Stockholm, 10 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

RISYAD ANEUK ACHEH TERUS BERTANYA TENTANG AA GYM, ACHEH KE MAHKAMAH INTERNASIONAL & NEGARA KAFIR RI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

RISYAD ANEUK ACHEH MASIH TERUS BERTANYA TENTANG AA GYM, ACHEH KE MAHKAMAH INTERNASIONAL & NEGARA KAFIR RI

"Tgk Ahmad maaf menganggu anda, Risyad mau bertanya kembali. Ada pun yang mau saya tanya adalah sebagai berikut: Adakah Indonesia negara kafir karena umat Islam mayoritas tapi hukum yang dijalankan adalah UUD 45 dan Pancasila. Adakah Acheh akan merdeka bila persoalan Acheh dibawa kemeja hukum internasional dan apakah ada dasar hukum yang menguatkan kemerdekaan Acheh. Anda mengaku orang Sunda mengapa anda membela GAM, atau memang orang Acheh. Siapa itu AA Gym yang nampaknya anti GAM. Demikianlah pertanyaan dari saya moga-moga Tgk berkenan menjawabnya." (Risyad Aneuk Aceh , harapan_aceh@yahoo.com , Sat, 9 Apr 2005 10:14:00 -0700 (PDT))

Risyad Aneuk Acheh di Depok, Jawa barat, Indonesia.

Menyinggung pertanyaan Risyad: "Adakah Indonesia negara kafir karena umat Islam mayoritas tapi hukum yang dijalankan adalah UUD 45 dan Pancasila ?"

Sebenarnya mengenai masalah negara kafir ini telah dikupas banyak dalam tulisan-tulisan sebelum ini. Tetapi, tidak menjadi masalah kalau Ahmad Sudirman mengupas kembali dalam usaha menjawab pertanyaan Risyad Aneuk Acheh di Depok ini.

Nah untuk menjawab pertanyaan Risyad diatas mengapa Negara RI dinamakan Negara kafir RI, maka terlebih dahulu perlu diberikan sedikit gambaran tentang Daulah Islamiyah atau Negara Islam pertama di Yatsrib atau Madinah sekarang yang telah dibangun dan ditegakkan Rasulullah saw pada tahun 1 H / 622 M dan telah memenuhi syarat-syarat yang diperlukan bagi sah berdirinya satu negara.

Dimana syarat-syarat Negara Islam atau Daulah Islamiyah pertama Rasulullah saw itu ialah

1. Adanya konstitusi atau Undang Undang Dasar yang dinamakan Undang Undang Madinah yang didalamnya salah satunya menyebutkan harus mengembalikan segala urusan kepada Allah dan Rasul-Nya artinya merujuk atau mengacu kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
2. Adanya pemerintahan yang teratur yang ditaati oleh seluruh rakyat dan yang mengatur hubungan keluar.
3. Adanya kekuatan angkatan bersenjata yang tugas dan fungsinya menjaga keamanan dan pertahanan negara.
4. Adanya sumber keuangan bagi pemasukan kedalam kas negara.
5. Adanya rakyat yang mentaati akan segala perintah, aturan, hukum, undang-undang
6. Adanya batas-batas wilayah yang tetap.

Jadi kalau melihat kepada Negara Islam atau Daulah Islamiyah pertama yang dibangun Rasulullah saw di Yatsrib tahun 1 H / 622 M ini terlihat bahwa syarat utama yang paling penting adalah adanya konstitusi atau undang undang dasar yang didalamnya berisikan pasal-pasal yang menyebutkan segala sesuatu harus dikembalikan kepada Al Qur'an dan As-Sunnah. Artinya bahwa dasar dan sumber hukum negara harus bersumberkan kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Semua peraturan, hukum, undang-undang harus mengacu kepada aturan, hukum yang telah diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw.

Semua penetapan aturan, hukum, undang-undang, undang undang dasar harus didasarkan kepada aturan, hukum yang telah ditetapkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya Muhammad saw.

Sekarang kalau kita melihat kepada Negara yang sistem kenegaraannya yang mencakup hukum, undang-undang, konstitusi dan semua perangkat kenegaraannya yang tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw atau yang tidak bersumberkan kepada Al Quran dan As-Sunnah, maka negara tersebut dinamakan Negara kafir atau Daulah Kufar.

Dengan dasar inilah kalau dihubungkan dengan negara RI, mengapa Negara RI dinamakan Negara kafir RI. Artinya Negara kafir RI adalah Negara yang sistem kenegaraannya yang mencakup hukum, undang-undang, konstitusi dan semua perangkat kenegaraannya yang tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan dicontohkan Rasulullah saw atau yang tidak bersumberkan kepada Al Quran dan As-Sunnah. Atau dengan kata lain Negara kafir RI adalah Negara yang sistem kenegaraannya yang mencakup hukum, undang-undang, konstitusi dan semua perangkat kenegaraannya yang mengacu dan bersumberkan kepada pancasila.

Selanjutnya Risyad menanyakan: "Adakah Acheh akan merdeka bila persoalan Acheh dibawa kemeja hukum internasional dan apakah ada dasar hukum yang menguatkan kemerdekaan Acheh."

Negara Acheh berdiri jauh sebelum itu yang namanya RI berdiri diatas permukaan Nusantara ini. Legalitas Kesultanan Acheh sebagai Kesultanan yang berdaulat dan diakui oleh dunia.

Bagaimana pada tahun 1824 Inggris dan Belanda mengadakan Perjanjian London (Treaty of London) tentang masalah kolonisasi di Asia Tenggara yaitu dengan garis lintang Singapura. Dalam Treaty of London ini Belanda dan Inggris mengakui kedaulatan Kesultanan Acheh. Belanda berjanji tidak akan melakukan intervensi ke wilayah perairan Kesultanan Acheh. Tetapi, pada tahun 1871 Belanda dan Inggris melakukan pembaharuan perjanjian London, diganti dengan Pakta Sumatera (Treaty of Sumatera). Dimana isinya, Inggris memberikan keleluasaan kepada Belanda untuk mengambil tindakan di Acheh. Belanda harus menjaga keamanan lalu lintas di Selat Sumatera. Belanda mengizinkan Inggris bebas berdagang di Siak dan menyerahkan daerah Guinea Barat kepada Inggris.

Nah dengan adanya Pakta Sumatera ini, pihak Kesultanan Acheh mengdakan hubungan diplomatik dengan pihak Konsul Amerika dan Italia di Singapura, dan mengirimkan utusan ke Pemerintah Khilafah Islamiyah Utsmani pada tahun 1871.

Adanya hubungan diplomatik antara pihak Kesultanan Acheh dengan Konsul Amerika dan Italia di Singapura serta adanya kunjungan delegasi Kesultanan Acheh ke Khilafah Islamiyah Utsmani telah diberitahukan kepada pihak Konsul Belanda di Istanbul dan di Singapura. Kemudian pihak Belanda melalui Menteri bagian kolonisasi Franssen van de Putte dan Gubernur Jenderal Belanda untuk India Timur Loudon menanyakan mengenai isi pembicaraan antara Kesultanan Acheh dengan pihak Konsul Amerika, Italia dan Khilafah Islamiyah Utsmani. Tetapi pihak Sultan Acheh Mahmud Syah menolak untuk membicarakan hal tersebut, sehingga pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda mendeklarkan perang kepada Kesultanan Acheh.

Nah sekarang, dari adanya petikan sejarah singkat ini membuktikan bahwa Kesultanan Acheh telah berdiri dan diakui oleh dunia Internasional, jauh sebelum negara RI berdiri di Nusantara ini. Dan inilah salah satu legalitas Kesultanan Acheh yang berdaulat.

Perjuangan rakyat Acheh dari sejak 1873 sampai Belanda menyerah kepada Jepang tahun 1942, terus berjuang melawan Belanda. Begitu juga ketika Jepang menduduki dan menjajah Acheh, rakyat Acheh tetap melakukan perlawanan.

Ketika Jepang menyerah kepada Amerika dan Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945, Negeri Acheh bebas dari penjajah Jepang. Tetapi, pada tanggal 14 Agustus 1950, Soekarno dengan RIS menelan Negeri Acheh dimasukkan kedalam RI Negara Bagian RIS yang selanjutnya dilebur kedalam Sumatera Utara dalam wilayah RI Negara Bagian RIS yang menjelma menjadi NKRI pada tanggal 15 Agustus 1950.

Kemudian kalau Acheh dimajukan ke Mahkamah Internasional, jelas Acheh memiliki legal status sebelum perang dengan Belanda dan selama perang melawan Belanda. Pihak RI tidak punya hak mengklaim dan menganeksasi Negeri Acheh dimasukkan kedalam RI dan seterusnya menduduki dan menjajahnya sampai detik sekarang ini. Pihak RI tidak memiliki fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum yang menyatakan legalitas Acheh masuk kedalam RI.

Tentu saja kalau kasus Acheh dibawa ke Mahkamah Internasional pihak RI akan kalah total. Dan mana mungkin pihak RI mau membawa Acheh ke Mahkamah Internasional, karena mereka telah mengetahui bahwa pihak RI tidak akan menang di depan Mahkamah Internasional.

Seterusnya Irsyad menanykan: "Siapa itu AA Gym yang nampaknya anti GAM ?"

Nama AA Gym kependekan dari AA atau akang atau kakak Abdullah Gymnastiar yang lahir Bandung pada tanggal 29 Januari 1962, ayahnya Letkol H. Engkus Kuswara dan ibunya Hajah Yeti Rohayati. AA Gym memimpin Pesantren Daarut Tauhiid yang didirikan pada tahun 1990 di kawasan Jl. Geger Kalong Girang Bandung dan mempunyai cabangnya di Jakarta dan Batam. Dakhwa AA Gym ini ini lebih banyak mengarah kepada pembangunan akhlah dan bisnis ekonomi. Dimana dakhwahnya dikembangkan melalui konsep dan cara Manajemen Qolbu yang mengarah kepada usaha sekuat daya untuk melakukan pembersihan atau pelurusan hati dan senantiasa berkemauan kuat untuk meningkatkan kemampuan diri, dalam bidang apa pun. Sedangkan dalam bisnis dan ekonomi, AA Gym membuka usaha pengembangan dalam bidang minimarket, penerbitan, kerajinan tangan, sanggar busana muslimah, production house, percetakan, radio, rekaman, Baitul Mal wat-Tamwil (BMT), dan wartel.

Jadi trategi dakhwah AA Gym melalui Daarut Tauhiid ini adalah membangun akhlak dengan motto Dzikir, Fikir, Ikhtiar dan membangun ekonomi yang dilandasi dengan akhlak yang telah dipenuhi dengan Dzikir, Fikir, Ikhtiar.

Karena dakhwah AA Gym ini mengarah kepada pembinaan akhlak dan bisnis, maka sudah pasti tidak banyak melibatkan kepada masalah politik, hukum, pemerintah dan negara. Karena itu AA Gym ini kalau memang mau hidup dalam bisnisnya maka mau tidak mau harus menyesuaikan dengan kebijaksanaan ekonomi, perdagangan dan politik yang ditetapkan pemerintah RI.

Jadi dakhwa AA Gym memang disenangi oleh pihak Pemerintah mbah Susilo Bambang Yudhoyono karena hanya berkisar disekitar akhlak dan bisnis saja, tidak melibatkan masalah-masalah yang menyangkut kepada syariat, politik, pemerintahan dan negara.

Tentu saja mengenai masalah konflik Acheh pun AA Gym ini hanya mengikuti kebijaksanaan politik penjajah RI saja. Misalnya AA Gym ketika berdakhwah di Acheh, ia hanya bercerita dan menyeru untuk mengubur dendam, tidak memusingkan perbedaan dan meneguhkan bahwa warga Aceh sanggup membuktikan dirinya sebagai warga teladan. Acheh bikin iri provinsi lain, karena satu-satunya yang diberi keistimewaan bebas menerapkan syariat Islam. Karena keistimewaan itu seharusnya rakyat Acheh bisa membuktikan bahwa dengan syariat Islam, masyarakatnya benar-benar berkhlak mulia.

Nah dari cara dakhwah model AA Gym seperti itu memang sangat disenangi oleh pihak Pemda Acheh dan Pemerintah pusat di Jakarta. Karena memang isi dakhwahnya justru melemahkan semangat juang rakyat Acheh yang negerinya diduduki dan dijajah RI. Apalagi dengan menghembuskan syariat Islam model UU No.18/2001 yang isinya menyesatkan itu. Mana itu isi UU No.18/2001 dibaca dan dihayati oleh AA Gym, mungkin dibacapun belum pernah.

Jadi itu menurut AA Gym syariat Islam yang dibuat melalui UU No.18/2001 adalah syariat Islam yang harus diterapkan di Acheh. Itu sama saja dengan menerapkan kesesatan di Acheh.

Nah inilah bukti dari strategi dakhwah AA Gym yang hanya menfokuskan kepada Manajemen Qolbu dan bisnis, sehingga salah kaprah ketika melihat penerapan syariat Islam di Acheh melalui UU No.l8/2001 buatan mbak Mega cs dan anggota DPR/MPR pada jaman Akbar Tandjung dan Amien Rais itu.

Terakhir, Risyad menyinggung: "Anda mengaku orang Sunda mengapa anda membela GAM, atau memang orang Acheh."

Ahmad Sudirman mendukung dan menyokong perjuangan rakyat Acheh karena kesadaran dan keikhlasan Ahmad Sudirman yang melihat pihak Soekarno dari RIS dan RI-nya serta para penerusnya dengan TNI-nya yang terus menduduki, menjajah dan membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara panacsila. Hak Ahmad Sudirman yang dijamin oleh dasar hukum internasional Pernyataan hak-hak asasi manusia, untuk mendukung dan menyokong penuh rakyat yang sedang berada dalam penindasan pihak penguasa dari Negara asing. Rakyat Acheh yang negerinya telah ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh RI, itulah yang didukung dan disokong Ahmad Sudirman tanpa meminta balasaa atau jasa dari rakyat Acheh. Ahmad Sudirman merasa bersyukur kalau rakyat Acheh mendapatkan kembali negeri Acheh yang diduduki dan dijajah penjajah RI.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sat, 9 Apr 2005 10:14:00 -0700 (PDT)
From: Aneuk Aceh harapan_aceh@yahoo.com
Subject: Risyad bertanya
To: ahmad@dataphone.se

Assalamualaikum.wr. wb.

Tgk Ahmad maaf menganggu anda risyad mau bertanya kembali. Ada pun yang mau saya tanya adalah sebagai berikut:

1. Adakah Indonesia negara kafir karena umat Islam mayoritas tapi hukum yang dijalankan adalah UUD 45 dan Pancasila.
2. Adakah Acheh akan merdeka bila persoalan Acheh dibawa kemeja hukum internasional dan apakah ada dasar hukum yang menguatkan kemerdekaan Acheh.
3. Anda mengaku orang Sunda mengapa anda membela GAM, atau memang orang Acheh.
4. Siapa itu AA Gym yang nampaknya anti GAM.

Demikianlah pertanyaan dari saya moga-moga Tgk berkenan menjawabnya.

Wassalam

Risyad aneuk

harapan_aceh@yahoo.com
Depok, Jawa barat, Indones
----------