Stockholm, 28 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA PENGEKOR BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR MAKIN KEROPOS SAJA DALAM MEMBERIKAN ARGUMENTASI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU MUBA PENGEKOR BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR MAKIN KEROPOS SAJA DALAM MEMBERIKAN ARGUMENTASI

"Aku tidak perlu tahu persis itu definisi sinkretisme, tapi aku faham pengertiannya. Setahuku Padang dan Jawa adalah dua budaya yang bersinkretisme dengan Islam, sebagaimana penyebaran Islam melalui Wali Sanga di Jawa. Jadi memang akhirnya banyak "ajaran" baru (bid'ah) yang lahir dari sinkretisme ini. Dari sinilah orang berpaling ke faham Salafiyah, walau memang tidak semua yang dilakukan kaum Salaf bisa dan cocok diterapkan di masa kini. Contoh sinkretisme yang kamu lambungkan antara Hindu dan Bali, jelas menghasilkan sesuatu yang baru yang keluar dari pakem. Seharusnya ummat Budha dan/atau Hindu merasa tercederai dengan bid'ah ini. Untuk sinkretisme antar budaya, bolehlah definisi yang kamu kemukakan itu diterapkan, but not for religions, terutama untuk hal-hal yang bersifat ibadah dan keimanan. Harusnya kamu, yang berlagak ulama itu, tahu hal mendasar seperti ini." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Mon, 28 Mar 2005 03:55:48 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Paris, Perancis.

Muba memang sarjana gadungan, disuruh menjawab dan memberikan referensi tentang pemurtadan pasca tsunami di Acheh yang dilakukan oleh orang asing dan referensi tentang sinkretisme, masih juga tidak dijawabnya. Dasar gombal, ngaku sarjana. Sekolah dan kuliah di mana kalian Muba ?

Nah beginilah kalau kalian Muba sok tahu menggunakan istilah tetapi dimintakan untuk memberikan referensinya kalian melongo saja, karena memang kalian tidak memakai referensi, hanya mengandalkan otak udang saja. Itu jawaban kalian Muba dengan mengatakan: "Aku tidak perlu tahu persis itu definisi sinkretisme, tapi aku faham pengertiannya".

Nah, inilah jadinya, kalau itu yang mengaku memakai nama Muba sarjana gadungan ini mau berdebat di mimbar bebas ini. Ketika dimintakan pengertian dan referensinya, pusing tujuh keliling, dan yang bisa dijawabnya hanya: "Aku tidak perlu tahu persis itu definisi sinkretisme". Kan budek dan buta Muba Jawa ini. Soknya mau berdiskusi dan berdebat, tetapi otak kosong.

Itu ketika Ahmad Sudirman menampilkan pengertian dan contoh sinkretisme itu semuanya direferensikan pada tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa yang dipimpin oleh Anton M. Moeliono yang menyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan diterbitkan oleh D epartemen P&K, Jakarta, 1988. Mereka tim penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia itulah yang memberikan pengertian dan contoh sinkretisme.

Tetapi lain dengan kalian Muba, sudahlah kalian tidak tahu definisi sinkretisme, ditambah pula dengan mengada-ada sendiri sesuai dengan hasil perasan otak udang kalian Muba dengan alasan: "Aku tidak perlu tahu persis itu definisi sinkretisme, tapi aku faham pengertiannya".

Sudahlah tidak tahu definisi sinkretisme, berlagak pula menerangkan dan memberikan ampas hasil perasan pikiran yang dikatakannya sinkretisme dan pembentukannya, seperti: "Setahuku Padang dan Jawa adalah dua budaya yang bersinkretisme dengan Islam, sebagaimana penyebaran Islam melalui Wali Sanga di Jawa. Jadi memang akhirnya banyak "ajaran" baru (bid'ah) yang lahir dari sinkretisme ini."

Nah disinilah, karena memang kalian Muba tidak mengetahui definisi sinkretisme, akhirnya ketika mencoba untuk menerangkan bagaimana itu terbentuknya sinkretisme menjadi salah kaprah. Padahal itu sebagaimana yang didefiniskan oleh para akhli dalam bidangnya masing-masing ketika mereka menyusun arti bahasa Indonesia. Jelas diterangkan bahwa hasil perpaduan dari beberapa paham atau aliran yang berbeda untuk mencari keserasian atau keseimbangan itulah yang dinamakan dengan sinkretisme, dan mereka memberikan contoh, seperti upacara Syiwa Buddha adalah ungkapan sinkretisme agama Buddha dan Hindu.

Jadi, Muba janganlah sok mengada-ada dan membuat-buat cerita baru kalau memang tidak tahu apa itu definisi sikretisme, karena akhirnya akan salah kaprah dan masuk jurang saja, akibat kebudekan dan kegombalan kalian Muba.

Dan tentu saja bagaimana kalian Muba bisa paham pengertian sinkretisme, membaca pun tidak pernah, paling hanya mendengar dan menerka-nerka saja. Dasar budek.

Seterusnya, itu kalau kalian Muba hanya bisa menunjuk kepada motor pencari di internet guna menjawab pertanyaan Ahmad Sudirman tentang pemurtadan pasca tsunami di Acheh oleh orang asing, itu Muba budek, sama saja dengan jawaban gombal yang keropos. Mengapa ?

Karena kalian Muba dimintakan untuk memberikan jawaban singkat, padat dan terperinci yang ditunjang oleh fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan telah terjadi pemurtadan di Acheh pasca tsunami yang dilakukan oleh kelompok asing. Ternyata mana itu jawaban kalian, Muba budek ? Apakah hanya cukup dengan menunjuk kepada itu motor pencari di internet seperti Google, Yahoo, dan lainnya. Apakah cara menjawab kalian waktu duduk dibangku sekolah itu model begitu kalau ditanya guru atau dosen ?. Dasar sarjana gadungan model Ardiansyah. Kalian Muba betul-betul budek dan gombal.

Kemudian, itu kalian Muba menyatakan: "Faham wahabiah tidak buruk. Muhammadyah benar berfaham Wahabiyah, dan muncul di Indonesia pada awalnya terutama untuk membasmi penyakit TBC (tahayul, bid'ah, dan churafat). Sekarang jelas Muhammadyah membawa juga misi-misi modernisasi lainnya bagi ummatnya."

Nah ini juga kalian Muba kalau menulis asal tulis saja. Mengapa ?

Karena tidak pernah ada peserta diskusi dimimbar bebas ini yang menyatakan dan membicarakan bahwa paham wahhabiah buruk. Yang ada adalah menjelaskan bagaimana itu timbul paham wahhabi atau salafi Saudi hubungannya dengan pembentukan dan pendirian Kerajaan Ibnu Saud dan gerakan barisan muwahiddin dengan paham wahhabiyah atau salafiyyahnya. Kalau itu soal orang-orang Muhammadiyah yang mengacu kepada paham wahabi atau salafi Saudi, ya itu, terserah kepada mereka dari kelompok muhammadiyah. Tidak ada yang mengatakan di mimbar bebas ini bawa paham muhammadiyah itu buruk karena mengacu kepada paham wahhabi.

Terakhir, itu kalian Muba tetap saja berputar sekitar Maklumat NII Teungku Muhammad Daud Beureueh dan Deklarasi ulang Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Kalian memang tidak memiliki argumentasi yang berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan legalitas Acheh masuk kedalam RI.

Muba budek, selama kalian dan konco kalian dari BIN-nya Syamsir Siregar dan mereka yang pendukung penjajahan RI di Acheh tidak mampu menyodorkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan legalitas Acheh masuk kedalam RI, maka selama itu kalian dan itu Pimpinan Negara sekuler pancasila RI adalah merupakan penjajah dan pembunuh dengan memakai tangan TNI terhadap rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Jadi, itu alasan kalian dengan alasan bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular tidak akan lama lagi akan hancur, Muba budek. Karena alasan itu tidak kuat dilihat dari fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum untuk dijadikan legalisasi Acheh masuk RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Mon, 28 Mar 2005 03:55:48 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA TERNYATA TAMPILKAN REFERENSI GOOGLE DICAMPUR DENGAN TUMPUKAN SAMPAH BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>, Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 <dityaaceh_2003@yahoo.com>, AcehEdit editor@jawapos.co.id

Nah, kan. Ngaco lagi deh tanggapannya. Trus itu Google, Altavista, Yahoo, dll itu adalah search engine. Dari situ orang bisa masuk ke sumber informasi. "The information now is at the finger tip", kata orang. Tapi tidak begitu dengan wikipedia yang jelas-jelas di-declare-kan sebagai "free encyclopedia" oleh administratornya. Beberapa situs yang kubuka dengan Google untuk entri informasi tertentu, banyak yang memberikan catatan atas info yang disajikan di wikipedia atas entri informasi yang sedang dibicarakan, misalnya "not as stated in wikipedia".

Aku tidak perlu tahu persis itu definisi sinkretisme, tapi aku faham pengertiannya. Setahuku Padang dan Jawa adalah dua budaya yang bersinkretisme dengan Islam, sebagaimana penyebaran Islam melalui Wali Sanga di Jawa. Jadi memang akhirnya banyak "ajaran" baru (bid'ah) yang lahir dari sinkretisme ini. Dari sinilah orang berpaling ke faham Salafiyah, walau memang tidak semua yang dilakukan kaum Salaf bisa dan cocok diterapkan di masa kini. Contoh sinkretisme yang kamu lambungkan antara Hindu dan Bali, jelas menghasilkan sesuatu yang baru yang keluar dari pakem. Seharusnya ummat Budha dan/atau Hindu merasa tercederai dengan bid'ah ini. Untuk sinkretisme antar budaya, bolehlah definisi yang kamu kemukakan itu diterapkan, but not for religions, terutama untuk hal-hal yang bersifat ibadah dan keimanan. Harusnya kamu, yang berlagak ulama itu, tahu hal mendasar seperti ini.

Faham wahabiah tidak buruk. Muhammadyah benar berfaham Wahabiyah, dan muncul di Indonesia pada awalnya terutama untuk membasmi penyakit TBC (tahayul, bid'ah, dan churafat). Sekarang jelas Muhammadyah membawa juga misi-misi modernisasi lainnya bagi ummatnya.

Tentang Aceh, aku sudah katakan bahwa itu masalah baru, yang lahir beberapa tahun sesudah proklamasi. Delay time gerakan Daud Beureuh (1953) (apalagi Hasan Tiro, 1976) terhadap peristiwa proklamasi menunjukkan bahwa itu memang adalah gerakan separatis (walaupun
label separatisme masih debatable untuk kasus gerakan Daud Beureuh). Sekarang ini mayoritas rakyat Aceh adem ayem aja dalam NKRI, trus RI tetap dengan tekad keutuhan NKRI-nya, trus ide separatisme asnlf dan faksi-faksi lainnya tidak mendapat dukungan satupun negara di dunia ini. Jadi, apa lagi yang harus aku sampaikan?

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Paris, Perancis
----------