Stockholm, 10 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

BIMO MANA MAU MEMAHAMI ACHEH, PALING HANYA COMOT SANA-SINI DARI TEMPAT SAMPAH BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

ITU BIMO TEJOKUSUMO MANA MAU MEMAHAMI ACHEH, PALING HANYA COMOT SANA-SINI DARI TEMPAT SAMPAH BIN-NYA SYAMSIR SIREGAR

"Jadi mbah ustad Ahmad Sudirman sangat mengenal Pak Harto ya, biar ada keseimbangan, mohon juga disampaikan kepada forum terbuka ini, siapa sebenarnya mBah Ustadz Ahmad Sudirman. Masa menceritakan orang lain, lalu menutup diri sendiri? Mengapa mbah Ahmad Sudirman lebih suka tinggal di negeri kafir Swedia, ketimbang mukim di negeri muslim Indonesia? Ketika sebagian muslim Indonesia berusaha menjadi muslim yg baik secara bertahap, mengapa mbah ustad Ahmad Sudirman berusaha keras melemahkan mereka bahkan dg mendukung GAM yg dalam sejarahnya sendiri berbeda dg DI TII Aceh Daud Beureuh? Taruhlah Aceh miskin, apakah mbah ustad Ahmad Sudirman dan GAM juga akan ngotot minta merdeka? Dimana mbah ustadz Ahmad Sudirman ketika muslim Indonesia berperang melawan komunisme? Dimana mbah Sudirman ketika desa-desa di wilayah Jawa, penduduknya saling membunuh karena komunisme yg mengganas di pelosok kampung?" (Bimo Tejokusumo , bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk ,Sat, 9 Apr 2005 20:34:50 +0100 (BST))

Baiklah Bimo Tejokusumo di Malmo, Swedia.

Itu ketika Ahmad Sudirman menuliskan ideologi tiga ojo-nya mbah Soeharto, bukan berarti Ahmad Sudirman sangat mengenal mbah Soeharto. Melainkan karena Ahmad Sudirman membaca apa yang dipaparkan oleh mbah Soeharto kepada G.Dwipayana dan Ramadhan. Dimana hasil paparan mbah Soeharto itu dijadikan buku dengan judul Otobiografi Soeharto dan diterbitkan oleh PT Citra Lamtoro Gung Persada tahun1988.

Jadi kalau Ahmad Sudirman membaca hasil paparan mbah Soeharto bukan berarti Ahmad Sudirman sangat mengenal mbah Soeharto. Itu kesimpulan yang salah yang diambil oleh saudara Bimo, bagaimana nanti bisa lulus ujiannya di Universitas Malmo.

Selanjutnya, Bimo menulis: "biar ada keseimbangan, mohon juga disampaikan kepada forum terbuka ini, siapa sebenarnya mBah Ustadz Ahmad Sudirman. Masa menceritakan orang lain, lalu menutup diri sendiri?"

Mana Ahmad Sudirman menutup diri, itu cv Ahmad Sudirman malahan sudah disebarluaskan oleh Bimo dibelakang Ahmad Sudirman. Coba baca saja di http://bahtiar.blogsome.com/ yang dikirimkan pada tanggal 29 Maret 2005. Dan tentang cv Ahmad Sudirman juga pernah ditulis dalam tulisan "Ardiansyah, itu Hidajat Sjarif mungut cerita Ahmad Sudirman dari tempat sampah" http://www.dataphone.se/~ahmad/050223d.htm

Celakanya itu cv Ahmad Sudirman diambil kesimpulannya oleh Bimo dengan kesimpulan yang bukan-bukan dan ngaco. Dimana Bimo mengambil kesimpulan dari cv Ahmad Sudirman sebagai berikut:

"Sdr. Ahmad Sudirman adalah pemberontak yg sudah bukan WNI, jadi sebenarnya tidak relevan dia bicara masalah Aceh dan indonesia. Sdr. Ahmad Sudirman adalah Pujakesuma, pecaya bahwa masyarakt Indonesia muslim, bukan penyembah berhala, namun tingkah lakunya menghantam muslim indonesia karena pengalaman traumatik masa lalu, dimana dia terlunta-lunta setelah dicabut kewarganegaraannya. Sdr. Ahmad Sudirman adalah orang yg memperjuangkan diri sendiri, tidak percaya bahwa manusia bisa berubah, makanya Pak Harto sudah berubah menjadi baik, namun Ahmad Sudirman selalu menebarkan permusuhan dg muslim Indonesia, khususnya terkait dg masalah Aceh. Ahmad Sudirman ditolong muslim Mesir, namun dia malah membenci muslim mesir seperti Ikhwanul Muslimin. Semoga Ahmad Sudirman segera bertobat dan tidak lagi berlindung di ketiak negara kafir Swedia, pulang ke bandung dan hidup tentram di tanah Sunda, kembali ke tanah air kumpul dg saudara yg lama tidak jumpa" (Bimo Tejokusumo, 29 Maret 2005)

Itu kan, kesimpulan yang salah kaprah tentang Ahmad Sudirman. Masa Ahmad Sudirman disebut dengan pemberontak. Kan salah kaprah itu namanya. Ahmad Sudirman yang mendukung dan menyokong perjuangan rakyat Acheh yang negerinya ditelan, dicaplok, diduduki dan dijajah oleh mbah Soekarno dengan RIS dan RI-nya, itu bukan pemberontak namanya. Melainkan seorang muslim yang mukmin yang ingin meluruskan apa yang telah dilakukan oleh mbah Soekarno dengan RIS dan RI-nya yang menelan dan mencaplok Acheh yang merupakan suatu tindakan kejahatan pelanggaran hukum internasional dan nasional. Dan tindakan itu harus dikutuk.

Kemudian, Ahmad Sudirman bukan Pujakesuma. Mana fakta dan buktinya bahwa Ahmad Sudirman adalah Pujakesuma ?. Ahmad Sudirman adalah seorang muslim yang mukmin.

Seterusnya Ahmad Sudirman tidak menghantam muslim Indonesia. Yang ditentang oleh Ahmad Sudirman adalah kebijaksanaan politik tentang penelanan, pencaplokan, pendudukan dan penjajahan di Acheh yang dilakukan oleh mbah Soekarno dan para penerusnya termasuk para pendukungnya seperti Bimo Tejokusumo.

Lalu, Ahmad Sudirman tidak "terlunta-lunta setelah dicabut kewarganegaraan". Ahmad Sudirman dapat hidup dengan baik di Swedia. Tidak ada itu Ahmad Sudirman terlunta-lunta setelah dicabut kewarganegaraan Ahmad Sudirman pada bulan September 1981 oleh anak buah mbah Soeharto, termasuk itu Noer Hassan Wirajuda yang sekarang menjadi Menteri Luar Negeri.

Kemudian lagi, Ahmad Sudirman tidak "memperjuangkan diri sendiri". Kalau Ahmad Sudirman memperjuangkan diri sendiri, cukup hanya diam saja, ada rumah, ada uang, punya keluarga, hidup senang, apa lagi. Tetapi, Ahmad Sudirman tidak memperjuangkan seperti itu. Kalau rakyat Muslim Acheh negerinya dijajah RI, Ahmad Sudirman sokong dan dukung. Begitu juga ketika rakyat Papua Barat yang negerinya dicaplok Soekarno dengan alat pepera atau pepesoe-nya mbah Soekarno yang licik, menuntut penentuan nasib sendiri rakyat Papua Barat, maka Ahmad Sudirman menyokongnya. Begitu juga dengan NII Imam SM kartosoewirjo yang dijajah wilayahnya oleh RI, Ahmad Sudirman mendukung dan menyokong sepenuh hati perjuangan rakyat NII NKA. Begitu juga kemelut di Maluku Selatan, itu Ahmad Sudirman membantu untuk melambungkan akar utama penyebab timbulnya konflik Maluku Selatan.

Seterusnya lagi, itu Ahmad Sudirman tidak menebarkan permusuhan dengan muslim Indonesia, khususnya terkait dengan masalah Acheh. Kalau Ahmad Sudirman menjelaskan akar utama timbulnya konflik Acheh, itu artinya bukan menebarkan permusuhan dengan muslim Indonesia. Yang justru menebarkan permusuhan adalah pihak mbah Soekarno dan para penerusnya yang selalu menutupi kebohongan dan kepalsuan mengenai fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum legalitas Acheh masuk ke dalam RI. Itu rakyat muslim di Acheh dan di RI ditipu dan dibodohi dengan cerita sejarah yang tidak benar tentang jalur proses pertumbuhan dan perkembangan RI dihubungkan dengan Acheh.

Kemudian lagi, Ahmad Sudirman tidak hanya ditolong oleh muslim Mesir, melainkan juga oleh pihak PBB dari UNHCR di Mesir. Lalu, Ahmad Sudirman tidak membenci muslim mesir seperti Ikhwanul Muslimin. Yang dikritik oleh Ahmad Sudirman adalah anggota Ikhwanul Muslimin yang ada di Indonesia yang buta terhadap akar utama konflik Acheh, mereka itu hanya mengembek saja kepada apa yang dikatakan pihak Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla serta TNI tentang Acheh. Mereka tidak mempelajari sejarah yang benar tentang RI hubungannya dengan Acheh, sehingga tertipu oleh cerita sejarah keropos hasil buatan mbah Soekarno dan para penerusnya.

Seterusnya, yang harus bertobat adalah itu pihak penguasa RI, termasuk mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Jenderal Endriartono Sutarto, Letjen Djoko Santoso yang telah melakukan pendudukan dan penjajahan di Acheh meneruskan kebijaksanaan politik penjajah Soekarno dari sejak RIS diteruskan oleh RI Negara Bagian RIS dan dikembangkan oleh NKRI, sampai detik sekarang ini.

Lalu, itu soal pulang ke Bandung dan hidup tentram di tanah Sunda, kembali ke tanah air kumpul dengan saudara yang lama tidak jumpa, itu adalah angan-angan orang model Bimo yang otaknya sudah dicuci oleh jamu gendong pancasila hasil perasan mbak Mega dan mbah Soekarno, sambil menyanyikan lagu yang memberikan semangat TNI untuk terus membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan Negara pancasila.

Masih juga itu Bimo menyatakan: "Mengapa mbah Ahmad Sudirman lebih suka tinggal di negeri kafir Swedia, ketimbang mukim di negeri muslim Indonesia?"

Itu cerita Bimo tentang negeri muslim Indonesia adalah memang salah kaprah. Apakah memang negara sekuler burung garuda pancasila RI adalah negeri atau negara Islam atau muslim ? Atas dasar apa itu negara sekuler burung garuda pancasila RI dinamakan negeri muslim atau negeri Islam atau negara Islam ?

Ini sama saja dengan cerita orang-orang pengikut paham wahhabi atau salafi Saudi dan dari pengikut Hizbut Tahrir Indonesia yang ada di RI yang menyatakan bahwa negara sekuler burung garuda pancasila RI adalah negeri atau negara Islam atau negeri atau negara muslim, kan ngaco dan salah kaprah. Bagaimana bisa dikatakan negara sekuler burung garuda pancasila RI yang dasar dan sumber hukum negerinya tidak mengacu kepada apa yang diturunkan Allah SWT dan tidak dicontohkan Rasulullah saw, mahu dikatakan negeri atau negara Islam atau negeri muslim ?. Ini adalah mimpi disiang hari bolong.

Seterusnya itu kalau Ahmad Sudirman mendukung dan menyokong perjuangan rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri dibawah pimpinan Teungu Hasan Muhammad di Tiro dengan ASNLF-nya, bukan berarti Ahmad Sudirman berusaha keras melemahkan sebagian muslim Indonesia berusaha menjadi muslim yang baik. Melainkan itu perjuangan rakyat muslim Acheh adalah perjuangan untuk menuntut negeri Acheh yang dijajah RI agar dikembalikan lagi kepada seluruh rakyat Acheh. Nah, kalau itu rakyat di RI mendukung dan menyokong penjajahan di Acheh melalui pemberian sokongan dan dukungan kepada kebijaksanaan politik mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf kalla, seperti yang dilajukan oleh Bimo, maka jelas itu akan ditentang oleh rakyat muslim Acheh. Dan juga oleh Ahmad Sudirman. Apakah dengan cara mendukung dan menyokong penjajahan RI di Acheh itu merupakan tindakan umat Islam yang baik ? Apakah dengan cara mendukung dan menyokong TNI membunuh rakyat muslim Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri itu merupakan tindakan umat Islam yang baik ? Jelas, itu merupakan tindakan yang sesat dan menjerumuskan kelembah kehancuran.

Kemudian itu perjuangan NII dibawah Teungku Muhammad Daud Beureueh adalah untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara pancasila. Sama dengan perjuangan yang dilakukan oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro yang menuntut penentuan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan asing Jakarta.

Soal merdeka adalah tidak tergantung kepada apakah negeri Acheh itu kaya atau miskin. Sebelum itu minyak ditemukan di Acheh, Acheh telah berdiri sebagai satu Kesultanan Acheh yang berdaulat. Apakah pada saat itu Acheh kaya dengan minyak dan gas, kan tidak ? Jadi, itu Acheh yang dituntut oleh pihak rakyat muslim Acheh dari genggaman penjajah RI, bukan didasarkan atas miskin atau kaya negeri Acheh, melainkan didasarkan kepada hak bahwa Negeri Acheh itu milik rakyat Acheh dari sejak Acheh yang merupakan Kesultanan itu berdiri secara berdaulat, sampai diduduki Belanda, Jepang dan sejak tahun 1950 diduduki dan dijajah oleh RIS dan diteruskan oleh RI dan NKRI.

Seterusnya itu ketika mbah Soeharto yang telah memakai pedang pancasila dengan mengerahkan umat Islam untuk membunuh rakyat RI yang jumlahnya hampir satu juta jiwa dengan dituduh terlibat gerakan G 30 S PKI dan dituduh terlibat membunuh Dewan Jenderal TNI yang tidak ada fakta dan bukti wujudnya itu Dewan Jenderal. Jelas mana Ahmad Sudirman percaya begitu saja dengan cerita propaganda pihak Militer dibawah Letjen Soeharto untuk membasmi habis manusia-manusia yang belum tentu terlibat dan benar-benar sebagai anti Dewan Jenderal dan kudeta menjatuhkan mbah Soekarno. Sekarang dimana itu pertanggung jawaban dari mbah Soeharto atas pembunuhan manusia rakyat Indonesia yang hampir satu juta itu ? Gara-gara dituduh dengan keterlibatan atau dituduh membunuh Dewan Jenderal TNI dengan mencungkil matanya yang tidak ada fakta dan buktinya itu dan kudeta kepada mbah Soekarno.

Itu yang mengganas adalah pasca G 30 S PKI adalah para pengikut mbah Soeharto dengan pedang pancasila saktinya untuk dipakai alat membunuh tanpa pengadilan terhadap satu juta rakyat RI yang dianggap dan dituduh terlibat anti Dewan Jenderal dan melakukan kudeta terhadap mbah Soekarno. Apakah dengan hanya alasan dituduh anti Dewan Jenderal TNI dan kudeta terhadap mbah Soekarno lalu dibunuh begitu saja ratusan ribu rakyat RI tanpa melalui lebaga pengadilan hukum dan puluhan ribu yang dijebloskan ke pulau Buru dan Nusa Kambangan tanpa melalui proses hukum ?

Terakhir itu Bimo menulis: "mbah, sampeyan memusuhi muslim Indonesia sementara di saat sama berdiam diri ketika banyak kemaksiatan di neger kafir Swedia. Sementara di Indonesia, sekelompok muslim dikecam habis-habisan hanya kerana ingin secara bertahap membasmi kemaksiatan di sekitar kami."

Jelas, Ahmad Sudirman sudah menjelaskan diatas, bahwa tidak memusuhi dan tidak mengecam habis-habisan muslim Indonesia. Yang dikritik Ahmad Sudirman adalah kebijaksanaan politik pihak Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Djoko Santoso dan TNI-nya, serta para pendukung mereka, yang terus menerapkan kebijaksanaan penjajahan dan pembunuhan di Acheh. Kalau yang namanya mengkritik itu bukan berarti memusuhi. Orang budek saja yang mengartikan mengkritik sama dengan memusuhi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Sat, 9 Apr 2005 20:34:50 +0100 (BST)
From: bimo tejokusumo bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Subject: Re: BIMO, ITU IDEOLOGI MBAH SOEHARTO ADALAH IDEOLOGI TIGA OJO
To: Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, silver_cat@plasa.com, sobrona@hotmail.com, sofyanali_fpsgam@yahoo.com, harapan_aceh@yahoo.com, sekred@mediaindonesia.co.id, mazda_ok@yahoo.com, rokh_mawan@yahoo.com, bambang_hw@rekayasa.co.id

Jadi mbah ustad Ahmad Sudirman sangat mengenal Pak Harto ya, biar ada keseimbangan, mohon juga disampaikan kepada forum terbuka ini, siapa sebenarnya mBah Ustadz Ahmad Sudirman. Masak menceritakan orang lain, lalu menutup diri sendiri?

Mengapa mbah Ahmad Sudirman lebih suka tinggal di negeri kafir Swedia, ketimbang mukim di neger muslim Indonesia? Ketika sebagian muslim Indonesia berusaha menjadi muslim yg baik secara bertahap, mengapa mbah ustad Ahmad Sudirman berusaha keras melemahkan mereka bahkan dg mendukung GAM yg dalam sejarahnya sendiri berbeda dg DI TII Aceh Daud Beureuh? Taruhlah Aceh miskin, apakah mbah ustad Ahmad Sudirman dan GAM juga akan ngotot minta merdeka? Dimana mbah ustadz Ahmad Sudirman ketika muslim Indonesia berperang melawan komunisme? Dimana mbah Sudirman ketika desa-desa di wilayah Jawa, penduduknya saling membunuh karena komunisme yg mengganas di pelosok kampung?

Mbah, sampeyan memusuhi muslim Indonesia sementara di saat sama berdiam diri ketika banyak kemaksiatan di neger kafir Swedia. Sementara di Indonesia, sekelompok muslim dikecam habis-habisan hanya kerana ingin secara bertahap membasmi kemaksiatan di sekitar kami.

Bimo Tejokusumo

bimo_tejokusumo@yahoo.co.uk
Malmo, Swedia
----------