Stockholm, 9 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH, TOPIK YANG AKAN DIBAHAS, PROSES PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN RI DIHUBUNGKAN DENGAN ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ARDIANSYAH, ITU TOPIK YANG AKAN DIBAHAS ADALAH SEJARAH JALUR PROSES PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN RI DIHUBUNGKAN DENGAN ACHEH GUNA MENCARI AKAR UTAMA PENYEBAB TIMBULNYA KONFLIK ACHEH

"Hasil Skripsi yang telah berhasil saya pertahankan bukan untuk di olok-olok apalagi di beri tanggapan yang muter-muter tidak bermakna seperti Ahmad Sudirman. Saya berhasil mempertahankanya di depan dosen penguji yang bertitel Doktor , dan banyak yang berasal dari lulusan luar negeri. Semua biaya dan tenaga yang tercurah telah saya nikmati , dengan mendapat posisi yang cukup tinggi di perusahaan ini karena bantuan dari milis yang berpengaruh menetapkan saya dari karyawan magang menjadi karyawan tetap dalam divisi Internasional Legal Adviser, dan salah satunya saya berada di perusahaan ini dengan kesejahteraan yang cukup, untuk itu saya tidak lupa kembali mengucapkan terima kasih kepada anda. Adalah tindakan pengecut berdiskusi tanpa melihat siapa lawan bicara dan tidak mempunyai sopan santun dalam berdiskusi. Kalau anda Jantan ,tunjukan jati diri ASNLF dengan mengundang untuk mengadakan Semunar di Jakarta , biar terlihat kebodohan kalian. Dan kalau kalian benar , pastilah kami mengikuti jejak kalian , seperti pandangan pertama saya melihat pendapat anda, sungguh bodoh sekali mempercayai sejarah made in Ahmad Sudirman. Dan sebagai info saja , saya memuat pandangan anda dalam skripsi sebagai pembahasan sesat dari anggota GAM tentang pancasila dan pembelokan sejarah pertumbuhan RI." (Muhammad Ardiansyah, ardiansyah_hm@yahoo.com ,9 mars 2005 11:34:27)

Baiklah saudara Ardiansyah di Jakarta, Indonesia

Sebagaimana yang telah ditanamkan dari sejak awal di mimbar bebas ini ada empat masalah besar yaitu, pertama masalah proses jalur pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Acheh. Kedua, masalah pendudukan dan penjajahan di Acheh. Ketiga, masalah plebisit atau referendum di Acheh. Dan keempat, masalah lain yang ada hubungannya dengan situasi dan kondisi saat ini di RI.

Nah, dengan empat dasar masalah besar inilah, misi dan tujuan dari mimbar bebas ini dikembangkan dan dikelola, untuk saat ini penanggung jawab penuh adalah Ahmad Sudirman.

Sekarang, permasalahan yang akan kita bahas, diskusikan, perdebatkan, adalah masalah-masalah yang tidak keluar dari empat dasar masalah besar diatas itu.

Jadi, yang masih mengalami perbedaan pandangan, pikiran, penelahaan, penyimpulan yang besar adalah salah satunya mengenai masalah yang menyangkut proses jalur pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Acheh.

Dengan alasan inilah, mengapa Ahmad Sudirman terus mengumandangkan di mimbar bebas ini untuk mencari kesamaan jalur dan arah guna dipakai sebagai alat untuk menuju kepada penyelesaian konflik di Acheh yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini.

Karena itulah, ketika Ahmad Sudirman mengetahui dari informasi yang disampaikan Ardiansyah, bahwa saudara Ardiansyah sedang menggarap skripsi yang ada hubungannya dengan Acheh, maka suatu kesempatan untuk membukakan dan membicarakan secara detil di mimbar bebas ini, dalam usaha mencari titik-titik yang sama guna dipakai sebagai titian batu menuju kepada arah dan jalur yang sama guna mencari penyelesaian konflik Acheh dengan cara aman dan damai.

Ahmad Sudirman pernah menyatakan kepada saudara Ardiansyah, dipersilahkan untuk menampilkan secara padat, ringkas dan terperinci tentang apa yang dibahas dan ditulis dalam skripsi itu untuk bisa secara terbuka dan transfaran dibahas secara bersama-sama guna mencari titik-titik terang yang bisa dijadikan sebagai batu jembatan menuju kepada arah penyelesaian konflik berdarah di Acheh ini.

Jadi, kalau Ahmad Sudirman meminta kepada Ardiansyah untuk menyampaikan dasar-dasar pemikiran Ardiansyah yang telah ditulis dalam skripsinya itu di mimbar bebas ini, bukan dengan tujuan untuk mengolok-olok, melainkan untuk disaring dan diteliti, serta dibandingkan dengan sumber lainnya, apakah memang benar semua argumentasi yang dipakai oleh Ardiannsyah itu bila dikaitkan dengan sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, Maluku Selatan, dan Papua Barat.

Tetapi, ketika Ardiansyah menyatakan, bahwa skripsinya itu hanya untuk kalangan sendiri, tentu saja, bagi Ahmad Sudirman sangat kecewa. Mengapa ? Karena, dari pihak Ahmad Sudirman, diperlukan argumentasi-argumentasi yang didasarkan pada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legal status Negeri Acheh ada dalam Negara RI.

Karena sampai detik ini, ternyata dari pihak RI, tidak ada satupun yang menyodorkan argumentasi yang tangguh untuk bisa dijadikan sebagai landasan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum guna dipakai sebagai pegangan kuat yang menyatakan Negeri Acheh adalah merupakan bagian RI dari sejak berdirinya Negara RI ini.

Tetapi, ternyata, karena pihak Ardiansyah telah menarik dari ajakan dan permintaan Ahmad Sudirman untuk menampilkan ringkasan padat, singkat dan terperinci dari apa yang telah ditulis Ardiansyah dalam skrispinya itu di mimbar bebas untuk dibahas secara bersama-sama, maka sungguh mengecewakan.

Padahal, kalau ditampilkan itu dasar argumentasi yang telah dijadikan sebagai dasar penguat skripsi Ardiansyah yang telah dinyatakan lulus itu, maka bisa dijadikan sebagai ukuran, apakah memang benar itu sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI yang dihubungkan dengan Negeri Acheh ditunjang oleh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas, terang, dan benar, yang disepakati secara bersama oleh seluruh rakyat Acheh dan pimpinan rakyat Acheh.

Jadi, saudara Ardiansyah, masalah yang dibicarakan di mimbar bebas ini, adalah masalah proses jalur pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Acheh.

Jadi masalah ini bisa dijadikan sebagai topik pembahasan bersama. Karena itu dari pagi-pagi Ahmad Sudirman telah meminta kepada seluruh peserta mimbar bebas ini untuk menampilkan semua fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang proses jalur pertumbuhan RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, agar supaya bisa dipakai sebagai titian dan jembatan guna memperoleh penyebab akar utama timbulnya konflik Acheh ini yang telah berjalan lebih dari setengah abad ini.

Nah sekarang, silahkan persiapkan kertas kerja saudara dan tim saudara Ardiansyah terutama yang telah saudara tulis dalam skripsi saudara itu untuk dilambungkan secara mendetil di mimbar bebas ini, dan akan dibahas oleh Ahmad Sudirman beserta tim.

Jangan takut dan jangan khawatir diperolok-olokan, karena di mimbar ini bukan tempatnya untuk saling memperolok-olokan, melainkan tempat untuk membicarakan, mendiskusikan, dan memperdebatkan masalah-masalah yang ada kaitannya dengan RI, Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat, Referendum di Acheh, dan masalah situasi dan kondisi saat ini di RI.

Silahkan perbincangkan dengan matang oleh saudara Ardiansyah tentang topik yang telah disodorkan oleh Amad Sudirman diatas, yaitu masalah proses jalur pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Acheh.

Dimana saudara Ardiansyah bisa menampilkan dan menuliskan secara detit kronologis jalur arus pertumbuhan dan perkembangan negara RI yang dihubungkan dengan Acheh, dan kalau bisa dengan Maluku Selatan, dan juga kalau sanggup dengan Papua Barat.

Tetapi, untuk saat ini, cukup dihubungkan dengan Negeri Acheh. Setelah selesai masalah Acheh, kita akan teruskan dengan masalah Maluku Selatan, dan masalah Papua Barat.

Ahmad Sudirman siap menunggu hasil pembicaraan tim Ardiansyah ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: muhammad ardiansyah ardiansyah_hm@yahoo.com
Date: 9 mars 2005 11:34:27
To: Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@hotmail.com>, padhang-mbulan@egroups.com, PPDI@yahoogroups.com, oposisi-list@yahoogroups.com, mimbarbebas@egroups.com, politikmahasiswa@yahoogroups.com, fundamentalis@eGroups.com, Lantak@yahoogroups.com, kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com, acehkita@yahoogroups.com, achehnews@yahoogroups.com, communitygallery@yahoogroups.com, asnlfnorwegia@yahoo.com, enny.martono@hm.com Subject: Seminar

Hasil Skripsi yang telah berhasil saya pertahankan bukan untuk di olok - olok apalagi di beri tanggapan yang muter - muter tidak bermakna seperti Ahmad Sudirman.saya berhasil mempertahankanya di depan dosen penguji yang bertitel Doktor , dan banyak yang berasal dari lulusan luar negeri.

Semua biaya dan tenaga yang tercurah telah saya nikmati , dengan mendapat posisi yang cukup tinggi di perusahaan ini karena bantuan dari milis yang berpengaruh menetapkan saya dari karyawan magang menjadi karyawan tetap dalam divisi Internasional Legal Adviser, dan salah satunya saya berada di perusahaan ini dengan kesejahteraan yang cukup, untuk itu saya tidak lupa kembali mengucapkan terima kasih kepada anda.

Adalah tindakan pengecut berdiskusi tanpa melihat siapa lawan bicara dan tidak mempunyai sopan santun dalam berdiskusi. Kalau anda Jantan ,tunjukan jati diri ASNLF dengan mengundang untuk mengadakan Semunar di Jakarta , biar terlihat kebodohan kalian. Dan kalau kalian benar , pastilah kami mengikuti jejak kalian , seperti pandangan pertama saya melihat pendapat anda, sungguh bodoh sekali mempercayai sejarah made in Ahmad Sudirman.

Dan sebagai info saja , saya memuat pandangan anda dalam skripsi sebagai pembahasan sesat dari anggota GAM tentang pancasila dan pembelokan sejarah pertumbuhan RI.

Seminar bukan hanya mengumpulkan Map lalu disimpan sebagai sampah , tetapi hal ini akan menjadi sejarah akan bangsa Timur yang telah pandai dalam berdemokrasi dalam musyawarah guna mencapai mufakat.

Demi Perdamaian di Aceh dari gangguan Babi hutan , adalah hal yang baik apabila anda menentukan , kapan kita mulai Sebuah seminar walaupun melalui Internet dan disela waktu senggang.

Tentukan dahulu , siapa dari milis ini yang menjadi peserta, wakil dari ASNLF, wakil dari RI dan tim juri atau penilai.

Anda harus juga menentukan topik bahasan apa yang ingin anda tampilkan sehingga melegalisasi tindakan anda dan babi Hutan di Aceh.

Setelah kita setujui topiknya barulah kita bahas satu persatu dan di perbolehkan keluar dari topik setelah tim juri menyimpulkan hasil akhir dari topik tersebut.

Semua akan menuju apakah benar rakyat Aceh memang ingin menentukan nasibnya sendiri atau Tindakan aneksasi oleh Soekarno memang harus di luruskan dengan mengembalikan kedaulatan rakyat Aceh , atau dengan Jantan ASNLF mengakui kedaulatan NKRI..dengan jalan membuat pengakuan yang akan di sosialisasikan melaui media massa

Mengenai kasus Ambalat , itu hal diluar dari pembicaraan kita, dan kalau anda ingin tahu , Ambalat adalah merupakan Wilayah Indonesia berdasarkan landas continental. Kami Siap mempertahankan hingga tetes darah penghabisan demi keutuhan dan kedaulatan Republik Indonesia dan bukan demi Minyak.

Wassalam

Ardi

ardiansyah_hm@yahoo.com
Jakarta, Indonesia

ps: baiklah untuk tahap pertama mungkin akan saya usulkan peserta dari Indonesia sbb :

Saudara Muba , dari Paris
Saudari Enny martono alias Inong bale alias Noni..anda bisa bertemu beliau bulan depan di Swedia, karena beliau akan kesana , silahkan bikin janji.
Saudara Mathias Dharminta
Ardiansyah , bagaimana , saudaraku , setuju ? mungkin dari Milis yang lain akan menentukan dimana tempat anda seharusnya.
----------