Stockholm, 3 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

IMARRAHAD, ITU PASUKAN KHAWARIJ TIMBUL SETELAH MEMISAHKAN DIRI DARI PASUKAN KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

IMARRAHAD, ITU PASUKAN KHAWARIJ TIMBUL SETELAH MEMISAHKAN DIRI DARI PASUKAN KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB DAN BALIK MENYERANG KEPADA KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB

"Bagaimana penilaian Bapak Ahmad tentang perang jamal, shiffin, dll yang melibatkan perang antara kaum muslimin, dalam hal ini adanya pihak yang memerangi khalifah Ali bin Abi Thalib, yang menurut Bapak Ahmad sendiri timbul akibat adanya perbedaan pandangan dalam masalah kepemimpinan. Apakah bisa dinilai khawarij ?" (Imarrahad , imarrahad@eramuslim.com ,3 Apr 2005 06:17:26 -0000)

Baiklah saudara Imarrahad di Jakarta, Indonesia.

Disini saudara Imarrahad menanyakan: "tentang perang jamal, shiffin, dll yang melibatkan perang antara kaum muslimin, dalam hal ini adanya pihak yang memerangi khalifah Ali bin Abi Thalib, yang timbul akibat adanya perbedaan pandangan dalam masalah kepemimpinan, apakah bisa dinilai khawarij ?

Sebenarnya kalau digali lebih kedalam, itu timbulnya kelompok khawarij ini adalah ketika perang Shiffin. Yaitu perang yang terjadi antara pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib melawan pasukan Gubernur Syam Mu'awiyah bin Abu Sufyan di daerah Shiffin yang letaknya antara Irak dan Syam (Syria sekarang).

Ketika Mu'awiyah bin Abu Sufyan mengetahui bahwa pasukan perangnya tidak mampu lagi menghadapi pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib, maka dimintalah gencatan senjata dengan mengangkatkan Al Qur'an. Melihat pihak Mu'awiyah bin Abu Sufyan meminta gencatan senjata, pihak Khalifah Ali bin Abi Thalib menerima usulan tersebut. Dan untuk menyelesaikan perang Shiffin ini dilakukan melalui perundingan atau tahkim atau arbitrase yang dilakukan di daerah Dumatul Jandal pada tahun 37 H / 657 M.

Pihak Khalifah Ali bin Abi Thalib mengirimkan juru runding Abu Musa Al Asy'ari seorang ulama yang jujur, dan pihak Mu'awiyah bin Abu Sufyan mengirimkan juru runding Amr bin al Ash seorang akhli politik.

Setelah berunding, mereka berdua sepakat untuk menurunkan kedua pemimpin mereka Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abu Sufyan.

Pertama Abu Musa Al Asy'ary dipersilahkan untuk menyatakan penurunan pemimpinnya, Ali bin Abi Thalib dari kursi ke Khalifahan. Setelah itu Amr bin Ash maju untuk menyatakan penurunan Muawiyah. Tetapi, yang dilakukan Amr bin Ash bukan menurunkan Mu'awiyah bin Abu Sufyan, melainkan dengan lihainya ia menyatakan bahwa "karena delegasi Ali bin Abi Thalib sudah menyatakan pengunduran pimpinannya, dan kursi ke Khalifahan kosong, maka dengan demikian Mu'awiyah bin Abu Sufyan lah yang patut untuk menduduki ke Khalifahan ini." Dengan demikian pentahkiman ini dimenangkan oleh pihak Mu'awiyah bin Abu Sufyan.

Akibat dari keputusan yang tidak adil dan penuh kelicikan dari Amr bin Ash ini, ternyata menimbulkan ketidakpuasan dikalangan pasukan Ali bin Thalib, maka mereka terpecah menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok yang tetap mendukung dan menyokong penuh Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah dan ada kelompok yang menolak Khalifah Ali bin Abi Thalib. Kelompok yang menolak Khalifah Ali bin Abi Thalib memisahkan diri. Seterusnya kedua kedua kelompok ini bertikai. Dimana kelompok yang menolak Khalifah Ali bin Abi Thalib dan memisahkan diri ini dinamakan khawarij (yang berasal dari kata kharaja yang berarti keluar). Jadi kelompok khawarij ini adalah kelompok yang keluar dari pasukan angkatan perang Khalifah Ali bin Abi Thalib setelah terjadi perang Shiffin dan setelah dilakukannya perundingan atau tahkim atau arbitrase di daerah Dumatul Jandal pada tahun 37 H / 657 M.

Ada tiga orang dari kelompok khawarij ini yang telah disepakati untuk diberi tugas guna membunuh tiga tokoh, Mu'awiyah bin Abu Sufyan, Amr bin Ash dan Ali bin Thalib. Dimana mereka yang ditugaskan untuk membunuh tiga tokoh itu, yaitu Abdurahman bin Muljam ditugaskan untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Amr bin Abi Bakar ditugaskan untuk membunuh Mu'awiyah bin Abu Sufyan, dan Amir bin Bakar ditugasi untuk membunuh Amr bin Ash. Amr bin Abi Bakar dan Amir bin Bakar gagal melakukan tugas mereka, tetapi Abdurahman bin Muljam, ia dapat membunuh Ali bin Abi Thalib ketika Ali bin Abi Thalib sedang berjalan menuju ke Masjid untuk shalat shubuh. Ali bin Abi Thalib wafat pada tanggal 17 Ramadhan 40 H / 661 M dalam usia 63 tahun setelah menjabat sebagai Khalifah selama 5 tahun.

Jadi berdasarkan fakta dan bukti tentang kelompok khawarij ini, yaitu kelompok yang berasal dari pasukan angkatan perang Khalifah Ali bin Abi Thalib yang memisahkan diri dari pasukan perang Khalifah Ali bin Abi Thalib dan melakukan perlawanan dan pemberontakan serta pembunuhan terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Kemudian pasukan Siti Aisyah dalam perang jamal atau perang unta yang dibantu oleh Thalhah dan Zubair bin Awwam dari Mekah, Gubernur Mesir Amr bin Ash dari Mesir, dan Gubernur Syam Mu'awiyah bin Abu Sufyan yang mengadakan perlawanan terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib tidak bisa dikiaskan dan disamakan dengan kelompok khawarij. Mengapa ?

Karena pasukan perang Siti Aisyah bukan pasukan yang keluar dan berasal dari pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib, melainkan pasukan yang dibangun sendiri dengan bantuan dari Thalhah dan Zubair bin Awwam dari Mekah, pasukan dari Gubernur Mesir Amr bin Ash dari Mesir, dan pasukan dari Gubernur Syam Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Disamping itu perang jamal atau perang unta ini terjadi sebelum kelompok khawarij muncul di Shiffin.

Begitu juga dengan Gubernur Syam Mu'awiyah bin Abu Sufyan dengan pasukannya yang menghadapi pasukan Khalifah Alibin Abi Thalib di Shiffin, tidak bisa dikiaskan dan disamakan dengan pasukan dari kelompok khawarij. Karena pasukan Mu'awiyah bin Abu Sufyan bukan berasal dari pasukan Khalifah Alibin Abi Thalib dan perang Shiffin ini terjadi sebelum munculnya kelompok khawarij.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: 3 Apr 2005 06:17:26 -0000
From: imarrahad@eramuslim.com
To: ahmad@dataphone.se
Subject: Perang Jamal, Shiffin, Apakah Jadi Salah Satu Ciri Khawarij ?

Assalamu`alaikum Wr Wb

Bagaimana penilaian Bapak Ahmad tentang perang jamal, shiffin, dll yang melibatkan perang antara kaum muslimin, dalam hal ini adanya pihak yang memerangi khalifah Ali bin Abi Thalib, yang menurut Bapak Ahmad sendiri timbul akibat adanya perbedaan pandangan dalam masalah kepemimpinan. Apakah bisa dinilai khawarij ?

Terima kasih.
Wassalam

Imarrahad

imarrahad@eramuslim.com
Jakarta, Indonesia
----------