Stockholm, 9 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIMO, ITU IDEOLOGI MBAH SOEHARTO ADALAH IDEOLOGI TIGA OJO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

YANG PERLU DIKETAHUI BIMO TEJOKUSUMO, ITU IDEOLOGI MBAH SOEHARTO ADALAH IDEOLOGI TIGA OJO

"mBah Ustad Ahmad Sudirman, mohon dijelaskan apa sebenarnya ideologi Pak Harto? Mohon juga dijelaskan isi dari buku mbah ustadz Ahmad Sudirman yakni, di bawah belenggu rezim penguasa. Apakah mBah Ustad Ahmad Sudirman tidak ingin pulang ke Indonesia, baik di Riau ataupun tanah Sunda Parahiangan? (Bimo Tejokusumo , bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk , Fri, April 8 2005 7:44 pm)

"Pada masa itu saya ditempa mengenal dan menyerap budi pekerti dan filsafat hidup yang berlaku di lingkungan saya. Mengenal agama dan tata cara hidup Jawa. Pada masa itulah saya mengenal ajaran tiga "ojo", "ojo kagetan, ojo gumun, ojo dumeh", (jangan kagetan, jangan heran, jangan mentang- mentang), yang kelak jadi pegangan hidup saya, yang jadi penegak diri saya dalam menghadapi soal-soal yang bisa mengguncangkan diri saya. Saya ingat terus akan ajaran leluhur, "hormat kalawan Gusti, Guru, Ratu lan wong atuwo karo", hormat kepada Tuhan Yang Maha Esa, guru, pemerintah, dan kedua orang tua. Sampai jadi Presiden saya merasa tidak berubah dalam hal ini. Saya junjung tinggi ajaran itu dan saya percaya akan kebenarannya. Saya merasakan mencintai dan dicintai orang-orang tua saya, pengasuh-pengasuh saya, dan saudara-saudara saya, baik yang seibu maupun yang sebapak atau saudara angkat saya." (Soeharto, Akar Saya dari Desa , Otobiografi Soeharto yang dipaparkan kepada G.Dwipayana dan Ramadhan K.H. Penerbit PT Citra Lamtoro Gung Persada 1988)

Baiklah saudara Bimo Tejokusumo di Malmo, Swedia.

Apa yang Bimo tanyakan: "mBah Ustad Ahmad Sudirman, mohon dijelaskan apa sebenarnya ideologi Pak Harto?"

Kalau Ahmad Sudirman membaca itu yang dinamakan otobiografi Soeharto yang dipaparkan kepada G.Dwipayana dan Ramadhan K.H. yang diterbitkan oleh Penerbit PT Citra Lamtoro Gung Persada 1988, maka didalamnya ditemukan jalur-jalur pikiran mbah Soeharto yang mengarah kepada ide pemikirannya yang membawa ia kealam enggeh, munafik, dan pembunuhan.

Mbah Soeharto dilahirkan di desa Kemusuk, dusun terpencil di daerah Argomulyo, Godean, sebelah barat kota Yogyakarta, pada tanggal 8 Juni 1921. Ayahnya, Kertosudiro, adalah ulu-ulu, petugas desa pengatur air, yang bertani di atas tanah lungguh, tanah jabatan selama ia memikul tugasnya. Ibunya, Sukirah. Tetapi, tidak lama setelah Soeharto dilahirkan, kedua orang tuanya bercerai. Ibunya, Sukirah menikah lagi dengan seseorang yang bemama Atmopawiro. Pemikahannya ini melahirkan tujuh orang anak. Sedangkan ayahnya, Kertosudiro pun menikah lagi dan mendapatkan empat anak lagi.

Nah, ketika Soeharto sedang sekolah di Wuryantoro, ditempat bibinya, adik ayahnya satu-satunya, Soeharto disamping belajar, ia mendapat latihan spiritual oleh pamannya, Kertosudiro suami bibinya, dan dipanggil juga sebagai ayah angkatnya. Dimana latihan spiritual itu dalam bentuk puasa tiap hari Senin dan Kamis dan tidur di tritisan (di bawah ujung atap di luar rumah). Hanya ada satu anjuran yang belum dikerjakannya, yaitu tidur di pawuhan, di tempat bekas bakaran sampah.

Kemudian, disamping digembleng dengan wejengan untuk puasa tiap hari Senin dan Kamis dan tidur di tritisan (di bawah ujung atap di luar rumah), Soeharto juga mendapat latihan spiritual yang dinamakan ajaran tiga "ojo", "ojo kagetan, ojo gumun, ojo dumeh", (jangan kagetan, jangan heran, jangan mentang- mentang). Ditambah dengan ramuan yang berisikan "hormat kalawan Gusti, Guru, Ratu lan wong atuwo karo", hormat kepada Tuhan Yang Maha Esa, guru, pemerintah, dan kedua orang tua. Disamping Seoharto menerima ajaran tiga "ojo" dari ayah angkatnya, Kertosudiro, Soeharto juga mendapat gemblengan agama dan kepercayaan dari Kiai Darjatmo mubalig terkenal di Wonogiri.

Nah latihan spiritual yang dinamakan ajaran tiga "ojo", "ojo kagetan, ojo gumun, ojo dumeh" yang dicampur dengan ramuan "hormat kalawan Gusti, Guru, Ratu lan wong atuwo karo", dan gemblengan agama dan kepercayaan, yang menjadikan Soeharto dikemudian hari menyambar pancasila dan burung garuda dengan bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular untuk dijadikan sebagai alat sakti guna dipakai sebagai tali penjerat dan penggebuk lawan-lawan politiknya.

Dengan bekal ajaran gado-gado tiga "ojo" inilah Soeharto masuk KNIL (Koninklijk Nederlands-Indisch Leger - Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Diterima masuk ikatan Dinas Pendek, Kortverband, dan mendapat pendidikan dan latihannya diadakan di Gombong. Setelah Belanda menyerah kepada Jepang, 8 Maret 1942, Soeharto masuk PETA (Tentara Sukarela Pembela Tanah Air) yang baru dibuka. Soeharto menyembunyikan identitas mantan KNIL, karena kalau ketahuan Jepang, ia akan ditangkap. Dalam PETA Soeharto dilatih sebagai Shodancho (komandan peleton). Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, Soeharto mengumpulkan teman-teman bekas PETA-nya dan bergabung kedalam Badan Keamanan Rakyat (BKR). Ketika BKR digantikan namanya menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Kolonel Soedirman dilantik menjadi Panglima Besar TKR pada tanggal 18 Desember 1945, kemudian ketika Panglima Besar TKR, Soedirman mengadakan reorganisasi dan penyempurnaan tubuh TKR, diangkatlah Soeharto menjadi Komandan Resimen III dengan pangkat letnan kolonel.

Nah, kelihatan itu Soeharto setelah dibekali ajaran gado-gado tiga "ojo" dan meluncur kedalam dunia militer, dari mulai KNIL, PETA, BKR dan TKR, telah membuka jalan baginya untuk dikemudian hari ajaran gado-gado tiga "ojo" banyak mempengaruhi dalam membangun jalan pemerintahannya.

Dan memang terbukti, Soeharto telah menciptakan satu sistem model militer yang didalamnya dipasang jaring-jaring yang terbuat dari ikatan yang terbuat dari ajaran gado-gado tiga "ojo", tetapi dengan ditambah dengan cairan-cairan ampas pancasila yang sebelumnya telah diperas oleh mbah Soekarno dalam bentuk sila-sila pancasila, sehingga akhirnya pancasila inilah yang dijadikan sebagai satu-satunya pilihan dalam tubuh negara RI, baik dalam kehidupan masyarakat, organisasi, partai, pemerintah, dan negara. Dimana pancasila merupakan satu-satunya ideologi negara yang harus dijadikan sebagai landasan kehidupan dalam masyarakat, organisasi, partai, pemerintah, dan negara.

Pancasila ini hanya dijadikan sebagai alat oleh Soeharto untuk mengikat dan mengontrol semua kehidupan baik dalam masalah politik, sosial, ekonomi, pertahanan, masyarakat, organisasi, partai, pemerintah dan negara.

Jadi pancasila ini merupakan alat dalam rangka penerapan ajaran gado-gado tiga "ojo"-nya mbah Soeharto yang diperolehnya dari ayah angkatnya Kertosudiro dan Kiai Darjatmo.

Selanjutnya Bimo Tejokusumo menyinggung: "Mohon juga dijelaskan isi dari buku mbah ustadz Ahmad Sudirman yakni, di bawah belenggu rezim penguasa."

Mengenai tulisan "Dibawah Belenggu Rezim Penguasa" yang ditulis Ahmad Sudirman pada bulan Februari 1981 di Cairo, Mesir, berisikan masalah pertama, Persekongkolan dengan Rezim Penguasa. Kedua, Rezim Penguasa berusaha menghancurkan azas organisasi. Ketiga, Rezim Penguasa yang berbuat semau gue. Keempat, Jangan menjadi kaum intellektual penjilat penguasa. Kelima, Berani menyuarakan kebenaran. Keenam, Ukhuwah Islamiyah belum dipraktekkan secara ikhlas. Ketujuh, Teguh dalam prinsip Islam. Kedelapan, Keanehan dalam satu negara beradab.

Terakhir Bimo mempertanyakan: "Apakah mBah Ustad Ahmad Sudirman tidak ingin pulang ke Indonesia, baik di Riau ataupun tanah Sunda Parahiangan?"

Itu soal pulang mudah saja, tetapi selama mbah Susilo Bambang Yudhoyono masih menempelkan label bhineka tunggal ika-nya mpu Tantular dikeningnya, dan burung garuda ditempelkan di baju jasnya untuk menakuti rakyat Acheh dan dipakai tali penjerat rakyat muslim Acheh, mana Ahmad Sudirman tertarik pulang ke Negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: bimo tejokusumo bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Date: Fri, April 8 2005 7:44 pm
To: Ahmad Sudirman ahmad@dataphone.se
Subject: Re: RISYAD ANEUK ACHEH, ITU IDEOLOGI GADO-GADO MARHAENISME SOEKARNO, VATIKAN & KHILAFAH UTSMANI

mBah Ustad Ahmad Sudirman, mohon dijelaskan apa sebenarnya ideologi Pak Harto? Mohon juga dijelaskan isi dari buku mbah ustadz Ahmad Sudirman yakni, di bawah belenggu rezim penguasa.

Apakah mBah Ustad Ahmad Sudirman tidak ingin pulang ke Indonesia, baik di Riau ataupun tanah Sunda Pariangan?

Bimo Tejokusumo

bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Malmo, Swedia
----------