Stockholm, 2 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH MAKIN TERSUNGKUR TIDAK MAMPU DEKAP ACHEH WALAUPUN DIBANTU BIN YANG GOMBAL ITU
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MAKIN JELAS DAN TERANG SAJA ITU ARDIANSYAH MAKIN TERSUNGKUR TIDAK MAMPU DEKAP ACHEH WALAPUN DIBANTU BIN YANG GOMBAL ITU

"Yah, itulah tanggapan dari orang yang berlagak pintar. Tau ilmu cuma se ujung kuku, ngakunya sebuku. Mad daitu pungo, monyet & anjing perusuh rakyat Aceh. Dengar baik-baik! Beberapa kali pendapat kamu sudah saya patahkan, dan bahkan kamu enggak bisa juga menampilkan fakta gombalmu, bahkan si Ahmad orang sunda yang jadi jongos meneer karsten masih berlagak pintar. Mad daitu pungo yang tolol ! Eh Mad sedikit aja ya, kenapa saya tertawa dengan kebodohan kamu mengagungkan perjanjian Renvile : Dengar Tolol! didalam hukum internasional dikenal prinsip "rebus sic stantibus " artinya : suatu perjanjian dapat tidak berlaku / dibatalkan jikalau keadaan berubah, dulu waktu perjanjian dibuat." (Muhammad Ardiansyah, ardiansyah_hm@yahoo.com ,Wed, 2 mars 2005 13:11:36)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Akhirnya makin terbongkar saja kunyuk rawun satu ini dan tidak bisa berkutik. Walaupun kalian Ardiansyah berteriak-teriak setinggi langit, tidak akan ada yang menolong kalian. Kalian Ardiansyah sudah masuk kedalam peti es. Kunyuk rawun.

Ngaku-ngaku buat skripsi, tetapi memang dasar gombal, penipu licik. Bagaimana bisa dikatakan kalian sudah bisa mematahkan argumentasi Ahmad Sudirman. Kalau itu yang kalian katakan kunyuk rawun dengan istilah rebus sic stantibus terhadap hasil perjanjian Renville, memang salah kaprah.

Coba perhatikan, kunyuk rawun, sebelum itu mbah mu penipu licik Soekarno mencaplok Acheh, dan sebelum mbahmu bangun dari kuburnya di tempat pembuangan di Pulau Bangka. Itu perjanjian Renville yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948, dan juga perjanjian Linggajati yang ditandatangani 25 Maret 1947, walaupun itu Negara RI secara de-facto dan de-jure sudah hilang, lenyap dari permukaan bumi nusantara, dan yang ada hanyalah Pemerintah Darurat RI dibawah Sjafruddin Prawiranegera. Tetapi itu kedua perjanjian, Linngajati dan Renville masih terus dibawa, dipakai, dan dimasukkan kedalam dasar hukum internasional Resolusi PBB No.67(1949) tanggal 28 Januari 1949. Dimana didalamnya dinyatakan: "Recommends that, in the interest of carrying out the expressed objectives and desires of both parties to establish a federal, independent and sovereign United States of Indonesia at the earliest possible date, negotiations be undertaken as soon as possible by representatives of the Goverenment of the Netherlands and refresentatives of the Republic of Indonesia, with the assistance of the Commission referred to in paragraph 4 below, on the basis of the principles set forth in the Linggadjati and Renville Agreements. (PBB resolution No.67(1949), 28 January 1949, adopted at the 406th meeting)

Coba perhatikan kunyuk rawun yang katanya belajar hukum dan menulis skripsi gombal hukum, dan baca, apa itu yang tercantum didalam isi Resolusi PBB No.67(1949). Disana dicantum kunyuk budek, bahwa hasil Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 dan Perjanjian Renville 17 Januari 1948 adalah merupakan dasar hukum untuk membentuk Negara Indonesia Serikat yang berbentuk federasi yang akan diakui kedaulatannya oleh Belanda paling lambat tanggal 1 Januari 1950. Mengapa dimasukkan hasil Perjanjian Linggajati dan Perjanjian Renville dalam Resolusi PBBNo.67(1949) itu ? Karena, dalam Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947 disebutkan bahwa RI dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama RIS, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya. Kemudian dari hasil Perjanjian Renville 17 Januari 1948 dinyatakan menyangkut gencatan senjata disepanjang garis Van Mook dan pembentukan daerah-daerah kosong militer. (Sehingga terlihat secara de-jure dan de-facto kekuasaan RI hanya sekitar daerah Yogyakarta saja).

Nah kunyuk rawun, kalau memakai istilah kalian apa yang kalian katakan "rebus sic stantibus" adalah ngaco kalau dipakai dalam masalah proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI di hubungkan dengan Acheh.

Coba perhatikan, itu keadaan sudah berobah, waktu sudah berobah, dimana Negara RI telah lenyap disapu pasukan Dr Beel. Soekarno dan Hatta sudah dibungkam di Pulau Bangka. Yang namanya RI hanyalah kenangan. Tetapi, itu perjanjian Linggajati dan Renville terus dijadikan sebagai dasar hukum dalam dasar hukum internasional Resolusi PBBNo.67(1949). Kunyuk budek, kalau belajar hukum itu yang betul, bukan hanya menipu dan menjiplak saja kerja kalian.

Kalian memang hanya mengekor kepada penipu ulung Soekarno gombal dari penjajah RI saja, kunyuk rawun. Sehingga kalian terus saja dipertahankan kelakuan busuk dan kelakuan biadab Soekarno dengan RIS-nya menelan dan mencaplok Acheh. Kalian pakai istilah gombal "rebus sic stantibus" untuk dipakai terus menduduki dan menjajah Acheh.

Seterusnya, kalian kunyuk rawun, walaupun kalian mengatakan tidak memakai lagi internet provider H&H, tetapi kenyataannya kalian masih memakai netname se-hom miliknya Hennes and Mauritz. Kalian hanya pakai alamat yahoo, tetapi ip yang dipakai adalah ip-nya H&M, kunyuk rawun. Dasar gombal, penipu pengekor Soekarno penipu licik.

Itu soal seminar, sudah dijelaskan, kalau kalian mampu dan memiliki argumentasi berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum yang jelas mengenai hubungannya antara Acheh dan RI dalam jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negeri RI, coba tampilkan dimimbar bebas ini. Di mimbar bebas ini adalah tempatnya untuk menguji dan mencek, apakah benar itu apa yang kalian ajukan itu, ataukah hanya alat penipuan saja, seperti yang kalian lambungkan, kunyuk rawun dengan skripsi gombal intelijen BIN Syamsir Siregar.

Itu kalau hanya seminar menyampaikan kertas kerja, kemudian ada yang menanggapi, lalu dicatat, seterusnya dimasukkan kedalam map, dan dilupakan. Itu sama saja seperti mendengarkan kampanye gombalnya mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla ketika kampanye pilpres. Ahmad Sudirman sering mengadakan dan mengikuti seminar, baik itu yang ada di tempat kerja, atau undangan khusus dari perusahaan-perusaan nasional di Swedia. Tetapi, itu yang namanya seminar, hanya menyampaikan masalah atau kertas kerja, ada orang yang bertanya, lalu diskusi, disimpulkan, dimasukkan kedalam arsip, dan dilupakan. Selesai.

Jadi kunyuk rawun, seminar begitu yang kalian akan lakukan di Jakarta. Baru saja, di test dan diuji di mimbar bebas ini saja, kalian sudah kalangkabut, tidak ada argumentasi yang benar-benar didasarkan kepada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat yang bisa membenarkan legalisasi status Acheh ada dalam perut RI.

Kalau kalian mengatakan debat kusir, itu karena memang kalian, tidak memiliki dasar argumentasi yang kuat. Hanya kunyuk rawun dan badut-badut budek saja akan terjungkir di mimbar bebas ini, karena memang tidak dibekali dengan persiapan ilmu dan mental.

Ahmad Sudirman, tidak takut ditelanjangi. Sudah bertahun-tahun Ahmad Sudirman tampil di mimbar bebas ini. Dan sudah ribuan tulisan Ahmad Sudirman terpajang on line. Dan tidak ada yang disembunyikan Ahmad Sudirman. Silahkan mau berdebat, silahkan maju, mau berdiskusi silahkan tampilkan argumentasi yang kuat. Jangan hanya main tipu seperti kunyuk rawun Ardiansyah ini. Di Swedia Ahmad Sudirman bertemu, berdiskusi, kadang-kadang berdebat, baik dengan orang Swedia, ataupun orang-orang dari negara-negara lain yang ada di Swedia. Jadi bagi Ahmad Sudirman itu soal seminar adalah soal kecil yang kalau di Swedia dijadikan bisnis cari duit saja oleh segelintir pengusaha-pengusaha.

Seterusnya itu soal perundingan Helsinki, sudah berpuluh kali Ahmad Sudirman katakan bahwa itu adalah salah satu jalan penyelesaian secara politis. Bukan melalui jalur senjata, seperti yang dilakukan oleh itu Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu dan Jenderal Endriartono Sutarto.

Kalau kilan kunyuk rawun, tidak setuju perundingan, itu berarti kalian hanyalah mengikut ekornya TNI budek pembunuh rakyat Acheh saja.

Kalian majukan diskusi dan seminar bebas, baru saja di coba di dalam minbar bebas ini, yang para pesertanya dari berbagai dunia, ternyata kalian tidak berkutik. Karena memang kalian tidak ada pengetahuan, baik itu tentang pengetahuan Acheh atau pengetahuan tentang jalur proses pertumbuhan Negara RI. Mulut saja kalian yang besar, tetapi otak kalian otak tempe, alias otak udang.

Jadi Ardiansyah kunyuk rawun, kalau kalian hanyalah mengutip cerita-cerita gombal hasil perasan BIN untuk dipakai memukul Ahmad Sudirman, sampai kapanpun kalian itu Ardiansyah kunyuk rawun tida akan mampu menjatuhkan Ahmad Sudirman. Lagaknya mau menjatuhkan dan mematahkan argumentasi Ahmad Sudirman, tetapi buktinya belum apa-apa sudah terjungkir.

Terakhir, coba kalian kunyuk rawun, kumpulkan pasukan kalian dari BIN gombal itu. Kemudian majukan fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah made in BIN tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Negeri Acheh. Lalu tampilkan di mimbar bebas ini. Biar Ahmad Sudirman lihat dan baca, apakah memang benar itu status legal Acheh menurut tinjauan BIN budek dari RI ini, atau hanya cerita sampah buatan Soekarno dan penerusnya saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: muhammad ardiansyah ardiansyah_hm@yahoo.com
Date: 2 mars 2005 13:11:36
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: Si keledai tua makin terpuruk dan makan kotoran sendiri

Assalamu'alaikum wr wbr.
Yahhh, itulah tanggapan dari orang yang berlagak pintar. Tau ilmu cuma se ujung kuku, ngakunya sebuku. Mad daitu pungo , monyet & anjing perusuh rakyat aceh. Dengar baik - baik ! Beberapa kali pendapat kamu sudah saya patahkan , dan bahkan kamu enggak bisa juga menampilkan fakta gombalmu , bahkan si Ahmad orang sunda yang jadi jongos meneer karsten masih berlagak pintar. Mad daitu pungo yang tolol !

Sebelum ente masuk ke mimbar bebas, makanya dipagar dulu dengan Ilmu yang benar , pelajari itu sifat - sifat hukum internasional dengan baik , jangan cuma hafal juz'ama aja udah ngaku faham alqur'an , dasar katak hendak menjadi lembu kamu itu. Mad tolol , ente masih menyinggung H&M ,makanya , jangan pake server busuk kayak yang kamu punya , jadi ngaco lacakannya . Saya udah jauuuuh dari situ tau !, kalo kamu pikir email saya masih diterima , wajar aja itukan haknya mbak Enny sebagai big boss di sana, dasar tolol kamu itu ya.

Mad , beda tau antara seminar dengan debat kusir di mimbar bebas , kamu takut ya di kuliti & ditelanjangi kebodohan kamu dan kawan - kawan di mimbar terbuka , face to face.

Kalo kamu mengagungkan perundingan , itu sih dongeng anak kecil. Semua orang tahu kalao didalam perundingan ada etika tertentu dan terbatas , tapi kalau didalam diskusi dan seminar bebas, semua bisa mencapai satu tujuan tahu ! ! dan kamu bakalan telanjang !!!!

Eh Mad sedikit aja ya , kenapa saya tertawa dengan kebodohan kamu mengagungkan perjanjian renvile : Dengar Tolol! didalam hukum internasional dikenal prinsip "REBUS SIC STANTIBUS " artinya : suatu perjanjian dapat tidak berlaku / dibatalkan jikalau keadaan berubah , dulu waktu perjanjian dibuat .

Nah , daitu pungo , sudah sadarkah anda kenapa Founder father dianggap syah dalam meng aneksasi Aceh pada masa itu , ?

udahhhhhhhhh jangan bengong , keluar deh air liurnya , en ngompol yah keledai tua dungu ? kenapa si keledai tua dan kawan - kawan takut diajak seminar ??

KARENA TAKUT KETAHUAN GOBLOKNYA !! Sedangkan dari sisi Ardiansyah yang masih bau kencur aja mampu memporak porandakan benteng si Ahmad Sudirman yang susah payah dibangun sejak bulan february 2004 , apalagi kalau daiajak diskusi di mimbar bebas, paling dalam 2 menit juga peserta sudah tahu apa kesimpulannya.

Mad kamu sudah enggak bisa ejackulasi lagi yah ? kasihan deh kamu . Makan tuh Viagra biar otak kamu segar dan pikiran bisa jernih karena nafsu biologismu tersalurkan.. Hua ha ha ha ha ha.

Mad gimana rasanya di hancur leburkan Si Ardiansyah ?? jadi goblok yah ?? he he he kalo ada kata kasar , kan katanya si Ahmad itu bunga diskusi dasar Keledai tua dungu !!

PENJAJAHAN ?? PENJAJAHAN APA AN TUUUH. YG DI JAJAH ITU SI AHMAD KELEDAI TUA DKK , SEDANG DIJAJAH BULE DI LUAR NEGERI JADI KACUNG , HE HE HE HE.

Wassalam

Ardi

ardiansyah_hm@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------