Stockholm, 31 Maret 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIMO HANYA ENGGEH-ENGGEH SAJA SAMA MBAH YUDHOYONO DAN DJOKO SANTOSO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN ITU BIMO TEJOKUSUMO DARI UNIVERSITAS MALMO PANDAINYA HANYA ENGGEH-ENGGEH SAJA SAMA MBAH YUDHOYONO DAN DJOKO SANTOSO UNTUK MENDUKUNG PENJAJAHAN DAN MEMBUNUH RAKYAT MUSLIM ACHEH YANG TELAH SADAR UNTUK MENENTUKAN NASIB SENDIRI

"Mengkhayal daulah Islam dan membiarkan sekulerisme. Inilah sedikit tanggapan untuk Ahmad Sudirman." (Bimo Tejokusumo , bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk , Thu, 31 Mar 2005 17:00:50 +0100 (BST))

Baiklah Bimo Tejokusumo di Malmo, Swedia

Bimo Tejokusumo yang katanya sedang belajar di Universitas Malmo, entah apa yang dipelajarinya, pandainya hanya melambungkan cerita-cerita orang saja. Dan memang wajar, kalau Bimo hanya pandai melambungkan cerita atau tulisan orang, karena memang itulah kepandaian orang-orang hasil didikan para penerus mbah Soekarno, khususnya yang dari Jawa. Pokoknya asal enggeh, enggeh, saja. Bisa dijamin lulus. Entah lulus, apa yang penting lulus.

Lihat saja itu Bimo, kalau diperhatikan secara teliti, tidak ada dasar pemikiran yang dilambungkannya di mimbar bebas ini, paling hanya melambungkan cerita atau kutipan dari sampah internet. Contohnya dalam kiriman email sore ini itu Bimo melampirkan tulisan Embuh Rakruh dengan emailnya embuh@hotmail.com , hasil putar balik dari tulisan yang asalnya tulisan Ahmad Sudirman yang ditulis 6 tahun yang lalu, 1999, dan dilambungkan di milis apakabar-nya John A MacDougall, apakabar@Radix.Net , yang diluncurkan dari Amerika dan sudah bangkrut beberapa tahun yang lalu.

Itu orang-orang model Embuh pada tahun 1999-an pandainya hanya memutar balikkan tulisan Ahmad Sudirman saja. Mengapa ? Karena mereka itu tidak memiliki dasar pengetahuan dan kemampuan untuk memberikan bantahan dan tanggapan atas tulisan-tulisan Ahmad Sudirman. Akhirnya, untuk ikutan berjingkrak-jingkrak di mimbar bebas-nya John A Mac Dougall waktu itu, diputarbalikkannya tulisan Ahmad Sudirman, biar dianggap bisa dan jagoan tampil di mimbar bebas untuk menghadapi Ahmad Sudirman.

Pada tahun 1999-an, itu di negara sekuler pancasila masih pada ketakutan kalau berbicara NII, DI, TII. Tetapi ketika Ahmad Sudirman mengupas semua secara terbuka itu NII, DI, TII, langsung orang-orang yang pobi Islam pada menggonggong, seperti contohnya itu Embuh yang memutar balikkan tulisan Ahmad Sudirman. Hanya tentu saja, orang-orang model Embuh mana ada kemampuannya, paling ya, itu hanya menggonggong dengan cara menjungkir balikkan tulisan Ahmad Sudirman. Tetapi tentu saja cara yang demikian tidak mempan. Buktinya, orang-orang model demikian, satu persatu pada berguguran.

Sama juga dengan sekarang. Di mimbar bebas ini pun itu orang-orang model Bimo, Ardiansyah, Muba Dijon, mana mereka memiliki kemampuan dan dasar pengetahuan untuk menampilkan argumentasi mereka guna dipakai membantah argumentasi Ahmad Sudirman tentang pendudukan dan penjajahan di Acheh, tentang pancasila, tentang negara sekuler pancasila RI, tentang dasar dan sumber hukum yang mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, tentang negara pertama yang dibangun Rasulullah saw. Paling mereka itu adalah hanya memungut sampah hasil perasan info-info yang dikumpulkan oleh orang-orang BIN-nya Syamsir Siregar saja.

Lihat saja itu Muba Dijon, otaknya otak udang, sama seperti itu Ardiansyah, yang ternyata setelah keluar dari mimbar bebas ini, sibuk menulis entah apa-apa, dikirimkan kepada anggota milis mimbar bebas, tetapi ditutupi dengan istilah "undisclosed-recipients", dimana nama ahmad@dataphone.se dimasukkan kedalamnya. Tetapi, kadang-kadang di hapuskan email ahmad@dataphone.se kalau itu Ardiansyah sarjana gadungan ini mengirimkan tulisan gombalnya yang tidak mau ditanggapi oleh Ahmad Sudirman. Buktinya, itu Bimo mem-forward-kan tulisan Ardiansyah tentang "pentingnya khilafah Islamiyah" dengan diberi subjek "Menyeberang Samudra Tanpa Bahtera". Dimana dalam tulisan yang dilampirkan Ardiansyah itu tertulis: "mungkinkah Islam bangkit tanpa sebuah institusi khilafah? Jawabnya adalah: Sulit!. Sama sulitnya membayangkan orang berdiri tanpa kaki atau berenang menyeberangi samudra tanpa bahtera"

Setelah Ahmad Sudirman membaca itu tulisan yang dikirimkan Ardiansyah kepada hampir semua anggota mimbar bebas, kecuali nama ahmad@dataphone.se dihapuskan. Ternyata, isinya itu merupakan ide-idenya orang dari Hizbut Tahrir atau sebangsanya saja, yang bekerjasama dengan mbah Susilo Bambang Yudhoyono dengan Negara sekuler pancasila RI-nya. Dan ikut-ikutan mendukung dan menyokong TNI untuk membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila. Sama juga seperti itu Ardiansyah yang menyokong dan mendukung penuh TNI untuk membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri.

Jadi bagaimana itu Ardiansyah sarjana gadungan mau bercerita dan mendiskusikan khilafah, kalau kelakuannya hanya melakukan perbuatan tak senonoh saja dan ikutan mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan mas Djoko Santoso dengan TNI-nya untuk terus menduduki dan menjajah Acheh.

Bimo Tejokusumo ini juga, ya, hanya ikut-ikutan saja. Kalau kata mbah Susilo Bambang Yudhoyono merah, lalu itu Bimo menjawab merah. Kemudian Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan duduk, lalu Bimo menjawab enggeh, sambil duduk dilantai.

Bimo, coba sedikit pakai otak, kalau mau berdebat di mibar bebas ini. Jangan hanya mempergunakan kebiasaan di Jawa sana yang enggeh-enggeh saja pada mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan mas Djoko Santoso itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Thu, 31 Mar 2005 17:00:50 +0100 (BST)
From: bimo tejokusumo bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Subject: mengkhayal daulah Islam dan membiarkan sekulerisme
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, silver_cat@plasa.com, mazda_ok@yahoo.com, rokh-mawan@plasa.com, rokh_mawan@yahoo.com, panglima_tiro@yahoo.com, bambang_hw@rekayasa.co.id, bambang_hw@re.rekayasa.co.id, achregar@yahoo.com, pejuang_akhir_zaman@yahoo.co.uk, kuratasaku@yahoo.com, dwi.iswahyudi@trakindo.co.id, nadri_id@yahoo.com, alpadangi@yahoo.com, syabab_hizb_islamiy@yahoo.com, om_puteh@hotmail.com, om_puteh@yahoo.com, bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk, tgk_maat@yahoo.co.uk, mbzr00@yahoo.com

Mengkhayal daulah Islam dan membiarkan sekulerisme.
Inilah sedikit tanggapan untuk Ahmad Sudirman.

Bimo Tejokusumo

bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Malmo, Swedia
----------

From: "embuh rakruh" embuh@hotmail.com
To: apakabar@radix.net
Cc: presiden@ri.go.id
Subject: AHMAD SUDIRMAN MENDIRIKAN DAULAH ISLAM DALAM MIMPI
Date: Mon, 20 Dec 1999 19:07:48 PST

Jakarta, 21 Desember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

AHMAD SUDIRMAN MENDIRIKAN DAULAH ISLAM DALAM MIMPI
Embuh
Jakarta, INDONESIA

Tanggapan untuk Akhi Ahmad Sudirman.

Akhmad Sudirman dalam usaha mendirikan Daulah Islam dengan cara menerapkan jurus swedianya menurut pandangan saya adalah suatu usaha dalam mimpi.

NEGARA-NEGARA BAGIAN RIS HASIL CIPTAAN VAN MOOK TETAP MENGHANTUI POLITIK DAULAH ISLAM AHMAD SUDIRMAN

Hasil Kerja Dr. HJ Van Mook Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang bermarkas di Malino, Sulawesi Selatan, dalam bentuk bangunan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang merupakan bangunan negara yang berbentuk federal yang sekarang menjadi dambaan Amien Rais Ketua MPR RI masih tetap menghantui politik Daulah Islam Ahmad Sudirman.

Cita-cita Van Mook untuk membangun negara federal terbukti, dengan dilangsungkannya pertemuan yang dihadiri oleh Wakil-wakil Pemerintah RI dan Pemerintah Negara dan daerah yang menjadi bagian dari RIS serta KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) dan DPR dari masing-masing Negara Bagian pada tanggal 14 Desember 1949 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Dalam pertemuan itu disetujui naskah Undang Undang Dasar Sementara sebagai Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS).

Berdasarkan konstitusi itu negara berbentuk federal dan meliputi seluruh Indonesia yaitu,

1. Negara RI, yang meliputi daerah status quo berdasarkan perjanjian Renville.
2. Negara Indonesia Timur.
3. Negara Pasundan, termasuk Distrik Federal Jakarta.
4. Negara Jawa Timur.
5. Negara Madura.
6. Negara Sumatra Timur, termasuk daerah status quo Asahan Selatan dan Labuhan Batu.
7. Negara Sumatra Selatan.
8. Satuan-satuan kenegaraan yang tegak sendiri, seperti Jawa Tengah, Bangka-Belitung, Riau, Daerah Istimewa Kalimantan Barat, Dayak Besar, Daerah Banjar, Kalimantan Tenggara dan Kalimantan Timur.
9. Daerah.daerah Indonesia selebihnya yang bukan daerah-daerah bagian.

Dalam sistim pemerintahan negara berdasarkan konstitusi ini, Presiden dan Menteri-menteri (dipimpin oleh Perdana Menteri) secara bersama-sama merupakan Pemerintah. Begitu juga Lembaga Perwakilan dikenal dengan dua kamar, yaitu Senat (merupakan wakil Negara/Daerah Bagian, dimana setiap negara punya dua orang wakilnya) dan DPR yang beranggotan 150 orang yang mewakili seluruh rakyat Indonesia.

Yang terpilih menjadi Presiden RIS adalah Soekarno dalam sidang Dewan Pemilihan Presiden RIS pada tanggal 15-16 Desember 1949. Pada tanggal 17 Desember 1949 Presiden Soekarno dilantik menjadi Presiden RIS. Sedang untuk jabatan Perdana Menteri diangkat Mohammad Hatta. Kabinet dan Perdana Menteri RIS dilantik pada tanggal 20 Desember 1949.

PENGAKUAN BELANDA KEPADA KEDAULATAN RIS

Belanda dibawah Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautnan Mr AMJA Sassen dan ketua Delegasi RIS Moh Hatta membubuhkan tandatangannya pada naskah pengakuan kedaulatan RIS oleh Belanda dalam upacara pengakuan kedaulatan RIS pada tanggal 27 Desember 1949. Pada tanggal yang sama, di Yogyakarta dilakukan penyerahan kedaulatan RI kepada RIS. Sedangkan di Jakarta pada hari yang sama, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Wakil Tinggi Mahkota AHJ Lovink dalam suatu upacara bersama-sama membubuhkan tandangannya pada naskah penyerahan kedaulatan. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986)

RIS MELEBUR KEDALAM RI

Tanggal 8 Maret 1950 Pemerintah RIS dengan persetujuan Parlemen (DPR) dan Senat RIS mengeluarkan Undang-Undang Darurat No 11 tahun 1950 tentang Tata Cara Perubahan Susunan Kenegaraan RIS. Berdasarkan Undang-Undang Darurat itu, beberapa negara bagian menggabungkan ke RI, sehingga pada tanggal 5 April 1950 yang tinggal hanya tiga negara bagian yaitu, RI, NST (Negara Sumatera Timur), dan NIT (Negara Indonesia Timur).

Pada tanggal 14 Agustus 1950 Parlemen dan Senat RIS mengesahkan Rancangan Undang-Undang Dasar Sementara Negara Kesatuan Republik Indonesia hasil panitia bersama.

Pada rapat gabungan Parlemen dan Senat RIS pada tanggal 15 Agustus 1950, Presiden RIS Soekarno membacakan piagam terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada hari itu juga Presiden Soekarno kembali ke Yogya untuk menerima kembali jabatan Presiden RI dari Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI Mr. Asaat. (30 Tahun Indonesia Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986)

GAGAL AHMAD SUDIRMAN MENDIRIKAN DAULAH ISLAM, KEMBALI RI MELEBUR MENJADI RIS

Walaupun Daulah Islam tidak termasuk negara bagian Federal dari RIS ciptaan Van Mook, tetapi Daulah Islam tidak pernah mempunyai jalan sejarah tersendiri, baik sebelum RIS terbentuk dan jauh sebelum RI berdiri, maupun sampai kapanpun.

Kelemahan Ahmad Sudirman dalam menyelesaikan Daulah Islam adalah

1. Tidak adanya sikap realistis dan nyata Ahmad Sudirman yang berdasar
kepada pendekatan aqidah Islam dan ukhuwah Islamiah dalam menghadapi semua
komponen yang ada dalam Republik Indonesia.
2. Mepertahankan kesatuan RI berdasarkan Daulah Islam adalah dasar yang lemah.
3. Dialog dan pembicaraan mengenai Daulah Islam dilakukan secara diam-diam dan tidak formal.
4. Siapa yang akan diajak untuk berdialog dipilih dan ditetapkan Ahmad Sudirman melalui jalur tidak resmi.
5. Selama dalam proses dialog dan masa pembualan, tindakan sekulerisme masyarakat di sekitarnya terus berlangsung dengan ganasnya tanpa kecaman dari pihak Ahmad Sudirman.
6. Tidak ada sikap tegas Ahmad Sudirman terhadap pihak sekuler yang ada di dekatnya saja (swedia).
7. Sikap diam-diam dan bergerak dibawah tanah-nya Ahmad Sudirman dalam menghayalkan Daulah Islam.
8. Ahmad Sudirman tidak ditunjang kuat oleh banyak pihak dalam mendirikan Daulah Islam.
9. Sambil berdialog dan membual kepada seluruh komponen yang ada, Ahmad Sudirman justru menikmati hidup enak di negara sekuler, yang mengijinkan kumpul kebo, kumpul anjing, dll.. (tanpa dia bisa merubah kondisi maksiat yang didekatnya itu)
10. Ahmad Sudirman hanya membual dari jauh.
----------