Stockholm, 8 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

TEUNGKU MAAT, ITU YUDHOYONO MENJADIKAN SUARA TEUNGKU UNTUK PUKUL PERJUANGAN RAKYAT ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

DENGAN JELAS KELIHATAN ITU SUARA TEUNGKU MAAT TELAH DIPAKAI ALAT OLEH KACUNGNYA SUSILO BAMBANG YUDHOYONO UNTUK PUKUL PERJUANGAN RAKYAT ACHEH DIBAWAH PIMPINAN TEUNGKU HASAN MUHAMMAD DI TIRO

"Bung Ahmad, Beribu kali Tgk mengatakan yang bahwa politik GAM-M-Z adalah sungguh tidak sama dengan politik organisasi negara lain yang ingin merdeka contoh nya Timor-timor aja bung, Kenapa bung begitu tuli dalam hal ini" (Tgk di tiro , tgk_maat@yahoo.co.uk , 8 mars 2005 00:55:11)

Baiklah Teungku Maat alias Teungku di Tiro di Arvika, Swedia.

Dimana banyak sekali contoh yang bisa diambil dari cara dan jalan kehidupan politik di negeri ini untuk bisa diterapkan dalam kehidupan pemerintahan negara Acheh dalam perasingan ini

Kalau Teungku Maat mengatakan:"Bung Ahmad, Beribu kali Tgk mengatakan yang bahwa politik GAM-M-Z adalah sunggu tidak sama dengan politik organisasi negara lain yang ingin merdeka contoh nya Timor-timor aja bung, Kenapa bung begitu tuli dalam hal ini ?"

Teungku Maat, itu mantan Ketua Conselho Nacional Resistencia de Timorense (Dewan Nasional Perlawanan Bangsa Timor) Jose Alexandre Xanana Gusmao dari Timor Timur ketika Timor Timur masih dijajah RI. Dimana ketika Gusmao masih berjuang telah melambungkan pernyataan melalui PBB untuk berperan dan aktif mengawasi perlucutan senjata yang kini dipegang rakyat sipil, Forcas Armadas Libertacao Nacional da Timor Leste (Falintil) dan ABRI, tanpa kecuali, agar supaya tercipta suasana tertib dan tenang di masyarakat Timor Timur. Disamping itu Gusmao menyatakan perlu dibentuk Komite Perdamaian yang terdiri dari faksi yang ada di Timor Timur untuk berperan menjaga keamanan dan ketertiban di Timor Timur dan menjadi bagian dari rekonsiliasi semua faksi orang Timor Timur.

Nah, disini kelihatan itu Gusmao menyatakan untuk timbulnya ketertiban dan keamanan di Timor Timur, perlu adanya perlucutan semua senjata yang ada ditangan rakyat, Falintil dan ABRI, dan dalam usaha perlucutan senjata itu perlu adanya peran PBB. Disamping itu perlu dibentuknya Komite Perdamaian yang terdiri dari faksi yang ada di Timor Timur.

Jadi, Teungku Maat, kalau sekarang dari pihak ASNLF berusaha untuk membangun jembatan kemerdekaan dengan mengadakan gencatan senjata dalam usaha menimbulkan keamanan bagi rakyat Acheh, sebagaimana yang diusulkan juga oleh Gusmao dari Timor Timur itu, maka sebenarnya usaha untuk mencapai kemerdekaan yang ditempuh ASNLF adalah tidak berbeda dengan Gusmao itu.

Memang itu Jose Alexandre Xanana Gusmao ketika menyatakan hal itu sedang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, pada Jumat, 5 Februari 1999. Tetapi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya bebas di Negara pengasingan Swedia.

Jadi Teungku Maat memang suatu kewajaran dalam suatu perjuangan kemerdekaan timbul berbagai perbedaan taktik dan strategi dalam menghadapi pihak penjajah RI, tetapi tentu saja, adanya perbedaan taktik dan strategi ini, tidak dijadikan sebagai suatu alasan untuk salaing melemahkan satu dengan lainnya.

Nah kalau Teungku Mat menyatakan: "Dalama hal ini bung tidak payah mengajar kami dalam nenetang RI alias pemerintah yang Zalim itu, Tapi tgk tetab menentang kezaliman di bawah GAM-M-Z sampai tuntas. Bung Ahmad kejahilan dan kezaliman tidak akan kekal, dia pasti akan musnah kapan saja."

Teungku Maat, dalam usaha menentang kejahilan dan kezaliman yang sedang dilakukan kalau Ahmad Sudirman mempelajari dari apa yang dilambungkan disini lebih banyak mengarah kepada pihak rakyat Acheh daripada ke pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan TNI. Ahmad Sudirman tidak menemukan kutukan yang dilambungkan dalam tanggapan ini yang diarahkan kepada kebiadaban, kezaliman, dan pembunuhan yang dilakukan oleh TNI terhadap rakyat Acheh. Justru disini Ahmad Sudirman melihat bahwa Teungku Maat dijadikan ujung senjata oleh pihak SusiloBambang Yudhoyono dan BIN-nya Syamsir Siregar. Dan kelihatan suara Teungku Maat tanpa disadari telah dihembus-hembuskan oleh kacung-kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Syamsir Siregar. Contohnya seperti itu oleh Muba kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Syamsir Siregar yang tinggal di Paris. Yang punya hubungan erat dengan Kedutaan Indonesia di Paris. Bahkan terus menerus menghembuskan asap sokongan kepada Teungku untuk menghancurkan ASNLF dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya.

Kemudian kalau Teungku Maat mengatakan: "Bung Ahmad, Bung Ahmad tetap tidak mengerti bagai mana GAM-M-Z menerab kan peraturan dalam organisasi bandet Singapore itu, walau pun berkali-kali tgk menerangkan kepada bung, rasanya bung sudah sumbat denga kepandaiyan bung."

Kalau Teungku Maat mempunyai perbedaan dalam hal kebijaksanaan organisasi yang dijalankan oleh pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya, mengapa Teungku Maat tidak langsung secara jantan membicarakan dan menyelesaikannya secara langsung dengan membawa argumentasi bagaimana cara penyelesaiannya yang baik menurut Teungku Maat sendiri dengan pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya, daripada melalui mimbar bebas ini atau mimbar yahoogroups Lantak dan PPDI. Kalau hanya bicara di mimbar bebas ini dan di mimbar yahoogroups Lantak dan PPDI tidak akan membawa penyelesaian yang baik, bahkan makin membawa ketepi jurang perbedaan yang makin jauh, sehingga akhirnya dimanfaatkan oleh pihak Syamsir Siregar dari Badan Intelijen Negara dan kacung-kacungnya seperti Muba dari Paris, Perancis itu yang sekarang sudah mulai memanas-manasi Teungku Maat dengan cerita gombalnya itu. Itu Muba memang terang-terang menjadi musuh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Apakah Teungku Maat mau dipermainkan dan dihembus-hembuskan oleh kacungnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Syamsir Siregar yang dari Paris itu ?.

Selama ini Teungku Maat hanya mengarahkan pedangnya kearah rakyat Acheh sendiri, dalam diskusi-diskusi di mimbar yahoogroups Lantak dan PPDI diarahkan hanya kepada rakyat Acheh saja. Ahmad Sudirman tidak membaca serangan-serangan Teungku Maat diarahkan kepada itu kacung-kacungnys Syamsir Siregar, Djoko Santoso dan Susilo Bambang Yudhoyono. Apakah memang itu tujuan dan misi Teungku Maat untuk melakukan penentangan terhadap kejahilan dan kezaliman ?.

Begitu juga, disaat-saat pemerintahan Negara Acheh di pengasingan melakukan perundingan dengan pihak RI, adalah juga bisa menimbulkan berbagai reaksi, pro dan kontra, terutama menyangkut masalah yang ada hubungannya dengan cita-cita kemerdekaan Acheh.

Yang juga dikatakan oleh Teungku Maat: "Kemerdekaan adalah bukan sekadar cita-cita bangsa Atjeh itu adalah maruah dan kemuliaan bangsa Atjeh. Yang bandit sinpore dan Boyan tidak tahu apa arti maruah dan kemuliaan. Apa kata Backhtiar Abdullah alias Boyan GAM harus mengetepikan kemerdekaan. Bung Apa kata Hassan Tiro tiada Rundingan selain merdeka faham bung? jangan berlagak."

Teungku Maat, memang semua rakyat Acheh memiliki marwah dan kemuliaan untuk mencapai kemerdekaan Acheh. Tetapi justru sasaran Teungku Maat hanya diarahkan kepada rakyat Acheh, bukan diarahkan kepada Kasad Letjen Djoko Santoso dengan pasukan non- organik TNI-nya di Acheh yang ditunjang oleh Mayjen Endang Suwarya dari Pangdam Iskandar Muda.

Kalau itu yang di kemukakan Teungku Maat mengenai pihak ASNLF dalam perundingan putaran ke dua di Helsinki mengetepikan kemerdekaan adalah tidak benar. Dan kalau Teungku terus-menerus menyatakan hal itu, artinya itu Teungku Maat sebenarnya sama saja dengan itu Muba dari Paris yang terus-menerus menghebus-hembuskan racun permusuhannya kepada pihak ASNLF, dengan menunggangi Teungku Maat untuk dipakai alat menghancurkan ASNLF dengan menyatakan pihak ASNLF telah mengetepikan kemerdekaan digantikan dengan self-government.

Padahal langkah yang paling bijaksana adalah menunggu sampai diadakannya perundingan putaran ke 3 pada tanggal 12-17 April 2005. Nanti setelah selesai perundingan, itu bisa diketahui bagaimana duduk perkaranya. Dan karena perundingan itu berifat informil maka hasil perundingan itu tidak mengikat, dan bisa dikritisi habis, termasuk juga oleh Teungku Maat, nantinya. Kalau dianggap memang hasil perundingan informil itu merugikan pihak perjuangan rakyat Acheh untuk kemerdekaan. Jadi, sebaiknya dan merupakan sikap bijaksana adalah menunggu sampai perundingan putaran ke 3 berlangsung dan selesai. Jangan dari sekarang sudah berkoar-koar menyatakan itu self-government sama dengan otonomi, sehingga itu Muba kacungnya Syamsir Siregar dari BIN bercuap-cuap memanasi Teungku Maat di Hallefors. Apakah Teungku Maat tidak menyadari bahwa Teungku Maat sedang ditunggangi oleh pihak kacungnya Susilo Bambang Yhdoyono dan Syamsir Siregar di mimbar bebas ini ?.

Kemudian itu soal masalah, unek.unek, dan segala kegundahan, kebencian, ketidak sukaan, bisa diasalurkan dan diselesaikan melalui jalur politik langsung berdialog, berbicara, berdiskusi dengan pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya.

Nah, kalau Teungku Maat menyatakan: "Bung, Pernah kah bung Ahmad bertemu dengan Hassan Tiro. Dia sudah stroke dah tua tidak mampu lagi memikirkan masalah politik. Stafnya siapa bung. Setiap pelantikan staf mesti diadakan musyawarah rapat dan di anjurkan kepada majlis buang, tapi hal ini semua tidak di lakukan. Sebab tgk Hassan mohd telah strok GAM-M-Z mengambil kesempatan atas hali ini bung Faham. Saya ingat ini akan menjadi ilmu buat bung Ahmad."

Memang, kalau Teungku Maat tidak bisa ketemu dengan pimpinan tertinggi ASNLF Teungku Hasan Muhammad di Tiro, tentu saja, bisa ketemu dengan Stafnya. Soal itu masalah cara pemilihan dan siapa yang memilik Staf Pemerintah Negara Acheh, yang diangggap sesuatu yang tidak seperti diinginkan oleh Teungku Maat, bisa itu masalah dibicarakan dengan Staf Pemerintah Negara Acheh, kalau Teungku sudah bisa bertemu dan berbicara langsung. Dari pada hanya berbicara dari luar. Pihak musuh saja Susilo Bambang Yudhoyono datang untuk langsung berbicara tatap muka dengan pahak Staf ASNLF. Sedangkan Teungku Maat menolak dan tidak mau bertemu dan berjumpa untuk membicarakan persoalan yang dianggap tidak sesuai menurut Teungku Maat.

Kalau Teungku Maat tidak berani, sebagaimana Susilo Bambang Yudhoyono melalui tim-nya bertatap muka dengan pihak Staf ASNLF. Padahal mereka itu musuh bebuyutan. Sedangkan Teungku Maat justru menolak dan tidak mau bertemu dan bertatap muka karena dianggap telah melakukan kezaliman dan kejahilan. Padahal Susilo Bambang Yudhoyono sendiri menganggap pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro sebagai pemberontak, tetapi mereka mau bertemu dengan musuhnya karena untuk menyelesaikan konflik.

Teungku Maat, kalau Teungku mau melakukan perobahan dalam tubuh ASNLF, jalan yang paling baik dan bijaksana adalah langsung melakukan pembicaraan dan dialog dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. Kalau Teungku Hasan Muhammad di Tiro berhalangan, bisa berbicara dengan Stafnya. Jadilah sebagai orang yang jantan berhadapan dengan orang yang Teungku anggap lawan atau musuh. Langsung berhadapan, berbicara jantan antara dua mata. Baru itu bisa dibicarakan dengan baik. Kan Teungku sama-sama orang Acheh. Sedang musuh dari Jawa saja itu Susilo Bambang Yudhoyono melalui timnya berani datang untuk bertatap muka. Dimana senjata disimpan dulu kesamping. Mengapa Teungku Maat tidak berani ?.

Jadi saran Ahmad Sudirman, adalah coba Teungku Maat menghadap Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Stafnya untuk langsung membicarakan dan mendiskusikan masalah-masalah yang dianggap Teungku Maat merupakan suatu masalah yang mengganjal.

Kalau Teungku Maat menjawab: "Berkali kali Tgk mengata kan sipa stafnya bagai mana syarat untuk melantik kan staf, apa harus dilaku kan jika hendak melantik kan staf tapi bung ini tetab tolol. Jika hendak melantik kan staf harus di buat musyawarah atau sidang majlis. Mereka hanya melantik kan diri sendiri tampa persutujuan majlis, fahaaaaaaaaaam bung."

Nah, kalau Teungku Maat, masih saja berkutik-kutik sekitar masalah pelantikan Staf ASNLF, bagaimana syarat-syarat untuk pelantikan, bagaimana untuk bermusyawarah, atau bersidang, itu persoalan tidak akan selesai-selesai. Mengapa ? Karena Teungku Maat hanya bicara dari luar gelanggang. Coba masuk dan bicarakan langsung, terlibat didalamnya dan tampil sebagai seorang yang bisa memberikan jalan keluar, jalan pemecahan, sampaikan bagaimana caranya bermusyawarah, bagaimana caranya melantik Staf, bagaimana caranya memilih Staf, dan sebagainya. Ini kan tidak, Teungku Maat hanya bicara di mimbar bebas yahoogroups Lantak dan PPDI saja. Bagaimana bisa berhasil ?.

Jelas, Ahmad Sudirman akan paham kalau Teungku Maat memang tampil langsung berhadapan dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya. Tetapi kalau Teungku Maat hanya bicara diluar garis, itu tandanya Teungku masih perlu belajar banyak untuk tampil sebagai pejuang yang kesatria dan jantan. Berani bertatap muka dengan lawan, bukan hanya dari belakang saja berceloteh.

Cobalah bicarakan dan diskusikan langsung terlebih dahulu dengan orang itu, sebelum teungku Maat menyatakan pernyataan fasiq dan suka membuat dosa.

Kemudian kalau Teungku Maat mengatakan: "Pembunuhan yang dirancang oleh koco-konco GAM-M-Z atas rakyat awam yang dilaku kan di Malaysia itu adalah satu bukti yang kuat, dan tak terkira pembunuhan yang di laku kan ti Atjeh terhadab ulama2."

Nah, itu soal pembunuhan. Itu juga bisa dibicarakan dan ditanyakan secara langsung. Apalagi masalah pembunuhan itu masalah kejahatan tindak pidana yang hukumannya berat. Dan itu perlu ada fakta dan bukti secara hukum. Karena itu perlu ditanyakan dan dibicarakan langsung. Bukan hanya merupakan sebagai suatu usaha tuduhan. Apalagi itu menurut Tengku Maat pembunuhan terhadap ulama di Acheh. Kalau Teungku Maat hanya berada diluar garis, bagaimana bisa adanya usaha penyelesaian. Yang ada hanyalah saling tuduh. Mana itu bisa menyelesaikan persoalan.

Mengapa Teungku Maat tidak mempersoalkan pembunuhan ulama Teungku Bantaqiah yang dibunuh ketika Teungku Bantaqiah dan 56 santri dan penduduk dari Acheh Utara, Acheh Timur dan Pidie, yang datang untuk melakukan kenduri menyambut kebebasan Teungku Bantaqiah setelah diberi amnesti, dibunuh oleh lebih dari 100 personil TNI-AD yang berada dibawah kendali operasi (BKO) Korem 011/Lilawangsa, terdiri dari pasukan Yonif 131 dan 133 dengan didukung satu pleton pasukan dari Batalyon 328 Kostrad, dibawah pimpinan kasi intel Korem 011/Lilawangsa, Letkol Inf Sudjono dengan muka dicat warna hitam dan memakai pakaian loreng, di depan rumah Teungku Bantaqiah yang terletak dipinggir sungai Beutong di Desa Blang Meurandeh, pada hari Jumat, 23 Juli 1999.

Ahmad Sudirman tidak pernah mendengar Teungku Maat terus membantak dan mengutuk pembunuhan terhadap ulama Teungku Bantaqiah dan 56 santri dan penduduk, yang dilakukan oleh pasukan Yonif 131 dan 133 dengan didukung satu pleton pasukan dari Batalyon 328 Kostrad.

Jadi Ahmad Sudirman meminta kepada Teungku Maat untuk membuktikan berdasarkan fakta dan bukti secara hukum adanya Staf ASNLF dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang melakukan perbuatan yang bergelimang dosa dan kezaliman.

Kalau Teungku Maat menyatakan: "Bung Saya ingat bung Ahmad perlu terjun kelapangan untuk menyaksi kan sendiri, terlalu banyak pemerasan yang di laku kan GAM-M-Z terhadab pengusaha dan rakyat awam .Data lebih lengkab pembunuhan seorang budak berumur 12 tahun, dan bapak kepada anak tersebut juga di bunuh di selayang Kuala Lumpur malaysia yang di lakukan oleh GAM-M-Z, Tanya aja pada Muzakir Hamid dan Tgk Kadir yang erada di NORWAY sekarang ini. Puas Bung Ahmad Jangan bersubahat denga orang Zalim bung tahu."

Nah, itu seperti masalah yang menyangkut pemerasan terhadap pengusaha dan rakyat di Acheh, pembunuhan terhadap anak 12 tahun, coba sekali lagi, tanyakan langsung, bukan hanya bicara di mimbar bebas ini. Apakah memang benar ada perintah dari Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya untuk melakukan pemerasan terhadap pengusaha dan rakyat awam di Acheh atau tidak Kalau Teungku Maat hanya sekedar melambungkan tuduhan, itu semua orang juga bisa melakukan tuduhan. Bahkan itu orang-orang model Muba, Ardiansyah, Hadi, Tati, Rokhmawan, Sumitro, Matius Dharminta, Enny Martono, itu semuanya melakukan tuduhan terhadap TNA yang membunuh, merampok, memeras, sama seperti tuduhan dari pihak TNI dibawah komando Mayjen Endang Suwarya dan Djoko Santoso.

Jadi, lebih baik, teungku Maat, langsung biacara, angkat telefon, bicara dengan jantan. Masa dimimbar bebas yahoogroups Lantak dan PPDI suaranya nyaring, keras, tetapi kalau harus bertemu dengan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf menolak dan enggan. Bagaimana itu Teungku Maat ?.

Seterusnya Teungku Maat mengatakan: "Bung Ahmad kalu bung Ahmad hendak berjumpa dengan masyarakat Atjeh yang berdada di sweden, Pergi kesurau Atjeh alias Forening di Fittja. Jangan hanya berjumpa segelintir sudah mengatakan berjumpa dengan Masyarakat Atjeh, jujur aja bung ya. KENAPA Bung ngak pernah datang ke Forening Atjeh untuk memberi Syaramah agama atau sahlat hari Raya bung. Jangan asyik ber jumpa dengan boyan aja, lepastu mengaku dah berjumpa masyarakat atjeh. Perlakuan yang seupa di lakukan oleh GAM-M-Z bila melantik kan staf2nya bung."

Teungku Maat, Ahmad Sudirman berjumpa dengan orang-orang Acheh yang ada di Swedia, khususnya yang ada di Stockholm lans ini. Hanya mungkin Teungku Maat belum pernah jumpa dengan Ahmad Sudirman. Tahun berapa Teungku Maat datang ke Swedia ?. Orang-orang pertama yang datang dari Acheh pernah berjumpa dengan Ahmad Sudirman, tetapi dengan Teungku Maat belum pernah berjumpa, mungkin Teungku Maat baru datang belakangan.

Jadi, itu soal bertemu dengan orang-orang Acheh di Stockholm telah dilakukan oleh Ahmad Sudirman.

Kemudian itu soal siapa yang memilih staf eksekutif pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan, itu bagi Ahmad Sudirman bukan suatu masalah yang prinsipil.

Kalau Teungku Maat menyatakan: "Sekilas lalu kalau kita membaca tulisan Bung Ahmad adlah seorang yang pandai, tetapi Akhirnya kok jadi pak turut dia, pakai ikut aja tampa mengambil tahu siapa dia, apa "kalagee lumo kab situek" Bung Ahmad kan lepasan University Al azhar mesir kok jadi tolol. Setiab orang yang kita mahu ikut kita mesti tahu siapa dia apa Background dia kalau dia maleng "belumtentu bukan bung" jadi juga bung pengikut maleng, Bung Ahmad Tgk tidak mahu jadi pengikut maleng"

Jelas, Teungku Maat, itu Ahmad Sudirman telah membaca perjuangan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya, telah Ahmad Sudirman ketahui, baik dari apa yang diceritakan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau oleh para Stafnya yang sekarang ada di Swedia. Jadi Ahmad Sudirman telah mengetahuinya. Adapun soal kebijaksanaan politik ASNLF itu masalah internal ASNLF, Ahmad Sudirman tidak ikut campur. Latar belakang sebagian Staf ASNLF telah Ahmad Sudirman baca, baik dari cerita sejarah perjuangan teungku Hasan Muhammad di Tiro, ataupun selama Ahmad Sudirman ada di Swedia.

Ahmad Sudirman tidak mengikut perorangan, Ahmad Sudirman mendukung perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Ahmad Sudirman mendukung perjuangan dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan ASNLF-nya. Ahmad Sudirman membaca sejarah perjuangan ASNLF dari sejak didirikan sampai sekarang ini.

Kalau ada perbedaan antara Teungku Maat dengan Amad Sudirman dalam hal pribadi seseorang, itu hal biasa. Tidak perlu dijadikan sebagai polemik yang besar yang bisa menjadi perpecahan.

Yang jelas, mengapa Teungku Maat tidak ikut terlibat dalam pemilihan ? Mengapa harus bertanya kepada Ahmad Sudirman ?

Kalau Teungku Maat menjawab: "Bung Ahmad sebab tgk bertanya kepada Bung Ahmad karena bung telah mecampuri urusandalam GAM sesama sendiri dan bung bertungkuslumus mempertahan kan kezaliman GAM-M-Z. supaya tgk tahu menilai Buang Ahmad, rupanya Bung Ahmad tongkosong nyaring bunyinya, kasiaaaaaaaaaan Bung Ahmad bagaikan cacinkepanasan."

Teungku Maat, kalau itu yang namanya mendukung dan menyokong perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, itu artinya bukan ikut mencampuri urusan dalam ASNLF atau GAM, melainkan itu adalah hak bagi setiap orang untuk mendukung dan menyokong perjuangan kemerdekaan rakyat Acheh. Justru yang menghambat perjuangan rakyat Acheh yang telah sadar ini adalah orang yang menyuarakan suara kaum penjajah RI. Misalnya Teungku Maat terus menghantam melalui penyamaan self-government dengan otonomi. Itu adalah sama dengan Teungku Maat ikut membantu pihak Susilo Bambang Yudhoyono untuk menghancurkan perjuangan rakyat Acheh bersama ASNLF dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro.

Jadi, siapa yang bunyinya nyaring, Teungku Maat atau Ahmad Sudirman ?

Jadi Teungku Maat kalau menghadapi penjajah RI harus pakai otak, bukan pakai dengkul. Karena kalau pakai dengkul, sampai kapanpun tidak akan berhasil.

Nah kalau Teungku Maat membantah: "Menganalisis sesebuah organisasi pakai otak jangan pakai dungkul, nanti Bung boleh jadi mangsa politik tau. Saya rasa ini adalah kali terakhir saya melihat Bung Ahmad dalam melinglist bebas ini berdebat masalah politk dalaman dan luar GAM-M-Z. Saya pun ngak ada masa melayan orang sepandai Bung Ahmad karena bung Ahmad terlalu pandai."

Jelas, Ahmad Sudirman tidak menganalisa oraganisai wadah perjuangan ASNLF dengan dengkul, melainkan Ahmad Sudirman memakai referensi buku yang kuat. Sehingga Ahmad Sudirman mengetahui sejarah ASNLF, sejarah Acheh dan sejarah RI dihubungkan dengan Acheh.

Soal politik, itu politik memang pelik, apa yang dikatakan Teungku Maat itu baik, bisa saja Ahmad Sudirman mengatakan itu tidak baik. Apa yang dikatakan Ahmad Sudirman itu baik, bisa saja Teungku Maat mengatakan itu tidak baik. Jadi yang namanya standar dalam politik itu tidak ada, Teungku Maat.

Kemudian yang menjadi mangsa politik adalah mereka yang menjalankan politik dengan menggali lubang dengan jalan politiknya sendiri dan yang menjalankan politiknya tanpa adanya kontrol, tanpa adanya garis-garis yang telah disepakati, tanpa adanya jalan yang telah disepakati, tanpa adanya kesepakatan yang dicapai, tanpa adanya kebersamaan, tanpa adnya musyawarah.

Terakhir, kalau memang Teungku Maat merasa ini dialog dan diskusi adalah diskusi akhir, ya itu hak Teungku Maat, Ahmad Sudirman siap saja, setiap waktu, walaupun Ahmad Sudirman punya juga pekerjaan sehari-hari. Tetapi, itu waktu bisa diatur. Tidak ada istilah tidak ada waktu. Semua orang mempunyai waktu, hanya tinggal bagaimana mengaturnya saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Fran:Tgk di tiro tgk_maat@yahoo.co.uk
Date: 8 mars 2005 00:55:11
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, ppdi@yahoogroups.com, lantak@yahoogroups.com, acsa@yahoogroups.com
Subejcet: Re: BUNG AHMAD TELAH MASUK HOSPITEL HUDDINGE

Bung Ahmad dengan penjelasan Tgk Hassan Muhammad adalah cukub jelas untuk bangsa Atjeh, dalam menetukan nasib dirisendiri, Saya rasa bangsa Atjeh tidak perlu lagi sejarah dari bung Ahmad.Karena apa yang Tgk Hassan Muhammad tulis adalah bukan hanya bangsa Atj‚h akan sedar dari tidur, Malah bung sendiri tersedar dari pada mimpi bung.

Buat masa ini tidak ada sesiapa yang membanta perjuangan bangsa Atjeh, walau pun orang jawa sendiri menyadari hak bangsa Atjeh. Bung pergilah untuk menyadari bangsa sendiri dari mimpi SBY.

Buang Ahmad: Memang suatu kewajaran dalam suatu perjuangan kemerdekaan timbul berbagai perbedaan taktik dan strategi dalam menghadapi pihak penjajah RI, tetapi tentu saja, adanya perbedaan taktik dan strategi ini, tidak dijadikan sebagai suatu alasan untuk salaing melemahkan satu dengan lainnya.

Tgk Maat: Dalama hai ini bung tidak payah mengajar kami dalam nenetang RI alias pemerintah yang Zalim itu, Tapi tgk tetab menentang kezaliman di bawah GAM-M-Z sampai tuntas. Bung Ahmad kejahilan dan kezaliman tidak akan kekal, dia pasti akan musnah kapan saja.

Bung Ahmad: Di negara yang bebas yang menjamin hak bersuara, hak berkumpul, hak menentukan sikap, hak menetukan nasib sendiri, hak untuk menuntut kebebasan, adalah merupakan wadah untuk dijadikan sebagai alat penggalangan dan kerjasama diantara seluruh rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Tgk Maat: Bung Ahmad, Bung Ahmad tetap tidak mengerti bagai mana GAM-M-Z menerab kan peraturan dalam organisasi bandet Singapore itu, walau pun berkali-kali tgk menerangkan kepada bung, rasanya bung sudah sumbat denga kepandaiyan bung.

Bung Ahmad: Begitu juga, disaat-saat pemerintahan Negara Acheh di pengasingan melakukan perundingan dengan pihak RI, adalah juga bisa menimbulkan berbagai reaksi, pro dan kontra, terutama menyangkut masalah yang ada hubungannya dengan cita-cita kemerdekaan Acheh.

Tgk Maat: Kemerdekaan adalah bukan sekadar cita-cita bangsa Atj‚h itu adalah maruah dan kemuliaan bangsa Atjeh. Yang bandit sinpore dan Boyan tidak tahu apa arti maruah dan kemuliaan. Apa kata Backhtiar Abdullah alias Boyan GAM harus mengetepikan kemerdekaan. Bung Apa kata Hassan Tiro tiada Rundingan selain merdeka faham bung....? jangan berlagak.

Bung Ahmad: Dimana banyak sekali contoh yang bisa diambil dari cara dan jalan kehidupan politik di negeri ini untuk bisa diterapkan dalam kehidupan pemerintahan negara Acheh dalam perasingan ini

Tgk Maat: Bung Ahmad, Beribu kali Tgk mengatakan yang bahwa politik GAM-M-Z adalah sunggu tidak sama dengan politik organisasi negara lain yang ingin merdeka contoh nya Timor-timor aja bung, Kenapa bung begitu tuli dalam hal ini......?

Bung Ahmad: Jadi, semua masalah, unek.unek, dan segala kegundahan, kebencian, ketidak sukaan, bisa diasalurkan dan diselesaikan melalui jalur politik langsung berdialog, berbicara, berdiskusi dengan pihak Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Stafnya.

Tgk Maat: Bung, Pernah kah bung Ahmad bertemu dengan Hassan Tiro.......dia sudah stok dah tua tidak mampu lagi memikirkan masalh politik.....Stafnya siapa bung.......Setiap pelantikan staf mesti dia dakan musyawarah rapat dan di anjurkan kepada majlis buang, tapi hal ini semua tidak di lakukan. Sebab tgk Hassan mohd telah strok GAM-M-Z mengambil kesempatan atas hali ini bung Faham. Saya ingat ini akan menjadi ilmu buat bung Ahmad.

Bung Ahmad: Jadi, informasi yang ada disaku Teungku Maat tentang pengajaran kepada pihak anak-anak Kedutaan besar RI di Stockholm ini adalah salah dan tidak benar. Itu merupakan bukti palsu.

Tgk Maat: Ini adalah bukan tuduhan tapi suatu peringatan kepada Bung Ahmad.

Bung Ahmad: Saran Ahmad Sudirman, adalah coba Teungku Maat menghadap Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Stafnya untuk langsung membicarakan dan mendiskusikan masalah-masalah yang dianggap Teungku Maat merupakan suatu masalah yang mengganjal.

Tgk Maat: Berkali kali Tgk mengata kan sipa stafnya bagai mana syarat untuk melantik kan staf, apa harus dilaku kan jika hendak melantik kan staf tapi bung ini tetab tolol. Jika hendak melantik kan staf harus di buat musyawarah atau sidang majlis. Mereka hanya melantik kan diri sendiri tampa persutujuan majlis, fahaaaaaaaaaam bung.

Bung Ahmad: Cobalah bicarakan dan diskusikan langsung terlebih dahulu dengan orang itu, sebelum teungku Maat menyatakan pernyataan fasiq dan suka membuat dosa.

Tgk Maat: Pembunuhan yang dirancang oleh koco-konco GAM-M-Z atas rakyat awam yang dilaku kan di Malaysia itu adalah satu bukti yang kuat, dan tak terkira pembunuhan yang di laku kan ti Atj‚h terhadab ulamq2.

Bung Ahmad: Ahmad Sudirman meminta kepada Teungku Maat untuk membuktikan berdasarkan fakta dan bukti secara hukum adanya Staf ASNLF dibawah Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang melakukan perbuatan yang bergelimang dosa dan kezaliman.

Tgk Maat: Bung Saya ingat bung Ahmad perlu terjun kelapangan untuk menyaksi kan sendiri, terlalu banyak pemerasan yang di laku kan GAM-M-Z terhadab pengusaha dan rakyat awam .Data lebih lengkab pembunuhan seorang budak berumur 12 tahun, dan bapak kepada anak tersebut juga di bunuh di selayang Kuala Lumpur malaysia yang di lakukan oleh GAM-M-Z, Tanya aja pada Muzakir Hamid dan Tgk Kadir yang erada di NORWAY sekarang ini. Puas Bung Ahmad........Jangan bersubahat denga orang Zalim bung tahu.

Buang Ahmad: Ahmad Sudirman berjumpa dengan sebagian rakyat Acheh yang ada di Swedia, yang Ahmad Sudirman kenal, tanpa melihat jabatan atau status

Tgk Maat: Bung Ahmad kalu bung Ahmad hendak berjumpa dengan masyarakat Atjeh yang berdada di sweden, Pergi kesurau Atjeh alias F”rening di Fittja. Jangan hanya berjumpa segelintir sudah mengatakan berjumpa dengan Masyarakat Atjeh, jujur aja bung ya. KENAPA Bung ngak pernah datang ke Forening Atjeh untuk memberi Syaramah agama atau sahlat hari Raya bung. Jangan asyik ber jumpa dengan boyan aja, lepastu mengaku dah berjumpa masyarakat atjeh. Perlakuan yang seupa di lakukan oleh GAM-M-Z bila melantik kan staf2nya bung.

Buang Ahmad: Kemudian soal siapa yang memilih staf eksekutif pemerintahan negara Acheh dalam pengasingan, itu bagi Ahmad Sudirman bukan suatu masalah yang prinsipil.

Tgk Maat: Sekilas lalu kalau kita membaca tulisan Bung Ahmad adlah seorang yang pandai, tetapi Akhirnya kok jadi pak turut dia, pakai ikut aja tampa mengambil tahu siapa dia, apa "kalagee lumo kab situek" Bung Ahmad kan lepasan University Al azhar mesir kok jadi tolol. Setiab orang yang kita mahu ikut kita mesti tahu siapa dia apa Background dia kalau dia maleng "belumtentu bukan bung" jadi juga bung pengikut maleng, Bung Ahmad Tgk tidak mahu jadi pengikut maleng ....

Buang Ahmad: Yang jelas, mengapa Teungku Maat tidak ikut terlibat dalam pemilihan ? Mengapa harus bertanya kepada Ahmad Sudirman ?

Tgk Maat: Bung Ahmad sebab tgk bertanya kepada Bung Ahmad karena bung telah mecampuri urusandalam GAM sesama sendiri dan bung bertungkuslumus mempertahan kan kezaliman GAM-M-Z. supaya tgk tahu menilai Buang Ahmad, rupanya Bung Ahmad tongkosong nyaring bunyinya, kasiaaaaaaaaaan Bung Ahmad bagaikan cacinkepanasan.

Buang Ahmad: Menghadapi penjajah RI harus pakai otak, bukan pakai dengkul" (Ahmad Sudirman, 26 Februari 2005). Kalau pakai dengkul, sampai kapanpun tidak akan berhasil.

Tgk Maat: Menganalisis sesebuah organisasi pakai otak jangan pakai dungkul, nanti Bung boleh jadi mangsa politik tau. Saya rasa ini adalah kali terakhir saya melihat Bung Ahmad dalam melinglist bebas ini berdebat masalah politk dalaman dan luar GAM-M-Z. Saya pun ngak ada masa melayan orang sepandai Bung Ahmad karena bung Ahmad terlalu pandai.

Wassalam dari

Tgk Maat

tgk_maat@yahoo.co.uk
Arvika, Swedia

Kunjung ke laman web tgk www.geocities.com/tgk_maat
----------