Stockholm, 15 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

SAFWAN, ITU KAUM WAHHABI ATAU SALAFI SAUDI & INDONESIA HARUS INTROSPEKSI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SAFWAN HAMID, ITU KAUM WAHHABI ATAU SALAFI SAUDI & INDONESIA JANGAN HANYA TUNJUKKAN TELUNJUK KE PIHAK YANG BUKAN KAUM WAHHABI ATAU SALAFI SAJA, COBA TUNJUKKAN KEDIRI SENDIRI DULU

"Tulisan saudara yang begitu panjang lebar terkesan tidak ilmiah karena tidak mencantumkan referensi. Kalaupun ada itu referensi dari tulisan orientalis kafir seperti Arnold Tony Bee yang memang tidak objektif dalam menulis tentang Islam dan malah mau menghancurkan Islam. Dakwah salafiyah yg dilancarkan oleh Ibnu Taimiyah dan Muhammad Bin Abdul Wahhab (dan ulama2 sebelum dan sesudahnya) berlepas diri dari tindakan sebagian raja Saudi yang bekerja sama dgn negara kafir dan prilaku beberapa oknum raja yg tidak sesuai Islam (keabsahan tentang berita inipun perlu di tabayyun tentang kebenarannya, karena boleh jadi bersumber dari orang yang dari semula tidak senang atau dari para orientalis kafir yang menjadi rujukan sdr). Syeikh sendiri sudah meninggal pada waktu terjadinya perjanjin Qatif dan para ulama salafiyah pun berlepas diri darinya dan tidak pernah memerintahkan dan merestui." (Safwan A Hamid , owan02@yahoo.com , Mon, 14 Mar 2005 19:56:55 -0800 (PST))

Baiklah saudara Safwan A Hamid di Nusa Tenggara Barat.

Ada waktu sedikit pagi ini dipakai untuk membaca tanggapan dari saudara Safwan. Saudara Safwan, sebenarnya, kalau kita mau jujur dan mau introspeksi atau mengoreksi diri atau mengkritik diri sendiri. Itu tentang gerakan wahhabiyah atau salafiyyah dan barisan muwahhidin yang dikembangkan dari hasil pemikiran Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang bekerjasama dengan Amir Muhammad bin Saud, tanpa melihat orangnya, kemudian kalau ada orang yang melakukan penulisan tentang pelurusan dan pengkoreksian kaum wahhabi atau salafi, itu harus dijadikan sebagai alat pengkoreksian diri. Jangan kita jadikan sebagai suatu kritikan yang dianggap sebagai lawan atau sebagai musuh. Justru dengan adanya tulisan-tulisan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan untuk ujian apakah memang yang telah kita digembar-gemborkan selama ini benar adanya atau masih ada sesuatu hal lain yang perlu dijadikan sebagai bahan kritikan membangun dalam rangka dakhwah Islam ini. Karena dakhwah Islam dan Islam itu bukan mutlak milik gerakan wahhabiyah atau salafiyyah saja.

Jangan seperti itu Soekarno dan para penerusnya di RI yang menyembunyikan mengenai sejarah tentang Acheh, yang diputar balikkan dengan berbagai macam fakta dan bukti yang lemah, sehingga fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menjadi dasar penjajahan RI terhadap negeri Acheh disembunyikan dan ditutupi sekuat tenaga. Nah disinipun kita terutama para sejarawan di RI yang masih menutup mata tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang RIS yang melebur kedalam RI dan menjelma menjadi NKRI, dan menjajah Negeri Acheh, harus mampu membuka hati dan membuka mata terhadap fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang sebenarnya tentang Negeri Acheh hubungannya dengan RI.

Kemudian, itu menyinggung bahasan referensi yang dijadikan tulisan Ahmad Sudirman. Jelas Ahmad Sudirman menulis, bukan asal tulis, melainkan membaca dahulu sumber-sumber referensinya. Itu soal adanya perbedaan referensi, bukan masalah yang penting, melainkan yang paling mendasar adalah apakah isinya benar atau tidak. Itu referensi yang dibaca Ahmad Sudirman seperti Munjid fillughatil wal alaam, Darul Masyriq, Ath-Thab'atuts tsaniyah wal 'isyruun, 1986, sh. 744. Shaikh Abdul Aziz Ibn Abdullah Ibn Baz , Imaam Muhammad Ibn Abdul Wahhab - His Life and Mission. islamicweb.com/beliefs/creed/wahhab.htm .Wikipedia the free encyclopedia, en.wikipedia.org/wiki/House_of_Saud , en.wikipedia.org/wiki/Wahhabism, en.wikipedia.org/wiki/Muhammad_ibn_Abd_al_Wahhab, en.wikipedia.org/wiki/Saudi_Arabia . Britannica Concise Encyclopedia, concise.britannica.com/ebc/article?tocId=9382215 , The 1911 edition Encyclopedia, www.1911encyclopedia.org/W/WA/WAHHABIS.htm , GolabalSecurity.org , www.globalsecurity.org/military/world/gulf/wahhabi.htm .

Selanjutnya menyinggung Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915.
Jelas, itu Perjanjian Qatif telah banyak ditulis oleh sejarawan-sejawaran dunia dan ditulis dalam buku-buku sejarah dunia yang menyangkut sejarah pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Dinasti Ibnu Saud. Mungkin hanya saudara Safwan saja yang belum mendengar apalagi membaca Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915.

Nah, walaupun itu Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915 ditulis oleh orang non muslim, seperti misalnya, yang kebetulan Ahmad Sudirman ambil disini adalah akhli sejarah Arnold J Toynbee dalam bukunya Survey of International Affairs tahun 1925, Vol. 1, halaman 273. Tetapi, kalau isi, fakta, bukti, sejarahnya benar, mengapa tidak kita jadikan sebagai bahan istrospeksi. Mengapa justru balik menyerang kepada Arnold J Toynbee dengan mengatakan: "Kalaupun ada itu referensi dari tulisan orientalis kafir seperti Arnold Tony Bee yang memang tidak objektif dalam menulis tentang Islam dan malah mau menghancurkan Islam".

Nah, ini menunjukkan satu bukti bahwa saudara Safwan masih rendah dan sempit cara berpikirnya. Coba tunjukkan dimana letak tidak objektifnya itu tentang Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915. Perjanjian Qatif inilah salah satu dasar hukum dalam sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Kerajaan Saudi Arabia dan perjuangan para keturunan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para keturunan Amir Muhammad bin Saud.

Kemudian, satu contoh lagi, kalau Ahmad Sudirman mengutip penulis Encyclopaedia Britanica tentang isi perjanjian Hudaibiyah pada bulan Dzul Qa'dah 6 H / Maret 628 M, lalu dijelaskan di mimbar bebas, apakah itu isi perjanjian Hudaibiyah yang ditulis oleh penulis Encyclopaedia Britanica dianggap isinya mahu menghacurkan Islam dan dianggap tidak objektif ?.

Saudara Safwan, jangan terlalu terfokus kepada satu titik yang kecil saja kalau melihat dan membaca mengenai masalah wahhabi atau salafi ini. Pikiran dan hati harus dibuka lebar-lebar, untuk bisa menerima dan mengolah apa saja kritikan, masukan, pemikiran yang datang dari luar, agar supaya mengetahui dimana letak posisi kedudukan kaum wahhabi atau salafi ini yang sebenarnya.

Seterusnya, itu para aktor atau pelaku yang menandatangani Perjanjian Qatif, memang bukan langsung Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab, karena beliau sudah meninggal. Tetapi dengan adanya sokongan dan dukungan dari pihak barisan muwahhidin dengan gerakan salafiyyah atau gerakan wahhabiyahnya, jelas, itu menunjukkan adanya kesamaan gerak dan langkah dalam usaha membangun Kerajaan Ibnu Saud yang merupakan hasil penghancuran wilayah kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmani. Tanpa adanya sokongan dan dukungan dari pihak barisan muwahhidin dengan gerakan salafiyyah atau gerakan wahhabiyahnya tidak mungkin itu Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif ditandatangani pada tanggal 26 Desember 1915.

Saudara Safwan, jangan saudara mengelakkan diri dari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang ada yang menyangkut tentang Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915 yang telah dikenal dalam sejara dunia ini.

Jadi, jangan saudara Safwan kalau Ahmad Sudirman melambungkan Perjanjian Qatif, lalu saudara mengatakan: "Anda begitu membesar-besarkan perjanjian qatif yg dengannya anda jadikan senjata ampuh untuk memojokkan dakwah salafiyah (dakwah tauhid yg murni), padahal itu hanyalah sebuah cobaan bagi dakwah salafiyah."

Saudara Safwan, disini Ahmad Sudirman melambungkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915 yang merupakan salah satu dasar hukum berdirinya Kerajaan Ibnu Saud atau Kerajaan Saudi Arabia yang para pendirinya dari sejak awal adalah Amir Muhammad bin Saud yang berjuang bersama Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Itu saudara Safwan, di Saudi tidak bisa dipisahkan antara para keturunan Muhammad bin Saud dengan para keturunan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Dan itu paham wahhabi atau salafi tidak bisa dipisahkan dari berdirinya Kerajaan Ibnu Saud atau Kerajaan Saudi Arabia. Begitu juga para ulama kaum wahhabi atau salafi di Saudi ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh raja-raja keturunan Ibnu Saud ini.

Selanjutnya, saudara Safwan menulis: "Berbicara tentang dakwah salafiyah tidak sebatas pada sejarah Ibnu Saud. Tetapi mengapa saudara tidak pernah menyinggung perjuangan dan jihad Ibnu Taimiyah melawan penjajan kafir. Dan tidak sedikitpun anda menyinggung kondisi umat islam sebelum dakwah syeikh di bawah khilafah Utsami yg banyak diwarnai kesyirikan (penyembahan makam rasul, sahabat dan para wali, perdukunan, bid'ah dan maksiat)"

Jelas, saudara Safwan, Ahmad Sudirman pernah menyinggung itu perjuangan dan sepak terjang Taqiyuddin Abdul Abbas Ahmad bin Abdul Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Taimiyah Al-Harrani Al-Hambali atau yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Taimiyah yang lahir pada hari Senin, 10 Rabiul Awal 66l H (22 Januari 1263 M) di Harran dan meninggal pada tanggal 20 Zulkaedah 728 H. (25 September 1328 M) dalam penjara, karena Ibnu Taimiyah memang beberapa kali keluar dan masuk penjara di Mesir selama pemerintahan Khilafah Islamiyah Abbasiyah dibawah Khalifah Al-Mustansir 1261 M, Al-Hakim I 1262 M -1302 M , Al-Mustakfi I 1302 M -1340 M yang berpusat di Kairo, Mesir. Dimana Ibnu Taymiyyah berkata:"...mereka (tabi'in dan tabiut tabi'in) adalah para shahabat Rasulullah saw, mereka disebut sebagai Ahlu Sunnah Wal Jama'ah karena mereka selalu mengikuti shari'ah dan jama'ah karena mereka menggalang persatuan meskipun mereka tidak bertemu sekalipun. (Fattawa ibn Taymiyyah vol.13 hal 358).

Nah, itu sudah jelas, bahwa Ibnu Taimiyah berjuang pada masa pemerintahan Khilafah Islamiyah Abbasiyah dibawah Khalifah Al-Mustansir 1261 M, Al-Hakim I 1262 M -1302 M , Al-Mustakfi I 1302 M -1340 M yang berpusat di Kairo, Mesir.

Kemudian, apakah itu Khalifah Al-Mustansir, Khalifah Al-Hakim I , dan Khalifah Al-Mustakfi I dari Khilafah Islamiyah Abbasiyah yang berpusat di Kairo, Mesir dianggap sebagai penjajah kafir oleh saudara Safwan ?

Dinama letak dan salahnya bahwa itu Khalifah Al-Mustansir, Khalifah Al-Hakim I , dan Khalifah Al-Mustakfi I dari Khilafah Islamiyah Abbasiyah yang berpusat di Kairo, Mesir dianggap sebagai penjajah kafir ?

Coba saudara Safwan buktikan di mimbar bebas ini. Ahmad Sudirman menunggu jawaban saudara Safwan. Ini adalah merupakan fitnah yang besar terhadap Khilafah Islamiyah yang dilontarkan oleh saudara Safwan.

Selanjutnya, itu saudara Safwan menyatakan: "Dan tidak sedikitpun anda menyinggung kondisi umat islam sebelum dakwah syeikh di bawah khilafah Utsami yg banyak diwarnai kesyirikan (penyembahan makam rasul, sahabat dan para wali, perdukunan, bid'ah dan maksiat)"

Memang pada setiap saat dan waktu ada itu bid'ah, syirik dan khurafat. Begitu juga pada masa Khilafah Islamiyah Utsmaniyah. Tetapi, tidak berarti dengan adanya khurafat, bid'ah dan syirik dalam wilayah kekuasaan de-facto Khilafah islamiyah Utsmaniyah mendorong pihak Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan bekerjasa sama dengan Amir Muhammad bin Saud untuk menghancurkan dan merebut wilayah de-facto dan de-jure Khilafah Islamiyah Utsmaniyah. Cukup dengan memberikan penerangan dan dakhwah-dakhwah tentang pelurusan dan pemurnian tauhid, dan penghancuran kuburan-kuburan dan semua bid'ah serta khurafat lainnya, tidak perlu harus merebut dan menguasai wilayah yang ada dibawah kekuasaan Khilafah Islamiyah Utsmaniyah untuk dijadikan sebagai wilayah Kerajaan Ibnu Saud atau Kerajaan Saudi Arabia.

Seterusnya, saudara Safwan menyatakan: "Keberhasilan dakwah salafiyah dan berdirinya kerajaan Saudi bukanlah semata-mata karena perjanjian qatif (perjanjian qatif merupakan sebagian kecil dari proses perjalan, yg pada dasarnya tdk pernah dicita-citakan). Tetapi karena pertolongan dari Allah swt. karena gerakan yg suci itu didasarkan pada gerakan pemurnian tauhid yakni pemberantasan syirik, bid'ah dan maksiat. Sebagaimana menjadi misi dakwah semua rasul sehingga Allah memberi pertolongan dan kemenangan."

Memang benar, itu Perjanjian Qatif atau Treaty of Qatif 26 Desember 1915 adalah salah satu dasar hukum dari dasar hukum lainnya yang menjadi batu titian hukum berdirinya Kerajaan Ibnu Saud atau Kerajaan Saudi Arabia ini. Dan semua perjuangan untuk menegakkan Islam di muka bumi ini harus tetap mengharapkan keridhaan Allah SWT. Dan tetap mencontoh kepada apa yang telah dicontohkan Rasulullah saw.

Dan memang itu Kerajaan Ibnu Saud atau Kerajaan Saudi Arabia ini berdiri karena adanya kerjasama yang erat antara keturunan Amir Muhammad bin Saud dan keturunan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab serta Barisan muwahhidin atau ikhwan dengan gerakan wahhabiyah atau salafiyyahnya.

Dan memang, di Kerajaan Ibnu Saud atau Kerajaan Saudi Arabia ini yang telah menjadikan paham wahhabi atau salafi sebagai paham atau mazhab Kerajaan Saudi Arabia, maka sudah sepatutnya itu berdiri dan tegak apa yang diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan Rasulullah saw. Kemudian kalau ada penyimpangan para raja-raja keturunan Ibnu Saud ini dalam memimpin Kerajaannya ini, maka harus diluruskan, jangan hanya mengikut dan mengembek saja. Apalagi itu kalau sudah melibatkan George W. Bush. Sehingga itu pasukan Amerika tetap saja sampai detik ini menguasai Saudi Arabia. Kan salah kaprah itu. Inilah akibat dari menggantungkan diri seratus persen kepada kekuatan George W Bush Senior dan Yunior dalam pertahanan Kerajaan Ibnu Saud atau Kerajaan Saudi Arabia. Apakah ada kritik dan protes dari ulama keturunan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan atau ulama salafai atau wahhabi Saudi lainnya yang ada di Saudi dan diluar Saudi seperti di Indonesia ?

Terakhir saudara Safwan menulis: "Sebenarnya perjuangan dan jihad Syiekh Muhmmad Bin Abdul Wahhab patut anda tiru yakni menhadikan tauhid sebagai landasan perjuangan. Tidak yang selama ini sdr cantumkan. Sdr getol sekali berbicara ttg UU Madinah tapi tidak sedikitpun pernah menyinggung tentang Akidah Tauhid umat yg telah rusak. Bagaiamana pertolongan dan kemenangan akan datang. sebaiknya sdr tekun mempelajari secara lebih intensif perkembangan dakwah salafiyah dari sumber2 yg terpercaya--bukan dari para orientalis yg notebene memusuhi islam."

Saudara Safwan membicarakan dan mencontoh Rasulullah saw dalam hal membangun Daulah Islamiyah pertama di Yatsrib dan Undang Undang Madinah-nya itu, bukan hanya harus dilakukan oleh Ahmad Sudirman saja, tetapi oleh para pengikut Rasulullah saw yang telah menyatakan dirinya bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Allah. Dan tentu saja kewajiban kita sebagai umat Islam untuk berusaha semampu kita untuk meluruskan dan memurnikan tauhid. Ini tugas semua umat Islam. Bukan hanya dari kaum wahhabi atau salafi Saudi saja. Misalnya, di RI, apakah itu tampil dari pihak wahhabi atau salafi yang membongkar dan meruntuhkan bangunan khurafat, bid'ah dan syirik pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara RI ? Ahmad Sudirman belum pernah mendengar suara dari kaum wahhabi atau salafi yang ada di Indonesia yeng menyuarakan baik dalam situs salafi atau wahhabi yang memberantas khurafat, bid'ah dan syirik yang diakibatkan oleh adanya dasar falsafah pancasila hasil kutak-katik Soekarno.

Jadi, coba, mengintrospeksi, lihat itu di Saudi Arabia, lihat di Indonesia. Apakah memang sudah berhasil itu khurafat, bid'ah dan syirik disapu dari muka bumi ? Kalau tidak, cobalah jangan asal telunjuk menunjuk kepada kelompok diluar wahhabi atau salafi saja. Coba buktikan hancurkan itu khurafat-khurafat yang masih memenuhi keraton Solo, keraton Yogyakarta dan keraton-keraton Jawa lainnya yang masih banyak dipengaruhi jampi-jampi mpu Tantular dengan bhineka tunggal ika-nya dan kejawen serta sampah-sampah pancasila hasil ramesan jamu gendong mbak Mega dan mbah Soekarno.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Mon, 14 Mar 2005 19:56:55 -0800 (PST)
From: Safoan A Hamid owan02@yahoo.com
Subject: Re: KHOIRUDDIN, ITU KAUM WAHHABI ATAU SALAFI DI SAUDI BELUM TENTU KAUM YANG SELAMAT
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, titinpatrick@plasa.com, bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk, Enny.Martono@hm.com, tgk_maat@yahoo.co.uk, inongbale_aceh@yahoo.com, mbzr00@yahoo.com, webmaster@detik.com, redaksi@gatra.com, surat@gatra.com, yuhe1st@yahoo.com, newsletter@waspada.co.id, waspada@waspada.co.id, suparmo@tjp.toshiba.co.jp, solopos@bumi.net.id, serambi_indonesia@yahoo.com, sea@swipnet.se, redaksi@waspada.co.id, redaksi@satunet.com, redaksi@kompas.com, editor@pontianak.wasantara.net.id
Cc: irul51606@svsi.sanyo.co.id, mohd_alkhori@qatar.net.qa

Assalamu'alaikum wr wb
Saudara Ahmad Sudirman, berikut beberapa komentarsingkat ttg tulisan saudara ttg gerakan salafiyah:

1. Tulisan saudara yg bergitu panjang lebar terkesan tdk ilmiah karena tdk mencantumkan referensi. Kalaupun ada itu referensi dari tulisan orientalis kafir seperti Arnold Tony Bee -- yg memang tdk objektif dalam menulis tentang islam dan malah mau menghancurkan islam.

2. Dakwah salafiyah yg dilancarkan oleh Ibnu taimiyah dan Muhhammad Bin Abdul Wahhab (dan ulama2 sebelum dan sesudahnya) berlepas diri dari tindakan sebagian raja Saudi yg bekerja sama dgn negara kafir dan prilaku beberapa oknum raja yg tidak sesuai islam (keabsahan ttg berita inipun perlu di TABAYYUN ttg kebenarannya, krn boleh jadi bersumber dari orang yg dari semula tdk senang atau dari para orientalis kafir yg menjadi
rujukan sdr). Syeikh sendiri sudah meninggal pada waktu terjadinya perjanjin qatif dan para ulama salafiyah pun berlepas diri darinya dan tdk pernah memerintahkan dan merestui.

3. Anda begitu membesar-besarkan perjanjian qatif yg dengannya anda jadikan senjata ampuh untuk memojokkan dakwah salafiyah (dakwah tauhid yg murni), padahal itu hanyalah sebuah cobaan bagi dakwah salafiyah.

4. Berbicara ttg dakwah salafiyah tdk sebatas pada sejarah Ibnu Saud. tetapi mengapa saudara tdk pernah menyinggung perjuangan dan jihad Ibnu Taimiyah melawan penjajan kafir. dan tidak sedikitpun anda menyinggung kondisi umat islam sebelum dakwah syeikh di bawah
khilafah utsami yg banyak diwarnai kesyirikan (penyembahan makam rasul, sahabat dan para wali, perdukunan, bid'ah dan maksiat.

5. Keberhasilan dakwah salafiyah dan berdirinya kerajaan Saudi bukanlah semata-mata karena perjanjian qatif (perjanjian qatif merupakan sebagian kecil dari proses perjalan, yg pada dasarnya tdk pernah dicita-citakan). Tetapi karena pertolongan dari Allah swt. karena gerakan yg suci itu didasarkan pada gerakan pemurnian tauhid yakni pemberantasan syirik, bid'ah dan maksiat. Sebagaimana menjadi misi dakwah semua rasul sehingga Allah memberi pertolongan dan kemenangan.

6. Kemenangan dakwah salafiyah adalah karena tauhid sehingga kerajaan islam Saudi Arabia (dgn adanya penerapan syariat islam di dalamnya) berdiri. Sehingga islam menjadi landasan ideology. dan perlu diingat BAHWA PRILAKU OKNUM KERAJAAN YANG TIDAK SESUAI AJARAN ISLAM TIDAKLAH PATUT MENJADI MODAL UNTUK MENGKAMBING HITAMKAN DAKWAH SALAFIYAH. Bagaimanapun penguasa disana adalah muslim, mengerjakan shalat, zakat, puasa, menerapkan syariat islam, mendirikan sekolah2 dan perguruan tinggi islam dimana pelajar dari berbagai negara belajar dgn gratis, memfasilitasi pelaksanaan ibadah haji, dll. walaupun sangat belum sempurna. lalu patutkan sejarah perjanjian taqif (yg anda baca sejarahnya dari para orientalis yg tdk objektif dan mengetahui konteks) menjadikan kita menapikan itu semua.

7. Sebenarnya perjuangan dan jihad Syiekh Muhmmad Bin Abdul Wahhab patut anda tiru yakni menhadikan tauhid sebagai landasan perjuangan. tidak yang selama ini sdr cantumkan. sdr getol sekali berbicara ttg UU Madinah tapi tidak sedikitpun pernah menyinggung ttg Akidah Tauhid umat yg telah rusak. bagaiamana pertolongan dan kemenangan akan datang. sebaiknya sdr tekun mempelajari secara lebih intensif perkembangan dakwah salafiyah dari sumber2 yg terpercaya--bukan dari para orientalis yg notebene memusuhi islam.

Wassalam

Safwan A Hamid

owan02@yahoo.com
Nusa Tenggara Barat
----------