Stockholm, 1 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KHOIRUDDIN, ITU DALAM MENCARI GOLONGAN SELAMAT, DISARING DENGAN AL QUR'AN, SUNNAH & CARA PELAKSANAANNYA
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

IRUL KHOIRUDDIN, ITU DALAM MENCARI GOLONGAN YANG SELAMAT HARUS DISARING DENGAN AL QUR'AN, SUNNAH & CARA PELAKSANAANNYA DALAM NEGARA

"Apa kabar Pak Ahmad Sudirman? Seperti di awal waktu saat saya bertanya kepada Bapak tentang Islam lewat email, ini hubungannya dengan Mencari Golongan Yang Selamat, berikut ini saya mendapatkan artikel seperti di bawah ini, bagaimana menurut Pak Ahmad Sudirman? Terimakasih atas tanggapannya nanti" (Irul Khoiruddin , irul51606@svsi.sanyo.co.id , Fri, 01 Apr 2005 12:41:39 +0700)

Baiklah saudara Irul Khoiruddin di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Tentang tulisan yang ditulis oleh saudara Ahmad Sarwat yang sedikit mengulas tentang gerakan kaum wahhabi atau salafi Saudi dan gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, dengan menyatakan bahwa "Perbedaan antara keduanya lebih karena latar belakang kondisi saat masing-masing gerakan itu muncul pertama kali. Sehingga bukan pada tempatnya untuk menabrakkan kedua gerakan ini dalam arena pertarungan. Karena masing-masing punya kelebihan yang sangat berharga untuk dipelajari dan diambil manfaatnya. Karena tidak pernah ada gerakan yang sempurna 100%, sehingga yang paling realistis adalah mensinergikan potensi masing-masing hingga mencapai tujuan yang diridhai Allah." (Ahmad Sarwat)

Nah, disini kelihatan itu saudara Ahmad Sarwat yang menyorot gerakan kaum wahhabi atau salafi Saudi dan gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir dengan memakai kacamata sejarah & latar belakang munculnya kedua gerakan tersebut. Dan Ahmad Sarwat tidak menabrakkan kedua gerakan ini dalam arena pertarungan. Jadi, itu Ahmad Sarwat hanya mencari kelebihan dari masing-masing gerakan ini untuk disatukan menjadi kekuatan tenaga yang kuat dalam rangka mencari keridhaan Allah SWT.

Memang, sebagaimana yang telah dijelaskan Ahmad Sudirman dalam tulisan-tulisan sebelum ini, bahwa baik itu gerakan kaum wahhabi atau salafi Saudi ataupun gerakan Ikhwanul Muslimin ataupun gerakan partai politik pembebasan atau Hizbut Tahrir ataupun gerakan Jamaah Tabligh yang ada di Negara sekuler pancasila RI masing-masingnya memiliki jalur pijakan dalil naqli dan dalil aqlinya yang masing-masingnya mengklaim mengikuti contoh Rasulullah saw. Hanya tentu saja, dalam mencontoh Rasulullah saw masih berbeda dalam pelaksanaan dan penerapannya apa yang dicontohkan Rasulullah saw tersebut.

Misalnya satu hal yang sangat menyolok dari apa yang menjadi jalur pijakan dari pergerakan-pergerakan Islam tersebut dalam hal mencontoh daulah atau negara yang dibangun Rasulullah saw dengan konstitusi atau UUD Madinahnya. Apakah itu pihak kaum wahhabi atau salafi Saudi, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh telah menjadikan contoh Rasulullah saw dalam hal membangun daulah atau negara yang seterusnya dikembangkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah berikutnya sebagai satu acuan ? Jelas, dari dasar-dasar konsepsi pemikiran baik berdasarkan dalil naqli dan dalil aqli mereka itu justru berbeda dalam melihat dan mencontoh Rasulullah saw dalam hal membangun daulah atau negara. Mengapa ?

Karena memang berbeda pijakan dalil naqli dan dalil aqlinya yang dipegang oleh masing-masing pergerakan tersebut. Mengapa mereka berbeda, padahal mereka mengklaim semuanya mengikuti contoh Rasulullah saw ?

Karena, visi dan misi setiap pergerakan itu berbeda satu sama lainnya. Dengan adanya perbedaan visi dan misi dari setiap pergerakan ini, yang melahirkan adanya perbedaan pandangan dan pikiran dari masing-masing pergerakan Islam tersebut. Hanya celakanya, adanya perbedaan visi dan misi yang didasarkan dari adanya perbedaan dalil naqli dan aqli yang dipakai, telah dijadikan alat untuk saling menggebuk satu sama lain. Misalnya kaum wahhabi atau salafi menggebuk dasar pemikiran orang-orang pengikut Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir juga Jamaah Tabligh. Begitu juga sebaliknya, pemikiran dan pandangan para pengikut wahhabi atau salafi Saudi dipukul balik oleh pihak pengikut paham Ikhwanul Muslimin.

Nah dari sudut ini saja sudah bisa dilihat bahwa dengan adanya perbedaan visi dan misi dari masing-masing pergerakan Islam ini melahirkan perbedaan pandangan dan pikiran, walaupun mereka sama-sama mengklaim mengikuti contoh Rasulullah saw.

Jadi, yang paling baik dalam melihat berbagai kelompok dan pergerakan Islam ini adalah dengan menyaring memakai Al Qur'an dan Sunnah dan bagaimana penerapan, pelaksanaan sunnah atau hadits Rasulullah saw dalam kehidupan individu, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara.

Misalnya, banyak itu dari para pengikut kaum wahhabi atau salafi Saudi yang menerapkan dan menjalankan hadits-hadits tentang taat pada pimpinan yang salah kaprah dalam penerapan dan pelaksanaannya dan tidak mencontoh kepada Rasulullah saw, karena diterapkan di negara yang dasar dan sumber hukum negara-nya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw, misalnya di Negara sekuler pancasila RI. Tentang hadits-hadits taat pada pimpinan negara sekuler pancasila RI yang dipakai oleh para pengikut kaum wahhabi atau salafi Saudi ini telah beberapa kali dikupas Ahmad Sudirman dalam tulisan-tulisan sebelum ini.

Nah, kesalahan dalam penerapan dalam pelaksanaan hadits-hadits yang merupakan sumber dalil naqli inilah yang menyesatkan umat Islam. Karena mereka menganggap itu telah mencontoh kepada Rasulullah saw, padahal setelah dianalisa dan dikaji lebih mendalam ternyata itu suatu perbuatan yang menyesatkan.

Karena itu, sebenarnya tidak ada pergerakan Islam yang sempurna yang mencontoh betul-betul Rasulullah saw. Jadi, langkah yang terbaik adalah tidak memberikan penilaian dan tidak menjatuhkan pilihan pada kelompok dan gerakan-gerakan Islam ini, melainkan menyaring dengan saringan Al Qur'an, Sunnah dan bagaimana penerapan sunnah tersebut dengan melihat dan mempertimbangkan keadaan situasi, kondisi, hukum, pemerintahan yang ada dalam satu negara.

Bagi umat Islam sekarang kalau melihat itu pergerakan Islam lihat saja apa adanya, kemudian pelajari dan gali dengan memakai saringan Al Qur'an, Sunnah dan bagaimana Sunnah Rasulullah saw tersebut diterapkan, dilaksanakan, dan dijalankan dengan mempertimbangkan keadaan situasi, kondisi, hukum, pemerintahan yang ada dalam satu negara.

Jadi, kalau Ahmad Sudirman membaca kesimpulan saudara Ahmad Sarwat yang menyatakan: "Bagi seorang muslim, yang terbaik adalah menerima kebenaran dari siapapun, tidak perlu melihat siapa yang berkata, namun lihatlah apa yang dikatakannya. Tidaklah tepat buat umat Islam untuk saling menafikan atau menjelekkan satu sama lain. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna di sisi Allah SWT. Hendaknya tiap elemen umat Islam saling bercermin dengan saudaranya untuk memperbaiki kekurangan masing-masing, bukan untuk saling mencari kekurangan saudaranya. Kalau sekedar mencari kesalahan dan kelemahan saudara kita, tentu tidak sulit. Yang sulit adalah mencari kekurangan dan kesalahan pada diri kita sendiri dan berupaya untuk memperbaikinya.(Ahmad Sarwat)

Memang apa yang dikatakan oleh saudara Ahmad Sarwat adalah hasil pemikiran yang baik. Hanya saja dalam melihat perbedaan visi dan misi dari berbagai pergerakan Islam ini harus disaring dengan memakai saringan Al Qur'an, Sunnah dan bagaimana Sunnah Rasulullah saw tersebut diterapkan, dilaksanakan, dan dijalakan dengan mempertimbangkan keadaan situasi, kondisi, hukum, pemerintahan yang ada dalam satu negara.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Fri, 01 Apr 2005 12:41:39 +0700
To: ahmad@dataphone.se, irul51606@svsi.sanyo.co.id, Rasjid Prawiranegara <rasjid@bi.go.id>, imarrahad@eramuslim.com, JKamrasyid@aol.com, hadifm@cbn.net.id, siliwangi27@hotmail.com, mbzroo@yahoo.com, narastati@yahoo.com, ardiansyah_hm@yahoo.com
From: Irul Khoiruddin irul51606@svsi.sanyo.co.id
Subject: Mana Yang Baik?

Assalaamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh

Apa kabar Pak Ahmad Sudirman?
Seperti di awal waktu saat saya bertanya kepada Bapak tentang Islam lewat email, ini hubungannya dengan Mencari Golongan Yang Selamat, berikut ini saya mendapatkan artikel seperti di bawah ini, bagaimana menurut Pak Ahmad Sudirman?

Terimakasih atas tanggapannya nanti

wassalaamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh

Irul Khoiruddin

irul51606@svsi.sanyo.co.id
Cimanggis - Depok - Jawa Barat
----------

Salafi atau Ikhwan mana yang paling baik?
Publikasi: 01/04/2005 09:11 WIB
Assalamualaikum Wr. Wb.

Islam memiliki banyak aliran misalnya Salafi, Ikhwanul muslimin, dan lain-lain. Manakah aliran yang paling baik untuk diikuti?

Terimakasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Zerri Ilham

Jawaban:
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, washshalatu wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du

Kalau yang anda sebutkan sebagai contoh adalah Ikhwan dan Salafi, sebenarnya keduanya bukan representasi dari aliran, tetapi lebih cenderung disebut bentuk pergerakan. Sebab istilah aliran itu biasanya dikaitkan dengan ideologi atau isme tertentu yang spesifik dan membedakannya dengan yang lainnya. Padahal baik Ikhwan maupun Salafi sebenarnya masih satu ideologi dan sama-sama masih termasuk bagian dari barisan umat Islam ahlussunnah wal jamaah.

Perbedaan antara keduanya lebih karena latar belakang kondisi saat masing-masing gerakan itu muncul pertama kali. Sehingga bukan pada tempatnya untuk menabrakkan kedua gerakan ini dalam arena pertarungan. Karena masing-masing punya kelebihan yang sangat berharga untuk dipelajari dan diambil manfaatnya. Karena tidak pernah ada gerakan yang sempurna 100%, sehingga yang paling realistis adalah mensinergikan potensi masing-masing hingga mencapai tujuan yang diridhai Allah. Dan sesungguhnya umat Islam itu bersaudara, satu sama lain tidak harus bekerja sendiri-sendiri, tetapi lebih baik saling tolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.

Sekilas tentang Salafi

Salafi muncul pada sekitar 3 abad yang lalu saat dunia Islam sedang mengalami gulita syirik, bid'ah dan kejumudan. Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Masyrafi Al-Tamimi Al-Najdi (1115-1206 H./1703-1791 M) adalah tokoh utama dalam gerakan salafi yang kembali mengingatkan dunia Islam dalam kerangka berpikir (manhaj fikri) yang tercermin dalam pemahaman generasi terbaik dari ummat ini. Beliau rahimahullah bangkit untuk menghapuskan khurafat pada zaman itu seperti tawaf di kubur, amalan tawasul, dan amalan bid_$B!G_(Bah yang lain yang dimana amalan ini datang dari kalangan ahli tasawwuf yang sesat.

Gerakan pembaruan beliau (salafiyah) kemudian tersebar luas di kawasan Nejed bersamaan dengan perluasan wilayah pemerintahan Saudi Arabia. Masuk riyadh pada tahun 1187 H kemudian tersebar ke seluruh jazirah Arabia bersamaan dengan perkembangan pemerintahan tersebut. Masuk ke Makkah pada tahun 1219, dan ke Madinah pada tahun 1220. di tahun itulah para penduduk kota Rasul itu berbai'at.

Kemudian gerakan dakwah salafiyah keluar jazirah Arabia setelah dibawa oleh para delegasi jamaah haji. Dakwah tersebut telah meninggalkan jejak dan pengaruh yang besar terhadap gerakan ishlah (reformasi) yang telah bangkit di dunia Islam yang lahir kemudian.

Rujukan yang sering digunakan adalah tulisan dari Ibnu Taymiyah, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dan ulama lainnya. Dan di antara tokoh ulama di masa sekarang ini yang sering kali dijadikan rujukan diantaranya adalah Syeikh Bin Baz yang pernah menjadi mufti Saudi Arabia, Syeikh Utsaimin, Syeikh Nasiruddin Al-Bani dan seterusnya.

Khususnya di negeri kita, dakwah yang digaungkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab sebenarnya sudah lama muncul dan konon perang Paderi di Sumatera Barat mendapatkan semangat dari dakwah ini. Di masa sekarang ini, gerakan salafi kembali terasa gregetnya di awal tahun 1990-an. Gerakan ini dibawa oleh para sarjana alumni Timur Tengah khususnya yang bersekolah di Universitas-universitas di Arab Saudi dan Kuwait. Mereka banyak mendirikan yayasan, jam'iyah, pengajian dan seruan untuk kembali kepada Al-Quran dan As-Sunnah. Termasuk menyebarkan dakwah di kampus, masjid, kelompok masyarakat dan sebagainya.

Sekilas tentang Ikhwan

Sedangkan Ikhwan yang nama resminya adalah Al-Ikhwan Al-Muslimun punya latar belakang berdiri yang agak berbeda. Gerakan ini muncul di Mesir (Ismailiyah) pada tahun 1928, didirikan oleh Hasan Al-Banna. Awalnya gerakan ini masih belum terlalu bermain di bidang politik, sang pendiri masih lebih menekankan pembinaan individu, keluarga dan masyarakat. Beliau memang dikenal sebagai seorang pendidik (pembina) yang handal, dari tangannya lahir banyak tokoh besar mulai dari ulama, politikus, ilmuwan, profesional, pekerja dan lainnya yang betul-betul Islami dan berwawasan. Beliau menekankan para anggotanya untuk memahami Islam dengan pemahaman yang menyeluruh, karena Islam adalah agama sekaligus negara, Al-Quran dan pedang.

Ketika gerakan ini mulai besar dan punya anggota jutaan orang, kemudian politik menjadi salah satu agenda utama pergerakan ini. Bahkan Al-Banna pernah mengirimkan 10.000 prajurit terlatih untuk merebut kembali tanah Palestina dari Yahudi. Ikhwan pun seringkali ikut terlibat dalam upaya dakwah di dalam parlemen dengan mengikuti pemilu, mendirikan partai Islam di berbagai negeri Islam dan juga banyak anggotanya yang bisa menduduki jabatan strategis. Namun keterlibatannya tidak lain untuk mengembalikan sistem pemerintahan kepada sistem Islam sesuai dengan apa yang kita warisi dari Rasulullah SAW. Dan pernah pula mengalami tekanan politik dari penguasa Mesir yang merupakan boneka penjajah Inggris, hingga dibubarkan dan tokohnya ditangkapi dan dibunuh. Al-Banna sendiri menemui syahidnya di bawah terjangan timah panas musuh-musuh Allah.

Di balik aktifitas politiknya, Ikhwan sendiri juga aktif hampir di semua bidang kehidupan baik keagamaan, sosial, seni budaya, produksi, ekonomi dan lainnya. Pengaruh gerakan ini sedemikian menyebar di hampir semua negeri Islam, baik di Timur Tengah maupun di belahan dunia lainnya. Jutaan ilmuwan, sarjana, tenaga profesional, ulama, politikus, budayawan, pekerja, buruh dan mahasiswa lahir dari rahim gerakan ini. Bahkan ikhwan menjadi inspirator dari banyak pergerakan Islam yang muncul berikutnya sehingga sulit untuk menafikan pengaruh ikhwan dari gerakan-gerakan kebangkitan Islam yang ada di dunia saat ini.

Kesimpulan

Bagi seorang muslim, yang terbaik adalah menerima kebenaran dari siapapun, tidak perlu melihat siapa yang berkata, namun lihatlah apa yang dikatakannya. Tidaklah tepat buat umat Islam untuk saling menafikan atau menjelekkan satu sama lain. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna di sisi Allah SWT. Hendaknya tiap elemen umat Islam saling bercermin dengan saudaranya untuk memperbaiki kekurangan masing-masing, bukan untuk saling mencari kekurangan saudaranya. Kalau sekedar mencari kesalahan dan kelemahan saudara kita, tentu tidak sulit. Yang sulit adalah mencari kekurangan dan kesalahan pada diri kita sendiri dan berupaya untuk memperbaikinya.

Wallahu a'lam bishshawab.

Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.

Ahmad Sarwat, Lc.
----------