Stockholm, 3 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ANEUK ACHEH IRSYAD BERTANYA TENTANG ABU BAKAR BAASYIR, MMI, WAHHABI, KEJAWEN & TAHLIL
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ANEUK ACHEH IRSYAD DI DEPOK BERTANYA TENTANG ABU BAKAR BAASYIR, MMI, WAHHABI, KEJAWEN & TAHLIL

"Tgk.Ahmad yang saya muliakan perkenankanlah saya bertanya beberapa soalan yang saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Adapun pertanyaan saya adalah sbb: Siapa itu Abu Bakar Baasyir dan apa tujuan dari MMI apakah mereka berniat mendirikan sistem pemerintahan seperti Turki Utsmani. Apa itu aliran kejawen. Apakah doa-doa tahlilan seperti di Gampong kami seneujoh dibenarkan dalam agama kita soalnya ada seorang Ustad lepasan Gontor mengatakan apakah yang kami lakukan bid'ah karena hal itu tidak dilakukan oleh baginda Nabi. Apakah berdosa jika membuat Masjid tandingan, maksud saya begini ada suatu masjid yang dulunya pengurusnya seorang Muhammadiyah namun setelah masa kepengurusannya berakhir dia marah karena jabatan kepengurusan jatuh kepihak Dayah (pesantren tradisional), lalu dia mengumpulkan kelompoknya dan mendirikan Masjid At-Taqwa. Apa arti wahhabi" (Aneuk Aceh Irsyad , harapan_aceh@yahoo.com ,Fri, 1 Apr 2005 18:36:56 -0800 (PST))

Baiklah Aneuk Acheh Irsyad di Depok, Jawa Barat , Indonesia.

Tentang pertanyaan aneuk Acheh Irsyad: "Siapa itu Abu Bakar Baasyir ?"

Ustaz Abu Bakar Baasyir lahir tahun 1939, dan pada tahun 1972 mendirikan pesantren Al-Mukmin Ngruki. Kemudian pada jaman rezim Soeharto, karena ustaz Abu Bakar Baasyir menentang azas tunggal pancasila, maka dijebloskan kedalam penjara dari tahun 1978 sampai 1982. Seterusnya pada tahun 1985 pergi ke Malaysia untuk berdakwah dan tinggal di Malaysia sampai tahun 1999. Setelah Soeharto digulingkan, lalu ustaz Abu Bakar Baasyir kembali masuk ke Indonesia pada tahun 1999. Ketika Kongres Mujahidin I Indonesia untuk penegakkan syari'ah Islam di Indonesia diselenggarakan di Yogyakarta, 5-7 Agustus 2000 M / 5-7 Jumadil Ula 1421 H, ustaz Abu Bakar Baasyir terpilih menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia. Setelah terpilih menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), lalu ustaz Abu Bakar Baasyir tampil ke podium sambil meneriakkan. "Saya mengimbau kepada penguasa untuk memahami tuntutan berlakunya syariat Islam di bumi Indonesia. Itu adalah hak umat Islam yang sudah lebih dari 50 tahun diperkosa".

Hanya kebebasan ustaz Abu Bakar Baasyir tidak berlangsung lama, karena dua tahun setelah ustaz Abu Bakar Baasyir terpilih menjadi Amir Majelis Mujahidin Indonesia, pada tanggal 28 Oktober 2002 ditangkap Mabes Polri di RS PKU Muhammadiyah Solo (waktu itu ustaz Abu Bakar Baasyir sedang dirawat), dengan dijadikan tersangka terkait kasus peledakan bom di Sari Club, Legian, Kuta Bali, 12 Oktober 2002, dengan dijerat dasar hukum Perpu N0.1/2002 dan Perpu No.2/2002. Lalu dibawa ke Jakarta.

Setelah diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, maka pada tanggal 3 Maret 2005, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) yang dipimpin Soedarto, SH memvonis ustad Abu Bakar Baasyir, 2,5 tahun penjara potong tahanan, karena terbukti melakukan tindak pidana terkait kasus peledakan bom di Sari Club, Legian, Kuta, Bali, 12 Oktober 2002.

Penjatuhan vonis tersebut karena ustaz Abu Bakar Baasyir dianggap telah melanggar dakwaan kedua lebih subsider karena secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana permufakatan jahat dengan sengaja menimbulkan kebakaran atau ledakan yang membahayakan nyawa orang lain pada kasus peledakan bom di Sari Club, Legian, Kuta, Bali, 12 Oktober 2002 (pasal 187 ter jo pasal 187 ke-3 KUHP). Adapun fakta yang dijadikan alasan Majelis Hakim untuk menjatuhkan vonis adalah Abu Bakar Baasyir sebagai Amir Jamaah Islam (JI), bukan Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), mengunjungi kamp Hudaibiyah di Mindanao, Filipina Selatan pada 5 April 2000 dan perkataan ustaz Abu Bakar Baasyir kepada Amrozi ketika berkunjung ke pesantren Ngruki: "Kalian lebih mengetahui lapangan" yang menjadi jawaban atas perkataan Amrozi "Kami akan mengadakan acara di Bali".

Tetapi ustaz Abu Bakar Baasyir dan Tim Pengacara Kasus Abu Bakar Baasyir langsung mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI.

Selanjutnya aneuk Acheh Irsyad menanyakan: "apa tujuan dari MMI apakah mereka berniat mendirikan sistem pemerintahan seperti Turki Utsmani ?."

Nah untuk mengetahui apa tujuan MMI itu, maka perlu mengetahui apa yang dihasilkan Kongres Mujahidin I Indonesia 5-7 Agustus 2000M / 5-7 Jumadil Ula 1421 H.

Dimana Kongres Mujahidin I Indonesia untuk Penegakan Syari'ah Islam di Indonesia yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 5-7 Agustus 2000 M / 5-7 Jumadil Ula 1421 H, telah melahirkan Piagam Yogyakarta, yang isinya adalah:

Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. PIAGAM YOGYAKARTA. Bismillaahi Tawakkalna 'Alallah Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billaah Asyhadu An-Laailaaha Illallaah Waasyhadu Anna Muhammadan Rasuulullaah.

"Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh dengan takwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu sekali-kali mati kecuali dalam keadaan berserah diri".

"Dan berpegang teguhlah kalian pada tali Alloh dan janganlah kalian bercerai-berai dan ingatlah akan nikmat Alloh kepada kalian, ketika kalian dahulu bermusuh-musuhan lalu Alloh menjinakkan di antara hati kalian dan menjadikan kalian bersaudara atas nikmat Alloh. Dan ketika itu kalian berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayatNya kepada kalian agar kalian mendapat petunjuk". (QS. Ali Imran 102-103). Umat Islam bangsa Indonesia sebagai penduduk mayoritas di negara ini mempunyai hak dan kewajiban mengamalkan dan menegakkan Syariat Islam, sebagai konsekuensi dari aqidah yang diyakininya. Syariat Islam adalah satu-satunya solusi terhadap semua krisis sosial, politik, dan kemanusiaan yang menimpa umat
manusia. Perlindungan terhadap keyakinan umat beragama tanpa kecuali merupakan karakter pemerintahan yang ditegakkan atas dasar Syariat Islam. Dengan demikian penegakan Syariat Islam harus menjadi yang pertama dan utama di dalam seluruh aktivitas perjuangan kaum muslimin. Kehancuran suatu bangsa akan semakin dekat tatkala mereka semakin jauh dari pengamalan Syariat Islam secara kaffah. Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas para
Mujahidin di dalam Kongres Mujahidin I Indonesia ini sepakat, bahwa dengan ini menyatakan:

1. Wajib hukumnya melaksanakan Syariat Islam bagi umat Islam di Indonesia dan dunia pada umumnya.
2. Menolak segala Ideologi yang bertentangan dengan Islam yang berakibat syirik dan nifak serta melanggar hak-hak asasi manusia.
3. Membangun satu kesatuan Shof Mujahidin yang kokoh kuat, baik di dalam negeri, regional, maupun internasional (antar bangsa).
4. Kami mujahidin Indonesia membentuk Majelis Mujahidin menuju terwujudnya Imamah (Khilafah)/Kepemimpinan umat baik di dalam negeri maupun dalam kesatuan umat Islam sedunia.
5. Menyeru kepada kaum muslimin untuk menggerakkan dakwah dan jihad di seluruh penjuru dunia demi tegaknya Islam sebagai rohmatan lil 'alamin.

Maka dengan mengharap rahmat, ridla dan maghfirah Alloh 'azza wajalla kami deklarasikan "PIAGAM YOGYAKARTA" demi mengikuti jejak Piagam Madinah.Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar. Yogyakarta, 7 Jumadil Ula 1421 H / 7 Agustus 2000 M. Deklarator: Seluruh peserta Kongres Mujahidin I Indonesia serta pendukungnya.

Dimana Kongres Mujahidin I Indonesia Untuk Penegakan Syari'ah Islam di Indonesia digelar di Gedung Mandala Bakti Wanitatama Jl Laksda Adisucipto, Yogyakarta, yang dihadiri lebih dari 1800 peserta.

Beberapa tokoh partai politik, masyarakat, dan universitas ikut mengisi Kongres MMI ini. Seperti ustaz Abu Bakar Baasyir yang menyampaikan masalah "Sistem kaderisasi Mujahidin dalam mewujudkan masyarakat Islam". K. H. Drs. Ohan Sudjana BcHk menyampaikan masalah "Format Institusi penegakan syari'at Islam di Indonesia". Ustaz Muhammad Thalib menyampaikan masalah "Penegakan syari'ah Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara". Ir. Adiwarman Azwar Karim, MBA menyampaikan masalah "Membangun baitul mal di Indonesia: problem dan solusinya". Prof. Dr. Abdurrahman A. Basalamah menyampaikan masalah "Kehidupan bangsa dan negara dalam konsep Islam". Ir. Syahirul Alim, MSc menyampaikan masalah "Problema kesatuan imamah ummat Islam". Prof. Dr. Deliar Noer menyampaikan masalah "Penegakan syari'ah Islam dalam pentas politik nasional". Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara menyampaikan masalah "Kebangkitan dan keruntuhan Kkhilafah". Ustaz Abdul Qadir Baraja' menyampaikan "Penyebab Kejayaan dan Keruntuhan Khilafah Islamiyah, serta Upaya Membangunnya Kembali". KH. Mawardi Noer, SH menyampaikan "Dilema kesatuan imamah dewasa ini". Dan Ustaz Abu Muhammad Jibril Abdurrahman yang menyampaikan masalah "Potret medan jihad".

Jadi melihat dari piagam Yogyakarta dapat disimpulkan bahwa tujuan dari Majelis Mujahidin Indonesia ini adalah untuk menegakan syari'at Islam dan menuju terwujudnya Imamah (Khilafah)/Kepemimpinan umat baik di dalam negeri maupun dalam kesatuan umat Islam sedunia.

Selanjutnya aneuk Acheh Irsyad menanyakan: "apa itu aliran kejawen ?"

Kejawen merupakan satu kepercayaan yang dianut oleh suku Jawa yang ada di Jawa, yang merupakan paduan antara animisme, agama Hindu dan Buddha, atau merupakan satu kepercayaan sinkretisme.

Seterusnya aneuk Acheh Irsyad menanyakan: "apakah doa-doa tahlilan seperti di Gampong kami seneujoh dibenarkan dalam agama kita soalnya ada seorang Ustad lepasan Gontor mengatakan apakah yang kami lakukan bid'ah karena hal itu tidak dilakukan oleh baginda Nabi."

Sebenarnya dalam tahlilan itu kalimat yang dibaca adalah kalimat tahlil yaitu laa ilaaha illallah, artinya tidak ada tuhan selain Allah. Inilah kalimat tauhid. Dan membaca surat-surat dalam Al Qur'an seperti QS Al Ikhlash, QS Al-Falaq, QS An Naas, QS Al Faatihah, QS Al Baqarah, 2: 1-5, 163, 255, 284-286. Kemudian bershalawat kepada Nabi saw. Memuji dan memohon ampun (QS An nashr, 110: 3), (QS Muhammad, 47: 19). Jadi dengan membaca kalimat tauhid, surat-surat Al Qur'an dan bershalawat kepada Nabi saw, memohon ampun kepada Allah bagi diri sendiri, dan orang mu'imin dan mu'minat, dan berdo'a untuk yang sudah mati, itu semuanya merupakan ibadah.

Nabi saw bersabda : "Siapa yang mengucapkan satu hari sebanyak seratus kali: laa ilaaha illallahu wahdah laa syariikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa hua 'ala kulli syain qadir (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, baginya saja segala kerajaan dan bagiNya saja segala pujian dan Dia atas segala sesuatu berkuasa). Adalah untuknya pahala sebanding memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan dihapus seratus keburukan dan baginya benteng dari setan pada harinya itu sampai malam hari dan tidak ada seorangpun yang datang dengan kebaikan yang labih baik dari kebaikan yang ia datang dengannya kecuali orang yang mengucapkan lebih darinya" (Shoheh Ibnu Majah, 3064)

Nabi saw bersabda: "Siapa yang mengucapkan: laa ilaaha illallahu wahdah laa syariikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa hua 'ala kulli syain qadir (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya baginya saja segala kerajaan dan bagiNya saja segala pujian dan Dia atas segala sesuatu berkuasa), sepuluh kali, adalah seperti memerdekakan budak dari anak Nabi Isma'il."(Shoheh Ibnu Majah, 4653)

Begitu juga dalam membaca Al Qur'an, Nabi saw bersabda : "Siapa yang membaca satu huruf dari kitabulloh maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dengan sepuluh lipat, saya tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.(shohehah 3227)

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya" (QS, Al Ahzab, 33: 56)

Hadits Nabi saw dari Ibnu 'Abbas r.a, katanya: "Sewaktu Nabi saw lalu atas dua kuburan baru, beliau berkata : "Bahwa dua orang ini sedang disiksa oleh karena kesalahan yang biasa dianggap orang ringan, salah satu ke duanya tukang fitnah dan yang lain tidak beristinjak dari kencingnya". Kata Ibnu 'Abbas lagi: "Kemudian Nabi saw minta pelepah kurma dan dibelahnya dua kemudian dipancangkannya di atas kubur masing-masing sambil ia berkata: "Mudah-mudahan keduanya dapat kemudahan selama pelepah ini belum kering". (Riwayat Muslim)

Jadi, membaca kalimat tauhid, surat-surat Al Qur'an, bershalawat kepada Nabi saw, memohon ampun kepada Allah bagi diri sendiri, dan orang mu'imin dan mu'minat, dan berdo'a untuk yang sudah mati, itu semuanya merupakan ibadah, bukan bid'ah.

Seterusnya aneuk Acheh Irsyad masih juga bertanya: "Apakah berdosa jika membuat Masjid tandingan, maksud saya begini ada suatu masjid yang dulunya pengurusnya seorang Muhammadiyah namun setelah masa kepengurusannya berakhir dia marah karena jabatan kepengurusan jatuh kepihak Dayah (pesantren tradisional), lalu dia mengumpulkan kelompoknya dan mendirikan Masjid At-Taqwa."

Mendirikan masjid adalah dicontohkan Rasulullah saw. Tetapi kalau niat mendirikan masjid untuk dijadikan sebagai alat memecah belah, karena tidak sepahan dan tidak sealiran, dengan orang-orang Islam lainnya, seperti orang Muhammadiyah mendirikan masjid sendiri, karena tidak mau shalat di masjid orang Acheh yang tidak menganut paham muhammadiyah, jelas itu telah menyimpang, dan menyebarkan perpecahan. Kemudian kalau orang muhammadiyah tersebut menganggap orang Acheh suka melakukan tahlil dan dianggap melakukan bid'ah, sehingga tidak mau lagi shalat bersama orang Acheh di masijid orang Acheh, maka itu jelas sudah melakukan perpecahan umat, dan inilah yang dilarang oleh Allah. Memecah belah umat Islam. (QS, An Nisaa, 4: 152), (QS Ali Imran, 3: 105).

Terakhir aneuk Acheh Irsyad menanyakan: "Apa arti wahhabi ? "

Wahhabi adalah paham yang lahir dari hasil pemikiran mengenai pelurusan dan pemurnian tauhid dari Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Dimana ide pemikiran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengarah kepada perbaikan ketauhidan dan pembaharuan ketauhidan yang didasarkan kepada 1. Al-Qur'an. 2. Sunnah shahih (hadits Rasulullah saw yang shahih). 3. Al-Qur'an dan Sunnah yang dipahami menurut pemahaman sahabat Nabi saw, tabi'in , dan tabiut tabi'in. Dimana saat itu orang suka meminta-minta kepada kuburan, membangun bangunan kecil diatas kuburan. Dengan adanya perilaku umat Islam yang demikianlah lahir pemikiran Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab untuk meluruskan dan memurnikan tauhid dari bau-bau khurafat, syirik dan bid'ah itu. Pemikiran Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran Ibnu Taimiyah, atau nama lengkapnya adalah Taqiyuddin Abdul Abbas Ahmad bin Abdul Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Taimiyah Al-Harrani Al-Hambali.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Fri, 1 Apr 2005 18:36:56 -0800 (PST)
From: Aneuk Aceh <harapan_aceh@yahoo.com>
Subject: mau bertanya
To: ahmad@dataphone.se

Assalamualaiku wr..wb.

Tgk.Ahmad yang saya muliakan perkenankanlah saya bertanya beberapa soalan yang saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Adapun pertanyaan saya adalah sbb:

1. Siapa itu Abu Bakar Baasyir dan apa tujuan dari MMI apakah mereka berniat mendirikan sistem pemerintahan seperti Turki Utsmani.

2. Apa itu aliran kejawen.

3. Apakah doa-doa tahlilan seperti di Gampong kami seneujoh dibenarkan dalam agama kita soalnya ada seorang Ustad lepasan Gontor mengatakan apakah yang kami lakukan bi'ah karena hal itu tidak dilakukan oleh baginda Nabi.

4. Apakah berdosa jika membuat Masjid tandingan, maksud saya begini ada suatu masjid yang dulunya pengurusnya seorang Muhammadiyah namun setelah masa kepengurusannya berakhir dia marah karena jabatan kepengurusan jatuh kepihak Dayah (pesantren tradisional), lalu dia mengumpulkan kelompoknya dan mendirikan Masjid At-Taqwa.

5. Apa arti wahabi.

Demikianlah Tgk.Ahmad beberapa pertanyaan dari saya semoga Tgk berkenan menjawabnya.

Wassalam

Irsyad

harapan_aceh@yahoo.com
Depok, Jawa Barat , Indonesia
----------