Stockholm, 7 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TEUNGKU MAAT, ITU KALAU BELAJAR SEJARAH ACHEH & RI HARUS DARI BERBAGAI REFERENSI BUKAN HANYA DARI YUDHOYONO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TEUNGKU MAAT ALIAS TEUNGKU DI TIRO, ITU KALAU BELAJAR SEJARAH ACHEH & RI HARUS DARI BERBAGAI REFERENSI BUKAN HANYA DARI YUDHOYONO SAJA

"Bung Ahmad "ustaz Ahmad" pada argument yang lalu mengatakan mendalami ilmu atau sejarah Atjeh melalui meling bebas ini dan setaf2 GAM, tapi berlainan dengan argument kali ini yang bung telahpun mempunyai buku2 sejarah Atjeh. Gemana ni Bung. Memangnya mau dibodohin orang dasar Idiot. Ustz ustz." (Tgk di tiro , tgk_maat@yahoo.co.uk , Mon, 7 mars 2005 11:57:12)

Baiklah Teungku Maat alias Teungku di Tiro di Arvika, Swedia.

Teungku Maat, kalau berdebat di mimbar bebas ini, yang diikuti oleh ribuan member dari seluruh dunia ini, dan ditambah dengan sekitar sepuluh grup diskusi yahoo ini, coba pergunakan pikiran yang jernih dan hati terbuka, agar supaya tidak terjerumus kedalam lubang yang dalam.

Itu, kalau Ahmad Sudirman pernah menulis: "Kemudian mengenai Ahmad Sudirman, jelas, Ahmad Sudirman mengetahui jalur sejarah pertumbuhan dan perkembangan Acheh dan pertumbuhan dan perkembangan Negara pancasila karena Ahmad Sudirman membaca, menggali, mendalami, membandingkan, menganalisa, menyimpulkan, sehingga sampai kepada kesimpulan sebagaimana yang sering dijelaskan di mimbar bebas ini." (Ahmad Sudirman, 5 Maret 2005)

Kemudian pernah juga Ahmad Sudirman menulis: "Ahmad Sudirman memiliki sumber referensi buku tentang sejarah Acheh yang mungkin Teungku Maat tidak memilikinya, walaupun Teungku Maat orang Acheh. Jadi Ahmad Sudirman tidak perlu membaca isi hard disk punya orang lain yang isinya penuh virus itu. Tidak perlu Ahmad Sudirman "mencuri semua dukoment" milik orang lain. Ahmad Sudirman mencari, membaca, mempelajari, mendalami, menganalisa tentang sejarah Acheh, perjuangan ASNLF, dan jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat, dari referensi-referensi yang kuat dan bisa dipercaya, sehingga itu pihak RI mati kutu menghadapi hasil galian argumentasi yang diperoleh Ahmad Sudirman." (Ahmad Sudirman, 6 Maret 2005)

Dan juga pernah menulis: "Selanjutnya soal fakta tentang sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negeri Acheh dan perjuangan rakyat Acheh dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro telah dipejari oleh Ahmad Sudirman, itu buku-bukunya Teungku Hasan Muhammad di Tiro sebagian besar telah dibaca oleh Ahmad Sudirman." (Ahmad Sudirman,7 Maret 2005)

Itu semuanya, menandakan bahwa Ahmad Sudirman dalam mempelajari masalah sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Acheh, bukan hanya dari secuil sumber saja, melainkan diambil dari sumber referensi yang luas. Artinya dari sumber referensi baik dari pihak ASNLF, seperti buku-bukunya Teungku Hasan Muhammad di Tiro, atau referensi buku sejarah Acheh yang Ahmad Sudirman miliki, atau dari sumber referensi lainnya yang sumbernya bisa dipercaya.

Jadi, kalau Teungku Maat mengatakan: "Bung Ahmad "ustaz Ahmad" pada argument yang lalu mengatakan mendalami ilmu atau sejarah Atjeh melalui meling bebas ini dan setaf2 GAM, tapi berlainan dengan argument kali ini yang bung telahpun mempunyai buku2 sejarah Atjeh. Gemana ni Bung"

Itu artinya Teungku Maat ini masih belum mengerti dan belum memahami bagaimana seharusnya seseorang itu kalau mempelajari sejarah Acheh dan sejarah RI. Ahmad Sudirman bukan orang yang sempit pandangannya. Ahmad Sudirman menggali, mempelajari, membaca, menganalisa, menyimpulkan dari berbagai sumber referensi tentang perjuangan rakyat Acheh, sejarah Acheh, sejarah RI dan sejarah negara-negara dan daerah-daerah yang sebelumnya ada di Nusantara.

Jadi kalau Teungku Maat mengatakan: "Memangnya mau dibodoh in orang dasar Idiot. Ustaz ustaz.". Yang jelas siapa yang tidak mengerti dan tidak mau belajar dari berbagai sumber referensi tentang sejarah Acheh, maka itulah tandanya orang yang pengetahuannya masih bisa dibodohi oleh mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan mas Djoko Santoso.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Fran: Tgk di tiro tgk_maat@yahoo.co.uk
Date: Mon, 7 mars 2005 11:57:12
To: Lantak@yahoogroups.com, ppdi@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com Subject: Re: [Lantak] AKHIRNYA TEUNGKU MAAT MASUK PETI ES ANTARA ARVIKA DAN HALLEFORS YANG DIPASANG...

Bung Ahmad "ustaz Ahmad" pada argument yang lalu mengatakan mendalami ilmu atau sejarah Atjeh melalui meling bebas ini dan setaf2 GAM, tapi berlainan dengan argument kali ini yang bung telahpun mempunyai buku2 sejarah Atjeh. Gemana ni BUNG.

Memangnya mau dibodohin orang dasar Idiot. Ustaaaaaaaaaaz ustaaaaaaaaaaaaaaz.

Salam dari

Tgk Maat

tgk_maat@yahoo.co.uk
Arvika, Swedia
----------