Stockholm, 5 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA, ITU BADAWI LEBIH SMART DIBANDING YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA, ITU PERDANA MENTERI DATUK SERI ABDULLAH AHMAD BADAWI LEBIH CERDAS DIBANDINGKAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

"Hm, Kamu ternyata bloon sekali dalam masalah teritorial (sebenarnya sih kamu juga bloon dalam segala masalah). Claim Malaysia atas Ambalat didasarkan atas garis teritorial Malaysia baru setelah Sipadan dan Ligitan resmi menjadi wilayah Malaysia. entu cara ini slit untuk dikatakan sebagai cara atau hal yang fair. Tidak mustahil setelah Ambalat misalnya masuk ke Malaysia dia akan membuat garis teritorial baru dan mencaplok pulau-pulau berikutnya atas dasar garis teritorial baru tersebut. Inilah keculasan Malaysia yang membuat geram SBY." (Muba Zir, mbzr00@yahoo.com , Sat, 5 Mar 2005 00:44:11 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Paris, Perancis.

Muba budek, tidak perlu kalian ikut-ikutan mempertahankan Susilo Bambang Yudhoyono dalam hal sengketa Ambalat yang kaya minyak ini. Mengapa ? Karena kalian akan kalah lagi dalam meja perundingan apalagi kalau dimajukan ke Mahkamah Internasional.

Itu seperti yang dikatakan Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi bahwa wilayah perairan dan Pulau Ambalat yang berdekatan dengan Pulau Sipadan adalah merupakan wilayah Kerajaan Malaysia sebagaimana yang telah dibuat peta-nya pada tahun 1979 oleh pihak Malaysia, 23 tahun sebelum Pulau Sipadan dan Ligitan diputuskan milik Kerajaan Malaysia oleh Hakim Mahkamah Internasional.

Tetapi, kalau memang itu wilayah Pulau Ambalat diklaim oleh pihak Susilo Bambang Yudhoyono, maka kata pihak Abdullah Ahmad Badawi, mari selesaikan dalam meja perundingan atau diserahkan keputusannya kepada Mahkamah Internasional.

Nah, kalau memang itu pihak Susilo Bambang Yudhoyono, cerdas, tidak budek, seperti Muba, akan menyatakan ya pada tawaran untuk menempuh jalur perundingan dari pihak Abdullah Ahmad Badawi. Bukan seperti sekarang justru mengerahkan pasukan TNI marinirnya untuk tunjukkan gigi taring dihadapan Abdullah Ahmad Badawi.

Itu tandanya, Susilo Bambang Yudhoyono lebih banyak memakai dengkul ketimbang kepalanya. Persis seperti Muba budek dari Paris, Perancis ini.

Sebenarnya kalau memang pihak Susilo Bambang Yudhoyono memiliki fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah yang kuat tentang wilayah Ambalat ini, mengapa tidak berani mengadu kekuatan dijalur hukum melalui Mahkamah Internasional. Mengapa sebaliknya pihak Susilo Bambang Yudhoyono lebih banyak mengedepankan dengkulnya ketimbang jalur pikiran dan kecerdasannya.

Nah disini, masalahnya, karena memang itu para penerus Soekarno ini, mampunya hanya menganggap itu fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum sudah usang, sudah gombal, sudah kuno. Seperti yang selalu dikatakan oleh wartawan gombal Jawa Pos Matius Dharminta orang Jawa dari Surabaya itu.

Sekarang, mereka para penerus Soekarno ini kelabakan, bagaimana mereka sanggup mengadu kekuatan hukum, fakta, bukti dan sejarah tentang Pulau Ambalat yang kaya minyak ini, kalau ternyata pihak Susilo Bambang Yudhoyono cs hanya pandainya mengajukan alasan itu fakta, bukti dan hukum sudah usang, sudah kuno, sudah basi.

Nah sekarang, rasakan oleh kalian bagaimana itu Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi menyerang dengan fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah Ambalat yang sudah dipersiapkan jauh sebelumnya, guna dipakai alat untuk mempertahankan Ambalat seandainya timbul ancaman dari pihak Indonesia, khususnya dari Susilo Bambang Yudhoyono.

Kita lihat dalam beberapa waktu mendatang, apakah itu Susilo Bambang Yudhoyono memakai otak atau memakai dengkul dalam menyelesaikan konflik sengketa Ambalat yang kaya minyak ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sat, 5 Mar 2005 00:44:11 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: YUDHOYONO VS BADAWI BERTANDING KEKUATAN PEREBUTKAN AMBALAT YANG KAYA MINYAK
To: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>,AcehArdi <muhammad.ardiansyah@hm.com>,

Hm, Kamu ternyata bloon sekali dalam masalah teritorial (sebenarnya sih kamu juga bloon dalam segala masalah). Claim Malaysia atas Ambalat didasarkan atas garis teritorial Malaysia baru setelah Sipadan dan Ligitan resmi menjadi wilayah Malaysia.

entu cara ini slit untuk dikatakan sebagai cara atau hal yang fair. Tidak mustahil setelah Ambalat misalnya masuk ke Malaysia dia akan membuat garis teritorial baru dan mencaplok pulau-pulau berikutnya atas dasar garis teritorial baru tersebut. Inilah keculasan Malaysia yang membuat geram SBY.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------