Stockholm, 28 Februari 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DELINA & INDRA, ITU YUDHOYONO & KALLA TELAH BERJANJI MEMBERIKAN PEKERJAAN BAGI SAUDARA SARJANA YANG MASIH NGANGGUR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DELINA & INDRA, ITU YUDHOYONO & KALLA TELAH BERJANJI DALAM KAMPANYE PILPRES AKAN MEMBERIKAN PEKERJAAN BAGI PARA SARJANA YANG MASIH NGANGGUR

"Pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri, saya sebagai orang Acheh yang tinggal di Jakarta dan saya belum berkeluarga. Sejujurnya, saya adalah seorang sarjana lulusan dari salah satu universitas negeri, akan tetapi saya belum memiliki pekerjaan walaupun saya telah berusaha dengan mengirimkan surat lamaran kerja ke manapun saya bisa. Bapak mungkin dapat memaklumi bahwasanya peluang kerja di Indonesia sangatlah terbatas. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka pengangguran di Indonesia yang mencapai 40 juta jiwa atau 20 % dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan saya merasa perlu untuk hijrah dari sistem yang telah carut marut di lingkungan saya sekarang kepada negara yang dapat menjamin stabilitas ekonomi warga negaranya. Bagi saya, status kewarganegaraan tidaklah begitu penting karena status kewarganegaraan tergantung dari tempat kita bermukim." (Dora Delina , doradelina@yahoo.com ,Sun, 27 Feb 2005 23:33:21 -0800 (PST))

"Nyo lon ureung Aceh na maksud keumeung mita info mengenai "pakiban cara ta jak u sweden". Lon deungo haroh na contact person, pue maksud jih lon na di Jakarta, teungoh mita kerja, tapi hadeup that lon insinyur mesin mungkin awak Eropah leubeh open mind hana that primordial. Tulong neu bri informasi." (T. Indra , ppdkjt1@yahoo.com ,Sun, 27 Feb 2005 22:05:33 -0800 (PST))

Baiklah saudara Dora Delina dan saudara T. Indra di Jakarta, Indonesia.

Terimakasih atas email dan perkenalannya. Sebelum Ahmad Sudirman memberikan penjelasan dan keterangan. Disini Ahmad Sudirman perlu memberitahukan bahwa mengenai masalah pekerjaan bagi rakyat RI adalah telah dijanjikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla ketika sedang melakukan kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

Nah, sekarang setelah mereka berdua meraih kursi Presiden dan wakil Presiden, ternyata lupa akan semua janji-janjinya itu, khususnya tentang janji untuk menyiapkan tempat kerja bagi rakyat RI yang sangat membutuhkan pekerjaan, seperti saudara Delina dan saudara Indra. Dimana saudara berdua adalah dua sarjana yang memiliki keakhlian yang sangat dibutuhkan di RI ini.

Sebenarnya bagi Ahmad Sudirman memang bisa dimengerti bahwa janji-jani Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla ketika kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden itu hanyalan janji-janji gombal alias kosong saja, terutama yang menyangkut masalah kerja, sebagai sumber penghasilan bagi kelangsungan hidup rakyat di RI.

Dan memang terbukti, walaupun itu Jusuf Kalla dengan perusahaan ayahnya H. Kalla yang memiliki NV H Kalla di Makasar itu yang penghasilannya milayaran rupiah petahunnya, ternyata tidak sanggup memberikan pekerjaan kepada saudara Indra dan Dalina yang memiliki keakhlian ini. Kan, itu gombal namanya. Hanya pandai mengobral janji palsu saja kepada rakyat di RI.

Apalagi itu kerjanya Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris, yang pandainya hanya petentengan di kandang harimau negeri kerajaannya PM Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi. Mana itu terlaksana mau adu otot melawan Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi tentang para majikan yang tidak membayar gajih kepada para pegawai gelapnya. Terbukti ketika Susilo Bambang Yudhoyono bertemu Abdullah Ahmad Badawi, sunyi senyap itu masalah yang digembar-gemborkan Fahmi Idris, malahan Susilo Bambang Yudhoyono menyuruh pulang itu semua TKI yang ilegal yang masih berada di Malaysia itu.

Nah, yang bertanggung jawab untuk menyediakan pekerjaan di RI adalah seperti itu Aburizal Bakrie, yang memiliki PT Bakrie & Brothers dan menjadi salah satu konglomerasi di RI ini sejajar dengan taipan orang Cina.

Masa saudara Indra dan Delina yang sudah sarjana masih juga mau mengemis-ngemis ke luar negeri, hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal itu Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie perusahaannya dimana-mana. Apakah karena saudara berdua orang Acheh, sehingga itu orang Bugis kelahiran Bone tidak mau memberikan pekerjaan. Kalau itu alasannya, maka budek lah itu yang jadi Wakil Presiden dan Menteri Koordinator Perekonomian itu.

Nah sekarang, tentang kemungkinan bekerja di Swedia memang kalau membaca situs tentang kerajaan Swedia adalah makmur, kaya, dan memperhatikan rakyatnya. Tetapi tentu saja, setiap Negara mempunyai kelebihan dan kekurangannya, mempunyai masalah yang berlainan, mempunyai kebijaksanaan politik ekonomi, pembangunan yang berbeda. Jadi, dalam masalah pekerjaan inipun di Swedia memang ada masalah juga. Hanya tentu saja, masalah mengenai perlunya pekerjaan bagi rakyatnya di Swedia itu diselesaikan oleh pihak Pemerintah dan pihak Pengusahanya. Di Swedia pun ada pengangguran. Banyak perusahaan yang bangkrut. Tetapi, memang begitulah dalam kehidupan ekonomi dan perusahaan, hidup dan mati. Bangun dan bangkrut. Hanya saja, tidaklah separah seperti di negerinya mbah Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Kemudian, soal bekerja di Swedia, memang ada persyaratannya, terutama bagi orang yang bukan warganegara negara-negara anggota Uni Eropah. Tentu saja persyaratan ini akan diberikan oleh pihak Kedutaan Besar Swedia yang ada di Jakarta. Apa saja persyaratan yang diperlukan guna dapat bekerja di Swedia. Disini Ahmad Sudirman tidak bisa memberikan keterangan secara detil, karena itu menyangkut masalah kebijaksanaan politik dan tenaga kerja pemerintah Kerajaan Swedia. Karena itu sebaiknya hubungi Kedutaan Besar Swedia di Jakarta. Untuk bekerja di Swedia tidak perlu menyogok, seperti yang biasa terjadi di RI. Misalnya untuk menjadi pegawai negeri saja harus menyogok sampai puluhan juta rupiah. Kan gombal dan penuh penipuan itu namanya. Misalnya untuk menjadi pegawai negeri guru saja harus menyogok puluhan juta. Kan betul-betul salah kaprah, merugikan dan menyesatkan umat saja. Apakah karena kalau menjadi pegawai negeri kemudian nantinya akan mendapat pensiun, karena itu ketika mau masuknya untuk menjadi pegawai negeri harus menyogok ? Inilah pengaruh sistem thagut pancasila dan bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular dari kerajaan hindu Majapahit yang dijiplak Soekarno mentah-mentah.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sun, 27 Feb 2005 22:05:33 -0800 (PST)
From: t indra ppdkjt1@yahoo.com
Subject: pakibannyo
To: ahmad@dataphone.se

Assalammu'alaikum.

Nyo lon ureung Aceh na maksud keumeung mita info mengenai "pakiban cara ta jak u sweden". Lon deungo haroh na contact person, pue maksud jih lon na di Jakarta, teungoh mita kerja, tapi hadeup that lon insinyur mesin mungkin awak Eropah leubeh open mind hana that primordial. Tulong neu bri informasi.

Wassalammu'alaikum.

Inda.

ppdkjt1@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Sun, 27 Feb 2005 23:33:21 -0800 (PST)
From: dora delina doradelina@yahoo.com
Subject: Silaturrahim
To: ahmad@dataphone.se

Assalamu'alaikum wr.wb.

Pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri , saya sebagai orang Acheh yang tinggal di Jakarta dan saya belum berkeluarga. Beberapa hari yang lalu saya membaca surat elektronik Bapak yang ditujukan kepada Sumitro tertanggal Agustus 2004 yang dapat dibaca pada google.com, salah satunya menyebutkan bahwa Bapak bermukim di Stokholm, Swedia. Saya langsung beranggapan bahwa Bapak seorang Acheh yang mungkin telah lama bermukim di negeri yang sangat menghargai dengan memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga negaranya tersebut, diantaranya dengan tunjangan dan pekerjaan yang dapat menjamin kehidupan ekonomi keluarga .

Sejujurnya, saya adalah seorang sarjana lulusan dari salah satu universitas negeri , akan tetapi saya belum memiliki pekerjaan walaupun saya telah berusaha dengan mengirimkan surat lamaran kerja ke manapun saya bisa. Bapak mungkin dapat memaklumi bahwasanya peluang kerja di Indonesia sangatlah terbatas. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka pengangguran di Indonesia yang mencapai 40 juta jiwa atau 20 % dari keseluruhan jumlah penduduk Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan saya merasa perlu untuk hijrah dari sistem yang telah carut marut di lingkungan saya sekarang kepada negara yang dapat menjamin stabilitas ekonomi warga negaranya. Bagi saya, status kewarganegaraan tidaklah begitu penting karena status kewarganegaraan tergantung dari tempat kita bermukim.

Setelah saya membaca situs mengenai kerajaan Swedia, saya mendapatkan bahwa kerajaan ini sangatlah makmur dan memperhatikan warga negaranya. Hal ini dapat diketahui dari relatif mudahnya memasuki dunia kerja di sana dan adanya tunjangan bagi kehidupan keluarga khususnya dalam hal finansial, terlebih di Swedia tidak terdapat diskriminasi ras maupun kesukuan, yang tentunya Bapak memahami maksud saya.

Alhamdulillah, saya mendapatkan alamat e-mail ini sehingga memungkinkan saya untuk menanyakan langsung kepada Bapak yang telah lama tinggal di Swedia, karena setahu saya untuk dapat mengenal lebih jauh kerajaan Swedia perlu adanya contact person. Saya harap Bapak berkenan memberikan informasi mengenai cara untuk dapat bermukim di wilayah kerajaan Swedia guna mendapatkan kehidupan yang lebih baik khususnya dalam hal finansial.

Saya mohon pada Bapak untuk menyempatkan membalas surat elektronik saya ini ke doradelina@yahoo.com

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Dora Delina

doradelina@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------