Stockholm, 29 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA ZR DIJON BINAAN ITB PANDAINYA HANYA PAKAI GOOGLE MODEL YAHOO MAHU MENDEBAT AHMAD SUDIRMAN
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

SEKARANG KELIHATAN JELAS ITU MUBA ZR DIJON BINAAN ITB PANDAINYA HANYA PAKAI GOOGLE MODEL YAHOO MAHU MENDEBAT AHMAD SUDIRMAN

"Sekarang ini mayoritas rakyat Aceh adem ayem aja dalam NKRI, trus RI tetap dengan tekad keutuhan NKRI-nya, trus ide separatisme ASNLF dan faksi-faksi lainnya tidak mendapat dukungan satupun negara di dunia ini. Jadi, apa lagi yang harus aku sampaikan?" (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Mon, 28 Mar 2005 03:55:48 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Makin lama makin kelihatan itu yang menamakan dirinya Muba ZR yang sekarang menyuruk di Dijon, Bourgogne, Perancis, memang tidak ada kemampuan dan picik dalam pengetahuan baik itu mengenai sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, maupun tentang perjuangan rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Walaupun Muba ini telah memakan bangku kuliah di ITB tetapi karena otaknya otak udang, maka tidak ada hasil endapan pengetahuan yang pernah digalinya selama lima tahun belajar di bangku kuliah. Mengapa ?

Karena buktinya, itu ketika tampil di mimbar bebas ini mencoba untuk berdebat tentang sejarah jalur proses pertumbuhan dan perkembangan Negara RI dihubungkan dengan Negeri Acheh, hasilnya nihil. Paling yang disodorkan adalah itu hasil tulisan Mursalin Dahlan, Taufik Abdullah, Faisal Basri, Hazairin, dan tentu saja tidak ketinggalan itu Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah. Dimana hasil pemikiran mereka itu telah dikupas habis oleh Ahmad Sudirman di mimbar bebas ini dalam tulisan sebelum ini.

Dan kepandaian Muba yang ngaku lulusan ITB ini ternyata dalam realitanya hanya bisa menyandarkan kepada mesin pencari di internet seperti Google dan Yahoo atau yang sejenisnya untuk dijadikan bahan pegangan dalam pencarian referensinya.

Coba perhatikan dan baca kembali tentang pertanyaan yang dilambungkan Ahmad Sudirman yang menyangkut masalah pemurtadan pasca tsunami di Acheh yang dilakukan ole orang asing. Ternyata sampai detik ini itu Muba Dijon mana bisa memberikan jawaban yang padat, jelas, dan terperinci, selain hanya menjawab dengan mengatakan: "Trus tentang bukti pemurtadan itu, kamu buka aja Google, trus tuliskan keywords "pemurtadan" dan "tsunami", maka kamu akan dapatkan banyak fakta-fakta pemurtadan itu. Atau kamu cari sendiri dengan cara lain." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Sun, 27 Mar 2005 13:30:25 -0800 (PST))

Mana kalau menjawab model begini itu Muba bisa dimasukkan kedalam golongan lulusan ITB, paling dimasukkan kedalam golongan insinyur gadungan, yang otaknya masuk kedalam golongan otak lembek. Membuat malu orang-orang ITB saja.

Muba, kalau kalian mengatakan bahwa "Sekarang ini mayoritas rakyat Aceh adem ayem aja dalam NKRI, trus RI tetap dengan tekad keutuhan NKRI-nya, trus ide separatisme ASNLF dan faksi-faksi lainnya tidak mendapat dukungan satupun negara di dunia ini"

Ini membuktikan bahwa kalian Muba Dijon benar-benar budek. Mengapa ?

Karena yang dimaksud dengan "mayoritas rakyat Aceh" itu rakyat Acheh yang mana ?. Rupanya kalian Muba sudah dicabut itu Keppres No.43/2003 dan PP No.2/2004, sehingga kalian bisa mengatakan seenak udel "mayoritas rakyat Aceh" adem ayem aja dalam NKRI ?

Ini sama saja dengan cerita skripsi gombalnya Ardiansyah sarjana gadungan dari perguruan tinggi pinggir kali Ciliwung.

Selama itu payung hukum PP No.2/2004 dan Keppres No.43/2003 belum dicabut, itu artinya situasi dan kondisi di Acheh bukan adem ayem, melainkan situasi dan kondisi yang penuh dengan pembunuhan dan penekanan serta penyiksaan dari pihak TNI dibawah perintah mang Endang Suwarya dan mas Djoko Santoso.

Kalau masih ada perintah untuk membunuh dari mang Endang Suwarya dan mas Djoko Santoso terhadap rakyat muslim Acheh yang sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila, itu namanya bukan adem ayem, Muba Dijon budek, melainkan namanya, itu situasi yang mencemaskan dan menakutkan karena adanya tekanan dan penindasan dari pihak TNI-nya mang Endang Suwarya dan mas Djoko Santoso.

Seterusnya, kalian Muba Dijon menyatakan bahwa "ASNLF dan faksi-faksi lainnya tidak mendapat dukungan satupun negara di dunia ini".

Jelas itu hanya ngingauan Muba Dijon saja yang matanya buta dan telinganya budek. Kalau tidak ada dukungan dari pihak pemerintah asing, mana bisa berlangsung itu perundingan antara ASNLF dengan RI. Tetapi, karena mata dan telinga Muba Dijon memang buta dan budek, mana bisa melihat dan mendengar bahwa pihak Sekertaris Jenderal Kofi Annan pun mendukung untuk terus mencari jalan pemecahan guna menyelesaikan konflik Acheh dengan melalui jalur politik. Begitu juga dari pihak pemerintah asing lainnya yang mendukung agar dicari solusi melalui jalur politik dalam bentuk perundingan dan dialog.

Nah, adanya dukungan dan sokongan dari pihak pemerintah asing dalam hal penyelesaian konflik Acheh itu membuktikan bahwa pihak ASNLF telah diakui sebagai suatu badan politik perjuangan rakyat Acheh untuk penentuan nasib sendiri.

Justru yang kalang kabut dan kepanasan adalah pihak DPR terutama itu Permadi dari Komisi I DPR yang berjingkrak-jingkrak seperti cacing kepanasan melihat pihak ASNLF berunding langsung dengan RI.

Itu orang model Permadi yang merindukan Soekarno penipu licik untuk mengganyang Malaysia adalah model orang-orang yang hanya membeo pada mbah Soekarno saja dan kalau bercuap tentang Acheh hanya asal cuap saja. Disuruh untuk membuktikan berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalisasi Acheh masuk RI, mana itu Permadi dan konconya bisa membuktikannya.

Jadi Muba Dijon, kalau kalian hanya pandai menjilat sampah sejarah buatan mbah Soekarno tentang Acheh, maka kalian sampai kapanpun tidak akan mampu menyelesaikan konflik Acheh. Mengapa ? Karena kalian Muba Dijon, dengan kedegilan kalian mempertahankan kebohongan sejarah yang dibuat mbah Soekarno dan para penerusnya tentang akar utama penyebab timbulnya konflik Acheh, maka itu konflik Acheh tidak akan bisa diselesaikan secara aman dan damai. Kalian Muba Dijon dengan TNI-nya mbah Susilo Bambang Yudhoyono akan terus menduduki dan menjajah Negeri Acheh. Selama itu TNI menduduki dan menjajah Negeri Acheh, maka selama itu konflik Acheh tidak akan bisa diselesaikan secara aman dan damai.

Dan, perjuangan rakyat Acheh untuk menentukan nasib sendiri dibawah pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro akan terus berkobar dengan tegarnya.

Jadi, kalau Muba Dijon menyatakan: "mayoritas rakyat Aceh adem ayem aja dalam NKRI" adalah hanya cuapan Muba Dijon yang keropos saja. Atau hanya merupakan propaganda pihak mang Endang Suwarya dan mas Djoko Santoso dengan rakyat transmigran-Jawa-nya yang ada di Acheh itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Mon, 28 Mar 2005 03:55:48 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA TERNYATA TAMPILKAN REFERENSI GOOGLE DICAMPUR DENGAN TUMPUKAN SAMPAH BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>, Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 <dityaaceh_2003@yahoo.com>, AcehEdit editor@jawapos.co.id

Tentang Aceh, aku sudah katakan bahwa itu masalah baru, yang lahir beberapa tahun sesudah proklamasi. Delay time gerakan Daud Beureuh (1953) (apalagi Hasan Tiro, 1976) terhadap peristiwa proklamasi menunjukkan bahwa itu memang adalah gerakan separatis (walaupun label separatisme masih debatable untuk kasus gerakan Daud Beureuh). Sekarang ini mayoritas rakyat Aceh adem ayem aja dalam NKRI, trus RI tetap dengan tekad keutuhan NKRI-nya, trus ide separatisme ASNLF dan faksi-faksi lainnya tidak mendapat dukungan satupun negara di dunia ini. Jadi, apa lagi yang harus aku sampaikan?

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis
----------

http://www.ia-itb.com/index.php?option=com_akobook&Itemid=102&startpage=5

Muba ZR
Sign on: Sun 09 Jan 2005 04:01:33 WIT
Saya alumni ITB angkatan 82. Gimana caranya untuk tahu bahwa nama saya telah tercatat dalam buku besar daftar alumni itb (atau apapun namanya). Makasih. Salam.

mbzr00@yahoo.com
----------

http://books.dreambook.com/boodee/indonesian.html

Name: Muba
Country: Dijon
City: Dijon
E-mail address: mbzr00@yahoo.com
Comments: Aku cari cewek maks 15 tahun buat ngentot... Ada yang mau?
Sunday, July 11th 2004 - 12:29:51 AM
----------