Stockholm, 5 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TAKTIK & STRATEGI TEUNGKU MAAT DI ARVIKA DISENANGI YUDHOYONO & LETJEN DJOKO SANTOSO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU TAKTIK & STRATEGI TEUNGKU MAAT ALIAS TEUNGKU DI TIRO MEMANG DISENANGI SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & LETJEN DJOKO SANTOSO KASAD BARU PENGGANTI RYAMIZARD RYACUDU

"Saudara Ahmad Sudirman memang sudah lama berlaga sebagai hero dalam prihal GAM dan acheh, seolah-olah dia adalah lebih tahu dalam hal acheh dari pada orang acheh yang telah berjuang. Walau apapun yang terjadi dia tetap dia mempertahan BOSS nya, Walau pun GAM menerima Otonomi, sebab kesengsaraan dan kepedihan bukan lah dia yang merasakannya, selain daribangsa kita sendiri, jadi apa hubungannya dengan dia. Saudara Ahmad Sudirman juga turut ikut mengambil bahagian dalam hal ini untuk menjual tanah Acheh kepada RI, memang kalau kita baca dalam argumentnya seolah-olah dia membela nasib bangsa Acheh konon kenapa dia tidak membela nasib bangsa Meulayu Sumatra dan boleh berlagak sebagai hero dalam mempertahan kan nasib bangsa sendiri. Mungkin juga bung Ahmad tidak layak dalam membela nasib bangsa melayu atau tidak mendapat keuntungan. Bung Ahmad anada bagai kan orang Fakir menolong orang miskin kasian Bung."(Tgk di tiro , tgk_maat@yahoo.co.uk ,5 mars 2005 11:27:49)

Baiklah Teungku Maat alias Teungku di Tiro di Arvika, Swedia.

Teungku Maat alias Teungku di Tiro tanggapannya sering sampai ke box email Ahmad Sudirman. Dari cara Teungku Maat memberikan tanggapan tergambar bahwa ia memang sedang memperjuangkan Pembebasan negeri Acheh, rakyat Acheh, dan Islam di Acheh.

Hanya sayang taktik dan strategi yang dijalankan oleh Teungku Maat ini mudah disusupi dan diracuni oleh racun jamu mpu Tantular dengan bhineka tunggal ika-nya dan jamu-jamu gedong buatan mbah Soekarno, walaupun secara langsung itu Teungku Maat menyanggahnya, tetapi kalau diteliti secara cermat, justru taktik dan strategi Teungku Maat ini melemahkan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Dimana cara taktik dan strategi Teungku Maat ini memang disenangi oleh Susilo Bambang Yudhoyono, dan tentu saja sekarang disenangi juga oleh Letjen Djoko Santoso penerus Jenderal TNI orang Palembang Ryamizard Ryacudu yang sudah dipeti es-kan oleh Susilo Bambang Yudhoyono di Mabes AD di Jakarta.

Disinilah yang tidak disadari dan tidak dipahami oleh itu Teungku Maat alias Teungku di Tiro yang sedang mendekam di Arvika, Swedia. Tentu saja bagi Susilo Bambang Yudhoyono Cs sangat mudah untuk mengkontak Teungku Maat alias Teungku di Tiro di Arvika ini untuk diajak kerjasama dengan memakai tali bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular untuk menghancurkan perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Kemudian mengenai Amad Sudirman, jelas, Ahmad Sudirman mengetahui jalur sejarah pertumbuhan dan perkembangan Acheh dan pertumbuhan dan perkembangan Negara pancasila karena Ahmad Sudirman membaca, menggali, mendalami, membandingkan, menganalisa, menyimpulkan, sehingga sampai kepada kesimpulan sebagaimana yang sering dijelaskan di mimbar bebas ini.

Ahmad Sudirman mendukung perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, karena telah dipelajari itu sejarah Acheh dan sejarah RI-nya Soekarno. Bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Dan tentu saja, Ahmad Sudirman tidak mengharapkan apapun dari rakyat Acheh. Dengan berhasilnya perjuangan rakyat Acheh sampai detik ini dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Ahmad Sudirman merasa bersyukur. Tidak ada diharapkan apapun dari Teungku Hasan Muhammad di Tiro bagi keuntungan Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman bersyukur bahwa Allah SWT tetap memberikan kekuatan dan ketabahan kepada rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara Pancasila.

Itu menyangkut perjuangan bangsa Melayu Sumatera. Ahmad Sudirman siap membantu. Coba silahkan tampilkan di mimbar bebas ini apa dan bagaimana langkah, taktik dan strategi Melayu Sumatera itu dalam menghadapi pihak Susilo Bambang Yudhoyono. Kalau Teungku Maat alias Teungku di Tiro membawa-bawa nama Melayu Sumatera bukan Acheh, silahkan tampilkan di mimbar bebas ini. Ahmad Sudirman akan membantu kalian. Ahmad Sudirman tidak akan meminta balasan apapun dari kalian yang memperjuangkan Melayu Sumatera. Yang peting coba tampilkan dulu konsep perjuangan saudara dari Melayu Sumatera ini. Biar Ahmad Sudirman membacanya lebih dalam dan untuk digali lebih lanjut guna mencari cara solusi bagi perjuangan rakyat Melayu Sumatera.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Fran: Tgk di tiro tgk_maat@yahoo.co.uk
Date: 5 mars 2005 11:27:49
To: PPDI@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com
Subject: [Lantak] Re: ®PPDi¯ Re: ®PPDi¯ ABU PEUREULAK DI SINGAPORE, MENGHADAPI PENJAJAH RI HARUS PAKAI OTAK, BUKAN PAKAI

Saudara Ahmad Sudirman memang sudah lama berlaga sebagai hero dalam prihal GAM dan acheh, seolah-olah dia adalah lebih tahu dalam hal acheh dari pada orang acheh yang telah berjuang. Walau apapun yang terjadi dia tetap dia mempertahan BOSS nya, Walau pun GAM menerima Otonomi, sebab kesengsaraan dan kepedihan bukan lah dia yang merasakannya, selain daribangsa kita sendiri, jadi apa hubungannya dengan dia.

Saudara Ahmad Sudirman juga turut ikut mengambil bahagian dalam hal ini untuk menjual tanah Acheh kepada RI, memang kalau kita baca dalam argumentnya seolah-olah dia membela nasib bangsa Acheh konon kenapa dia tidak membela nasib bangsa Meulayu Sumatra dan boleh berlagak sebagai hero dalam mempertahan kan nasib bangsa sendiri.

Mungkin juga bung Ahmad tidak layak dalam membela nasib bangsa melayu atau tidak mendapat keuntungan. Bung Ahmad anada bagai kan orang Fakir menolong orang miskin kasian Bung.

Tgk di tiro

tgk_maat@yahoo.co.uk
Arvika, Swedia
----------