Stockholm, 22 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA PANDAINYA HANYA ACUNGKAN HAZAIRIN, KI BAGUS, DAHLAN, TAUFIK, FAISAL SEMUANYA LEMBEK
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU MUBA MEMANG PANDAINYA HANYA ACUNGKAN HAZAIRIN, KI BAGUS HADIKUSUMO, MURSALIN DAHLAN, TAUFIK ABDULLAH & FAISAL BASRI YANG SEMUANYA PADA LEMBEK

"Oh ya, buatku Aceh udah nggak masalah lagi. Aku kan udah jelaskan historynya yang menunjukkan keabsahan Aceh menjadi bagian RI-RIS-NKRI. Yang terjadi hanyalah gerakan separatisme. Jadi nggak penting deh, apalagi GAM Swedia yang ujug-ujug aja berdiri, nggak ada angin nggak ada hujan, sehingga masuk akal kalau kemudian mreteli jadi beberapa faksi dan banyak diserang GAM-GAM lainnya itu dan Kamu itu memang tahu banyak tentang info Aceh, tapi sumber-sumbernya sangat lemah, seperti tulisan tiro banci (pasti tulisannya sangat subyektif) atau wikipedia (siapapun bisa nulis di wikipedia, namanya juga free encyclopedia.)" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Tue, 22 Mar 2005 04:37:03 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Paris, Perancis.

Apa pula Ahmad Sudirman kangen sama Muba budek. Lagaknya sibuk. Sibuk cuci piring ditempat jualan kebab orang Libanon di kota Paris ? Atau sibuk buat bisnis dengan Sekertaris ke 3 KBRI di Paris ? Atau sibuk buat riset bagaimana membuat kebab untuk dijual nanti musim panas di Betawi dengan ondel-ondelnya.

Lagaknya, mau berdebat di mimbar bebas ini. Paling yang bisa kalian Muba budek tampilkan hanya itu Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah yang menempelkan embel-embel tauhid kedalam kata "yang maha esa" sebagai penggati tujuh kata "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya". Atau itu Hazairin yang ikut-ikutan ekor Ki Bagus orang Jawa satu itu. Atau itu Taufik Abdullah yang menutupi kejadian dan perubahan besar dalam tubuh RIS yang merupakan akar penyebab timbulnya konflik Acheh dan Maluku Selatan. Atau itu Mursalin Dahlan yang mengolah dan mengkutak-katik mosi integral Mohammad Natsir untuk dipakai menelan dan mencaplok Acheh. Atau itu Faisal Basri yang menyatakan: "kebijakan menaikkan harga BBM bisa dijadikan sebagai pembuka pintu untuk memasuki era baru dalam penataan ekonomi nasional yang lebih menyeluruh".

Itu semuanya Muba yang kalian lambungkan setelah diteliti Ahmad Sudirman isinya keropos alias gombal. Sehingga wajar saja, kalian Muba tidak sanggup untuk menampilkan argumentasi yang jelas fakta, bukti, dan dasar hukumnya.

Menurut kalian Muba budek, memang Acheh bukan masalah lagi. Karena kalian memang penjajah, ikutan ekor Susilo Bambang Yudhoyono dan ikutan hantu mbah Soekarno. Paling yang kalian Muba kerahkan, hanya itu TNI melalui Djoko Santoso untuk terus ditugaskan guna membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Kalau kalian Muba budek hanya ikut ekor Susilo Bambang Yudhoyono, memang masuk akal, karena kalian Muba hanya terus-terusan saja mengembek pada Susilo. Apa kata Susilo Bambang Yuhdoyono, itulah yang diembekkan Muba budek dari Paris yang bisnis kebab dengan KBRI di Paris untuk musim panas mendatang di kota Betawi dengan ondel-ondelnya.

Kemudian, itu soal surat dari 6 Senator AS, yaitu Senator AS Mr. Patrick Leahy, Senator Edward M. Kennedy, Senator James M: Jeffords, Senator Russel D. Feingold, Senator Dianne Feinstein, dan Senator Robert G.Torricelli, yang ditujukan kepada almarhum Tgk Abdullah Syafi'ie c/q Teungku Nashiruddin bin Ahmad, Gam-Joint Committee on Security Matters, Kuala Tripa Hotel, Banda Aceh, Aceh, 17 Mei 2001, yang sebagian isinya menyatakan bahwa hanya melalui dialog untuk mengakhiri konflik, dan kedua belah pihak terus berusaha untuk mencari jalan guna memulai perundingan ASNLF - RI.

Memang, telah dilakukan dialog antara ASNLF dengan pihak RI, baik di Geneva ataupun di Tokyo, Jepang. Dan baru-baru ini di Helsinki, Finlandia. Jadi melalui dialog memang itu salah satu jalur pemecahan secara politik guna mencari jalan keluar pemecahan konflik Acheh yang sudah berlangsung lebih dari setengah abad ini. Kemudian, kalau itu pihak Senator menyatakan mensuport integritas Indonesia, tidak berarti menutupi jalur politik yang menuju kepada usaha penentuan nasib sendiri melalui bentuk atau cara plebisit bagi seluruh rakyat Acheh di Acheh. Kalau memang rakyat Acheh menghendaki penyelesaian politik melalui jalur plebisit, jelas itu adalah salah satu usaha politis penyelesaian konflik Acheh. Lihat saja, plebisit di Quebeq, Canada. Plebisit di Hawai, USA dan plebisit Timor Leste, Timor Timur. Itu semuanya melalui jalur politis, melalui plebisit. Dan tentu saja 6 Senator AS itu mengetahuinya ada plebisit atau referendum di Hawai 7 November 1950.

Jadi, jalur politis terbuka untuk penyelesaian konflik Acheh. Masalahnya, itu penjajah RI yang didukung Muba budek, memang semuanya budek, kerjanya hanya terus ingin menduduki dan menjajah Acheh saja.

Kemudian, itu ASNLF yang ada di Swedia, itu memang dibentuk sebelum Negara Acheh diproklamasikan ulang 4 Desember 1976. Kalian Muba memang budek, mana mengetahui jalur sejarah pertumbuhan dan perkembangan ASNLF ini. Karena kalian Muba hanya mengkorek dari tempat samlah BIN-nya Syamsir Siregar.

Seterusnya, Ahmad Sudirman memiliki referensi yang kuat. Tetapi, sebaliknya Muba budek yang bisnis kebab arab Libanon dengan KBRI Paris ini, mana ada memiliki referensi yang kuat. Paling yang disodorkan hanya itu Ki Bagus orang Jawa Muhammadiyah, Hazairin orang Jawa, Taufik Abdullah entah orang mana, Mursalin Dahlan entah orang mana, dan Faisal Basri juga entah orang mana. Itu saja yang ditampilkan Muba budek ini.

Kemudian, itu soal RIS, mana kalian mengetahuinya. Karena memang itu proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI, RIS, NKRI tidak diajarkan di sekolah dan perguruan tinggi oleh para penerus Soekarno gombal itu. Makanya, kalian Muba jadi budek, ketika mendengar cerita di mimbar bebas ini tentang penelanan 15 Negara/Daerah Bagian RI oleh Soekarno melalui RIS dan RI-Asaatnya.

Dan tentu saja, Muba budek yang kerja dan riset bikin kebab arab Libanon dengan pihak KBRI Paris ini untuk dijual di Betawi dengan ondel-ondelnya ini, mana mengetahui tentang sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Acheh. Makanya, ketika berdebat tentang RI, RIS, NKRI dan RI kembali, itu muka Muba jadi betul-betul seperti ondel-ondel ketoprak betawi gombal.

Kemudian, sudah jelas, itu PDRI berada di Acheh, masih juga diakui di Bukit Tinggi yang dikuasai Belanda, dasar budek dan gombal ikutan Taufik Abdullah itu yang menutupi jalur proses penelanan RI terhadap Negara/Daerah Bagian RIS dalam RIS. Dan proses penelanan dan pencaplokan negeri Acheh dan Maluku Selatan. Dasar gombal.

Muba budek kerja di tukang kebab dan riset buat kebab serta bisnis kebab dengan KBRI Paris, mana ada kemampun berdebat di mimbar bebas ini.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Tue, 22 Mar 2005 04:37:03 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: AKHIRNYA TERBUKTI ITU ARDIANSYAH MEMANG SARJANA GOMBAL YANG MALU MEMBAWA ALMAMATERNYA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehArdi muhammad.ardiansyah@hm.com

Kangen ama aku ya, Mad. Sorry deh, aku bener-bener lagi sibuk nih, nyiapin materi buat summer nanti di Jakarta. Tapi aku beberapa hari yang lalu kirim "SUARA SENAT USA" tuh, juga kirim "Pesan-pesan untuk rakyat Aceh" (atau spt itu lah subjectnya, aku lupa) nanggepin si Warwick, juga tulisan Faisal Basri tentang kenaikan BBM yang aku posting untuk nunjukkin bahwa kamu memang sok tahu, apalagi masalah ekonomi kamu itu nggak tahu apa-apa. Keterima kan? Aku sekali-kali turun lagi deh. Beberapa anggota milis masih kontak aku kok.

Oh ya, buatku Aceh udah nggak masalah lagi. Aku kan udah jelaskan historynya yang menunjukkan keabsahan Aceh menjadi bagian RI-RIS-NKRI. Yang terjadi hanyalah gerakan separatisme. Jadi nggak penting deh, apalagi GAM Swedia yang ujug-ujug aja berdiri, nggak ada angin nggak ada hujan, sehingga masuk akal kalau kemudian mreteli jadi beberapa faksi dan banyak diserang GAM-GAM lainnya itu dan Kamu itu memang tahu banyak tentang info Aceh, tapi sumber-sumbernya sangat lemah, seperti tulisan tiro banci (pasti tulisannya sangat subyektif) atau wikipedia (siapapun bisa nulis di wikipedia, namanya juga free encyclopedia...) Udah gitu, kamu tidak mengerti apa-apa tentang info yang kamu pegang itu. Tidak heranlah kalau kemudian kamu bilang "Tjut Njak Dien dibunuh dan dimakamkan di Cianjur", bukan sempat hidup dan akhirnya wafat dan dimakamkan di daerah asalmu, Sumedang, atau PRRI berpusat di Aceh atau Soekarno mencaplok 15 negara bagian, dan banyak kesalahan lainnya seperti yang pernah aku ulas. Dengan bekal seperti itulah kamu kemudian menyalahkan Ki Bagus, Taufik Abdullah, dan Hazairin. Bloon-nya kamu emang kebangetan. Udah dulu ah, emang kamu nggak signifikan kok.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------