Stockholm, 29 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

MUBA DIJON, ITU SOEKARNO PENIPU LICIK YANG TIBA-TIBA CAPLOK ACHEH YANG DIDUKUNG MUBA DIJON
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

MUBA DIJON YANG PANDAI MENIPU ALA MBAH SOEKARNO, MANA BISA AHMAD SUDIRMAN DITIPU DENGAN UMPAN "BUKAN UNTUK KONSUMSI PUBLIK"

"Aku menekankan dalam tulisanku kemaren-kemaren bahwa tidak ada negara maupun tokoh internasional di dunia ini yang mendukung separatisme Aceh. Kalo untuk jadi penengah terkait apa saja di luar separatisme Aceh, silakan saja. Lagian SBY kan baik, apalagi Mas Djoko, Bang Syamsir, dan Mang Endang. Jadi, bagi kalian, maksudku aslnf dan faksi-faksi semacam itu, Aceh merdeka tetap saja pepesan kosong, ha ha, karena memang tidak ada dasarnya untuk Aceh merdeka. Asnlf aja dibentuk dengan ujug-ujug, tanpa hujan tanpa angin, 21 tahun sesudah Indonesia merdeka bok !!! jadi jelas itu sebuah gerakan separatis !!! Kalau memang nggak mau dibilang ujug-ujug, maka motivasi satu-satunya yang bisa dipahami adalah motivasi sakit hati Tiro banci itu karena pasport-nya dicabut, ha ha. Dan karena pasport kamu juga dicabut (paling tidak begitulah kamu ngaku ke pemerintah Swedia supaya jadi warga negara sana) maka kamupun merapatlah dengan Tiro banci itu, walau tidak kebagian perempuan Yahudi, ha ha." (Muba Zir , mbzr00@yahoo.com , Tue, 29 Mar 2005 04:06:32 -0800 (PST))

Baiklah Muba di Dijon, Bourgogne, Perancis.

Memang itu Muba Dijon sudah terlanjur basah kuyup, tidak tanggung-tanggung membual didepan umum, terang-terangan, tanpa tedeng aling-aling.

Muba Dijon akal bulus kalian, tidak kena disodorkan kepada Ahmad Sudirman. Dasar budek penipu gombal, model mbah Soekarno asal Jawa.

Muba Dijon, alasan kalian untuk mengkelit dari akal bulus dan tipu licik kalian dengan cara jurus: "Oh ya, dua nama Muba yang muncul itu jelas tanpa IP adress, jadi hanya nama saja, dan jelas lebih mudah melakukan pemalsuan seperti itu. Untuk ITB aku udah klarifikasi, tapi konfirmasinya bukan untuk konsumsi publik, lagian adminnya juga ternyata kawanku sendiri, masak aku ngejelekin kawan sendiri yang bukan sepenuhnya kesalahannya. Tapi aku udah ngingetin dia bahwa sebaiknya posting ke situs yang dia kelola itu melalui mail yang credible aja. Dia oke atas usulku."

Nah, dipikirnya Muba Dijon, dengan menampilkan jurus kelit gombal ini bisa saja Ahmad Sudirman termakan umpan jurus gombalnya itu. Tidak bisa Muba Dijon. Mengapa ?

Karena, suatu hal yang sangat tidak masuk akal kalau memang Muba Dijon seorang yang jujur, berani menyembunyikan keterangan dan jawaban pihak admin www.ia-itb.com , apalagi yang katanya kawan Muba Dijon. Kalau itu Muba Dijon merasa nama baiknya dicemarkan oleh orang lain, jelas, ia akan menuntut, walaupun itu kepada kawannya, bahwa mencemarkan dan menipu memakai nama orang lain adalah suatu tindakan penipuan dan tindak pidana hukum, yang bisa diajukan ke pengadilan. Tetapi, karena memang itu Muba Dijon, hanya main sandiwara, dan hanya membuat penipuan saja, maka disodorkannya cerita gombal yang berbunyi: "konfirmasinya bukan untuk konsumsi publik".

Kan jawaban yang gombal, penuh penipuan. Dan tentu saja, yang namanya pencuri ketahuan, mana mau disebutkan namanya. Muba Dijon, sadar kalian, kalian Muba Dijon sedang berdiskusi menghadapi Ahmad Sudirman, bukan melawan konco kalian dari BIN-nya Syamsir Siregar. Ahmad Sudirman tidak bisa ditipu dengan cerita gombal model mbah Soekarno penipu licik.

Nah, dari cara mengungkapkan alasannya itu saja, itu Muba Dijon memang hanya menipu. Jelas, Ahmad Sudirman melihat itu Muba Dijon memang penipu licik ikutan mbah Soekarno penipu licik dan pencaplok Negeri Acheh melalui RIS dan RI-Asaatnya.

Kemudian, itu Muba Dijon penipu licik berkelit dengan menyodorkan jurus tipu lainnya yang berbunyi: "Trus untuk situs satunya, wah ternyata itu situs sesat, males aku akses ke sana, salah-salah balik ngirim virus. Udah aja lah, direlain, emang udah resiko jadi orang terkenal sih, ha ha."

Nah, kan kelihatan itu Muba Dijon, memang budek dan gombal. Itu situs dianggap situs sesat, padahal Muba Dijon, pada tanggal 11 Juli 2004, secara resmi mendaftarkan dirinya memakai nama Muba lagi, dengan dimasukkan nama kota Dijon, ditambah dengan emailnya mbzr00@yahoo.com , sambil memberikan komentar yang tidak senonoh. Dasar hidung belang. Membat malu orang ITB dan UI saja, dan merendahkan martabat anak-anak perempuan dibawah umur saja. Dasar gombal. Muba Dijon penipu, mana bisa Ahmad Sudirman ditipu dengan hanya kalian menyodorkan jurus kelit: "wah ternyata itu situs sesat, males aku akses ke sana, salah-salah balik ngirim virus"

Inilah pencuri tertangkap basah. Ahmad Sudirman tidak bisa ditipu oleh trik-trik sulap akal bulus Muba Dijon, yang hidung belang, membuat nama keluarga menjadi cemar dan keluarga besar ITB dan UI menjadi cemar. Dasar penipu ikutan model mbah Soekarno dengan mencaplok Acheh memakai surat palsu buatan sendiri yang dia acc oleh konco-konconya dari RIS dan RI-Asaatnya yang berlabelkan PP RIS No.21/1950 dan Perppu No.5/1950. Dasar penipu licik, dicontoh pula oleh Muba Dijon.

Kemudian, itu Muba Dijon menulis: "Dalam kaitan wahabi, di antaranya kamu menyerang Ki Bagus secara pribadi sebagai orang muhammadyah. Coba kamu tuliskan lagi apa saja serangan kamu terhadap Ki Bagus salah satu founding father RI itu. Coba tulis ulang di mimbar ini, biar peserta mimbar ngelihat apakah penyerangan itu berimplikasi ke labelisasi buruk terhadap Muhammadyah"

Jelas, Muba Dijon, kalau Ahmad Sudirman memberikan tanggapan atas apa yang telah dilakukan oleh Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah itu, memang karena apa yang dilakukan oleh Ki Bagus adalah sangat lemah dan salah besar.

Dimana Ahmad Sudirman pernah menulis: "itu kalau mbah ki Bagus yang didukung oleh mbah Hazairin yang menyatakan itu "yang maha esa" dikenakan kepada tauhid, itu sama artinya menipu umat Islam. Mengapa ? Karena, kalau memang benar itu sila pertama pancasila ketuhanan yang maha esa merupakan sumber tauhid atau ketauhidan sebagaimana yang dinyatakan dalam QS Al Baqarah, 2: 163 dan QS Al-Ikhlas, 112: 1-4, mengapa tidak diacukan dasar dan sumber hukumnya yang berlaku di RI kepada sumber hukum yang diturunkan Allah SWT dan yang dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw ?. Karena itu, yang dinyatakan oleh mbah ki Bagus dan mbah Hazairin tentang tauhid hanyalah cukup didalam bakul saja. Tidak ada penerapannya dalam dasar hukum yang dipakai di RI. Oleh sebab itu, pancasila ini tidak ada bedanya dengan ampas kelapa yang dikumpulkan dari tumpukan isme-isme dan ajaran-ajaran serta aliran kepercayaan yang ada di negara RI-Jawa-Yogya ini. Yang sebenarnya sangat menyesatkan bagi kehidupan dan pelurusan ketauhidan ummat Islam di nusantara ini. (Ahmad Sudirman, 7 Maret 2005)

Kemudian Ahmad Sudirman juga pernah menulis: "Jelas, itu Ahmad Sudirman memberikan tanggapan kepada Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah yang memakai tauhid untuk diembelkan kepada "yang maha esa" dan ditempatkan dibelakang kata "ketuhanan", yang hanya merupakan tauhid dalam bakul saja. (Ahmad Sudirman, 11 maret 2005)

Juga Ahmad Sudirman pernah menulis: "Paling yang bisa kalian Muba budek tampilkan hanya itu Ki Bagus Hadikusumo orang Muhammadiyah yang menempelkan embel-embel tauhid kedalam kata "yang maha esa" sebagai penggati tujuh kata "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya"(Ahmad Sudirman, 22 Maret 2005)

Nah, dari apa yang dikemukakan Ahmad Sudirman tentang Ki Bagus Hadikusumo itu kalau memang bisa dipatahkan Muba Dijon penipu ikutan Soekarno, coba tampilkan. Tetapi, kenyataannya, itu Muba Dijon, mana bisa membantah dan menjatuhkan argumentasi Ahmad Sudirman yang diarahkan kepada Ki Bagus Hadikusumo, yang telah menempelkan embel-embel tauhid kedalam kata "yang maha esa" sebagai penggati tujuh kata "dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya"

Jadi, silahkan, kalian Muba Dijon, bantah argumentasi Ahmad Sudirman ini. Bukan hanya cengengesan saja, seperti Syamsir Siregar dari kandangnya dalam sarang labah-labah BIN-nya.
 

Tetapi, tentu saja, mana sanggup itu Muba Dijon penipu ikutan mbah Soekarno penipu licik pencaplok Negeri Acheh pakai surat palsu buatannya sendiri yang diberi nama PP RIS No.21/1950 dan Perppu No.21/1950, untuk menjatuhkan argumentasi Ahmad Sudirman tentang perilaku Ki Bagus Hadikusumo.

Selanjutnya itu Muba Dijon, yang memang hanya pandai berbual tentang sinkretisme, dan tidak sanggup memberikan dasar referensinya, mana lagi sanggup berjalan untuk meneruskan diskusi dan perdebatan tentang sinkretisme menghadapi Ahmad Sudirman. Dan sebagai alasan untuk melangkah mundur dipajukan umpan: "Aku tidak perlu mengetahui definisi suatu istilah kata per kata ketika aku sudah melangkah jauh dengan memahami dan menggunakan istilah itu. Itu hanya diperlukan bagi orang yang baru mengenal istilah itu. Toh, tidak ada tuh yang menyalahkan aku atas pemahamanku atas sinkretisme itu. Lagian, kenapa sih masalah trivial gitu dijadikan senjata agar kamu menang?"

Memang itulah satu-satunya langkah mundur yang diajukan Muba Dijon, yang memang otaknya lembek, dan hanya pandai memakai hasil perasan ampas otaknya yang tidak encer itu. Dasar sarjana keropos.

Seterusnya itu Muba Dijon yang suka menipu ini meneruskan tulisannya: "Aku menekankan dalam tulisanku kemaren-kemaren bahwa tidak ada negara maupun tokoh internasional di dunia ini yang mendukung separatisme Aceh. Kalo untuk jadi penengah terkait apa saja di luar separatisme Aceh, silakan saja. Lagian SBY kan baik, apalagi Mas Djoko, Bang Syamsir, dan Mang Endang. Jadi, bagi kalian, maksudku aslnf dan faksi-faksi semacam itu, Aceh merdeka tetap saja pepesan kosong, ha ha, karena memang tidak ada dasarnya untuk Aceh merdeka."

Yang jelas, pihak Sekjen PBB Kofi Annan mendukung penyelesaian konflik Acheh secara politis dan melalui perundingan antara ASNLF dengan RI. Dan tentu saja, dukungan dan sokongan Sekjen PBB Kofi Annan ini membuktikan pihak PBB mendukung pihak ASNLF untuk melakukan perundingan. Dan kalau dalam perundingan dibicarakan penentuan nasib sendiri rakyat Acheh. Jelas itu pihak PBB tidak akan melarangnya. Dan justru itu penyelesaian Acheh diserahkan kepada pihak rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri, dan menentukan nasib mereka di masa depan. Dan tentu saja, kalau melihat kepada cara penyelesaian di Timor Timur, Quebeq dan Hawai, itu jalan referendum adalah merupakan cara penyelesaian yang adil dan jujur, semuanya diserahkan kepada rakyat di Timor Timur, Quebeq dan Hawai. Begitu juga di Acheh harus diserahkan kepada rakyat di Acheh untuk menentukan sikap, apakah mahu berdiri sendiri atau mahu mengikut kepada ekornya mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan mas Djoko Santoso dengan TNI-nya.

Selanjutnya kalau itu Muba Dijon menyatakan: "Asnlf aja dibentuk dengan ujug-ujug, tanpa hujan tanpa angin, 21 tahun sesudah Indonesia merdeka bok !!! jadi jelas itu sebuah gerakan separatis !!!"

Yang jelas dan pasti adalah justru sebaliknya, itu mbah Soekarno yang tiba-tiba menyulap negeri Acheh masuk kedalam perut RIS dan terus dimasukkan kedalam usus RI melalui tali jala buatan mbah Soekarno cs yang bernama PP RIS No.21/1950. Kan gombal itu tukang tipu mbah Soekarno yang kelakuannya ditiru Muba Dijon ini.

Kemudian, kalau itu soal pasport Teungku Hasan Muhammad di Tiro, itu soal remeh. Tidak ada hubungannya secara hukum dengan penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila. Itu pasport yang bergambar burung garuda mana diperlukan untuk penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Paling dibuang saja ke kali Ciliwung yang airnya keruh kuning. Juga itu pasport yang dimiliki Ahmad Sudirman yang dicabut Noer Hassan Wirajuda, ya, itu soal remeh, cabut-cabutlah situ, toh tidak ada gunanya juga bagi Ahmad Sudirman, itu pasport yang ada gambar burung garudanya dengan embel-embel tali buhul mpu Tantular yang bernama bhineka tunggal ika-nya. Membuat sial saja. Paling berguna itu gambar burung garuda bagi Muba Dijon untuk dipasang dikeningnya, sambil cuci piring ditempat jualan kebab di kota Dijon dan Paris.

Seterusnya, itu Muba Dijon, cekikikan tidak lucu, seperti lutung kasarung sambil cengar-cengir mulutnya berbunyi: "Eh, kamu seneng ya dapat kosa kata baru "sinkretisme" dan mainan baru "Google". Coba deh sekarang kamu search dengan Google pake keywords "Muhammad Ardiansyah", ha ha. Jangan lupa, itu tanda petik harus disertakan agar Google mencari frase itu saja bukan satu di antaranya, ok.?"

Itu, soal Google adalah soal remeh, apa pula harus digunjingkan, paling hanya oleh itu Muba Dijon, itu Google dipakai guna mencari bahan-bahan pembuat kebab yang disesuaikan dengan jamu gendong pancasila mbak Mega, dan hasil riset dari Google ini dijadikan sebagai hasil penelitian kebab untuk nantinya bisa dijual di Batawi dengan ditaburi ondel-ondel dan ketoprak Jawa dan dihembusi dengan kemenyan kejawen pada musim panas mendatang. Yang menjadi pelanggannya sudah barang tentu itu angota BIN-nya Syamsir Siregar dan mas Djoko Santoso dari TNI.

Terakhir itu Muba Dijon penipu ini melontarkan lagi tulisannya: "Jadi, kamu nggak mampu nih menyanggah fakta-fakta pemurtadan pasca tsunami yang terhampar di internet setelah Google mencarinya dengan bantuan keywords "pemurtadan" dan "tsunami"? Ya udah kalo gitu, emang fakta-fakta itu tak terbantahkan kok Lagian, nggak enak kan sama negaramu kalo kamu menyerang mereka Nyerang Ki Bagus, Wahabiah, dan Salafiyah jelas credit point buat kamu dari mereka."

Jelas, bagaimana Ahmad Sudirman bisa membaca apa yang ditulis Muba Dijon, kalau itu Muba Dijon penipu ini tidak menuliskannya di mimbar bebas ini, tentang fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum mengenai pemurtadan pasca tsunami oleh orang asing. Yang sebelumnya begitu gencar ditujukan kepada Ahmad Sudirman. Tetapi setelah Ahmad Sudirman bantah mengenai kebohongan kaum Evangelis dengan World Help- nya itu, akhirnya itu Muba Dijon kuncup lagi, masuk lagi kedalam lobang BIN-nya Syamsir Siregar. Tidak muncul lagi, melainkan hanya cengar-cengir sambil tunjuk-tunjuk pada Google. Ya, jelas, mana ada itu dalam Google fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum pemurtadan pasca tsunami di Acheh yang dilakukan oleh orang asing. Sampai kapanpun tidak akan ditemukan itu fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan pemurtadan oleh orang asing terjadi di Acheh pasca tsunami, yaitu sudah 3 bulan setelah tsunami terjadi di Acheh. Karena itu, masuk akal mengapa itu Muba Dijon penipu ini tidak berani dan tidak mampu memunculkan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum pemurtadan pasca tsunami di Acheh yang dilakukan oleh orang asing.

Jadi, Muba Dijon penipu, tidak perlu banyak bercuap di mimbar bebas ini, kalau otak kalian otak lembek dan otak udang, membuat malu mahasiswa ITB dan UI saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Tue, 29 Mar 2005 04:06:32 -0800 (PST)
From: muba zir mbzr00@yahoo.com
Subject: Re: MUBA DIJON MENGAKU DARI ITB SEKARANG MENGAKU DARI UI TETAPI OTAK LEMBEK, BUAT MALU ORANG ITB & UI SAJA
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Cc: AcehA_yoosran <a_yoosran@yahoo.com>, Acehabu_dipeureulak <abu_dipeureulak@yahoo.com>, AcehAhmad_mattulesy <ahmad_mattulesy@yahoo.com>, AcehAhmadGPK <ahmad@dataphone.se>, Acehalasytar_acheh <alasytar_acheh@yahoo.com>, acehalchaidar <alchaidar@yahoo.com>, Acehapalambak2000 <apalambak2000@yahoo.ca>, AcehBambang <bambang_hw@rekayasa.co.id>, Acehburamu <buramu@plasa.com>, acehdityaaceh_2003 <dityaaceh_2003@yahoo.com>, AcehEdit editor@jawapos.co.id

Tetep aja bebal ternyata si Mad ini... Eh, ghini ya Mad...

1. Dalam kaitan wahabi, di antaranya kamu menyerang Ki Bagus secara pribadi sebagai orang muhammadyah. Coba kamu tuliskan lagi apa saja serangan kamu terhadap Ki Bagus salah satu founding father RI itu. Coba tulis ulang di mimbar ini, biar peserta mimbar ngelihat apakah penyerangan itu berimplikasi ke labelisasi buruk terhadap Muhammadyah... Tapi susah juga sih untuk ngerasa salah bagi orang yang menganggap kata-kata "budek", "otak udang", dan semacamnya itu sebagai kata-kata biasa...

2. Aku tidak perlu mengetahui definisi suatu istilah kata per kata ketika aku sudah melangkah jauh dengan memahami dan menggunakan istilah itu. Itu hanya diperlukan bagi orang yang baru mengenal istilah itu. Toh, tidak ada tuh yang menyalahkan aku atas pemahamanku atas sinkretisme itu. Lagian, kenapa sih masalah trivial gitu dijadikan senjata agar kamu menang? Debat kusir tentang sinkretisme ini hanya mempertegas kebodohan kamu aja sehingga lupa esensi masalahnya. Aku khawatir kamu lepas kontrol dan bertindak bloon lagi, nggak seru dong nanti mimbar ini... Aku nasehatin ya, orang Padang bilang: "Bak kata pepatah, marah itu membutakan hati..."

3. Oh ya, dua nama Muba yang muncul itu jelas tanpa IP adress, jadi hanya nama saja, dan jelas lebih mudah melakukan pemalsuan seperti itu. Untuk ITB aku udah klarifikasi, tapi konfirmasinya bukan untuk konsumsi publik, lagian adminnya juga ternyata kawanku sendiri, masak aku ngejelekin kawan sendiri yang bukan sepenuhnya kesalahannya. Tapi aku udah ngingetin dia bahwa sebaiknya posting ke situs yang dia kelola itu melalui mail yang credible aja. Dia oke atas usulku. Trus untuk situs satunya, wah ternyata itu situs sesat... males aku akses ke sana, salah-salah balik ngirim virus... Udah aja lah, direlain, emang udah resiko jadi orang terkenal sih, ha ha.

4. Aku menekankan dalam tulisanku kemaren-kemaren bahwa tidak ada negara maupun tokoh internasional di dunia ini yang mendukung separatisme Aceh. Kalo untuk jadi penengah terkait apa saja di luar separatisme Aceh, silakan saja. Lagian SBY kan baik, apalagi Mas Djoko, Bang Syamsir, dan Mang Endang. Jadi, bagi kalian, maksudku aslnf dan faksi-faksi semacam itu, Aceh merdeka tetap saja pepesan kosong, ha ha... karena memang tidak ada dasarnya untuk Aceh merdeka. Asnlf aja dibentuk dengan ujug-ujug, tanpa hujan tanpa angin, 21 tahun sesudah Indonesia merdeka bok...!!! jadi jelas itu sebuah gerakan separatis..!!! Kalau memang nggak mau dibilang ujug-ujug, maka motivasi satu-satunya yang bisa dipahami adalah motivasi sakit hati Tiro banci itu karena pasport-nya dicabut, ha ha... Dan karena pasport kamu juga dicabut (paling tidak begitulah kamu ngaku ke pemerintah Swedia supaya jadi warga negara sana) maka kamupun merapatlah dengan Tiro banci itu, walau tidak kebagian perempuan Yahudi, ha ha.

5. Eh, kamu seneng ya dapat kosa kata baru "sinkretisme" dan mainan baru "Google". Coba deh sekarang kamu search dengan Google pake keywords "Muhammad Ardiansyah", ha ha. Jangan lupa, itu tanda petik harus disertakan agar Google mencari frase itu saja bukan satu di antaranya, ok...?

6. Jadi, kamu nggak mampu nih menyanggah fakta-fakta pemurtadan pasca tsunami yang terhampar di internet setelah Google mencarinya dengan bantuan keywords "pemurtadan" dan "tsunami"? Ya udah kalo gitu, emang fakta-fakta itu tak terbantahkan kok... Lagian, nggak enak kan sama negaramu kalo kamu menyerang mereka... Nyerang Ki Bagus, Wahabiah, dan Salafiyah jelas credit point buat kamu dari mereka.

Muba ZR

mbzr00@yahoo.com
Dijon, Bourgogne, Perancis

Nb.
Ini masalah etika sedikit. Aku meminta kamu untuk tidak mengkaitkan lagi aku dengan ITB, karena kenyataannya memang tidak seperti itu. Terserah kamu mau memenuhi permintaanku itu atau tidak, tapi yang jelas dengan ini aku sudah melakukan apa yang secara etika harus kulakukan.
----------

http://www.ia-itb.com/index.php?option=com_akobook&Itemid=102&startpage=5

Muba ZR
Sign on: Sun 09 Jan 2005 04:01:33 WIT
Saya alumni ITB angkatan 82. Gimana caranya untuk tahu bahwa nama saya telah tercatat dalam buku besar daftar alumni itb (atau apapun namanya). Makasih. Salam.

mbzr00@yahoo.com
----------

http://books.dreambook.com/boodee/indonesian.html

Name: Muba
Country: Dijon
City: Dijon
E-mail address: mbzr00@yahoo.com
Comments: Aku cari cewek maks 15 tahun buat ngentot... Ada yang mau?
Sunday, July 11th 2004 - 12:29:51 AM
----------