Stockholm, 4 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH LEBIH BAIK BUKA KARTU, DIPOSISI MANA KAKI KALIAN PIJAKKAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

LEBIH BAIK ARDIANSYAH BUKA KARTU, DIPOSISI MANA KAKI KALIAN PIJAKKAN

"Ardiansyah tidak akan terpancing untuk memberikan hasil skripsi kepada Ahmad Sudirman, walaupun didalamnya terdapat tulisan yang ada di dataphone.se nya Sudirman, sebagai lampiran sampai Si Ahmad Sudirman mau menyelesaikan debat kusir ini dengan jantan dan melalui Seminar. Ayahanda Ahmad Sudirman, jangan tertipu kata - kata, yang menjadi tujuan Ardiansyah tetap berada di mimbar bebas ini selain membuat skripsi adalah menyadarkan Saudara untuk kembali kejalan yang benar, bukan untuk mematahkan argumentasi. Jadi kalau Saudara Sudirman mau , Skripsi tsb akan saya copy , karena didalamnya juga memuat dasar hukum & Prinsip Hukum Internasional , Hatah, & penyertaan gabungan dan tindak pidana yang dilakukan oleh ASNLF & GAM yang saling bertautan dalam beberapa kasus, di akhir bab terdapat kesimpulan tentang tindakan founder father yang bisa dibenarkan secara hukum dalam mencaplok wilayah - wilayah seprti Aceh , Papua dll kedalam RI dan mengupas secara sisi hukum Islam tentang keabsyahan Republik Indonesia" (Muhammad Ardiansyah, ardiansyah_hm@yahoo.com , 4 mars 2005 07:33:17)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Ardiansyah, fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kalian telah tuliskan dalam skripsi kalian itu belum bisa dinyatakan sebagai suatu fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum untuk dipakai sebagai alat argumentasi guna dijadikan alat pengikat Negeri Acheh dalam wilayah RI, sebelum Ahmad Sudirman dengan jelas dan terang membaca, menganalisa, memikirkan, membandingkan, menyimpulkan dimimbar bebas ini. Tidak perlu melalui apa yang kalian katakan seminar.

Persoalannya sekarang, apakah fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang dipakai oleh Ardiansyah dalam skripsinya yang penuh dengan bau-bau BIN dan orang-orang yang menyerah kepada pihak Susilo Bambang Yudhoyono bisa dinyatakan sebagai fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menunjukkan legalisasi penganeksasian wilayah Acheh kedalam wilayah RI.

Ardiansyah, Ahmad Sudirman tidak memerlukan skripsi kalian, yang diinginkan Ahmad Sudirman adalah coba tuliskan secara singkat, padat dan terperinci mengenai fakta, data, sejarah dan dasar hukum tentang status legalisasi RI ketika memasukkan secara paksa wilayah Acheh kedalam RI melalui jalur RIS Soekarno-nya di mimbar bebas ini.

Bagaimana kalian Ardiansyah bisa mematahkan argumentasi yang dibangun Ahmad Sudirman dan sekaligus untuk membawa Ahmad Sudirman kejalan yang benar.

Ardiansyah, jalan benar yang mana yang kalian maksudkan itu ? Apakah jalan dan jalur yang telah dibuka oleh Soekarno dan penerusnya ? atau jalan dan jalur yang telah dibuka oleh BIN Syamsir Siregar-nya ? atau apakah jalan dan jalur yang selalu dilalui oleh orang-orang penerus Soekarno yang terus mendukung pendudukan dan penjajahan di Acheh ?

Ahmad Sudirman telah membongkar secara terbuka semua fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan RI terhadap wilayah Negeri Acheh. Dan ternyata tidak ada seorangpun dari pihak RI untuk tampil dan memberikan sanggahannya, kecuali yang ditulis oleh Ardiansyah yang kenyataannya tidak mampu menampilkannya di mimbar bebas ini, dengan beberapa fakta yang secuil itu yang dinamakan dengan "tentang keabsyahan Republik Indonesia" menganeksasi wilayah Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat.

Ardiansyah, kalian jangan sembunyi dibelakang BIN, dan dipegang hidung kalian oleh TNI dan BIN-nya Syamsir Siregar.

Tentang seminar, sudah berpuluh kali Ahmad Sudirman katakan, itu cara seminar adalah cara yang tidak efsisien, yang tertutup, yang bisa diatur kearah jalur yang diinginkan oleh BIN, TNI dan tentu saja Susilo Bambang Yudhoyono.

Justru jalur yang terbaik dalam perang modern di Acheh ini adalah membukakan semua fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum mengenai dianeksasinya wilayah Acheh oleh pihak Soekarno dengan RIS-nya yang diteruskan oleh para penerus Soekarno sampai detik sekarang ini.

Kalau kalian Ardiansyah mau mengirimkan kopi skripsi kalian, kirimkan langsung ke alamat ahmad@dataphone.se sebagaimana Ahmad Sudirman pernah mengirimkan tulisan Dibawah Belenggu Rezim Penguasa kepada kalian beberapa minggu yang lalu.

Tidak ada lagi tempat sembunyi Ardiansyah. Kalian pilih rakyat Acheh atau Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI-nya.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: muhammad ardiansyah ardiansyah_hm@yahoo.com
Date: 4 mars 2005 07:33:17
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: Ardiansyah tidak akan terpancing.

Assalamu'alaikum wr wbr.

Ardiansyah tidak akan terpancing untuk memberikan hasil skripsi kepada Ahmad Sudirman , walaupun didalamnya terdapat tulisan yang ada di dataphone .se nya Sudirman.sebagai lampiran sampai Si Ahmad Sudirman mau menyelesaikan debat kusir ini dengan jantan dan melalui Seminar.

Ayahnda Ahmad Sudirman, jangan tertipu kata - kata, yang menjadi tujuan Ardiansyah tetap berada di mimbar bebas ini selain membuat skripsi adalah menyadarkan Saudara untuk kembali kejalan yang benar, bukan untuk mematahkan argumentasi. Jadi kalau Saudara Sudirman mau , Skripsi tsb akan saya copy , karena didalamnya juga memuat dasar hukum & Prinsip Hukum Internasional , HATAH, & penyertaan gabungan dan tindak pidana yang dilakukan oleh ASNLF & GAM yang saling bertautan dalam beberapa kasus, di akhir bab terdapat kesimpulan tentang tindakan founder father yang bisa dibenarkan secara hukum dalam mencaplok wilayah - wilayah seprti Aceh , Papua dll kedalam RI dan mengupas secara sisi hukum Islam tentang keabsyahan Republik Indonesia.' dan hasil random sampling yang dilaporkan kawan - kawan dari Unsyah ( dilakukan sebelum peristiwa tsunami , dan dari mereka saya mendapat alamat forum mimbar bebas ini ), serta tidak lupa fakta yang didari suatu sumber yang dapat dipercaya, ( seperti BIN, mantan anggota SIRA, Mantan GAM dll ) serta megupas makna Bhineka tunggal Ika & Pancasila.

Jadi kalau mau silahkan hubungi saya secara pribadi dengan alamat anda atau perwakilan anda yang ada di Jakarta..dengan rencana untuk mngadakan Seminar.

Ardiansyah mengingatkan sebagai anak kepada Ayahnya untuk kembali berkumpul di dalam pangkuan ibu pertiwi , bersama membangun Negeri dalam tujuan tegaknya syariat Islam di Indonesia dalam wujud yang hakiki.

Wassalam

Ardi

ardiansyah_hm@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------