Stockholm, 26 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ABU PEUREULAK DI SINGAPORE, MENGHADAPI PENJAJAH RI HARUS PAKAI OTAK, BUKAN PAKAI DENGKUL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

PERLU DIKETAHUI OLEH ABU PEUREULAK DI SINGAPORE, ITU KALAU BERJUANG MENGHADAPI PENJAJAH RI HARUS PAKAI OTAK, BUKAN PAKAI DENGKUL

"Wahai GAM Swedia pengkhianat, kalian tuduh bangsa Aceh yang tidak sesuai dengan pikiran kalian sebagai pengkhianat bangsa alias menjual Aceh ke RI. Kalian, yaitu Hasan Tiro Laknatullah, Malek Mahmud Laknatullah, Bachtiar Abdullah Laknatullah dan Zaini Abdullah Laknatullah lebih haramjadah telah menjual bangsa Aceh kepada Pemerintah RI kafir Jawa. Kalian telah menjual darah para syuhada yang telah lama memperjuangakan tanah dan endatu bangsa Aceh. Kalian tidak akan diterima oleh Allah di dunia dan di akhirat. Lihatlah wahai kafir haramjadah, sisksaan cepat atau lambat akan menimpa kalian. Sekali saja kalian jual bangsa Aceh untuk menerima otonomi khusus, kalian akan dicincang nanti sampai ke anak cucu oleh seluruh bangsa Aceh yang tetap mempertahankan kemerdekaan bangsa Aceh." (Abu Peureulak, abu_dipeureulak@yahoo.com ,Sat, 26 Feb 2005 03:52:04 -0800 (PST))

Baiklah Abu Peureulak alias Abu Pinyeung di Singapore, Singapore.

Membaca apa yang dilontarkan oleh Abu Peureulak alias Abu Pinyeung adalah seperti suara gombalnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dari Negara sekuler Pancasila.

Kesalahan taktik dan strategi yang dilakukan Teungku Muhammad Daud Beureueh ketika menghadapi penjajah Soekarno dengan RI-pancasilanya adalah karena pihak Teungku Muhammad Daud Beureueh tertipu oleh racun umpan amnesti dan abolisi Soekarno, sehingga Teungku Muhammad Daud Beureueh turun dan menyerah kepada Soekarno dengan burung garudanya.

Nah, hal demikian tidak akan terulang kembali ketika perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila, dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Apa yang disodorkan pihak ASNLF ketika melakukan perundingan putaran II di Koningstedt Finlandia 21-23 Februari 2005 dengan konsepsi Pemerintah Sendiri atau Self Government adalah tidak sama dengan masalah otonomi khusus dan UU No.18/2001yang disodorkan Susilo Bambang Yudhoyono.

Coba tunjukan di mimbar bebas ini oleh kalian Abu Peureulak alias Abu Pinyeung kalau yang dinamakan konsepsi Pemerintah Sendiri (Self Government) yang disodorkan pihak ASNLF sama dan sebangun dengan otonomi khusus dan UU No.18/2001-nya yang disodorkan Susilo Bambang Yudhoyono ?

Sebelum kalian menjelaskan secara detil di mimbar bebas ini tentang self government dan otonomi khusus, jangan kalian seenaknya menyatakan dan memvonis dengan vonis membabi buta sambil mengatakan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dengan stafnya "menjual Aceh ke RI" atau "menjual bangsa Aceh kepada Pemerintah RI kafir Jawa" atau "menjual darah para syuhada yang telah lama memperjuangakan tanah dan endatu bangsa Aceh" ?

Coba buktikan dulu apakah benar itu yang disodorkan oleh pihak ASNLF dengan kartu konsepsi self govenrment sama dan sebangun dengan otonomi khususnya Susilo Bambang Yudhoyono dan UU No.18/2001-nya ?

Kalau kalian masih belum bisa menguraikan secara detil dan terperinci mengenai apa yang disodorkan oleh pihak ASNLF tentang self government, lalu kalian sudah dengan seenaknya berbual dengan berbagai kutukan kalian, maka itu namanya kalian hanya menggunakan dengkul dan bisa diperalat oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono dengan TNI-nya untuk menghancurkan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Itu saudara Bakhtiar Abdullah telah menjelaskan kemarin, Jumat, 25 Februari 2005 tentang self government ini. Coba baca dulu apa itu yang ditulis dan dijelaskan oleh saudara Bakhtiar Abdullah itu. Kalian bisa baca itu pernyataan dan keterangan saudara Bakhtiar Abdullah yang berjudul "Bakhtiar Abdullah: Penjelasan tentang "Self-Government" dalam perundingan ke 2 di Helsinki-Finlandia di http://www.dataphone.se/~ahmad/050225e.htm .

Nah, kalau kalian hanya bisa menggunakan dengkul menghadapi penjajah RI-Jawa-Yogya, maka kalian akan mudah disantap oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya. Tetapi, kalau kalian smart dan pandai, maka kalian akan mempergunakan otak dan kepandaian kalian untuk menghadapi kelicikan pihak penjajah RI-Jawa-Yogya. Dengan memakai otak dan kepandaian dalam perundingan menghadapi pihak Susilo Bambang Yudhoyono, maka itu batu penyelesaian komprehesif model Susilo Bambang Yudhoyono dengan otonomi khusus dan UU No.18/2001-nya telah mampu dipecahkan oleh pihak ASNLF melalui tembakan peluru konsepsi self government-nya.

Nah kalau kalian masih saja budek untuk memahami bagaimana memecahkan batu penyelesaian konflik komprehensif model Susilo Bambang Yudhoyono ini, maka kalian jangan banyak bercuap dan melambungkan isi kepala kalian yang telah banyak dipengaruhi oleh jalur pikiran para pendukung penjajah RI yang banyak berkeliaran di Singapore ini.

Coba perhatikan, apa yang terjadi setelah itu peluru self government ditembakkan oleh pihak ASNLF ? Ternyata itu batu besar penyelesaian konflik komprehensif model Susilo Bambang yudhoyono pecah, menjadi batu-batu kecil yang didalamnya mengandung masalah gencatan senjata, sistem monitor gencatan senjata, masalah HAM, masalah amnesti, masalah penarikan 50.000 pasukan non-organik TNI, masalah pemilihan umum khusus di Acheh, masalah UU yang mengatur Pemerintah Sendiri.

Coba kalau itu tim juru runding ASNLF budek, seperti kalian yang dari Singapore ini, maka jelas itu pihak Susilo Bambang Yudhoyono akan terus petentengan dengan otonomi khusus dan UU No.18/2001-nya.

Nah sekarang, itu pihak Susilo Bambang Yudhoyono pusing tujuh keliling. Akhirnya, itu Susilo Bambang Yudhoyono terus ngotot juga dengan kartu gombalnya otonomi khusus UU No.18/2001, yang didukung oleh para mantan Jenderal TNI yang seperti cacing kepanasan ketika mendengar kartu self government yang disodorkan oleh pihak ASNLF dalam perundingan RI-ASNLF putaran II di Koningstedt, Finlandia.

Jadi, Abu Peureulak alias Abu Pinyeung di Singapore, coba kalian sebelum buka mulut di mimbar bebas ini pikirkan dulu secara mendalam apa yang dimaksud dan yang ada dalam konsepsi self government yang disodorkan pihak ASNLF. Jangan hanya mengikuti langkah dan bisikan propaganda budek dari pihak TNI dan pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan kacung-kacungnya yang banyak berkeliaran di kota Singapore ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sat, 26 Feb 2005 03:52:04 -0800 (PST)
From: abu peureulak abu_dipeureulak@yahoo.com
Subject: GAM SWEDIA PENGKHIANAT KAFIR LAKNATULLAH
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se

Wahai GAM Swedia pengkhianat, kalian tuduh bangsa Aceh yang tidak sesuai dengan pikiran kalian sebagai pengkhianat bangsa alias menjual Aceh ke RI. Kalian, yaitu Hasan Tiro Laknatullah, Malek Mahmud Laknatullah, Bachtiar Abdullah Laknatullah dan Zaini Abdullah Laknatullah lebih haramjadah telah menjual bangsa Aceh kepada Pemerintah RI kafir Jawa.

Kalian telah menjual darah para syuhada yang telah lama memperjuangakan tanah dan endatu bangsa Aceh. Kalian tidak akan diterima oleh ALLLAH di dunia dan di akhirat.

Lihatlah wahai kafir haramjadah, sisksaan cepat atau lambat akan menimpa kalian. Sekali saja kalian jual bangsa Aceh untuk menerima otonomi khusus, kalian akan dicincang nanti sampai ke anak cucu oleh seluruh bangsa Aceh yang tetap mempertahankan kemerdekaan bangsa Aceh.

wassalam.

Abu Pinyeung.

abu_dipeureulak@yahoo.com
Singapore, Singapore
----------