Stockholm, 12 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

RASAKAN MUBA KALAU KALIAN PAKAI MOSI INTEGRAL NATSIR OLAHAN MURSALIN DAHLAN YANG GOMBAL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA KALIAN TERSUNGKUR PAKAI MOSI INTEGRAL NATSIR OLAHAN MURSALIN DAHLAN YANG GOMBAL

"Pernyataan Dr. Mursalin Dahlan itu tentu berdasarkan menyerahnya Daud Beureuh tahun 1962, bukan proklamasi NII tahu 1953. Jelas ? Bisa gila gua ngadepin orang bloon kayak kamu ini. Apa emang ini strategi kamu agar lawan tangguh kamu kapok debat lagi dengan kamu? Kenapa sih kamu nggak pernah ngaku aja emang bloon? Aku sudah bilang: berdasarkan fakta keterlambatan 3 tahun itu, jelaslah bahwa Daud Beureuh itu cuma merajuk. Atau, berdasarkan isi maklumat 1953, jelaslah bahwa NII Daud Beureuh itu aksi separatis. Kamu menentang dua kemungkinan ini dengan logika lemah, tapi kemudian dikasih bumbu lainnya agar terkesan kamu itu ngerti masalah. Gini deh, sekarang aku menantang pembuktian retrofeksi: Adakah kamu pegang nota keberatan rakyat Aceh yang menyatakan keberatan Aceh dideklarasikan masuk RI-1945, RIS-1949, dan NKRI-1950?". (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Fri, 11 Mar 2005 14:35:47 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Paris, Perancis.

Muba budek, inilah akibat kalian memakai dasar pemikiran gombal yang dilambungkan oleh Mursalin Dahlan, yang mengolah mosi integral Natsir.

Muba budek, tahu kalian kapan itu mosi integral dilambungkan Mohammad Natsir ?

Itu mosi integral atau istilah lainnya penyampaian pendapat dalam Parlemen RIS. Dimana penyampaian pendapat ini dilontarkan oleh Mohammad Natsir pada tangal 3 April 1950 dalam Parlemen RIS.

Dan itu mosi integral yang dilontarkan Natsir ini setelah Soekarno melambungkan dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang dikeluarkan pada tanggal 8 Maret 1950.

Muba budek, itu Natsir melontarkan mosi integralnya itu tidak lain dan tidak kurang adalah sebagai penyambung lidah Soekarno untuk menelan dan melebur Negara/Daerah Bagian RIS kedalam Negara Bagian RI.

Jadi, sebenarnya itu pidato Mohammad Natsir yang sering digembar-gemborkan oleh para penerus Soekarno dengan sebutan mosi integral sama dengan isi yang terkandung dalam dasar hukum Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS yang ditetapkan pada tanggal 8 Maret 1950.

Nah, sekarang itu mosi integral Natsir ini dikupas Mursalin Dahlan kawan kalian yang menyatakan: "Mosi integral Natsir yang mengembalikan RIS kepada NKRI, suatu fakta sejarah yang tak terbantahkan. Dus, penegasan NKRI adalah harga mati dalam penyelesaian masalah Aceh, dapat dipahami sebagai pengulangan mosi integral Natsir, yang mengingatkan umat Islam Aceh akan tanggung jawab sejarah mereka sebagai bagian integral yang tak terpisahkan dari umat Islam bangsa Indonesia." (Mursalin Dahlan, Bandung, 23 Mei 2003)

Jelas, Muba budek, kelihatan itu Mursalin Dahlan mengarahkan mosi integral Natsir ke arah Acheh dengan menekankan pada : "penegasan NKRI adalah harga mati dalam penyelesaian masalah Aceh, dapat dipahami sebagai pengulangan mosi integral Natsir, yang mengingatkan umat Islam Aceh akan tanggung jawab sejarah mereka sebagai bagian integral yang tak terpisahkan dari umat Islam bangsa Indonesia"

Artinya, itu Mursalin Dahlan telah mengklaim bahwa masuknya Acheh ke dalam RIS dan RI serta NKRI merupakan "penegasan NKRI adalah harga mati dalam penyelesaian masalah Aceh, dapat dipahami sebagai pengulangan mosi integral Natsir".

Jadi Muba budek, itu Mursalin Dahlan adalah memang budek dan gombal, yang mengklaim mosi integral Natsir untuk dipakai sebagai legalisasi pencaplokan Negeri Acheh oleh RIS dan dimasukkan kedalam RI yang menjelma jadi NKRI. Sehingga itu NKRI adalah harga mati. Kan betul-betul gombal itu Mursalin Dahlan ini. Coba suruh dia tampil di mimbar bebas ini Muba. Tahu dimana alamat emailnya.

Nah, kalau kalian Muba, menafsirkan itu mosi integral Natsir dengan "Pernyataan Dr. Mursalin Dahlan itu tentu berdasarkan menyerahnya Daud Beureuh tahun 1962, bukan proklamasi NII tahu 1953", Itu benar-benar penafsiran kalian Muba adalah penafsiran yang budek dan gombal.

Kemudian selanjutnya, ketika Ahmad Sudirman menyatakan bahwa maklumat NII Teungku Muhammad Daud Beureueh 20 September 1953 itu bukan separatis melainkan kemerdekaan, itu Muba budek tetap degil dan ngotot dengan pendapatnya bahwa itu separatis.

Padahal Ahmad Sudirman telah menjelaskan arti seperatis itu, kalau memang Negeri Acheh asal mulanya bagian sah RI. Tetapi, karena itu Negeri Acheh memang masuknya kedalam RI secara ilegal, yaitu melalui penelanan, pencaplokan oleh RIS melalui tangan Soekarno, maka itu Negeri Acheh bukan merupakan bagian wilayah RI secara sah. Atau dengan kata lain, itu Acheh dijajah RI.

Nah, karena Acheh dijajah RI, maka ketika Teungku Muhammad Daud Beureueh memaklumatkan NII 20 September 1953, itu artinya maklumat penentuan nasib sendiri untuk bebas merdeka dari penjajah RI. Jadi, bukan usaha separatis.

Nah, yang mengatakan usaha separatis adalah itu Muba gombal dan budek kacungnya Syamsir Siregar dan Susilo Bambang Yudhoyono Penjajah RI. Ya, jelas, kalau pakai kacamata penjajah RI, itu usaha mulia Teungku Muhammad Daud Beureueh dianggap sebagai pemberontak dan separatis. Bukan usaha untuk kemerdekaan negeri Acheh.

Nah, kalau juga itu Muba budek tidak paham bedanya antara merdeka dan separatis, maka memang wajar, karena itu Muba budek adalah kacungnya penjajah RI dibawah Susilo Bambang Yudhoyono. Dasar gombal.

Kalau Ahmad Sudirman mempertanyakan, dimana keabsahan RI memasukkan Negeri Acheh ?. Jelas itu Muba gombal tidak bisa menjawabnya. Karena memang tidak melalui cara legal, melalui penentuan pendapat rakyat Acheh, atau melalui cara plebisit, atau melalui cara referendum.

Kalau model Amerika ketika melakukan plebisit atau referendum di Hawai, kemudian sebagian besar rakyat Hawai memilih masuk menjadi Negara Bagian Amerika, maka itulah yang dinamakan legalitas masuknya Hawai kedalam tubuh Amerika.

Acheh kan tidak demikian. Soekarno dengan RIS-nya hanya mencaplok saja. Dasar perampok. Sama seperti Muba gombal yang menjadi kacung dan sekaligus pendukung Soekarno panjajah RI ini.

Jadi Muba budek, coba berpikir lebih dalam, dan pelajari dengan teliti, sebelum kalian membuka mulut, supaya kalian jangan hanya mengembek saja. Dan terus menerus jungkir jumpalit. Dasar budek.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Fri, 11 Mar 2005 14:35:47 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA JANGAN HANYA PAKAI FAKTA MADE IN BIN-SYAMSIR SIREGAR SAJA, SEHINGGA AKHIRNYA TERSUNGKUR
To: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehArdi muhammad.ardiansyah@hm.com

Hai, Bloon...! Kamu ngerti bahasa nggak sih?

1.Pernyataan Dr. Mursalin Dahlan itu tentu berdasarkan menyerahnya Daud Beureuh tahun 1962, bukan proklamasi NII tahu 1953. Jelaaaass...?? Bisa gila gua ngadepin orang bloon kayak kamu ini... Apa emang ini strategi kamu agar lawan tangguh kamu kapok debat lagi
dengan kamu? Kenapa sih kamu nggak pernah ngaku aja emang bloon?

2.Aku sudah bilang: berdasarkan fakta keterlambatan 3 tahun itu, jelaslah bahwa Daud Beureuh itu cuma merajuk. Atau, berdasarkan isi maklumat 1953, jelaslah bahwa NII Daud Beureuh itu aksi separatis. Kamu menentang dua kemungkinan ini dengan logika lemah, tapi kemudian dikasih bumbu lainnya agar terkesan kamu itu ngerti masalah... Gini deh, sekarang aku menantang pembuktian retrofeksi: Adakah kamu pegang nota keberatan rakyat Aceh yang menyatakan keberatan Aceh dideklarasikan masuk RI-1945, RIS-1949, dan NKRI-1950?

Adakah plibisit yang menyatakan Aceh enggan bergabung dengan RI-1945, RIS-1949, dan NKRI-1950? Aku kan udah bilang, itu Cililitan, Leuwigajah, Bojonggede, Sumedang, semuanya juga tidak ada nota persetujuan masuk RI-1945, RIS-1949, dan NKRI-1950, tapi toh adem ayem saja tuh dalam NKRI. Itu wilayah sebuah negara kalau bukan mengacu ke kerajaan sebelumnya, ya ke wilayah yang dijajah negara yang sama... Gitu kan? Pokoknya yang terakhir lah... Timor Timur nggak masuk RI-1945 karena memang dia terakhir dipegang Portugis.

3.Dalam kasus Tjut Njak Dien, kamu kepepet jelas-jelas, trus aja kamu bilang "ada versi yang bilang bilang dibuang ke Sumedang ada juga yang Cianjur". Ha ha... Versimu, yang Cianjur itu, jelas-jelas salah... Apalagi kamu bilang "dibunuh dan dibuang". Banyak saksi orang Sumedang yang sempat bertinteraksi dengan Tjut Njak Dien di rumahnya di Sumedang sebelum beliau wafat. Ini kebohongan ke sekian yang sudah nampak di mimbar ini... Jadi jelasbahwa kamu itu:

(a)TUKANG TIPU, yang cuma ngandelin retorika
(b)Inferior, karena selalu bicara seolah-olah kamu adalah lawan tangguh Mang Endang, Mas Djoko, Bang Syamsir, Mang Hasan, bahkan SBY
(c)TANGGUNG, terutama karena banyak fakta-fakta yang kamu tahu persis kebenararannya tapi kalau itu diungkapkan akan melemahkan argumentasimu, akhirnya BAWAH SADAR kamulah yang menyalahkan ungkapan kamu yang salah itu, dan motoris kamu mengakui bahwa kamu TANGGUNG... You are neurosis, man, kayak gurumu Sigmund Freud itu... Ha ha...
(d)Penyanjung, karena seringkali mensejajarkan aku dengan Mang Endang, Mas Djoko, Bang Syamsir, Mang Hasan, bahkan SBY, ha ha...
(e)Masturbator, karena... Udah ah, ini kan udah aku bilang berkali-kali....

Nyanyi lagi ah... "Aku seorang psikopat, mempunyai pedang panjang, kalau berjalan prok prok prok, aku seorang psikopat..."

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------