Stockholm, 5 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA PUSING TUJUH KELILING UNTUK HAPUS STEMPEL TUBUH GEMUK RI-JAWA-YOGYA DARI JALUR PENCAPLOK ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAMPAI DETIK INI, ITU MUBA YANG MENYURUK DI PARIS PUSING TUJUH KELILING BAGAIMANA MENGHAPUS STEMPEL TUBUH GEMUK RI-JAWA-YOGYA DARI JALUR PENCAPLOK NEGARA/DAERAH RIS DAN ACHEH

"Karena cerita yang dilambungkan oleh Ahmad Sudirman adalah merupakan hasil pembacaan, penggalian, penelitian, penelaahan, penganalisaan, pembandingan, penyimpulan sehingga melahirkan suatu bentuk bangunan pertahanan yang tanggung (ralat, seharusnya berbunyi, tangguh bukan tanggung, Ahmad Sudirman) dalam rangka menghadapi serangan para penjajah RI di Acheh dan di RI." (Ahmad Sudirman, 4 Maret 2005). Oh, pantesan gampang dipatahkan kalo kamu memang membuat pertahanan yang tanggung. Jawaban-jawaban kamu selama ini kan cuma berputar-putar di situ aja, stagnan.Satu lagi jawaban jujur kamu." (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com ,Sat, 5 Mar 2005 00:22:54 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Paris, Perancis.

Muba pusing tujuh keliling, tidak tahu alat apa yang harus dipakai untuk melumpuhkan benteng pertahanan yang tangguh yang dipasang Ahmad Sudirman dalam usaha membela rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Persoalannya, itu politik ekspansi Soekarno dengan Negara RI-Jawa-Yogyanya yang menelan 15 Negara/Daerah Bagian RIS termasuk mencaplok wilayah Negeri Acheh dan Maluku Selatan, dan wilayah Papua Barat melalui cara pepera model Soekarno Jawa penipu licik itu telah membawa bumerang sampai detik sekarang ini.

Sampai kapanpun itu sejarah jalur pertumbuhan dan perkembangan Negara RI-Jawa-Yogya yang gemuk kekenyangan melahap 15 Negara/Daerah Bagian RIS, mencaplok Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat tidak bisa dicabut dan dihilangkan dari stempel yang telah melekat dikening Negara mbah Soekarno RI-Jawa-Yogya yang didukung oleh Muba Jawa yang menyuruk di Paris, Perancis ini.

Karena memang otak-otak para penerus Soekarno adalah otak yang sudah dijejali racun mematikan sejarah gombal jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI, maka sampai kapanpun itu generasi penerus RI akan memiliki isi otaknya yang tidak jauh berbeda dengan isi otak dan pikiran Muba yang buta dan telinga budek ini.

Karena memang telinga budek dan mata buta tentang jalur proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat, maka ketika Muba budek mencoba untuk ikut terjun kedalam kancah debat di mibar bebas ini tentang Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat, akhirnya jungkir jumpalit, karena memang otaknya tidak diisi oleh sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan RI, Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat yang ditunjang dan didasar pada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang benar, bukan hanya dicari-cari model para penerus Soekarno. Atau model yang menamakan dirinya Ardiansyah yang mengaku orang Acheh penipu ikutan ekor mbah Soekarno.

Jadi Muba, kalau Ahmad Sudirman terus menampilkan Argumentasi tentang Acheh dihubungkan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan RI, bukan karena stagnasi atau berhenti disitu-situ saja, melainkan karena argumentasi yang kalian lambungkan memang lembek, kempes, dan keropos. Sehingga akibatnya, mana bisa itu benteng pertahanan rakyat Acheh situmbangkan dan dirobohkan.

Karena itu, yang seharusnya diperkuat adalah, bagaimana ujung tombak mpu Tantular dan jampi pancasila hasil komat-kamit mbah Soekarno diperkuat, kemudian itu sejarah gombal jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat diluruskan dan dikembalikan kepada jalurnya yang benar, bukan terus ditutupi dengan kebohongan dan kepalsuan.

Bukan seperti sekarang, itu Muba dan para penerus Soekarno merasa alergi dan trauma kalau mendengar nama plebisit atau referendum dilambungkan dan dituntut oleh rakyat Acheh dan Papua Barat. Pakai otak Muba, jangan mengembek pada mbah Hasyim Muzadi saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sat, 5 Mar 2005 00:22:54 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: ARDIANSYAH MAU LARI KEMANA, KE DALAM CERITA SAMPAH ATAU FAKTA, BUKTI, SEJARAH DAN DASAR HUKUM
To: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>,AcehArdi <muhammad.ardiansyah@hm.com>,

"Karena cerita yang dilambungkan oleh Ahmad Sudirman adalah merupakan hasil pembacaan, penggalian, penelitian, penelaahan, penganalisaan, pembandingan, penyimpulan sehingga melahirkan suatu bentuk bangunan pertahanan yang tanggung (ralat, seharusnya berbunyi, tangguh bukan tanggung, Ahmad Sudirman) dalam rangka menghadapi serangan para penjajah RI di Acheh dan di RI." (Ahmad Sudirman, 4 Maret 2005)

Oh, pantesan gampang dipatahkan kalo kamu memang membuat pertahanan yang tanggung. Jawaban-jawaban kamu selama ini kan cuma berputar-putar di situ aja, stagnan.

Satu lagi jawaban jujur kamu.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------