Stockholm, 3 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ANGGOTA DPR KOMISI I PERMADI & KRISNANDI HANYA JADI BURUNG BEONYA MBAH SOEKARNO PENCAPLOK ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU ANGGOTA DPR KOMISI I PERMADI & KRISNANDI HANYA JADI BURUNG BEONYA MBAH SOEKARNO PENCAPLOK ACHEH

"Saya mengerti keinginan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomatik. Tapi jangan sampai mengorbankan kedaulatan. Misalnya dengan pengibaran bendera GAM di perundingan di Helshingki. UU Otonomi Khusus untuk Aceh telah diterapkan. Jadi opsinya tinggal satu, GAM menerima atau tidak. Jika diterima kamu diamnesti, jika tidak kamu diberondong. Pembicaraan antara GAM dengan RI hanya ada satu agenda, apakah GAM mau menyerah atau dihabiskan" (Anggota Komisi I DPR Permadi dari FPDIP, ruang Komisi I, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 2 Maret 2005).

"Pemerintah melakukan tindakan bodoh dengan berunding dengan GAM, karena dengan demikian Indonesia telah menyejajarkan dengan GAM. Padahal, GAM hanya sebuah kelompok di sebuah provinsi dari 33 provinsi yang kita miliki. Tidak ada gunanya melanjutkan perundingan, karena akan menghancurkan kredibilitas RI di mata dunia" (Anggota Komisi I DPR Judi Krisnandi dari Fraksi Partai Golkar, ruang Komisi I, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu, 2 Maret 2005).

"Kita mengorbankan sedikit aspek kedaulatan demi citra di mata dunia. Bahwa RI memiliki politic will untuk menyelesaikan masalah GAM ini dengan cara diplomatik" (Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Maret 2005).

Makin kelihatan itu para anggota DPR Komisi I seperti Permadi dari Fraksi PDIP dan Krisnandi dari Fraksi Partai Golkar seperti cacing kepanasan, melihat pihak Jusuf Kalla dan tim juru rundingnya, Widodo Adi Sutjipto, Hamid Awaluddin, Sofyan Djalil yang telah dan akan melakukan perundingan dengan pihak ASNLF di Helsinki, Finlandia untuk memecahkan dan menyelesaikan konflik Acheh yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini.

Membaca apa yang dilambungkan Permadi dari FPDIP, tergambar bahwa memang orang-orang penerus Soekarno ini hanya merupakan sebagai jelmaan burung beo saja, yang pandainya membeo dan mencuapkan apa yang telah dijalankan dan dilakukan Soekarno dengan RIS-nya terhadap Negeri Acheh.

Karena memang para penerus Soekarno, seperti Permadi dari Jawa ini memang telah tertanam dalam otaknya racun-racun sejarah Acheh yang gombal yang telah disebarkan dan ditiupkan oleh Soekarno dan para penerusnya kedalam generasi kemudian agar supaya kebijaksanaan ekspansi politik yang telah dijalankan Soekarno di negeri Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat tetap terus terhunjam.

Begitu juga yang dilontarkan oleh anggota DPR Komisi I lainnya seperti Krisnandi dari Jawa juga yang dari Fraksi Partai Golkar, yang isinya tidak jauh berbeda dengan apa yang dilontarkan Permadi.

Dimana kedua orang ini adalah memang sudah tidak ada lagi alasan dan argumentasi lainnya selain hanya terpaku kepada cara pemecahan yang kaku dan gombal. Dalam dua bentuk opsi, UU No.18/2001 diterima atau tidak.

Dari sini saja sudah kelihatan, bagaimana itu Permadi dan Krisnandi adalah dua orang keturunan Jawa yang otak kepalanya sudah dipenuhi oleh racun yang menyesatkan, akibat dijejalinya dengan cerita dan sejarah yang palsu dan salah kaprah yang dibuat Soekarno dan para penerusnya mengenai Negeri Acheh, Maluku Selatan dan Papua.

Coba perhatikan saja, dengan seenaknya itu Permadi menyatakan: "GAM hanya sebuah kelompok di sebuah provinsi dari 33 provinsi yang kita miliki."

Seolah-olah itu Negeri Acheh adalah milik mbahnya Permadi gombal satu itu. Coba tunjukkan bagaimana itu proses berlangsungnya Negeri Acheh masuk kedalam wilayah RI, untuk membuktikan bahwa kalau memang benar itu Negeri Acheh merupakan milik mbahnya Permadi gombal ini.

Dengan cara Permadi bercuap seperti itu menunjukkan betapa picik dan rendahnya tingkat kemampuan berpikir Permadi anggota DPR Komisi I dari Fraksi PDIP dalam hal sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh.

Tetapi memang bisa dimaklumi, karena orang-orang model Permadi dan Krisnandi adalah hanya merupakan burung-burung beonya Soekarno sipenipu licik saja. Karena itu wajar saja kalau mereka beruda ini tidak ingin melihat di Negeri Acheh aman dan damai. Karena yang dinamakan aman dan damai oleh itu orang budek anggota DPR Komisi I adalah hanya menyodorkan dua pilihan, yaitu terima UU No.18/2001 atau menolak.

Dasar gombal, itu Permadi dan Krinandi mana mengerti itu isi UU No.18/2001 isinya penuh kesesatan, dan sangat menyesatkan umat Islam di Acheh. Tetapi kalau dua orang itu bukan muslim, masih bisa dimaafkan. Tetapi kalau dua orang itu muslim, maka sudah jelas, manusia dua itu tidak lebih dari manusia keturunan dari monkey-nya Darwin.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Soal GAM, Menhan Akui RI Korbankan Aspek Kedaulatan
Kontributor: Alphonsus Wahyuning Putro TN

detikcom - Jakarta, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, bersifat informal talk. Namun diakui Juwono, pemerintah mengorbankan sedikit aspek kedaulatan demi citra di mata dunia.

"Kita mengorbankan sedikit aspek kedaulatan demi citra di mata dunia. Bahwa RI memiliki politic will untuk menyelesaikan masalah GAM ini dengan cara diplomatik," kata Juwono Sudarsono dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/3/2005).

Dijelaskan Juwono, selain Indonesia juga banyak negara lain yang memiliki permasalahan dengan gerakan separatisme. "Perlu diketahui banyak juga negara-negara yang mengalami permasalahan seperti Indonesia, antara lain Sri Lanka dan India. Jadi perlu disikapi dengan hati besar sebagai bangsa yang besar."

Juwono juga menyatakan menghargai pendapat anggota DPR dari Fraksi PDIP agar perundingan dengan GAM dihentikan karena akan menghancurkan kedaulatan NKRI. "Saya sangat menghargai pendapat senior saya Pak Permadi," katanya.

Atas penjelasan ini Permadi melakukan interupsi dan menegaskan agar jangan sampai pemerintah mengorbankan kedaulatan NKRI. "Saya mengerti keinginan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomatik. Tapi jangan sampai mengorbankan kedaulatan. Misalnya dengan pengibaran bendera GAM di perundingan di Helshingki."

Lalu ditambahkan Permadi, "UU Otonomi Khusus untuk Aceh telah diterapkan. Jadi opsinya tinggal satu, GAM menerima atau tidak. Jika diterima kamu diamnesti, jika tidak kamu diberondong."

Atas interupsi itu Juwono Sudarsono hanya diam saja
Diam menolak atau setuju, pak? (gtp)

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/02/time/145150/idnews/305828/idkanal/10
----------

Menhan Diminta Hentikan Perundingan RI dengan GAM
Kontributor: Alphonsus Wahyuning PTN

detikcom - Jakarta, Sejumlah anggota Komisi I DPR meminta Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono agar pemerintah menghentikan perundingan antara RI dengan GAM. Perundingan dengan GAM tidak layak dilakukan.

Permintaan sejumlah anggota Komisi I DPR ini disampaikan dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR dengan Juwono di ruang Komisi I, gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/3/2005). Raker dipimpin Ketua Komisi I DPR Theo L Sambuaga.

Anggota FPDIP Permadi menyampaikan, GAM enggan menerima otonomi khusus yang ditawarkan pemerintah RI. "Jika demikian, pembicaraan antara GAM dengan RI hanya ada satu agenda, apakah GAM mau menyerah atau dihabiskan," tegas dia.

Sementara anggota Fraksi Partai Golkar Judi Krisnandi juga tidak kalah galaknya. "Pemerintah melakukan tindakan bodoh dengan berunding dengan GAM, karena dengan demikian Indonesia telah menyejajarkan dengan GAM," kata dia.

"Padahal, GAM hanya sebuah kelompok di sebuah provinsi dari 33 provinsi yang kita miliki. Tidak ada gunanya melanjutkan perundingan, karena akan menghancurkan kredibilitas RI di mata dunia," lanjut dia.

Masih banyak pertanyaan anggota-anggota DPR yang ditujukan kepada Juwono. Selain soal GAM, anggota DPR juga ada yang meminta agar pembelian Sukhoi dari Rusia tetap dilanjutkan. "Hasil raker komisi I dengan KSAU, terungkap bahwa praktis tahun 2006, tidak ada armada lagi yang bisa terbang, karena embargo. Dengan begitu, ketahanan nasional kita sangat mengkhawatirkan. Karena itu, pembelian sukhoi jangan dibatalkan," ungkapnya.(asy)

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/02/time/12256/idnews/305633/idkanal/10
----------