lebih baik berada di kapal besar dari pada dikapal kecil. Goblok jugaa yah kamu mad.. mad mad yang ngaku orang aceh itu ya kamu itu , kalau saya berapa kali saya bilang , dari pacar aja udah orang aceh. tanah punya disana, apalagi yang diragukan kalo saya orang aceh ?

Strategi saya udah benar tahu , Milis ini sebagai ajang promosi karir saya juga eh tau enggak , dari milis itu tadi siang saya dapet info kalo saya boleh gabung kerja di perusahaannya , wahhh enak juga yah , habis maki - maki situa bangka ehh malah dapet kerjaan tetap , sedaaaaaap. jadi maksudnya jatuh kelumpur itu apa yah ?Mad yang ngasih saya kerjaan itu orang aceh juga lho he he he asyik ya. By the way , Thanks ya kawan - kawan atas bantuannya tetap dalam rasa persatuan di dalam NKRI.

Wassalam

Ardi

ardiansyah_hm@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------