Stockholm, 7 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TEUNGKU MAAT HANYA OBRAL BUKTI PALSU, COBA SELESAIKAN SECARA INTERNAL DENGAN PIHAK TEUNGKU HASAN DI TIRO & STAFNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

TEUNGKU MAAT, JANGAN HANYA MENGOBRAL BUKTI PALSU TENTANG AHMAD SUDIRMAN DAN SELESAIKAN SECARA INTERNAL DENGAN PIHAK TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO & STAFNYA

"Perjuangan bangsa Aceh adalah sah menurutt UUD internatioanal. Karena sesubuah bangsa yang ingin kemerdekaan nya, Mesti mempunyai Sejarah, Bangsa , Negara dan budaya. Acheh adalah sebuah negara yang merdeka sebelum datangnya penjajahan Belanda ke Acheh. GAM adalah sebuah Organisasi bangsa Acheh yang ingen merdeka dari pada kolonialis Jawa. Pada tahun 1976 AM telah bertungkus lumus menyebarkan Idiologi kepada bangsa Acheh dengan bermacan cara, dan anggota Am jugak megalami kesulitan dalam menjalan kan tanggung jawabnya. Setelah ceridik pandai Agam berlepas keluar negeri, melalui UNHCR agam pun menjalankian semua aktivitet dengan penuh kepercayaan antara satu samalain, yang ketuai oleh Tgk Muhamad Hassan. Tgk Muhamad Hassan juga adalah salah seorang peminpin yang di terima oleh bangsa atjeh, dia juga pernah ke Atjeh untuk berjuang bersama-sama anggotanya, bukan seperti GAM-M-Z. Hanya berlenggang-lenggan di luar negeri dan tidak pernah menjejak bumi Atjeh." (Tgk di tiro , tgk_maat@yahoo.co.uk , Mon, 7 mars 2005 11:57:12)

Baiklah Teungku Maat alias Teungku di Tiro di Arvika, Swedia.

Tentang sejarah perjuangan ASNLF dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro dari sejak 4 September 1976, ketika Teungku Hasan Muhammad di Tiro meninggalkan New York dan sampai di Acheh pada tanggal 28 Oktober 1976. Dan pada tanggal 4 Desember 1976 diproklamasikan Kemerdekaan Acheh Sumatera dalam usaha penentuan nasib sendiri dan bebas dari penjajah RI yang dikontrol dari Jakarta. Sampai tanggal 29 Maret 1979 Teungku Hasan meninggalkan Acheh untuk meneruskan perjuangan dengan taktik dan strategi baru dalam usaha membebaskan Negeri Acheh dari kekuasaan penjajah RI. Dimana perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan penjajah RI terus berlangsung sampai detik sekarang ini.

Dalam alam kebebasan sekarang ini, pertentangan, perbedaan, kelainan taktik strategi, adalah suatu hal yang bisa, terutama dalam rangka suatu perjuangan. Hanya tentu saja, adanya perbedaan, pertentangan, dan kelainan taktik strategi tidak harus menjadikan jembatan pemisah yang sangat jauh diantara rakyat Acheh yang sedang berjuang untuk penentuan nasib sendiri ini.

Seharusnya, dalam rangka mencapai tujuan kemerdekaan di Acheh, persatuan diantara rakyat Acheh adalah sangat dipentingkan. Tentu saja, walaupun seandainya ada faktor yang sangat sulit untuk bisanya membentuk kesamaan derap langkah dalam usaha menghadapi penjajah RI dan TNI-nya, tetapi, adanya perbedaan ini tidak dijadikan sebagai suatu alasan untuk menghambat lajunya roda perjuangan ASNLF dalam usaha meraih kebebasan dan kemerdekaan Acheh.

Memang suatu kewajaran dalam suatu perjuangan kemerdekaan timbul berbagai perbedaan taktik dan strategi dalam menghadapi pihak penjajah RI, tetapi tentu saja, adanya perbedaan taktik dan strategi ini, tidak dijadikan sebagai suatu alasan untuk salaing melemahkan satu dengan lainnya.

Selama masih berada dalam satu payung ASNLF dan berada dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, walaupun Teungku Hasan Muhammad di Tiro terserang strok, tetapi roda pemerintahan Negara Acheh dibawah ASNLF harus tetap berjalan. Adanya susunan perubahan anggota eksekutif Negara Acheh dalam pengasingan di Swedia, tidak perlu dijadikan sebagai suatu batu penghalang untuk melakukan konsolidasi dan kerjasama diantara rakyat Acheh yang telah sadar. Selama Teungku Hasan Muhammad di Tiro menjadi pimpinan tertinggi pemerintahan Negara Acheh, selama itu roda perjuangan pembebasan Acheh terus berlangsung.

Di negara yang bebas yang menjamin hak bersuara, hak berkumpul, hak menentukan sikap, hak menetukan nasib sendiri, hak untuk menuntut kebebasan, adalah merupakan wadah untuk dijadikan sebagai alat penggalangan dan kerjasama diantara seluruh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Melalui jalur kebebasan inilah, justru harus dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Acheh untuk mengggalang persatuan yang erat lagi. Dalam usaha untuk mencapai kemerdekaan Acheh dari tangan penjajah RI.

Ketidak puasan yang dialami oleh sebagian rakyat Acheh terhadap kebijaksanaan pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan ini, sebaiknya dan seharusnya disalurkan langsung melalui wadah yang telah ada yaitu ASNLF. Artinya, semua perbedaan, ketidak puasan, ketidak senangan, ketidak cocokan, kebencian, semua itu harus disalurkan kedalam wadah ASNLF untuk dibicarakan dan diselesaikan secara internal. Artinya, penyelesaian dari rakyat Acheh untuk rakyat Acheh.

Adalah suatu kewajaran, apabila timbul oposisi dalam pemerintahan dan negara. Karena memang itu suatu tanda kehidupan berpolitik dan bernegara. Tanpa adanya pihak oposisi dalam satu negara, maka kehidupan politik di negara tersebut hanyalah mengkuit satu arus saja, yaitu pihak penguasa di negara tersebut.

Begitu juga dalam pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan di Swedia ini, adanya pihak oposisi adalah suatu tanda kehidupan politik yang baik. Hanya tentu saja, adanya sikap politik oposisi ini tidak dijadikan sebagai suatu alat untuk memecahkan dan melemahkan perjuangan rakyat Acheh meraih kemerdekaan Acheh dari tangan penjajah RI.

Tetapi, kalau sikap oposisi dalam pemerintahan Negara Acheh dalam pengasingan ini membawa kepada tersendatnya laju roda perjuangan kemerdekaan Acheh, maka itu tanda-tanda yang positif yang bisa dimasuki oleh pihak penjajah RI untuk makin diperkeruh dan diperluas jurang pemisah diantara rakyat Acheh ini. Sehingga usaha untuk mencapai kemerdekaan rakyat Acheh menjadi terhambat.

Begitu juga, disaat-saat pemerintahan Negara Acheh di pengasingan melakukan perundingan dengan pihak RI, adalah juga bisa menimbulkan berbagai reaksi, pro dan kontra, terutama menyangkut masalah yang ada hubungannya dengan cita-cita kemerdekaan Acheh.

Hanya tentu saja, pro dan kontra ini harus didasarkan kepada fakta dan bukti yang jelas dan nyata. Artinya fakta dan bukti tersebut harus dilihat dari sudut hukum. Contohnya masalah yang sangat hangat yang menyangkut masalah self-government. Dimana masalah self-government ini masih dalam taraf penjajagan untuk mencapai jalan kearah perundingan masalah lain yang lebih luas. Jadi, karena masalah self-government masih dalam taraf penjajagan, dan belum mencapai kepada pembicaraan detil, ditambah masih sifatnya informil, maka tidak perlu untuk dijadikan sebagai bahan polemik yang bisa memperlemah kekuatan semangat perjuangan rakyat Acheh untuk mencapai kemerdekaan.

Nah, inilah Teungku Maat, yang Ahmad Sudirman melihat apa yang ada dalam tubuh negara pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan di Swedia ini.

Tentu saja, Teungku Maat merasa tidak setuju dengan apa yang dikatakan Ahmad Sudirman ini, karena Teungku Maat merasa adanya kebijaksanaan politik dari pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan yang dirasakan tidak cocok atau tidak sesuai. Tentu saja, sebaiknya dilakukan usaha langsung kepada pihak pemerintah Negara Acheh ini. Misalnya membicarakan, menanyakan, dan bagaimana untuk penyelesaiannya. Apakah benar isu-isu yang beredar dilaur atau tidak. Semua ini adalah menurut pandangan Ahmad Sudirman adalah bisa diselesaikan secara internal. Apalagi kita ada dibawa perlindungan Negara Swedia yang cukup memelihara kebebasan individu, dimana hak-hak individu sangat dihormati. Dimana banyak sekali contoh yang bisa diambil dari cara dan jalan kehidupan politik di negeri ini untuk bisa diterapkan dalam kehidupan pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan ini.

Jadi, Teungku Maat, cara penyaluran untuk penyelesaian perbedaan yang timbul dalam kehidupan pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan ini adalah melalui jalur politik yang langsung dan dengan cara dialog, berbicara, diskusi untuk mencari cari jalan penyelesaian yang sebaik-baiknya.

Karena melalui jaln dan jalur inilah segala perbedaan baik itu yang menyangkut politik atau pemerintahan dan negara, bisa diselesaikan secara internal dan pernuh kekeluargaan sesama rakyat atau bangsa Acheh dalam usaha menghadapi penjajah RI.

Jadi, semua masalah, unek.unek, dan segala kegundahan, kebencian, ketidak sukaan, bisa diasalurkan dan diselesaikan melalui jalur politik langsung berdialog, berbicara, berdiskusi dengan pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya.

Nah itulah Teungku Maat, saran dari Ahmad Sudirman. Ahmad Sudirman ingin melihat perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri berhasil dalam perjuangannya. Dan segala perbedaan yang ada dalam tubuh rakyat Acheh bisa diselesaikan secara aman dan damai.

Kemudian Teungku Maat menyinggung: "selama ini bung mengajar kan anak kakitangan RI di kedutaan indonesia di Stockholm. Tapi jangan sampai mejual semua maklumat GAM-M-Z kepada RI Ustaz ya."

Nah inilah informasi yang salah, tidak pernah terjadi adanya pengajaran bagi anak-anak diplomat Kedutaan besar RI di Stockholm dengan Ahmad Sudirman atau dengan Istri Ahmad Sudirman. Yang ada adalah dari anak-anak melayu Malayia, melayu Singapura, Bangladesh, Pakistan, Srilanka, Maroko, Tunisia, Kenya, Swedia, Libya, tempatnya di Varby gard, Huddinge.

Jadi, informasi yang ada disaku Teungku Maat tentang pengajaran kepada pihak anak-anak Kedutaan besar RI di Stockholm ini adalah salah dan tidak benar. Itu merupakan bukti palsu.

Disinilah, Ahmad Sudirman melihat bahwa Teungku Maat hanya bisa melambungkan fakta, bukti yang tidak benar tentang Ahmad Sudirman. Dan justru kesalahan dalam mengantongi informasi yang salah inilah yang bisa menyebabkan Teungku Maat makin tersudut.

Saran Ahmad Sudirman, adalah coba Teungku Maat menghadap Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Stafnya untuk langsung membicarakan dan mendiskusikan masalah-masalah yang dianggap Teungku Maat merupakan suatu masalah yang mengganjal. Tidak perlu di mimbar bebas ini. Karena persoalan yang dimiliki oleh Teungku Maat perlu diselesaikan secara langsung dengan pihak pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan.

Karena kalau Teungku Maat hanya mengungkapkan unek-unek hanya di mimbar bebas ini, sampai kapanpun tidak akan selesai. Jadilah orang yang jantan dan berani untuk langsung berhadapan bertatap muka dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Stafnya. Bicarakan semua permasalahan yang dianggap penting untuk dibicarakan. Karena kalau Teungku Maat tidak langsung membicarakan dengan mereka, akhirnya seperti yang Teungku Maat lakukan terhadap Ahmad Sudirman. Dimana Teungku Maat hanya melambungkan fakta dan bukti yang salah dan tidak benar tentang Ahmad Sudirman. Inilah akibat yang menimpa kepada Teungku Maat, dimana kalau Teungku Maat terus-terusan mengobral fakta dan bukti palsu dan tidak benar tentang Ahmad Sudirman, akhirnya Teungku Maat sendiri yang akan terjerembab. Karena mimbar bebas ini dibaca oleh ribuan peserta di seluruh dunia.

Kemudian, mengenai pertanyaan Teungku Maat: "bung Ahmad "Ustaz Ahmad". Boleh kah kita mengikut orang yang fasiq orang yang suka membuat dosa ?"

Jawabannya, tidak boleh. Untuk membuktikan bahwa orang itu fasiq dan suka membuat dosa. Cobalah bicarakan dan diskusikan langsung terlebih dahulu dengan orang itu, sebelum teungku Maat menyatakan pernyataan fasiq dan suka membuat dosa.

Seterusnya pertanyaan Teungku Maat: "Mahukah Ustaz Ahmad begelemang dengan dosa dan kezaliman yang di lakukan GAM-M-Z."

Ahmad Sudirman meminta kepada Teungku Maat untuk membuktikan berdasarkan fakta dan bukti secara hukum adanya Staf ASNLF dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang melakukan perbuatan yang bergelimang dosa dan kezaliman.

Silahkan buktikan dahulu, dan silahkan Teungku Maat tanyakan dahulu kepada Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Stafnya. Apabila telah terbukti, dipersilahkan kembali bertanya di minbar bebas ini. Mimbar bebas ini bukan untuk alat melambungkan fakta dan bukti yang palsu.

Jadi, Teungku Maat, secepatnya Teungku membicarakan dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Stafnya untuk menyelesaikan semua unek-unek dan ketidak puasan Teungku mengenai pemerintah negara Acheh dalam pengasingan ini.

Karena, justru yang bisa menyebabkan fitnah adalah disebabkan Teungku Maat yang memiliki fakta dan bukti yang paslu. Misalnya seperti masalah Ahmad Sudirman. Inilah yang bisa menjadi fitnah. Apakah Teungku Maat mengerti dan paham bahwa fakta dan bukti palsu yang Teungku Maat lambungkan di mimbar bebas ini merupakan suatu fitnah yang keji terhadap Ahmad Sudirman ?

Seterusnya, mengenai apa yang ditanyakan Teungku Maat: "Siapa staf ASNLF GAM yang bung Ahmad jumpa dan sipa yang memilih mereka bung Ahmad ?"

Ahmad Sudirman berjumpa dengan sebagian rakyat Acheh yang ada di Swedia, yang Ahmad Sudirman kenal, tanpa melihat jabatan atau status. Kemudian soal siapa yang memilih staf eksekutif pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan, itu bagi Ahmad Sudirman bukan suatu masalah yang prinsipil. Yang jelas, mengapa Teungku Maat tidak ikut terlibat dalam pemilihan ? Mengapa harus bertanya kepada Ahmad Sudirman ?

Terakhir itu yang ditulis oleh Abu Peureulak dari Singapura yang ditujukan kepada Ahmad Sudirman, memang isinya kalau Ahmad Sudirman melihat adalah terlalu menonjolkan dorongan hawa nafsu-nya, ketimbang dorongan akal pikirannya. Pertama kali Ahmad Sudirman selama berdiskusi hampir 7 tahun, membaca email yang isinya lebih banyak tingkat dorongan hawa nafsunya ketimbang dorongan akalnya. Dan tentu saja, ketika Ahmad Sudirman menjawab, Ahmad Sudirman membuat suatu balans atau keseimbangan, artinya Ahmad Sudirman cukup dengan memformulasikan jawaban dengan menyatakan : "dalam menghadapi penjajah RI harus pakai otak, bukan pakai dengkul" (Ahmad Sudirman, 26 Februari 2005). Kalau pakai dengkul, sampai kapanpun tidak akan berhasil.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: Tgk di tiro tgk_maat@yahoo.co.uk
Date: Mon, 7 mars 2005 16:20:22
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com
Subject: Re: USTAZ AHMAD BETUNGKULUMUS MEMBANTU KEZALIMAN GAM-M-Z

Perjuangan bangsa Aceh adalah sah menurutt UUD internatioanal. Karena sesubuah bangsa yang ingin kemerdekaan nya, Mesti mempunyai Sejarah, Bangsa , Negara dan budaya. Acheh adalah sebuah negara yang merdeka sebelum datangnya penjajahan Belanda ke Acheh.

GAM adalah sebuah Organisasi bangsa Acheh yang ingen merdeka dari pada kolonialis Jawa. Pada tahun 1976 AM telah bertungkus lumus menyebarkan Idiologi kepada bangsa Acheh dengan bermacan cara, dan anggota Am jugak megalami kesulitan dalam menjalan kan tanggung jawabnya.

Setelah ceridik pandai Agam berlepas keluar negeri, melalui UNHCR agam pun menjalankian semua aktivitet dengan penuh kepercayaan antara satu samalain, yang ketuai oleh Tgk Muhamad Hassan.

Tgk Muhamad Hassan juga adalah salah seorang peminpin yang di terima oleh bangsa atjeh, dia juga pernah ke Atjeh untuk berjuang bersama-sama anggotanya, bukan seperti GAM-M-Z. Hanya berlenggang-lenggan di luar negeri dan tidak pernah menjejak bumi Atjeh.

Pada tahun 1997 Tgk Muhamad Hassan telah sakit tenat alias uzur STROCK. Dalam keadaan begini GAM-M-Z (malek mahmod dan Zaini Abdullah) telah memain kan politik kotornya terhadab kawan seperjuangannya. Mereka membuat satu surat yang kononnya ditanda tangani oleh WN, yang bahwa lebih setengah anggota GAM yang berada di Sweden telah di pecat (tampa sebab).

Setelah mereka di pecat GAM-M-Z telah melakukan tidakan durjananya terhadab bangsa sendiri, Menuduh mereka yang tidak setuju dengan keputusan yang telah diambil sebagai MP-GAM dan membunuh sesiapa saja yang tidak mengakuinya. Tidak ada organisasi selain GAM-M-Z

Itu adalah bukan dasar perjuangan yang suci tau bung

Malek dan Zaini Abdullah juga telah memberi arahan kepada anggotanya untuk mengambil tindakan kepada sesiapa yang ingkar kepada arahan GAM-M-Z juga turut membunuh Ulamaq2 yang tidak setuju dengan kezaliman mereka Bagai mana ustaz boleh menyokong kezaliman GAM-M-Z.

Saya ada satu pertanyaan buat bung Ahamad "Ustaz Ahmad". Boleh kah kita mengikut orang yang fasiq orang yang suka membuat dosa ???

Apakah bung Ahmad "Ustaz Ahmad"juga turut berdansa atas darah bangsa Atj‚h yang di Zalimi GAM-M-Z

Mahukah Ustaz Ahmad begelemang dengan do´sa dan kezaliman yang di lakukan GAM-M-Z.

Apa balasan nya jikabung bersubahat dengan kezaliman???.
Apa hukumnya jika seseorang itu di Fitnah Ustaz ???
Siapa staf ASNLF GAM yang bung Ahmad jumpa dan sipa yang memilih mereka bunga Ahmad ???

Tgk maat merasa bangga karena bung sudi membantu perjuangan Bangsa Atjeh, walau melalui melis bebas ini. Tapi saya rasa banyak rakyat awam yang kecewa dengan tindakan bung Ustaz yang sanggub mempertahan kan Kezaliman, yang tidak kunjung habis.

Mengenai taktik tgk memihak kepada RI. Buang bagaikan mimpi di siang bolong. Malah saya ingat bung yang begitu. Karena selama ini bung mengajar kan anak kakitangan RI di kedutaan indonesia di Stockholm. Tapi jangan sampai mejual semua maklumat GAM-M-Z kepada RI Ustaz ya.

Bung sudah silap bukankah bung yang mula-mula menyeran abu peureulak dimana abu peureulak mengkeritik perungdingan HELSINKI bung bukan kepalang membalasnya. Bung ngak tahu apa-apa krisis yang di alami dalam tubuh GAM, sebab itulah Tgk Maat mengatakan Bung jangan berlagak.

Salam dari

Tgk Maat

tgk_maat@yahoo.co.uk
Arvika, Swedia
----------