Stockholm, 3 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

ISMAIL OTHMAN, ITU CERITA PALSU TENTANG RAIHANAH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ISMAIL OTHMAN, ITU MEREKA MENCOBA MEMBUAT CERITA PALSU TENTANG RAIHANAH ISTRI RASULULLAH SAW

"Saya ada terbaca dan menjadi kemuskilan sedikit mengenai tuduhan yang dibuat oleh Farish A Noor dalam surat khabar New Straits Times bertarikh 04 November 2000 yang menyatakan: "Fakta bahawa Nabi Muhammad saw mempunyai beberapa orang isteri dan diketahui telah mengadakan hubungan seks dengan 15 orang wanita termasuk seorang gundik bernama Rayhana yang tidak Islam hingga akhir hayatnya adalah bukti mengenai sifat kemanusiaan nabi". (Ismail Othman , simazilam@yahoo.com ,Sun, 3 Apr 2005 09:58:32 +0100 (BST))

Baiklah saudara Ismail Othman di Kuala Lumpur, Malaysia.

Itu cerita tentang Raihanah r.a. istri Rasulullah saw adalah cerita palsu yang dilambungkan oleh orang-orang yang mencoba untuk menyudutkan Rasulullah saw.

Sebenarnya cerita tentang Rasulullah saw "telah mengadakan hubungan seks dengan 15 orang wanita termasuk seorang gundik bernama Rayhana yang tidak Islam hingga akhir hayatnya" adalah cerita isapan jempol alias bohong dan penuh penipuan saja.

Itu kejadiannya adalah pada bulan Dzul Qaidah tahun 5 Hijrah, yaitu ketika Rasulullah saw dengan pasukannya pulang dari perang Khandaq (Ahzab), mendapat berita bahwa pasukan kaum Yahudi Bani Quraizhah akan melakukan penyerangan. Ketika Rasulullah saw dengan pasukannya pergi ke kubu Bani Khuraizhah dan mengepung beteng pertahanan mereka. Rasulullah saw menyodorkan tiga alternatif, dan dipersilahkan alternatif mana yang diambil, yaitu pertama, kita mengikuti Muhammad dan menerimanya sebagai kebenaran. Kedua, mari habisi nyawa istri dan anak-anak kita lalu kita hadapi Muhammad. Ketiga, malam ini malam Sabbath, bisa jadi Muhammad merasa aman dari gangguan kita, karena itu mari kita turun mungkin kita bisa menyergap mereka dengan tiba-tiba.

Ternyata pihak Bani Khuraizhah meminta kepada pimpinan suku Aus, Sa'd bin Mu'adz untuk memutuskan perkara mereka, bukan kepada Rasulullah saw. Dimana Sa'd bin Mu'adz dan warga suku Aus bersahabat dengan Bani Khuraizhah. Ternyata Sa'd bin Mu'adz memutuskan menurut hukum Perjanjian Lama yaitu berdasarkan Taurat. Yang menyatakan bahwa orang-orang yang menerjunkan diri dalam perang dipancung, kaum wanita dan anak-anak menjadi tawanan dan harta milik haris disita.

Nah, berdasarkan putusan Perjanjian Lama inilah akhirnya Bani Khuraizhah mendapatkan hukuman.

Dan pada saat inilah itu Raihanah menjadi tawanan Rasulullah saw. Nah dalam cerita Raihanah inilah timbul beberapa versi cerita.

Versi pertama, manurut Hafidz Ibnu Mandah, Raihanah seorang tawanan perang, dimerdekakan lalu ia kembali kepada keluarganya dan tinggal di sana di dalam pingitan. (Thabaqatush Shahabah; Ishabah fi Ahwaalish Shahabah, Dzikir Raihana, Jil. IV, hal 309 (Rujukan-rujukan ini dikutip oleh Silbi Nu'mani dalam Siratun Nabi, Jil. I, hal. 440).

Versi kedua, menurut beberapa sejarawan, ketika Raihanah jatuh ke tangan Nabi saw, ia tawarkan kepada wanita ini kemerdekaan lalu menikah dengannya, tetapi wanita ini lebih suka hidup sebagai budak wanita. Namun, di kemudian hari ia masuk Islam. (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Jil.II, hal.245)

Versi ketiga, Nabi menikahinya setelah ia masuk Islam. Wanita ini tetap menjadi istri Nabi saw sampai wafatnya sepulangnya dari Haji Wada'. Raihanah dimakamkan di Baqi. (Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqatul Kubra, Jil.VIII, hal. 130)

Nah dari tiga versi ini satupun tidak ada yang menunjukkan bahwa Rasulullah saw menjadikan Raihanah sebagai gundiknya, seperti yang dituduhkan oleh pihak Farish A Noor dalam surat khabar New Straits Times bertarikh 04 November 2000.

Nah, kalau pihak Farish A Noor menuduh Rasulullah saw menjadikan Raihanah sebagai gundiknya coba tunjukkan referensinya yang menyatakan hal tersebut.

Selanjutnya, mengenai istri-istri Rasulullah saw semuanya ada 13 orang.

Dimana Istri Rasulullah saw yang pertama adalah Siti Khadijah, yang menikah sebelum Rasulullah saw diangkat sebagai Nabi dan Rasul.

Setelah Siti Khadijah meninggal dalam usia 65 tahun, Rasulullah saw menikah lagi dengan Saudah binti Zama'ah bin Qais bin Abdi Syams bin Abdi Wudd bin Nashr bin Malik bin Hasl bin Amir bin Luiay.

Walaupun Rasulullah saw sudah beristri Saudah, tetapi Rasulullah saw menikah dengan Aisyah putri Abu Bakar sahabat Rasulullah saw, yang dikemudian hari menjadi Khalifah pertama sepeninggal Rasulullah saw.

Kemudian Rasulullah saw menikah lagi dengan Zainab binti Khuzaimah bin Abdullah bin Umar bin Abdul Manaf bin Hilal bin Amir bin Sha'sah'ah al-Hilaliyah. Tetapi Zainab tidak lama usianya, setelah beberapa saat menikah dengan Rasulullah saw, Zainab meninggal dunia pada penghujung tahun ke-3 H.

Setelah itu Rasulullah saw menikah dengan Hafsaf binti Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Rabah bin Abdullah bin Qurth bin Razah 'Adiyy bin Kaab bin Luay.

Setelah perang Uhud, Rasulullah saw menikah dengan Ummu Salamah binti Abdullah.

Setelah itu Rasulullah saw menikah dengan Zainab binti Jahsyi bin Riyab bin Ya'mar bin Shabrah bin Murrah bin Kabir bin Ghanam bin Dudan bin Asad bi Khuzaimah.

Selanjutnya ketika Raihanah yang menjadi tawanan perang dari Bani Khuraizhah masuk Islam, maka Rasulullah saw menikahinya, dan menjadi istri Rasulullah saw sampai Raihanan meninggal dunia.

Seterusnya, Rasulullah saw menikah dengan Juwairiyah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq.

Kemudian setelah perang di Khaibar Rasulullah saw menikah dengan Shafiyah binti Huyyai bin Akhtab bin Sa'yah bin Amir bin Abid bin Kaab bin Khazraj bin Abi Hubaib bin al-Nadhir bin al-Nahham bin Yanhum, yang berasal dari Bani Israel, keturunan Nabi Harun bin Imran.

Kemudian Rasulullah saw menikah dengan Ummu Habibah binti Abi Sufyan bin Harb al-Umawiyah. Nama kecil Ummu Habibah adalah Ramlah.

Seterusnya Rasulullah saw menikah dengan Mariyah al-Qibtiyah binti Syam'un dari kalangan penganut agama Nasrani Mesir.

Selanjutnya Rasulullah saw menikah dengan Maimunah binti al-Haris bin Hazn al-Hilaliyah, dari keturunan orang terkemuka dan disegani dari kalangan masyarakat Quraisy.

Setelah Rasulullah saw meninggal pada hari Senin 12 Rabi'ul Awwal 11 H / 8 Juni 632 H, istri-istri Rasulullah saw masih tetap hidup dan dihormati sebagai istri Rasulullah saw. Maimunah meningal pada tahun 51 H dalam usia 68 tahun. Mariyah al-Qibtiyah meninggal pada tahun 16 H. Ummu Habibah wafat di Madinah pada tahun 44 H dalam usia 75 tahun. Shafiyah meninggal pada bulan Ramadhan tahun 52 H dalam usia 62 tahun. Juwairiyah meninggal pada bulan Rabi'ul Awwal tahun ke 50 H dalam usia 65 tahun. Raihanah meninggal di Madinah sepulang Rasulullah saw menunaikan Haji Wada'. Zainab meninggal pada tahun 20 H dalam usia 50 tahun. Ummu Salamah wafat pada bulan Zulkaedah tahun 59 H dalam usia 84 tahun. Hafsyah wafat pada tahun 45 H dalam usia 63 tahun. Aisyah meninggal pada tahun 58 H dalam usia 65 tahun di padang Baqi. Saudah meninggal pada tahun 54 H dan dimakamkan di padang Baqi.

Jadi, Rasulullah saw mempunyai istri 13 orang, 3 orang meninggal semasa Rasulullah saw masih hidup, dan 10 orang meninggal setelah Rasulullah saw wafat.

Nah, kalau Farish A Noor dalam surat khabar New Straits Times bertarikh 04 November 2000 menulis bahwa Rasulullah saw "mempunyai beberapa orang isteri dan diketahui telah mengadakan hubungan seks dengan 15 orang wanita" adalah itu cerita tidak benar dan hanya penipuan saja.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sun, 3 Apr 2005 09:58:32 +0100 (BST)
From: Ismail Othman simazilam@yahoo.com
Subject: kemuskilan.
To: ahmad@dataphone.se, kassim@pc.jaring.my, kasosman@tm.net.my, sistersinislam@pd.jaring.my

Assalamualaikum.
Saya ada terbaca dan menjadi kemuskilan sedikit mengenai tuduhan yang dibuat oleh oleh FARISH A NOOR dalam surat khabar New Straits Times bertarikh 04 November 2000 yang menyatakan: "Fakta bahawa nabi Muhammad saw mempunyai beberapa orang isteri dan diketahui telah mengadakan hubungan seks dengan 15 orang wanita termasuk seorang gundik bernama Rayhana yang tidak Islam hingga akhir hayatnya adalah bukti mengenai sifat kemanusiaan nabi".

Jadi saya hendak pihak tuan menjelaskan lebih lanjut mengenai artikel tersebut dengan jelas, adakah benar atau tidak tuduhan yang tidak berasas tersebut.

Saya memohon agar pihak tuan dapat membalasnya dalam email saya sahaja agar tidak menjadi kemuskilan pada orang lain. sekian terima kasih.

Ismail Othman

simazilam@yahoo.com
Kuala Lumpur, Malaysia
----------