Stockholm, 16 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

HANTU BBM MEMICU ADU DENGKUL KLUB KEPALA BANTENG VS KLUB POHON BERINGIN DI GELANGGANG PARIPURNA DPR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

HANTU BBM TIUPAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO & JUSUF KALLA MEMICU ADU DENGKUL KLUB KEPALA BANTENG VS KLUB POHON BERINGIN DI GELANGGANG PARIPURNA DPR

"Saya akan minta agar sidang ditunda hingga besok untuk cooling down. Pandangan fraksi-fraksi jelas, bahwa enam fraksi menolak. Tapi kenapa saat akan dijadikan keputusan sidang paripurna menjadi berlarut-larut" (Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, Gedung Nusantara I, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Maret 2005)

Hantu BBM telah merasuk kedalam tubuh sebagian anggota DPR dari klub kepala banteng-nya mbak Mega dan klub pohon beringin-nya Jusuf Kalla. Membuat gelanggang sidang paripurna DPR sore ini, betul-betul seperti arena adu dengkul dari para preman yang sudah kesurupan hantu BBM.

Memang kelihatan bahwa sebagian anggota DPR ini masih menonjolkan dengkulnya ketimbang jalur pikirannya. Karena itu memang wajar kalau Ahmad Sudirman melihat perilaku sebagian anggota DPR ini tidak lebih dan tidak kurang hanyalah merupakan sekelompok badut-badut yang sok jadi politikus karbitan yang hanya bisa majukan dengkulnya saja.

Buktinya, lihat saja itu apa yang terjadi dalam sidang paripurna DPR, sore ini, Rabu, 16 Maret 2005, ketika mereka membicarakan masalah kenaikan harga BBM, apakah menolak atau menerima kenaikan harga BBM. Enam fraksi menolak kenaikan harga BBM, yaitu FPDIP, FKB, FPKS, FPAN, FPDS dan FPBR. Adapun dua fraksi enggeh sama Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, yaitu FPD dan FBPD.

Celakanya itu Ketua DPR Agung Laksono dari klub pohon beringin yang memimpin sidang paripurna DPR, putar-putar disekitar tempat bermainnya hantu BBM yang berteduh dibawah pohon beringin. Sehingga dianggap oleh Tjahjo Kumolo Ketua Fraksi klub kepala banteng PDIP bahwa itu Agung Laksono sebagai pimpinan sidang "tidak punya keinginan untuk mengakomodir pendapat anggota dewan. Sehingga terjadi timbul adu dengkul antara anggota klub kepala banteng dan anggota klub pohon beringin".

Sebenarnya, itu adu kekuatan pakai dengkul tidak perlu terjadi, kalau pihak pimpinan sidang dan anggota sidang, masih mempergunakan lebih banyak kekuatan pikirannya, ketimbang dorongan nafsu dengkulnya.

Masalahnya, itu sebagian politikus karbitan dari klub kepala banteng dan klub pohon beringin ini memang belum matang dalam hal penyampaian pemikiran sebagai dasar argumentasi untuk menyelesaikan suatu permasalahan dan persoalan.

Akibat dari belum adanya kematangan dalam cara berpikir dan cara berdebat serta cara menyelesaikan persoalan secara adu kekuatan argumentasi, maka akhirnya ketika mereka dihadapkan kepada masalah pelik yang memerlukan ketenangan dan keluwesan cara berpikir, yang tampil bukan hasil perasan pikiran yang jernih, justru yang muncul dan keluar adalah tendangan dengkul dan tinjunya yang lembek itu. Sehingga itu sidang paripurna DPR jadi arena bergumul para badut-badut preman politikus karbitan yang tidak lucu. Buat malu saja.

Bagaimana bisa mereka menyelesaikan konflik Acheh, Maluku Selatan, Papua Barat dan sekarang Ambalat, kalau yang ditampilkan mereka hanyalah kekuatan dengkulnya saja.

Lihat saja itu soal Ambalat, belum apa-apa sudah diacung-acungkan kekuatan dengkul angkatan laut dan angkatan udaranya. Rakyat dipanas-panasi untuk mengganyang Malaysia dan Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi. Mereka sibuk berteriak-teriak didepan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Bendera Malaysia dibakar. Kan ngaco dan salah kaprah itu. Alasan membela kedaulatan. Itulah tandanya, mereka hanya mengedepankan dengkulnya saja. Termasuk itu Permadi dari Komisi I DPR dari klub kepala banteng yang gombal dan hanya dengkulnya saja yang dikedepankan.

Jadi, wajar saja itu gelanggang DPR dijadikan tempat ajang adu dengkul oleh sebagian para preman yang menjelma menjadi politikus karbitan yang masuk kedalam klub kepala banteng dan klub pohon beringin.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

F-PDIP Setuju Paripurna DPR Ditunda untuk Cooling Down
Reporter: Alphonsus Wahyuning Putro TN

detikcom - Jakarta, Fraksi PDIP ternyata juga setuju sidang paripurna DPR yang membahas sikap dewan tentang kebijakan kenaikan harga BBM yang harusnya dilanjutkan Rabu (16/3/2005) malam ini ditunda. Alasannya, untuk mendinginkan situasi pasca kericuhan dalam paripurna DPR sore tadi.

"Saya akan minta agar sidang ditunda hingga besok untuk cooling down," kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo usai rapat intern fraksi di Gedung Nusantara I di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2005) malam.

Permintaan ini, menurut Tjahjo --yang saat berbicara belum tahu kalau pimpinan DPR sudah memutuskan paripurna DPR ditunda, terkait dengan kekecewaan anggota F-PDIP atas kepemimpinan pimpinan sidang yang tidak tegas.

"Pandangan fraksi-fraksi jelas, bahwa enam fraksi menolak. Tapi kenapa saat akan dijadikan keputusan sidang paripurna menjadi berlarut-larut," katanya.

Menurut Tjahjo, insiden dalam paripurna DPR sore tadi terjadi akiba sikap pimpinan DPR yang tidak aspiratif dalam memimpin sidang paripurna. "Pimpinan sidang tidak punya keinginan untuk mengakomodir pendapat anggota dewan. Sehingga terjadi insiden seperti tadi." (gtp)

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/16/time/20636/idnews/318855/idkanal/10
----------

Paripurna DPR Ricuh, Voting BBM Ditunda
Reporter: Astrid Felicia Lim

detikcom - Jakarta, Aksi gebrak meja dan saling dorong mendorong antara anggota dewan mewarnai sidang paripurna DPR. Voting mengenai kenaikan harga BBM pun ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Sidang paripurna DPR yang mengagendakan voting mengenai kenaikan harga BBM berlangsung panas. Hujan interupsi tak terbendung dan akhirnya Ketua DPR Agung Laksono selaku pimpinan sidang memutuskan untuk segera melakukan voting mengenai kenaikan harga BBM.

Putusan Agung malah disambut protes keras dari anggota DPR dari F-PDIP. Salah satunya, Effendy Simbolon yang berdiri dan mengacungkan tangan sambil berteriak "Pimpinan jangan macam-macam ya. Apa artinya semua ini," kata Effendy sambil menuju podium bersama rekan-rekannya, di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3/2005).

Sesampai di atas podium, Effendy ditarik Pamdal DPR hingga jatuh terjungkal.

Belasan anggota F-PDIP maju ke meja pimpinan dan bahkan ada yang terlihat melompati meja. Gelas-gelas jatuh berserakan. Bahkan, Suparlan dari F-PDIP sampai naik ke atas meja pimpinan.

Melihat gelagat tersebut, Agung pun langsung diamankan dan dibawa Pamdal ke luar ruang sidang. Tak mau kalah, anggota F-PG Yoris Raweyai berusaha menghalangi anggota F-PDIP yang akan maju ke meja pimpinan dibantu anggota Golkar lainnya. Aksi dorong mendorong antara kubu F-PDIP dan F-PG pun terjadi.

Akhirnya, Wakil Ketua DPR Zainal Ma'arif mengambil alih sidang dan menskors paripurna sampai waktu yang tidak ditentukan. Mendengar putusan tersebut, satu per satu anggota dewan meninggalkan ruangan.(aan)

http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/03/tgl/16/time/17656/idnews/318733/idkanal/10
----------