Stockholm, 7 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TEUNGKU MAAT, ITU MENDUKUNG DAN MENYOKONG PERJUANGAN RAKYAT ACHEH ADALAH HAK SESEORANG
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TEUNGKU MAAT ALIAS TEUNGKU DI TIRO, ITU MENDUKUNG DAN MENYOKONG PERJUANGAN RAKYAT ACHEH ADALAH HAK SESEORANG YANG DIJAMIN OLEH PERNYATAAN UMUM HAK HAK ASASI MANUSIA

"Bung Ahmad istilah musuh dalam selimut hanya di gunakan bagi pihak yang mementingkan diri sendiri, seperti yang di gunakan oleh GAM terhadap MP-GAM, sedangkan MP-GAM adalah sebuah organisasi yang ingin merdeka. Mereka tidak pernah berunding dengan jawa/RI. Bung Ahmad tidak boleh mencampuri kalau orang Acheh ingin berdebad dengan GAM, karena bung tidak tahu bagai mana GAM melakukan perjuangan di Atjeh, Bung hanya tahu melalui internet dan tidak terjun lapangan FAHAM BUNG ? Bung boleh memberi fakta jika seseorang mengata kan perjuang Atjeh tidak sah FAHAM BUNG ? Tapi tidak anggota GAM sendiri tahu, jangan berlagak." (Tgk di tiro , tgk_maat@yahoo.co.uk , Mon, 7 Mar 2005 01:09:59 +0000 (GMT))

Baiklah Teungku Maat alias Teungku di Tiro di Arvika, Swedia.

Masih ada waktu untuk sedikit memberikan tanggapan kepada Teungku Maat.
Teungku Maat, Ahmad Sudirman tidak ikut mencampuri ketika "orang Acheh ingin berdebad dengan GAM, karena bung tidak tahu bagai mana GAM melakukan perjuangan di Atjeh, Bung hanya tahu melalui internet dan tidak terjun lapangan faham Bung ?"

Itu Ahmad Sudirman memberikan tanggapan kepada Teungku Maat, karena pada awalnya Teungku maat langsung saja mengarahkan salto senjatanya ke arah Ahmad Sudirman, seperti yang tertuang dalam tulisan "Taktik & strategi Teungku Maat di Arvika disenangi Yudhoyono & Letjen Djoko Santoso" , 5 Maret 2005 .

Nah, kalau Teungku Maat tidak pernah mengarahkan senjata dan peluru Teungku Maat ke arah Ahmad Sudirman, mana mau Ahmad Sudirman membalas kembali dan menanggapi apa yang ditembakkan oleh Teungku Maat kehadapan Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman tidak pernah berdiskusi dan berdebat dengan sesorang yang sebelumnya tidak mengarahkan salto dan serangannya ke arah Ahmad Sudirman.

Jadi, kalau Teungku Maat sekarang menyatakan: "Bung Ahmad tidak boleh mencampuri kalau orang Acheh ingin berdebad dengan GAM". Ini bukan diakibatkan kesalahan dari Ahmad Sudirman, melainkan karena memang Teungku Maat sendiri yang terlebih dahulu menembakkan pelurunya ke arah Ahmad Sudirman. Dan tentu saja Ahmad Sudirman mempunyai hak untuk mempertahankan diri dari serangan yang datang dari luar. Karena itu dianggap telah melakukan deklarasi pertentangan. Bagi Ahmad Sudirman senang saja, siapa yang mau damai, mari berdamai. Siapa yang mau berdebat dan bertanding, silahkan tampilkan semua kekuatan yang ada. Insya Allah Ahmad Sudirman akan hadapi.

Selanjutnya, kalau Ahmad Sudirman "tidak tahu bagaimana GAM melakukan perjuangan di Atjeh". Jelas, Ahmad Sudirman menanyakan langung kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Stafnya dari ASNLF atau GAM yang ada di Swedia. Ditambah Ahmad Sudirman menggali dari sumber-sumber lain untuk mengetahui tentang perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Jadi, Ahmad Sudirman menemukan sumber tentang perjuangan rakyat Acheh dari semua unsur dan pihak, baik dari pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya dan juga dari pihak lainnya, sehingga Ahmad Sudirman mempunyai dasar pegangan untuk dijadikan tempat berpijak, dalam rangka mendukung dan menyokong perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Selanjutnya soal fakta tentang sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negeri Acheh dan perjuangan rakyat Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah dipejari oleh Ahmad Sudirman, itu buku-bukunya Teungku Hasan Muhammad di Tiro sebagian besar telah dibaca oleh Ahmad Sudirman.

Jadi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang proses pertumbuhan dan perkembangan Negeri Acheh dan perjuangan rakyat Acheh yang dilambungkan oleh Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini, itu didasarkan kepada apa yang Ahmad Sudirman telah gali, baca, analisa, dan simpulkan dari semua fakta, bukti dan dasar hukum serta sejarah yang ada.

Nah, kalau ada yang masih menganggap fakta, bukti, dasar hukum dan sejarah tentang Acheh dan RI yang dilambungkan Ahmad Sudirman lemah dan kurang, maka dispersilahkan bagi siapapun termasuk Teungku Maat untuk menambahkannya atau meluruskannya apabila memang Teungku Maat memiliki fakta, bukti dan dasar hukum yang lebih kuat dan jelas.

Seterusnya, kalau Teungku Maat menyatakan: "Bung Ahmad istilah musuh dalam selimut hanya di gunakan bagi pihak yang mementingkan diri sendiri, seperti yang di gunakan oleh GAM terhadap MP-GAM, sedangkan MP-GAM adalah sebuah organisasi yang ingin merdeka. Mereka tidak pernah berunding dengan jawa/RI."

Itu soal istilah musuh dalam selimut, tidak pernah sekalipun dilambungkan Ahmad Sudirman di mimbar bebas. Kalau ada yang melambungkan dari pihak lain atau orang lain, yang bukan dari Ahmad Sudirman, ya, itu hak mereka. Hanya yang jelas, kalau memang tidak merasa sebagai musuh dalam selimut, seharusnya Teungku Maat bisa memberikan tanggapan dan alasan yang jelas berdasarkan fakta, bukti dan hukum yang ada.

Coba jelaskan di mimbar bebas ini alasan-alasan yang berdasarkan dasar hukum, fakta, dan bukti tentang apa yang dikatakan Teungku Maat diatas itu. Biar semuanya mengetahui dan jelas duduk persoalannya. Dimana semua ini adala dalam rangka untuk mencapai kemerdekaan di Acheh, dan pembebasan rakyat Acheh dari pendudukan dan penjajahan yang dilakukan RI dan TNI-nya.

Terakhir, itu Teungku Maat melambungkan lagi soal yang menyangkut masalah: "Kalau computer ketua MP-GAM boleh di instal kenapa computer mesti di pulangkan kerumah bung, di instal kembali hanya mengambil masa paling lama sejam."

Sudah dijelaskan oleh Ahmad Sudirman sebelumnya, soal menghilangkan virus itu tidak mudah, memang banyak program anti virus yang gratis yang bisa dipakai, tetapi itu hanya dipermukaannya saja. Karena intinya, dari kejahatan virus itu masih tetap ada dalam hard disk, karena itu yang banyak dilakukan Ahmad Sudirman dan yang pernah menimpa juga kepada semua komputer Ahmad Sudirman karena diserang virus, maka caranya, format kembali itu hard disk, lalu diinstal kembali operating system-nya. Hanya tentu saja, Ahmad Sudirman tidak bodoh, karena semua dokumen dan fakta penting Ahmad Sudirman sudah membuat kopinya khusus dalam CD. Setiap ada dokumen penting, lalu Ahmad Sudirman membuat kopinya dalam CD yang terpisah dari hard disk. Jadi, kalau terjadi serangan virus terhadap kompter Ahmad Sudirman, tidak menjadi persoalan besar. Karena semua dokumen penting telah dikopi sebelumnya kedalam CD. Nah, kalau itu hard disk harus di format untuk disapu semua isinya karena untuk membasmi virus, maka senang saja. Ahmad Sudirman tidak kehilangan satupun dokumen penting.

Kemudian, itu persoalan ketua MP-GAM dengan komputernya yang ada virusnya kenapa tidak diinstalnya sendiri operating system-nya, itu bukan persoalan Ahmad Sudirman, silahkan tanyakan kepada ketua MP-GAM. Ahmad Sudirman akan membantu siapa saja sesuai dengan kemampuan yang ada ada, kalau ada seseorang yang mempunyai kesulitan dalam hal computer software dan hardware, misalnya dalam hal virus.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Mon, 7 Mar 2005 01:09:59 +0000 (GMT)
From: Tgk di tiro tgk_maat@yahoo.co.uk
Subject: Re: MUBA TAMPILKAN TNI UNTUK PERANG DI AMBALAT SETELAH DIKASIH JAMU CAP PANCASILA DENGAN CAMPURAN VIRUS CACING MUBA
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com

Bung Ahmad istilah musuh dalam selimut hanya di gunakan bagi pihak yang mementingkan diri sendiri, seperti yang di gunakan oleh GAM terhadap MP-GAM, sedangkan MP-GAM adalah sebuah organisasi yang ingin merdeka. Mereka tidak pernah berunding dengan jawa/RI.

Bung Ahmad tidak boleh mencampuri kalau orang Acheh ingin berdebad dengan GAM, karena bung tidak tahu bagai mana GAM melakukan perjuangan di Atjeh, Bung hanya tahu melalui internet dan tidak terjun lapangan FAHAM BUNG ???

Bung boleh memberi fakta jika seseorang mengata kan perjuang Atjeh tidak sah FAHAM BUNG ??? Tapi tidak anggota GAM sendiri tahu, jangan berlagak.

Kalau computer ketua MP-GAM boleh di instal kenapa computer mesti di pulangkan kerumah bung, di instal kembali hanya mengambil masa paling lama sejam.

Salam dari

Tgk Maat

tgk_maat@yahoo.co.uk
Arvika, Swedia
----------