Stockholm, 17 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH COBA TERUS ACUNGKAN BUKTI BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR YANG LEMBEK UNTUK PUKUL RAKYAT ACHEH YANG SADAR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU KELIHATAN ARDIANSYAH MENCOBA TERUS ACUNGKAN BUKTI BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR YANG LEMBEK UNTUK PUKUL RAKYAT ACHEH YANG SADAR MENENTUKAN NASIB SENDIRI.

"GAMM (Gerakan Aceh Mimpi Merdeka) telah tamat riwayatnya. Bukti terbaru ? Pemetaan yang dibiayai oleh Bank Dunia di wilayah Aceh & Sumatera Utara adalah jelas merupakan salah satu bukti pengakuan Internasional atas Aceh. Penyanderaan warga Jepang oleh GAM, jelas akan memicu kemarahan Internasional terhadap Gerakan Aceh gila merdeka!. Udah, kerja sana ! cuci gelas meneer Karsten!, dasar pungo ! Gimana bisa orang Sunda kok mau jadi orang Aceh ? Goblok luh ! Goblok kok enggak kelar-kelar ? Iya kan Tengku Maat ? Kalau Tengku yang bicara, baru kita percaya itu dari rakyat Aceh." (Muhammad Ardiansyah , Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Thu, 17 Mar 2005 09:35:00 +0700)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Ada waktu pagi ini untuk menanggapi hasil jalan pikiran Ardiansyah. Ternyata setelah Ahmad Sudirman membaca isi tanggapan Ardiansyah yang dikirimkan pagi ini, isinya tidak lebih dan tidak kurang hanyalah argumentasi yang tidak ditunjang oleh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang kuat tentang legalisasi Acheh masuk ke wilayah RI-nya Soekarno. Mengapa ?

Karena, itu yang dinamakan bukti terbaru oleh Ardiansyah yang dilambungkannya pagi ini: "Pemetaan yang dibiayai oleh Bank Dunia di wilayah Aceh & Sumatera Utara adalah jelas merupakan salah satu bukti pengakuan Internasional atas Aceh"

Nah, kalau itu Ardiansyah orang smart, maka sebenarnya apa yang dilakukan oleh Bank Dunia hanyalah sekedar mengkopi apa yang telah dijalankan Soekarno ketika Soekarno dengan RIS dan RI-Asaat-nya menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Acheh. Jadi, itu bukan bukti baru dari pihak RI Susilo Bambang Yudhoyono, melainkan hanyalah pengulangan bukti yang menyatakan bahwa tidak legal itu Soekarno menelan, mencaplok, menduduki dan menjajah Acheh.

Sedangkan Bank Dunia memang namanya juga bank, kerja dan tujuannya untuk memberikan pinjaman uang agar memperoleh keuntungan. Dan tentu saja itu tidak disebutkan berapa pinjaman Bank Dunia kepada pihak Susilo Bambang Yudhoyono untuk biaya membuat pengkopian peta di wilayah Acheh & Sumatera Utara. Dan bagi Susilo Bambang Yudhoyono memang dengan adanya usaha pengkopian peta model Soekarno dengan RIS dan RI-Asaat-nya itu merupakan usaha untuk menunjukkan kepada pihak lain bahwa itu Acheh adalah sudah menjadi wilayah dalam gembolannya.

Adapun kalau ditanya mana fakta dan bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan status legal Acheh masuk kedalam RI, itu Susilo Bambang Yudhoyono dan BIN-nya Syamsir Siregar, diam seribu bahasa. Paling yang ditampilkan itu bukti-bukti yang disodorkan Ardiansyah yang kerjanya menipu saja.

Seterusnya, itu Ardiansyah melambungkan bukti lainnya lagi yang berbunyi: "Penyanderaan warga Jepang oleh GAM, jelas akan memicu kemarahan Internasional terhadap Gerakan Aceh gila merdeka!."

Nah, cerita ini adalah cerita ngambang yang tidak ada fakta dan buktinya. Mengapa ?

Karena itu cerita mengenai "penculikan kru kapal barang milik Nippon Steel Jepang di Malaka Senin, 14 Maret 2005 oleh GAM" isinya masih dugaan. Dimana sumber berita itu datang dari pihak polisi perairan Kepolisian Malaysia di wilayah, Mokhtar Othman, 16 Maret 2005. Dimana Othman ini menyatakan: "Para perompak berasal dari Indonesia. Mereka kemungkinan anggota GAM. Saya tidak mengesampingkan hal itu" . Nah, ini kan hanya tuduhan saja. Sedangkan kapal yang dipakai merampok itu datangnya dari Malaysia. Begitu juga menurut Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto yang menyatakan: "Berdasarkan laporan dari TNI-AL, kapal penyandera itu datang dari Malaysia. Meski belum tentu perompaknya berwarga negara Malaysia, karena kita belum dapat mengatakan apakah perompaknya berwarga negara Malaysia atau Indonesia" (Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, 16 Maret 2005) ( http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2005031701352301 )

Jadi, kalau diteliti lebih dalam, itu yang dikatakan bukti terbaru oleh Ardiansyah adalah tidak lebih dan tidak kurang hanyalah bukti keropos alias gombal karena tidak ditunjang oleh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas, terang dan benar, kecuali hanya tuduhan yang ngambang dan pengulangan bukti yang dibuat Soekarno dengan RIS dan RI-Asaat-nya saja.

Nah, inilah satu contoh lagi model orang dari sarang labah-labah BIN-nya Syamsir Siregar, seperti yang di sosokkan oleh Ardiansyah dengan bukti keroposnya Bank Dunia dengan pengkopian peta Acheh & Sumatera Utara model Soekarno dengan RIS dan RI-Asaat-nya, dan tuduhan penculikan kru kapal barang milik Nippon Steel Jepang di Malaka Senin, 14 Maret 2005 oleh GAM yang dikutip dari pernyataan pihak polisi perairan Kepolisian Malaysia di wilayah, Mokhtar Othman.

Dan jelas, itu Ardiansyah dengan menyodorkan bukti tersebut menandakan bahwa Ardiansyah makin tergelincir masuk kedalam jurang BIN-nya Syamsir Siregar, dan makin menggelupur lalu terkulai lemas kehabisan tenaga argumentasi yang berisikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas dan benar tentang legalitas Acheh masuk kedalam RI-nya Soekarno.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Thu, 17 Mar 2005 09:35:00 +0700
From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
To: <ahmad@dataphone.se>, <alchaidar@yahoo.com>, <silver_cat@plasa.com>, <bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk>, <Enny.Martono@hm.com>, <tgk_maat@yahoo.co.uk>, <inongbale_aceh@yahoo.com>, <mbzr00@yahoo.com>, <webmaster@detik.com>, <redaksi@gatra.com>, <surat@gatra.com>, <yuhe1st@yahoo.com>, <newsletter@waspada.co.id>, <waspada@waspada.co.id>, <suparmo@tjp.toshiba.co.jp>, <solopos@bumi.net.id>, <serambi_indonesia@yahoo.com>, <sea@swipnet.se>, <redaksi@waspada.co.id>, <redaksi@satunet.com>, <redaksi@kompas.com>, <editor@pontianak.wasantara.net.id>, <Padmanaba@uboot.com>, <editor@jawapos.co.id>, <mr_dharminta@yahoo.com>, <kompas@kompas.com>, jktpost2@cbn.net.id
Subject: RE: ARDIANSYAH CONTOH MODEL ORANG DARI SARANG LABAH-LABAH BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR

GAMM ( GERAKAN ACEH MIMPI MERDEKA ) TELAH TAMAT RIWAYATNYA. BUKTI TERBARU ?
-PEMETAAN YANG DIBIAYAI OLEH BANK DUNIA DI WILAYAH ACEH & SUMATRA UTARA ADALAH JELAS MERUPAKAN SALAH SATU BUKTI PENGAKUAN INTERNASIONAL ATAS ACEH

-PENYANDERAAN WARGA JEPANG OLEH GAM , JELAS AKAN MEMICU KEMARAHAN INTERNASIONAL TERHADAP GERAKAN ACEH GILA MERDEKA !!

UDAHHH , KERJA SANA !! CUCI TUH GELAS MENEER KARSTEN !! , DASAR PUNGO !! GIMANA BISA ORANG SUNDA KOK MAU JADI ORANG ACEH ?? GOBLOK LUH ! GOBLOK KOK ENGGAK KELAR - KELAR ? IYA KAN TENGKU MAAT ?? KALAU TENGKU YANG BICARA , BARU KITA PERCAYA ITU DARI RAKYAT ACEH. SALEUM.

Muhammad Ardiansyah

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------