Stockholm, 17 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ARDIANSYAH KAKINYA MAKIN TERPELINTIR KENA JERAT RACUN BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN DENGAN JELAS ITU ARDIANSYAH KAKINYA MAKIN TERPELINTIR KENA JERAT RACUN BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR

"Untuk membantu rakyat Aceh kalau memang terjajah ? Kalau cuma sebatas tahu atau memfasilitasi perundingan, itu sih tindakan banci ! Bukan berarti mendukung! Kenapa negara seperti itu dipercaya mendukung ? Bodoh sekali ASNLF ! Apa arti semua perjuangan selama ini ? Menuju Daulah Islamiyah atau hanya ingin ASNLF berkuasa di Acheh ? Kenapa tahun 2000 GAMZ di pedalaman mengancam Hasan Tiro cs apabila berani datang ke Aceh ? Ada apa sebenarnya dengan tujuan perjuangan ? Anda berkutat dengan sejarah yang diarahkan buatan Belanda sehingga menjadi sejarah pertumbuhan NKRI. Apa enggak ada fakta lain ? Jelas itu lemah dijadikan dasar hukumnya. Dan itulah kebodohan anda di mimbar bebas ini !" (Muhammad Ardiansyah , Muhammad.Ardiansyah@hm.com , Thu, 17 mars 2005 09:46:02)

Baiklah Ardiansyah di Jakarta, Indonesia.

Kelihatan dari jam ke jam, itu Ardiansyah sudah sempoyongan, karena dengan memakai bukti yang disodorkan BIN-nya Syamsir Siregar tidak mempan untuk menjatuhkan dan merobohkan benteng pertahanan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila.

Jelas, adanya partisipasi dan dukungan dari Finlandia dan Swedia serta Norwegia juga Uni Eropah terhadap jalur perdamaian di Acheh adalah menunjukkan bahwa Negara-Negara tersebut menaruh perhatian yang besar kepada masalah konflik Acheh ini.

Dengan tampilnya ASNLF untuk berjuang guna menentukan nasib sendiri guna mencapai kemerdekaan Acheh itu menunjukkan bahwa arah perjuangan itu diakui dan diterima oleh negara-negara di Scandinavia dan Uni Eropah.

Kalau pihak Pemerintah Finlandia melalui Kementrian Luar Negeri Finlandia memberikan fasilitas kepada mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, guna menyelenggarakan perundingan ASNLF-RI, itu tindakan politik yang benar-benar jantan dan memakai jalur perdamaian , bukan memakai dengkul, seperti TNI dengan senjata buatan Pindad-nya.

Dan usaha besar dari Martti Ahtisaari ini juga tidak dianggap kecil oleh Susilo Bambang Yudhoyono, dan tidak dianggap banci oleh Susilo Bambang Yudhoyono cs, melainkan dianggap sebagai batu titian untuk mencapai perdamaian di Acheh.

Hanya orang model Ardiansyah saja, yang berkoar-koar mengatakan tindakan banci, karena memang itu Ardiansyah hanyalah merupakan patung yang otaknya sudah diisi sampah-sampah fakta yang ditebarkan BIN-nya Syamsir Siregar. Fakta yang lemah tidak mempunyai kekuatan hukum sedikitpun untuk dipakai alat legalisasi Acheh masuk kedalam wilayah RI.

Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri itu sedang berjuang untuk mencapai kemerdekaan Negeri dan agama dari racun pancasila. Di Acheh telah tertanam itu Islam dari sejak abad ke 15. Jadi itu soal syariat Islam bagi rakyat Acheh bukan masalah yang masih perlu dibicarakan. Di Acheh telah berjalan itu Islam. Bukan seperti di kerajaan hindu Majapahit dan di Negara pancasila sekarang. Mana itu syariat Islam ditegakkan, paling dmasukkan kedalam keranjang sampahnya Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla.

Kemudian, itu Ardiansyah melambungkan: "Kenapa tahun 2000 GAMZ di pedalaman mengancam Hasan Tiro cs apabila berani datang ke Aceh ? Ada apa sebenarnya dengan tujuan perjuangan ?"

Siapa itu yang dimaksud Ardiansyah dengan GAMZ di pedalaman ? Apakah itu pasukan milis TNI yang masih ingin DOM dijalankan di Acheh ?. Itu pada tahun 2000 sudah sedemikian gencarnya suara hampir seluruh rakyat Acheh yang punya hak pilih di Acheh menyuarakan referendum di Acheh. Jadi, kelompok GAMZ pada tahun 2000 yang ada di pedalaman itu, kelompok GAMZ yang mana ? Jangan hanya membuat nama-nama asal saja di mimbar bebas ini. Harus jelas dan terang, ada fakta dan buktinya. Kalau hanya menyebutkan nama, itu setiap orang juga bisa. Tetapi, tentu saja, kalau itu hanya informasi yang diperoleh dari BIN-nya Syamsir Siregar, memang bisa dimaklumi. Tetapi tentu saja, itu Ardiansyah tidak akan bisa memberikan jawabannya, karena hanya menerima suapan informasi dari Syamsir Siregar saja.

Selanjutnya, soal fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang penelanan, pencaplokan, penjajahan yang dilakukan Soekarno dengan RIS dan RI-Asaatnya, itu sudah jelas dan terang. Mana kalian Ardiansyah bisa membantahnya. Sudah berpuluh bahkan beratus kali Ahmad Sudirman meminta kepada kalian untuk membuktikan legalitas Acheh masuk ke dalam RI. Kalian tidak bisa membuktikannya. Jadi, selama itu kalian tidak bisa membuktikan fakta, bukti dan dasar hukum legalitas Acheh masuk kedalam RI, maka selama itu benteng pertahanan rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila tetap tegak berdiri dengan kokohnya.

Jadi, sekali lagi siapa yang bodoh, apakah Ardiansyah atau Ahmad Sudirman ?
Agar jangan disebut bodoh, coba buktikan secara terperinci legalitas Acheh masuk kedalam wilayah RI. Sebagai bahan bacaan baca sejarah Hawai dan Quebeq.

Kalau kalian Ardiansyah menafikan fakta sejarah, maka pantas saja kalian kalah di Mahkamah Internasional tentang masalah pembebasan dan pengklaiman Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. Kemudian, kemungkinan dalam masalah pulau Ambalat pun bisa jadi kalian akan kalah, karena kalian hanya pandainya menafikan fakta sejarah.

Jelas, itu rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasibnya sendiri tidak bodoh, seperti Ardiansyah, atau itu BIN-nya Syamsir Siregar. Rakyat Acheh telah mengatahui mengenai status legal Acheh, baik dilihat dari sudut hukum internasional maupun hukum nasional. Baik dilihat dari fakta, bukti maupun dari sudut sejarah dan dasar hukumnya.

Jadi, rakyat Acheh yang telah sadar tidak bisa ditipu dan dibodohi oleh orang model Ardiansyah dengan BIN-nya Syamsir Siregar.

Kalau kalian Ardiansyah menafikan fakta sejarah, maka jelas kalian akar tersungkur jatuh lumpuh masuk sungai Ciliwung. Buktinya, sekarang saja, sudah kalangkabut dan sempoyongan berdebat di mimbar bebas ini tentang status legal Acheh masuk RI. Belum lagi masalah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dan hubungannya dengan negeri Acheh.

Sampai detik ini, mana pernah Ahmad Sudirman membaca itu kronologis jalur pertumbuhan dan perkembangan negara RI yang dihubungkan dengan Negeri Acheh versi kalian atau versi BIN-nya Syamsir Siregar. Yang ada hanyalah, bukti keropos yang dilambungkan Ardiansyah, seperti bukti buat peta Acheh dan Sumatera Utara dengan dana Bank Dunia, atau penculikan kru kapal pengangkut barang Jepang. Itu anak SD pun bisa membuat bukti seperti itu.

Terakhir, itu menyangkut apa yang digumamkan Ardiansyah: "Hasan Tiro sekarang sedang sakit keras. Kenapa tidak diganti saja dengan tokoh muda, apa tunggu mampus ?"

Ardiansyah, itu Teungku Hasan Muhammad di Tiro masih sanggup memimpin perjuangan kemerdekaan Acheh. Jadi selama beliau sanggup, itu adalah suatu sikap yang gagah dan berani, walaupun sudah tua tetapi semangatnya masih besar untuk memperjuangkan kemerdekaan Acheh dari penjajah RI, yang membuat itu Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla pusing tujuh keliling. Kemudian soal regenerasi serahkan saja kepada rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri. Hanya kalau Ardiansyah mahu bercuap, silahkan saja bercuap dari luar garis. Tidak ada larangan untuk bercuap.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Date: 17 mars 2005 09:46:02
To: <ahmad_sudirman@hotmail.com>, <PPDI@yahoogroups.com>, <oposisi-list@yahoogroups.com>, <mimbarbebas@egroups.com>, <politikmahasiswa@yahoogroups.com>, <fundamentalis@eGroups.com>, <Lantak@yahoogroups.com>, <kuasa_rakyatmiskin@yahoogroups.com>, <achehnews@yahoogroups.com>, asnlfnorwegia@yahoo.com
CC: ardiansyah_hm@yahoo.com
Subject: masih bodoh aja..

YANG BODOH SI AHMAD SUDIRMAN. TIDAK KENAL SIAPA KAWAN SIAPA LAWAN. TERUS , KENAPA SAMPAI SEKARANG TIDAK ADA NEGARA YANG SELANTANG PORTUGIS , AUSTRALIA DAN AMERIKA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DI TIMOR - TIMOR ?

UNTUK MEMBANTU RAKYAT ACEH KALAU MEMANG TERJAJAH ? KALAU CUMA SEBATAS TAHU ATAU MEMFASILITASI PERUNDINGAN , ITU SIH TINDAKAN BANCI !!BUKAN BERARTI MENDUKUNG !!

KENAPA NEGARA SEPERTI ITU DIPERCAYA MENDUKUNG ? BODOH SEKALI ASNLF !! APA ARTI SEMUA PERJUANGAN SELAMA INI ? MENUJU DAULAH ISLAMIYAH ATAU HANYA INGIN ASNLF BERKUASA DI ACEH ? KENAPA TH 2000 GAMZ DI PEDALAMAN MENGANCAM HASAN TIRO CS APABILA BERANI DATANG KE ACEH ? ADA APA SEBENARNYA DENGAN TUJUAN PERJUANGAN ?? ANDA BERKUTAT DENGAN SEJARAH YANG DIARAHKAN BUATAN BELANDA SEHINGGA MENJADI SEJARAH PERTUMBUHAN NKRI. APA ENGGAK ADA FAKTA LAIN ? JELAS ITU LEMAH DIJADIKAN DASAR HUKUMNYA...DAN ITULAH KEBODOHAN ANDA DI MIMBAR BEBAS INI !!

FAKTA SEJARAH TIDAK BISA DI JADIKAN BUKTI ATAU DASAR KUAT DALAM PENCAPAIAN KEMERDEKAANN. APA ANDA YAKIN SEBAGAI BEKAS ORANG SUNDA BISA DITERIMA RAKYAT ACEH ?. KALAU MEMANG DAULAH ISLAMIYAH INGIN DITEGAKKAN , KENAPA REFERENDUM HANYA DIACEH SAJA ? KENAPA TIDAK DI DENGUNGKAN DI SELURUH INDONESIA UNTUK MELAKUKAN REFERENDUM TENTANG DITERIMA ATAU TIDAKNYA BENTUK NEGARA PANCASILA ?.

HASAN TIRO SEKARANG SEDANG SAKIT KERAS.. KENAPA TIDAK DIGANTI SAJA DENGAN TOKOH MUDA , APA TUNGGU MAMPUS ??

Muhammad Ardiansyah

Muhammad.Ardiansyah@hm.com
Jakarta, Indonesia
----------