Stockholm, 6 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA TAMPILKAN TNI UNTUK PERANG DI AMBALAT SETELAH DIKASIH JAMU CAP PANCASILA DENGAN CAMPURAN VIRUS CACING MUBA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA TAMPILKAN TNI VS A.P. MALAYSIA DENGAN DIKASIH JAMU GENDONG PANCASILA MBAK MEGA HASIL KOCEKAN MBAH SOEKARNO YANG TELAH DICAMPUR DENGAN VIRUS CACING MUBA DARI PARIS

"Perlu Garis Keras di Blok Ambalat. ADA tanda-tanda Malaysia akan menjadi negara yang berwatak ekspansionistis. Yaitu, memperluas batas wilayahnya dengan cara seenaknya mencaplok daerah yang kaya sumber daya energi. Celakanya, yang hendak dicaplok itu bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Contohnya, sekarang Malaysia mengklaim kawasan Laut Sulawesi merupakan wilayahnya. Malaysia menyebut wilayah pertambangan minyak lepas pantai itu sebagai Blok XYZ, dan mereka memberi konsesi pengeboran minyak kepada Shell. Indonesia menyebut wilayah itu sebagai Blok Ambalat dan Blok East Ambalat. Blok pertama konsesinya diberikan kepada ENI (Italia), sedangkan blok kedua diberikan kepada Unocal (AS)." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sun, 6 Mar 2005 08:28:12 -0800 (PST))

"Lebih tegas lagi jawaban Profesor Hazairin mengenai masalah ini : "Dari manakah datangnya sebutan "Ketuhanan Y.M.E." itu? Dari fihak Nasrani-kah, atau fihak Hindu-kah atau dari fihak "Timur Asing" (seorang keturunan Cina)-kah, yang ikut bermusyawarah dalam panitia yang bertugas menyusun UUD 1945 itu ? Tidak mungkin ! Istilah "ketuhanan Yang Maha Esa" itu hanya sanggup diciptakan oleh otak, kebijaksanaan dan iman orang Indonesia Islam, yakni sebagai penerjemah pengertian yang terhim-pun dalam "Allahu al-wahidu al-ahad" yang disalurkan dari QS. 2:163 dan QS. 112, dan dizikir-kan dalam doa Kanzu 'Arsy baris 17." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sun, 6 Mar 2005 09:31:15 -0800 (PST))

"Teungku Maat benar, sebuah hard disk tak perlu dihapus seluruhnya dan diinstal ulang dengan sistem operasi baru jika virus-nya bisa di-clean up. Ini ke-bloon-an Mad untuk kesekian kalinya. Kali ini pake ngaku-ngaku menguasai hardware/software segala macem, tapi soal clean up virus aja ngomongnya tidak meyakinkan, belepotan. Trus, dengan mengatakan "belum tentu sejarah di hard disk itu benar" kamu telah meragukan Dr Hussaini Hassan alias ketua MP-GAM itu, kan? Ini pengakuan jujur si Mad untuk kesekian kali. Hm, apa si Mad ini musuh dalam selimut bagi GAM? Kecurigaan yang patut nih." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sun, 6 Mar 2005 09:48:53 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Paris, Perancis.

Kelihatan itu Muba, mencoba untuk menampilkan hasil perasan ampas pemikiran sebagian orang di RI yang pikirannya sudah penuh dengan racun semangat gombal TNI yang ingin terus menunjukkan giri taring yang sudah patah. Sebagaimana yang terjadi setelah puluhan tahun pasukan non-organik TNI AD-nya ditempatkan di Acheh, tidak mampu melumpuhkan pasukan muslim Acheh TNA. Sekarang sudah diprogramkan untuk diarahkan itu pasukan TNI marinirnya untuk melawan Angkatan Perang Kerajaan Malaysia untuk menunjukkan semangat membela Negara pancasila, karena wilayah Blok Ambalat yang kaya minyak itu diklaim dan diakui sebagai bagian wilayah de-facto Kerajaan Malaysia.

Rasa nasionalisme yang sempit, semangat yang hanya didorong oleh dengkulnya saja, sehingga jalan pemecahan yang bisa ditempuh melalui jalur penyelesaian secara damai dan aman, terhalang dari pandangan orang-orang yang hanya menganggap bahwa kedaulatan atau kekuasaan RI telah diobok-obok pihak asing.

Penyelesaian masalah teritorial adalah penyelesaian hukum, apakah itu melalui jalur International Court of Justice (ICJ), Mahkamah Internasional, International Tribunal of The Law of The Sea. Karena memang peraturan internasional, misalnya untuk penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen haruslah ditetapkan melalui perjanjian. Misalnya dalam penetapan batas wilayah teritorial negara berdasarkan Zona Ekonomi Eksklusif. PBB telah memberikan kesempatan bagi negara-negara yang mempunyai peluang untuk memperluas untuk Zona Ekonomi Eksklusif dari 200 mil menjadi 350 mil. Misalnya di sebelah barat Sumatera RI mempunyai peluang menurut PBB untuk diperluas wilayah Zona Ekonomi Eksklusif dari 200 mil menjadi 350 mil. Tentu saja pihak Malaysia, mempunyai peluang juga untuk memperluas wilayah tertentunya Zona Ekonomi Eksklusif dari 200 mil menjadi 350 mil.

Disamping seperti Indonesia mengklaim sebagai Negara kepulauan, dimana batas teritorial 12 mil tidak berlaku. Karena itu Indonesia mengklaim pulau Ambalat merupakan batas pulau sebelah utara yang paling luar yang dijadikan sebagai batas teritorial Indonesia sebagai Negara Kepulauan. Sedangkan pihak Kerajaan Malaysia merupakan bentuk Negara yang bukan negara kepulauan dan mendasarkan pada dasar hukum internasional Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982 yang memberikan hak untuk mengelola dan mengeksploitasi sumber daya alam yang berada di kawasan perairannya. Pengklaiman Kerajaan Malaysia atas pulau Ambalat mengacu kepada peta yang dibuat Malaysia pada tahun 1979, sebelum Pulau Sipadan dan Ligitan pada tanggal 17 Desember 2002 diputuskan menjadi milik Kerajaan Malaysia oleh Mahkamah Internasional di Haag. Dimana wilayah perairan pulai Ambalat dekat Pulau Sipadan.

Penyelesaian persoalan yang menyangkut teritorial ini sangat ditentukan oleh adanya kedaulatan penuh atau sovereignty dan adanya hak berdaulat atau sovereign rights. Menyinggung masalah kedaulatan penuh, memang sipemilik wilayah mempunyai hak penuh untuk berbuat apa saja sekehendaknya atas wilayah yang dikuasainya itu. Sedangkan hak berdaulat tidak mencakup semua hak, melainkan hanya sebagian saja, dan pihak lainpun bisa terlibat didalamnya berdasarkan hasil persetujuan atau perjanjian dengan negara yang memiliki wilayah tersebut. Kalau dihubungkan dengan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan itu lebih mengarah kepada masalah kedaulatan penuh atau sovereignty. Hanya menyangkut wilayah Blok Ambalat ini masih menimbulkan perbedaan.

Pihak Indonesia mendasarkan kepada batas teritorial menurut bentuk negara kepulauan, artinya tidak terbatas 12 mil dari daratan pantai, melainkan selama itu merupakan kepulauan, maka pulau-pulau yang ada disekitarnya termasuk kedalam wilayah Indonesia. Karena itu wilayah Blok Ambalat dianggap dan diklaim Indonesia sebagai batas pulau paling utara dari Negara Indonesia yang berbentuk kepulauan ini.

Pihak Kerajaan Malaysia berdasarkan fakta peta yang dibuatnya sendiri tahun 1979, itu wilayah Blok Ambalat yang terletak berdekatan dengan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan sebagai wilayah perairan teritorial Kerajaan Malaysia. Dan mengacu kepada Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982.

Jadi, disini masih adanya perbedaan dalam melihat dan memandang kepada wilayah Blok Ambalat ini. Keduanya, Malaysia dan Indonesia mempunyai dasar argumentasi yang sama-sama kuat. Karena itu jalan yang terbaik dalam penyelesaian konflik Ambalat yang kanya minyak ini adalah melalui jalur hukum, apakah melalui Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ), atau International Tribunal of The Law of The Sea.

Karena itu, bagi mereka yang memperopagandakan penyelesaian Ambalat ini melalui kekuatan senjata dan perang, maka mereka itu adalah orang-orang yang ingin menghancurkan roda pembangunan Kerajaan Malaysia dan RI. Dan tentu saja jalan yang terbaik dalam langkah pertama ini adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu dan berbicara langsung secara terbuka dan terus terang dengan Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi. Bukan, langsung mengerahkan pasukan Angkatan Lautnya untuk menunjukkan kekuatan otot militer yang dijadikan sebagai alat propaganda militer yang pengaruhnya tidak akan banyak dalam penyelesaian konflik teroitorial ini, kecuali hanya membuat kehancuran kedua Negara.

Hanya orang-orang budek dan mengikuti jalur dengkulnya saja, yang akan menerapkan kekuatan militer untuk menyelesaikan konflik Ambalat ini.

Selanjutnya, Muba menampilkan mengenai asal usul pancasila.

Setelah Ahmad Sudirman membaca tulisan tentang asal usul pancasila ini, timbul suatu pertentangan antara konsep yang dijadikan dasar pemikiran lahirnya poin-poin yang ada dalam pancasila dengan realita dasar dan sumber hukum yang dilihat dari sudut Islam dengan mengacu kepada yang dicontohkan Rasulullah saw dalam membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib.

Dimana dari satu poin yang mereka telah analisa dan telah diberikan dasar argumentasi adalah yang menyangkut apa yang dikemukakan oleh Profesor Hazairin mengenai masalah ini: "Dari manakah datangnya sebutan "Ketuhanan Y.M.E." itu? Dari fihak Nasrani-kah, atau fihak Hindu-kah atau dari fihak "Timur Asing" (seorang keturunan Cina)-kah, yang ikut bermusyawarah dalam panitia yang bertugas menyusun UUD 1945 itu ? Tidak mungkin ! Istilah "ketuhanan Yang Maha Esa" itu hanya sanggup diciptakan oleh otak, kebijaksanaan dan iman orang Indonesia Islam, yakni sebagai penerjemah pengertian yang terhim-pun dalam "Allahu al-wahidu al-ahad" yang disalurkan dari QS. 2:163 dan QS. 112, dan dizikir-kan dalam doa Kanzu 'Arsy baris 17. ada hubungan antara sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dengan ajaran tauhid dalam teologi Islam. Jelaslah pula bahwa sila pertama Pancasila yang merupakan "prima causa" atau sebab pertama itu, sejalan dengan beberapa ajaran tauhid Islam, dalam hal ini ajaran tentang tauhidu's shifat dan Tauhidu 'l-Af'al, dalam pengertian bahwa Tuhan itu Esa dalam sifat-Nya dan perbuatan-Nya."

Nah, kita kupas disini, kalau memang benar itu sila pertama ketuhanan yang maha esa digali dan diambil dari QS Aurat Al Baqarah, 2: 163: "wa ilaahukum ilahu wa hidun la ilaha illa hua ar rakhmanurrahiim"

Jelas, ini adalah sumber ketauhidan. Kalau memang itu ketuhanan yang mahasa esa dalam pancasila diambil dari dasar hukum ketauhidan dari apa yang diturunkan Allah SWT dalam Al Quran, QS Al Baqarah, 2: 163, begitu juga QS Al Ikhlas, 112: 1-4, maka sudah pasti dan sudah jelas, semua dasar dan sumber hukum di Negara RI mengacu kepada dasar dan sumber hukum Islam. Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw dalam Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib 1 Hi / 622 M.

Tetapi kenyataannya di RI adalah bertolak belakang. Tidak ada dalam dasar hukum yang dipakai di RI yang mengacu kepada sumber hukum yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasululah saw. Islam bukan merupakan agama negara dan agama resmi yang dipakai dalam Negara RI sebagai agama yang hukumnya merupakan acuan bagi dasar hukum yang diberlakukan di RI.

Nah dari sudut ini saja, itu yang menyatakan bahwa poin ketuhanan yang maha esa yang ada dalam pancasila digali dari sumber hukum Islam yaitu Al Qur'an adalah hanya penipuan dan akal bulus dari para pendukung pancasila saja. Apalagi disebutkan bahwa "Dalam pelbagai kesempatan Soekarno sering mengungkapkan bahwa dia menggali "Pancasila"-nya itu langsung dari Indonesia sendiri, karena katanya, ajaran itu "dari zaman dahulu sampai dengan sekarang ini yang nyata selalu menjadi isi daripada jiwa bangsa Indonesia".

Kalau yang dinamakan ajaran dari zaman dahulu sampai dengan sekarang adalah merupakan ajaran hindu, buddha, dan Islam. Jadi merupakan ajaran gado-gado alias campuran hindu, buddha dan Islam. Dan ajaran model campur aduk inilah yang ditentang dan ditolak oleh Islam dan tidak sesuai dengan apa yang tertuang dalam QS Al Baqarah, 2: 163 diatas.

Nah sekarang, kalau sila ketuhanan yang maha esa sudah tidak sesuai dengan apa yang tertuang dalam QS Al Baqarah, 2: 163, begitu juga QS Al Ikhlas, 112: 1-4, maka poin-poin lainnya yang ada dalam pancasila itu merupakan hasil galian dari isme-isme lain yang ada di dunia ini. Seperti, Sosial-nasionalisme dan Sosial-demokrasi, kosmo-politanisme-nya A.Baars dengan penafsirannya melalui San Min Chu I -nya Sun Yat Sen, dan San Min Chu I, yaitu dalam bentuk formulasi Mintsu, Min chuan, Min Sheng atau nationalism, democracy, sosialism-nya Sun Yat Sen. Jelas, itu semua bukan digali dari sumber Islam, melainkan dari karya-karya Sun Yat Sen dengan San Min Chu I -nya.

Jadi Muba, makin terbukti, bahwa itu pancasila memang sesuatu yang menyesatkan bagi umat Islam, bagi kemurnian dan kelurusan tauhid dan aqidah Islam. Hanya orang-orang yang mengekor Soekarno dengan San Min Chu I -nya Sun Yat Sen itulah yang terus membela dan mempertahankan pancasila di negara RI-Jawa-Yogya ini.

Kemudian menyingung masalah virus dimana Muba menyatakan: "Teungku Maat benar, sebuah hard disk tak perlu dihapus seluruhnya dan diinstal ulang dengan sistem operasi baru jika virus-nya bisa di-clean up. Ini ke-bloon-an Mad untuk kesekian kalinya. Kali ini pake ngaku-ngaku menguasai hardware/software segala macem, tapi soal clean up virus aja ngomongnya tidak meyakinkan, belepotan."

Kalau itu hanyalah virus cacing Muba budek, memang bisa dibuang dengan memakai mcafee yang lembek itu, tetapi itu hanya dipermukaan saja, seperti diatas permukaan kursi rotan reyot yang penuh tumbila di apartemennya Muba budek di Paris itu. Memang bisa disiram dengan obat kutu dan tumbila-nya mcafee. Tidak usah dibakar semua itu kursi rotan reyotnya itu. Karena kalau dibakar, mana ada lagi kursi rotan reyotnya yang dibawa dari Jawa sana itu. Paling harus mengimport atau meminta orang staf Kedutaan Besar Indonesia di Paris guna menebeng pakai cargo diplomat gombalnya itu agar supaya bisa mendapatkan kursi rotan barunya yang dibuat dari Jepara sana itu.

Dan mengenai komentar Muba: "Trus, dengan mengatakan "belum tentu sejarah di hard disk itu benar" kamu telah meragukan Dr Hussaini Hassan alias ketua MP-GAM itu, kan? Ini pengakuan jujur si Mad untuk kesekian kali. Hm, apa si Mad ini musuh dalam selimut bagi GAM? Kecurigaan yang patut nih."

Itu hanya cerita karangan made in Teungku Maat saja, mana itu pernah terjadi ada sejarah Acheh dan dokumen Dr. Hussaini Hassan diserahkan melalui komputernya yang kena virus kepada Ahmad Sudirman. Itu hanya mimpi Teungku Maat saja. Atau hanya mendengar bisikan dari kacungnya mbah Susilo Bambang Yudhoyono yang banyak berkeliaran di Swedia ini.

Terakhir, itu Muba budek menulis: "Beberapa teman di mimbar ini bilang padaku bahwa mereka males membaca tulisan-tulisan kamu, Mad, karena (memang sih) isinya cuma berputar-putar saja. Mereka hanya membaca tulusan-tulisan yang merupakan tanggapan atas tulusan-tulisanmu itu. Tapi aku berusaha sabar membacanya dan kemudian mewartakan di mimbar ini keanehan-keanehan dari yang tersirat dan tersurat pada tulisan-tulisan kamu yang tak bermutu itu. Memang, akhirnya tulisan-tulisan kamu itu hanyalah merupakan argumentasi yang tanggung, seperti yang kamu tulis sendiri atas desakan alam bawah sadarmu"

Ya, itu hak mereka, mau membaca atau tidak tulisan hasil diskusi Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini. Ahmad Sudirman tidak memaksa. Mau membaca atau tidak adalah hal setiap orang. Jadi tidak menjadi suatu masalah besar bagi Ahmad Sudirman. Dan soal bermutu atau tidak, itu tergantung dari kemampuan orang yang berdebat melawan Ahmad Sudirman. Yang kenyataannya, mereka yang berdebat tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan negara RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat, semuanya pada melempem. Apalagi itu soal pancasila, UUD 1945. Semuanya argumentasi yang dibuat mereka hanyalah argumentasi yang lemah. Yang bisa dipukul sekali pukul langsung jatuh lumpuh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sun, 6 Mar 2005 09:48:53 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: AKHIRNYA TEUNGKU MAAT MASUK PETI ES ANTARA ARVIKA DAN HALLEFORS YANG DIPASANG MBAH YUDHOYONO
To: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 apalambak2000@yahoo.ca

Teungku Maat benar, sebuah hard disk tak perlu dihapus seluruhnya dan diinstal ulang dengan sistem operasi baru jika virus-nya bisa di-clean up. Ini ke-bloon-an Mad untuk kesekian kalinya. Kali ini pake ngaku-ngaku menguasai hardware/software segala macem, tapi soal clean up virus aja ngomongnya tidak meyakinkan, belepotan.

Trus, dengan mengatakan "belum tentu sejarah di hard disk itu benar" kamu telah meragukan Dr Hussaini Hassan alias ketua MP-GAM itu, kan? Ini pengakuan jujur si Mad untuk kesekian kali. Hm, apa si Mad ini musuh dalam selimut bagi GAM? Kecurigaan yang patut nih.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis

NB:
Beberapa teman di mimbar ini bilang padaku bahwa mereka males membaca tulisan-tulisan kamu, Mad, karena (memang sih) isinya cuma berputar-putar saja. Mereka hanya membaca tulusan-tulisan yang merupakan tanggapan atas tulusan-tulisanmu itu. Tapi aku berusaha sabar membacanya dan kemudian mewartakan di mimbar ini keanehan-keanehan dari yang tersirat dan tersurat pada tulisan-tulisan kamu yang tak bermutu itu. Memang, akhirnya tulisan-tulisan kamu itu hanyalah merupakan argumentasi yang tanggung, seperti yang kamu tulis sendiri atas desakan alam bawah sadarmu
----------

Date: Sun, 6 Mar 2005 08:28:12 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Perlu Garis Keras di Blok Ambalat
To: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 apalambak2000@yahoo.ca

Perlu Garis Keras di Blok Ambalat

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------

Sabtu, 05 Maret 2005

EDITORIAL
Perlu Garis Keras di Blok Ambalat

ADA tanda-tanda Malaysia akan menjadi negara yang berwatak ekspansionistis. Yaitu, memperluas batas wilayahnya dengan cara seenaknya mencaplok daerah yang
kaya sumber daya energi.

Celakanya, yang hendak dicaplok itu bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Contohnya, sekarang Malaysia mengklaim kawasan Laut Sulawesi merupakan wilayahnya. Malaysia menyebut wilayah pertambangan minyak lepas pantai itu sebagai Blok XYZ, dan mereka memberi konsesi pengeboran minyak kepada Shell.

Indonesia menyebut wilayah itu sebagai Blok Ambalat dan Blok East Ambalat. Blok pertama konsesinya diberikan kepada ENI (Italia), sedangkan blok kedua diberikan kepada Unocal (AS).

Setelah sukses mengambil Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, agaknya Malaysia mengembangkan sikap anggap enteng kedaulatan Indonesia. Malaysia berpikir sangat gampang merampok Tanah Air Indonesia, yaitu dengan memenangkan sengketa di Mahkamah Internasional.

Blok Ambalat menjadi sasaran berikutnya karena kekayaan minyak yang dikandungnya. Dalil yang dipakai adalah "Malaysia memiliki hak dan yurisdiksi untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber alam yang berada dalam kontinennya terkait dengan konvensi PBB
mengenai Hukum Laut 1982".

Bukan sembarang klaim, karena Malaysia mengejar dan menembak kapal ikan jenis {trawl] Indonesia di kawasan itu. Angkatan laut Malaysia pun menangkap dan menyiksa karyawan PT Asiha Samudra yang sedang memperbaiki lampu suar di Karang Unarang.

Singkatnya, Malaysia dengan gagah dan berani menduduki daerah itu.

Apa reaksi Indonesia? Dua pesawat intai maritim diberangkatkan dari Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Timur. Dua kapal perang yang berpangkalan di Surabaya bergabung dalam operasi di Laut Sulawesi. Singkatnya, memang ada pengerahan pasukan TNI di situ
untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Presiden sendiri telah memerintahkan TNI untuk menjaga Blok Ambalat. Tetapi, kita khawatir perintah itu masih terlalu lembek untuk menghadapi sebuah negara yang sedang dirasuk kerakusan. Terlalu 'halus' untuk menyikapi tabiat Malaysia, yang menganggap enteng
kemampuan Indonesia memelihara kedaulatannya.

Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengajak Malaysia menyelesaikan sengketa itu melalui jalur diplomatik. Tetapi, hal itu tidak digubris Malaysia. Setelah Indonesia mengerahkan kekuatan angkatan perang, Malaysia mencoba meredakan ketegangan itu
dengan meninabobokan Indonesia bahwa kedua negara memiliki hubungan sangat dekat dan akrab.

Malaysia memang bisa berwajah manis tetapi berkelakuan yang sebaliknya. Itulah yang terjadi dengan tenaga kerja Indonesia. Anak bangsa ini diperlakukan sebagai budak belian, bahkan sampai derajat tertentu, diperlakukan sebagai binatang. Perlakukan tenaga kerja
itu serta diambilnya Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan, mestinya memberikan pelajaran sangat berharga bagi Indonesia dalam memandang hubungan Indonesia-Malaysia.

Hubungan itu harus dilihat dan diperlakukan secara rasional dengan membuang dan mengubur romantisme sesama puak Melayu. Bahkan, dalam hal menyangkut kedaulatan negara, harus berani mengambil garis keras. TNI tidak usah ragu-ragu menghajarnya. Pukulan
mematikan diperlukan agar Malaysia tidak semaunya di Blok Ambalat.

Yang pasti, kita memerlukan angkatan perang yang lebih kuat. Karena itu, pemerintah dan DPR mestinya menambah anggaran angkatan perang, sehingga kita bisa menjaga dan mempertahankan kedaulatan negara dengan lebih gagah dan terhormat.

http://www.mediaindo.co.id/editorial.asp?Id=2005030501282405
----------

Date: Sun, 6 Mar 2005 09:31:15 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Bung Karno, mbahku
To: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 apalambak2000@yahoo.ca

Pengantar

Ini adalah satu sisi kecil saja dari kebesaran Bung Karno, mbahku itu. Apa benar seperti bualanmu itu, Mad, bahwa Pancasila itu cuplikan dari karya Mpu Tantular itu ? Apa benar seperti katamu dan si picik itu bahwa sila pertama itu bertentangan dengan Islam?
(Sehingga si picik itu menyebut Indonesia dengan Hindunesia.)

Beriku ini sebuah ulasan tentang asal usul Pancasila rumusan Soekarno yang aku ambil dari sebuah tulisan di Media Indonesia.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis

Ralat:
Maksudku bukan "Beriku" tapi "Berikut". Tertinggal SATU HURUF, tidak sama kan dengan "kesalahan" TANGGUH menjadi TANGGUNG yang jelas intervensi alam bawah
sadar, he he.
----------

ASAL USUL PANCASILA RUMUSAN SOEKARNO

ENDANG Saifuddin Anshari, dalam bukunya berjudul: Piagam Jakarta 22 Juni 1945, mengemuka-kan pertanyaan sebagai berikut : "Apakah Soekarno benar-benar perumus yang pertama sekali Lima Sila itu?" Jawabnya adalah negasi. Tiga hari sebelum Soekarno menyampaikan pidatonya yang terkenal itu, Muhammad Yamin telah menyampaikan, pada tanggal 29 Mei 1945, di depan sidang Badan Penyelidik tentang Lima Asas sebagai dasar bagi Indonesia Merdeka, sebagai berikut: Peri-Kebangsaan, Peri-Kemanusiaan, Peri-Ketuhanan, Peri Kerakyatan dan Kesejahteraan Rakyat.

Tidak terdapat perbedaan fundamental antara Lima Asas Yamin dan Lima Sila Soekarno itu. Perbedaan hanya dalam istilah yang digunakan untuk "demokrasi" dan dalam susunan atau urutan asas-asas tersebut.

Mohammad Roem, seorang pemimpin terkenal Masyumi memandang : "Tema dari kedua pidato itu sama, jumlah prinsip atau dasar sama-sama lima, malah sama juga panjangnya pidato, yaitu dua puluh halaman dalam "Naskah" tersebut. 17) B.J. Boland mencatat bahwa atas dasar kesamaan ini maka orang sampai kepada kesim-pulan bahwa "The Pancasila was in fact creation of Yamin's, and not Soekaro's. 18) (Pancasila itu ternyata karya Yamin, dan bukan karya Soekarno). (Dalam beberapa tahun terakhir hidupnya, dalam beberapa kesempatan baik secara implisit maupun eksplisit, Mohammad Hatta membantah anggapan bahwa Yamin perumus pertama "Panca-sila". Hatta memperkuat anggapan, bahwa Soekarnolah perumus pertama "Pancasila".

Bantahan Hatta tersebut meragukan, sekurang-kurang-nya menimbulkan beberapa pertanyaan. Mengenai masalah ini diperlukan pembahasan khusus, dan tidak akan diuraikan disini.

Bagaimanapun, ini semua bukanlah rumusan pertama prinsip-prinsip ini. Ketika Yamin dipecat dari Gerindo pada tahun 1939, kemudian dia dan kawan-kawannya mendirikan Partai Persatuan Indonesia (Parpindo) berasaskan Sosial-nasionalisme dan Sosial-demokrasi.

Enam tahun sebelumnya, dalam konferensi Partindo (Partai Indonesia) di Mataram pada bulan Juli 1933, Soekarno menyatakan bahwa bagi kaum Marhaen asas itu ialah Kebangsaan atau Kemarhaenan (Marhaenisme).

Di dalam ayat 1 putusan konferensi tersebut ditegaskan bahwa Marhaaenisme itu bukanlah lain melainkan Sosio-nasionalisme dan Sosio-demokrasi;

Sosio-nasionalisme terdiri atas (1) Internasionalisme dan (2) Nasionalisme, sedangkan Sosio-Demokrasi mencakup (3) Demokrasi dan (4)Keadilan Sosial; 23) Oleh karena itu jelaslah baik "Pancasila" Soekarno maupun Lima Asas Yamin bukanlah lain melainkan pernya-taan kembali (Restatement) empat segi Marhaenisme Soekarno yang dirumuskan pada tahun 1933
ditambah Ke-Tuhanan. Keterangan-keterangan Soekarno sendiri me-ngenai prinsip-prinsip ini dalam Badan Penyelidik menunjukkan dengan jelas bahwa dia sendiri mengakui ketergantungannya pada orang-orang lain.

Ketika membahas hubungan antara Nasional-isme dan Internasionalisme dan menyatakan : "Saya mengaku, pada waktu saya berumur 16 tahun, duduk di bangku sekolah H.B.S di Surabaya, saya dipengaruhi oleh seorang sosialis yang bernama A. Baars, yang memberi pelajaran kepada saya,-katanya : jangan berfaham kebangsaan, tetapi berfahamlah rasa kemanusiaan sedunia, jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikitpun. Itu terjadi pada tahun 17.

Tetapi pada tahun 1918, alham-dulillah, ada orang lain yang memperingatkan saya,- ialah Dr. Sun. Yat Sen !

Di dalam tulisannya "San Min Chu I" atau "The Three People Principles". Saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmo-politanisme yang diajarkan A. Baars itu.

Dalam hati saya sejak itu tertanamlah rasa kebangsaan, oleh pengaruh "The Thrre People Principles" itu. Maka oleh karena itu, jikalau seluruh bangsa Tionghoa mengharap Dr Sun Yat Sen sebagai penganjurnya, yakinlah, bahwa bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan sehormat-hormatnya merasa berterima kasih kepada Dr Sun Yat Sen, - sampai masuk lobang kubur.

Ketika membicarakan prinsip keadilan sosial, Soekarno sekali lagi menyebutkan pengaruh San Min Chu I karya Dr. Sun Yat Sen : "Prinsip nomor 4 sekarang saya usulkan. Saya di dalam tiga hari belum mendengarkan prinsip itu, yaitu prinsip kesejahteraan, prinsip : tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka. Saya katakan tadi : prinsipnya San Min Chu I ialah Mintsu, Min chuan, Min Sheng : nationalism, democracy, sosialism. Maka prinsip kita harus ....... Kesejahte-raan sosial, ....... Sociale rechtvaardigbeid." Ketiga prinsip Nasionalisme, demokrasi dan Sosialis ini dapat ditelusuri kembali kepada tahun 1885.

Menurut Soekarno : "Maka demikian pula, jika kita hendak mendi-rikan Negara Indonesia Merdeka, Paduka tuan ketua, timbullah pertanyaan : apakah "Weltans-chauuung" kita, untuk
mendirikan negara Indo-nesia Merdeka diatasnya? Apakah nasionalis-sosialism?

Apakah San Min Chu I, sebagai dikatakan oleh doktor Sun Yat Sen ?

Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok mereka, tetapi "Welants-chauuung"nya telah dalam tahun 1885, kalau saya tidak salah, difikirkan, dirancangkan. Di dalam buku "The Three People's Principles" San Min Chu I, - Mintsu, Min chuan, Ming Sheng, -Nasionalisme, demokrasi, sosialisme,- telah digambarkan oleh Dr Sun Yat Sen Weltanschauung itu, tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas "Weltanschauuung" San Min Chu I itu, yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun."

Marhaenisme Soekarno pada 1913 nampak jelas merupakan kembali The Three People's daripada San Min Chu I ditambah Internasionalime.

Prinsip Soekarno yang terakhir ini jelas diilhami oleh Kosmopolitanisme A. Baars yang dikritik dan dikoreksinya" kemudian diubahnya menjadi Internasionalime. Hal ini bukti dari pernyataan Soekarno sendiri, dan mengenai masalah ini tidak perlulah kita perbincangkan lebih lanjut. Perta-nyaan yang penting ialah dari sumber manakah Soekarno dan Yamin mengambil prinsip Ke-tuhanan.

Tiada keraguan, keduanya menemukan prinsip ke-Tuhanan ini dari alam fikiran dan cita-cita yang diungkapkan oleh pemimpin Islam di dalam Badan Penyelidik, yang menolak kebangsaan dan mengajukan Islam sebagai dasar negara.

Van Nieuwenhuijse - dan juga yang lainnya - mengakui bahwa cita dan pengertian Ke-Tuhanan ini "has basically a Muslim background", walaupun "it is not always necessarily unacceptable to non-Muslim" (pada dasarnya berlatar belakang muslim, walaupun tidak usah
selalu tidak dapat di terima oleh golongan bukan (Muslim).

Lebih tegas lagi jawaban Profesor Hazairin mengenai masalah ini : "Dari manakah datangnya sebutan "Ketuhanan Y.M.E." itu? Dari fihak Nasrani-kah, atau fihak Hindu-kah atau dari fihak "Timur Asing" (seorang keturunan Cina)-kah, yang ikut bermusyawarah dalam panitia yang bertugas menyusun UUD 1945 itu ?

Tidak mungkin ! Istilah "ketuhanan Yang Maha Esa" itu hanya sanggup diciptakan oleh otak, kebijaksanaan dan iman orang Indonesia Islam, yakni sebagai penerjemah pengertian yang terhim-pun dalam "Allahu al-wahidu al-ahad" yang disalurkan dari QS. 2:163 dan QS. 112,
dan dizikir-kan dalam doa Kanzu 'Arsy baris 17.

Dengan kata-kata Departeman Agama : It is just obvious that there is a relationship between the Pancasila's principle of Belief in God the One with the Isamic Tawhid of Theology (the tawhid of Islamic theology ? - ESA). It is obvious that the first principle of Pancasila, which is "prima causa" or most primary, is in line with some of the teaching of Islamic Tawhid, Vis, "Tawhidushifat" (Tawhid as-sifat) and "Tawhid-I f'aal" (tauhid Af-al), in the sense that God is One in His deeds. These teachings are also accepted by other religions in Indonesia.

Jelaslah bahwa ada hubungan antara sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila dengan ajaran tauhid dalam teologi Islam. Jelaslah pula bahwa sila pertama Pancasila yang merupakan "prima causa" atau sebab pertama itu, sejalan dengan beberapa ajaran tauhid Islam, dalam hal ini ajaran tentang tauhidu's shifat dan Tauhidu 'l-Af'al, dalam pengertian bahwa Tuhan itu Esa dalam sifat-Nya dan perbuatan-Nya.

Ajaran ini juga diterima oleh agama-agama lain di Indonesia. Bahwa prinsip ke-Tuhanan Soekarno itu didapat dari - atau sekurang-kurangnya diilhami oleh uraian-uraian dari para pemimpin Islam yang berbicara mendahului Soekarno dalam Badan Penyelidik itu, dikuatkan dengan keterangan Mohamad Roem. Pemimpin Masyumi yang ter-kenal ini menerangkan bahwa dalam Badan Penyelidik itu Soekarno merupakan pembicara terakhir; dan membaca
pidatonya orang mendapat kesan bahwa fikiran-fikiran para para anggota yang berbicara sebelumnya telah tercakup di dalam pidatonya itu, dan dengan sendirinya perhatian tertuju kepada (pidato) yang terpenting", komentar Roem, "pidato penutup yang bersifat menghimpun pidato-pidato yang telah diucapkan sebelumnya".

Penting untuk dicatat bahwa Soekarno sendiri secara tegas menolak anggapan bahwa dia "pencip-ta" pancasila. Dalam pidato inaugurasi penerimaan gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Mada, dia menyatakan : "janganlah dikatakan saya ini pembentuk ajaran Pancasila. Saya hanya seorang penggali daripada ajaran Pancasila itu".

Atas anjuran Presiden Soeharto, maka dibentuk-lah Panitia Pancasila yang terdiri atas lima orang, yakni : Mohammad Hatta, Ahmad Subardjo, A.A. Maramis, Sunario dan A.G. Pringgodigdo, yang dianggap dapat memberikan pengertian sesuai dengan alam fikiran, dan semangat lahir batin para penyusun UUD 1945 dengan Pancasilanya.

Di dalam sidangnya pada tangal 10 januari 1979, pukul 09.15, terjadilah diskusi yang menarik kita catat sehubungan dengan masalah sumber peng-ambilan sila ketuhanan.

Prof. Sunario, seorang tokoh penting PNI berkata : "Bung Karno mengatakan bahwa beliau adalah merupakan salah satu penggali Pancasila : saya kira ini benar". Hatta langsung menyambut : "Mungkin saja, tetapi yang jelas Bung Karno banyak mendapat ilham.

Ya, memang demikian halnya, misalnya saja asas Ketuhanan dari pihak PSII merupakan asas perjuangan partai.

Dalam pelbagai kesempatan Soekarno sering mengungkapkan bahwa dia menggali "Pancasila"-nya itu langsung dari Indonesia sendiri, karena katanya, ajaran itu "dari zaman dahulu sampai dengan sekarang ini yang nyata selalu menjadi isi daripada jiwa bangsa
Indonesia".

Ketika ada orang yang berkata, bahwa Soekarno menggali kurang dalam, dia menjawab : "Dan saya tegaskan, saya ini orang Islam,tetapi saya menolak perkataan bahwa pada waktu saya menggali di dalam jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia kurang dalam menggalinya ...............Sebaliknya saya berkata : Penggalian saya itu sampai zaman sebelum ada agama Islam.

Saya gali sampai zaman Hindhu dan pra-Hindu. Masyarakat ini boleh saya gambarkan dengan saf-safan. Saf ini di atas saf itu, di atas saf itu ada saf lagi. Saya melihat macam-macam saf.

Saf pra-Hindu, yang pada waktu itu telah menjadi bangsa yang berkultur dan bercita-cita."Seperti yang telah dipaparkan di atas, bukanlah dari bumi Indonesia Soekarno terutama menggali "Pancasila"-nya itu : idea-idea dan sumber-sumber luar memegang peranan penting dalam pelahir-annya. Seperti telah disinggung di atas, penemuan Soekarno yang asli
sekurang-kurangnya ialah pena-maan "Pancasila" itu.

Roem menyatakan pendapat, bahwa "kalau ada yang harus kita akui dari Ir. Soekarno sendiri ialah nama lima dasar itu, yaitu "Pancasila". Akan tetapi di dalam soal penamaan itu pun kita berkesimpulan, bahwa hal itu bukanlah asli dari Soekarno, karena dia sendiri mengakui :
Namanya bukan Panca Dharma, tetapi - saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa - namanya Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia kekal abadi.
----------