Sandnes, 2 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

PEMBELA KEDHALIMAN MERUPAKAN BAGIAN DARI KEDHALIMAN ITU SENDIRI
Muhammad Al Qubra
Sandnes - NORWEGIA.

 

SIAPA YANG MEMBELA KEDHALIMAN, MEREKA TERMASUK BAGIAN DARI KEDHALIMAN ITU SENDIRI

Alhamdulillah, jelas kelihatan bahwa belum ada seorangpun yang berseberangan pemikiran dengan Ustaz Ahmad Sudirman mampu melawan argumentasinya. Kita sudah menyaksikan dimilis ini, apakah itu Wahabi, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin yang berpusat di Mesir, Jamaah Tabligh, Salafiyin ini Salafiyin itu semuanya ternyata gombal. Mereka hanya mampu mengelabui orang awam dimana-mana hampir diseluruh dunia. Kasihan mereka kalau berangan-angan masuk syurga, ternyata keliru hampir 180 derajat.

Pengamat yang mulia !

Melalui mimbar bebas ini Thesis dan Anti thesis bergulat dengan bebasnya tanpa mendapat backing dari kalangan manapun sehingga jelas kelihatan bahwa Synthesis dari pergulatan itu berada dipihak Ustaz Ahmad Sudirman. Dengan demikian jelas bagi orang-orang yang beriman bahwa perdebatan itu tidaklah sia-sia, sebaliknya merupakan ujian bagi Thesis dan Anti thesis untuk menentukan Synthesisnya, sebagai jalan mencari kebenaran bukan sekedar membela diri sebagaimana lazimnya bagi orang-orang yang memiliki keimanan palsu.

Dengan demikian kita tidak perlu mengatakan itu kan ulama, tengku, ustaz, kiyai, syech, salafi, wahabi, muhammadiyah, nahdlatul ulama, ahlussunnah, syiah, ikhwanul muslim, jamaah tabligh, lepasan pesantren, dayah, perguruan tinggi dan entah apalah namanya lagi semuanya gombal kalau ternyata posisinya menjadi pembela system "Thaghut".

Disinilah kebenaran Ustaz Ahmad Sudirman bukan hanya mampu memahami 'Aqidah secara lisan dan hati tapi juga yang paling menentukan dari 3 syarat ketauhidan adalah Aksi/aplikasi yang "haq" berada dalam posisi mendambakan system Allah. Andaikata berada dalam posisi pembela system thaghut/ bingkai thaghut berarti "bathil"

Perlu saya garisbawahi bahwa saat sahabat Rasulullah saw berada di Mekkah mereka tidak bekerja dalam system Abu Sofyan. Artinya tidak seorangpun dari mereka bekerja sebagai pegawai negeri thaghut Abu Sofyan sebagaimana mereka yang menamakan diri sebagai pejuang Islam sekarang bekerja sebagai pegawai negri thaghut SBY.

Kalau Imam Ali sendiri pernah menggali sumur orang yahudi, memang dibenarkan sebab itu bukan system. Aqidah itu akan sirna manakala kita memposisikan diri sebagai pegawai system thaghut, kecuali taqiah. Hal ini tentu sulit dimengerti oleh orang-orang yang sudah mendarah daging dalam membela system thaghut itu sebagaimana kita saksikan melalui mimbar bebas ini.

Siapapun yang membela kedhaliman, mereka termasuk bahagian dari kedhaliman itu sendiri. Imam Khomaini malah mengatakan bahwa siapapun yang membiarkan suatu kedhaliman, mereka lebih keji dari kedhaliman itu sendiri.

Kita mengharapkan sangat semoga kalangan manapun yang termasuk dalam Thesis diatas berlapang dada untuk menerima Synthesisnya, lalu memperbaiki posisinya agar mendapat maghfirah dari Allah subhanahu wata'ala, amin yarabbal 'alamin.

Tulisan sederhana ini saya tutup dengan ucapan yang disampaikan Yusra Habib Abdul Gani dari Luth Ari Linge: "Penonton, pengecut, mereka yang mendiamkan diri dan mengelak dari tanggung jawab dalam revolusi kemerdekaan adalah pengkhianat. Kemana anda mau lari?"

Billahi fi sabililhaq

Muhammad Al Qubra

acheh_karbala@yahoo.no
Sandnes, Norwegia.
----------