Stockholm, 20 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA DARI PARIS KESULITAN MENDAPATKAN LAGI INFO BARU DARI BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU MUBA DARI PARIS KESULITAN MENDAPATKAN LAGI INFO BARU DARI BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR

"Nggak bisa berbahasa ya. "Tunjukkan bukti-bukti" itu kan artinya "bukti-bukti itu sudah ada", itu kalau memang ada. Kalau belum ada, artinya bukti-bukti itu tidak bisa ditunjukkan. Gitu kan?" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sat, 19 Mar 2005 03:00:56 -0800 (PST))

"Mudah aja! Buat aja referendum dengan pengawasan dunia Internasional. Itu tuh, seperti yang di Timor Leste. Seperti yang di Quebec juga. Kan jelas hasilnya. Sayang, yang berkuasa tidak punya nyali berbuat demikian. Karena itu, semua klaim sebenarnya hanya milik elit! Rakyat ? Siapa perduli dengan mereka !" (Rizali Pidie , rpidie@yahoo.com ,Fri, 18 Mar 2005 03:54:26 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Paris, Perancis dan Rizali Pidie di Jakarta, Indonesia.

Melihat kelakuan Muba dari Paris ini memang menggambarkan bagaimana itu kelakuan orang-orang BIN-nya Syamsir Siregar yang mati kutu, tidak mampu menyiapkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan legalitas Acheh masuk kedalam tubuh RIS dan RI-nya mbah Soekarno budek itu.

Nah terbukti, ketika itu Muba menyatakan tiga hari yang lalu: "Kok aku jadi kepikiran juga untuk meminta bukti sah masuknya Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit ke dalam RI-RIS-NKRI. Wah kalo gini caranya, dunia bisa kebalik. Nah, supaya nggak kebalik, coba kita balik aja sehingga SBY yang sekarang menuntut: Tunjukkan bukti-bukti bahwa Aceh, Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit menolak masuk ke dalam RI-RIS-NKRI." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Thu, 17 Mar 2005 05:44:36 -0800 (PST))

Kemudian, Ahmad Sudirman langsung hari itu juga menanggapi atas pemikiran Muba budek itu dengan menyatakan:

"Disini Ahmad Sudirman akan melambungkan tanggapan, yaitu diantara Acheh, Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit yang menolak masuk ke dalam RI-RIS-NKRI hanya Negeri Acheh. Mengapa ? Karena, berdasarkan Perjanjian Linggajati 25 Maret 1947, Perjanjian Renville 17 Januari 1948, Perjanjian Roem Royen 7 Mei 1949, KMB 2 November 1949, dan penyerahan Kedaulatan Belanda kepada RI 27 Desember 1949, itu Negeri Acheh tidak termasuk didalam Negara Bagian RIS. Sedangkan Kebumen masuk kedalam wilayah Daerah Jawa Tengah Bagian RIS. Ciamis termasuk wilayah kekuasaan Negara Pasundan atau Jawa barat Negara Bagian RIS. Sampit masuk wilayah kekuasaan Daerah Dayak Besar Bagian RIS. Leuwigajah (Ahmad Sudirman tidak menemukan nama dearah Leuwigajah) tetapi kalau membaca namanya itu daerah masuk wilayah Negara Pasundan atau Negara Jawa Barat. Kulonprogo (Ahmad Sudirman tidak menemukan nama dearah Kulonprogo), tetapi kalau membaca namanya bisa jadi masuk wilayah kekuasaan Daerah Jawa Tengah Bagian RIS. Jadi, dari 6 daerah yaitu Acheh, Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit, hanya daerah Acheh yang menolak dan tidak termasuk dalam wilayah RI, RIS dan NKRI. Kemudian, kalaupun wilayah Acheh ada dalam peta RI, itu disebabkan karena hasil penelanan, pencaplokan, dan penjajahan RIS dan RI saja melalui tangan Soekarno. Nah selanjutnya, kalau Muba mempersoalkan: "Kok aku jadi kepikiran juga untuk meminta bukti sah masuknya Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit ke dalam RI-RIS-NKRI" Buktinya, sudah dijelaskan Ahmad Sudirman diatas. Yaitu berdasarkan dasar hukum penyerahan Kedaulatan Belanda kepada RIS pada tanggal 27 Desember 1949 membuktikan secara sah bahwa Kebumen masuk kedalam wilayah Daerah Jawa Tengah Bagian RIS. Ciamis termasuk wilayah kekuasaan Negara Pasundan atau Jawa Barat Negara Bagian RIS. Sampit masuk wilayah kekuasaan Daerah Dayak Besar Bagian RIS. Leuwigajah (Ahmad Sudirman tidak menemukan nama dearah Leuwigajah) tetapi kalau membaca namanya itu daerah masuk wilayah Negara Pasundan atau Negara Jawa Barat. Kulonprogo (Ahmad Sudirman tidak menemukan nama dearah Kulonprogo), tetapi kalau membaca namanya bisa jadi masuk wilayah kekuasaan Daerah Jawa Tengah Bagian RIS. Nah, sekarang terbukti bahwa Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit masuk ke dalam Negara Bagian RIS, dan terus dilebur kedalam tubuh Negara Bagian RI yang akhirnya menjelma menjadi NKRI. Nah sekarang, Muba Ahmad Sudirman sudah menjawab apa yang menjadi persoalan kalian Muba. Tinggal kalian Muba menjawab dan memberikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk dalam RI. Jelaskan secara terperinci, terang, jelas dan gamblang." (Ahmad Sudirman, 17 Maret 2005)

Ternyata setelah Muba membaca tanggapan Ahmad Sudirman itu, langsung ia diam seribu bahasa, tidak kedengaran suaranya. Hal itu terjadi, dikarenakan Ahmad Sudirman meminta kepada Muba untuk memberikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk dalam RI secara terperinci, terang, jelas dan gamblang.

Karena memang tidak ada fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang jelas dan benar mengenai legalitas Acheh masuk kedalam RI, maka meluncurlah hasil pemikiran saudara Rizali Pidie dari Jakarta yang menyatakan: "Mudah aja! Buat aja referendum dengan pengawasan dunia Internasional. Itu tuh, seperti yang di Timor Leste. Seperti yang di Quebec juga. Kan jelas hasilnya. Sayang, yang berkuasa tidak punya nyali berbuat demikian. Karena itu, semua klaim sebenarnya hanya milik elit! Rakyat ? Siapa perduli dengan mereka !" (Rizali Pidie , rpidie@yahoo.com ,Fri, 18 Mar 2005 03:54:26 -0800 (PST))

Nah rupanya, hasil pemikiran saudara Rizali Pidie ini memang kena, dan mencapai sasarannya, yaitu karena memang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk dalam RI tidak ada. Sehingga untuk mengadakan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk dalam RI harus melalui referendum seperti di Timor Leste dan di Quebeq, Canada.

Ternyata, itu Muba budek ini, memang terperangkap oleh jerat saudara Rizali Pidie, dengan tanpa disadari itu Muba memberikan tanggapannya: "Nggak bisa berbahasa ya. "Tunjukkan bukti-bukti" itu kan artinya "bukti-bukti itu sudah ada", itu kalau memang ada. Kalau belum ada, artinya bukti-bukti itu tidak bisa ditunjukkan. Gitu kan?" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sat, 19 Mar 2005 03:00:56 -0800 (PST))

Nah, dipikir itu Muba budek, dengan melontarkan jawaban: "Nggak bisa berbahasa ya. "Tunjukkan bukti-bukti" itu kan artinya "bukti-bukti itu sudah ada", itu kalau memang ada.". Bisa menyelesaikan persoalan.

Tetapi, karena Ahmad Sudirman sudah memberikan tanggapannya yang berisikan fakta, bukti yang sudah ada, tetapi fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalitas Acheh masuk RI, memang tidak ada. Maka, ketika Muba budek memberikan jawaban: "Kalau belum ada, artinya bukti-bukti itu tidak bisa ditunjukkan.". Itu artinya, membuktikan bahwa fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalitas Acheh masuk RI, memang tidak ada.

Nah, ketidak adaan bukti inilah, yang menyebabkan itu Muba budek diam seribu bahasa. Karena menunggu info baru dari BIN-nya Syamsir Siregar sampai detik sekarang ini tidak muncul-muncul. Mahu menanyakan kepada Sekertaris ke 3 Kedutaan Besar Indonesia di Paris, juga tidak mungkin, karena itu Sekertaris ke 3 Kedutaan Besar Indonesia di Paris memang sama-sama budek, kalau ditanya soal fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalitas Acheh masuk RI.

Jadi, itulah sampai detik sekarang ini, memang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalitas Acheh masuk RI tidak ada.

Oleh sebab itu, sebenarnya, Soekarno dengan para penerusnya sampai detik sekarang ini masih terus menjalankan kebijaksanaan politik pendudukan dan penjajahan di Negeri Acheh yang secara langsung didukung oleh Muba budek dan konconya Ardiansyah sarjana gadungan dari perguruan tinggi pinggir kali Ciliwung.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sat, 19 Mar 2005 03:00:56 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: ARDIANSYAH MAKIN PUSING TUJUH KELILING KARENA FAKTA DARI BIN TIDAK MEMPAN
To: Rizali Pidie rpidie@yahoo.com
Cc: ahmad@dataphone.se

Nggak bisa berbahasa ya. "Tunjukkan bukti-bukti" itu kan artinya "bukti-bukti itu sudah ada", itu kalau memang ada. Kalau belum ada artinya bukti-bukti itu tidak bisa ditunjukkan. Gitu kan?

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Indonesia
----------

Date: Fri, 18 Mar 2005 03:54:26 -0800 (PST)
From: Rizali Pidie rpidie@yahoo.com
Subject: Re: ARDIANSYAH MAKIN PUSING TUJUH KELILING KARENA FAKTA DARI BIN TIDAK MEMPAN
To: muba zir mbzr00@yahoo.com
Cc: ahmad@dataphone.se

Mudah aja! Buat aja referendum dengan pengawasan dunia Internasional. Itu tuh, seperti yang di Timor Leste. Seperti yang di Quebec juga. Kan jelas hasilnya. Sayang, yang berkuasa tidak punya nyali berbuat demikian. Karena itu, semua klaim sebenarnya hanya milik elit! Rakyat ? Siapa perduli dengan mereka !

Rizali Pidie

rpidie@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Date: Thu, 17 Mar 2005 05:44:36 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: ARDIANSYAH MAKIN PUSING TUJUH KELILING KARENA FAKTA DARI BIN TIDAK MEMPAN
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehArdi <muhammad.ardiansyah@hm.com>, AcehBambang bambang_hw@rekayasa.co.id

Kok aku jadi kepikiran juga untuk meminta bukti sah masuknya Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit ke dalam RI-RIS-NKRI. Wah kalo gini caranya, dunia bisa kebalik. Nah, supaya nggak kebalik, coba kita balik aja sehingga SBY yang sekarang menuntut: Tunjukkan bukti-bukti bahwa Aceh, Kebumen, Kulonprogo, Ciamis, Leuwigajah, Sampit menolak masuk ke dalam RI-RIS-NKRI.

(Sorry, lagi banyak kerjaan)

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------