Stockholm, 12 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

KABAYAN, ITU AHMAD SUDIRMAN BERDISKUSI TERGANTUNG PADA ORANG YANG DIHADAPI DALAM DISKUSI
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

YANG PERLU KABAYAN KETAHUI, ITU AHMAD SUDIRMAN BERDISKUSI TERGANTUNG PADA ORANG YANG DIHADAPI DALAM DISKUSI

"Mengacu pada pernyataan mang Ahmad, "Sejalan dengan introspeksi ini, harus juga jalan usaha untuk saling meluruskan satu sama lain" (Ahmad Sudirman, 10 April 2005) maka, Kabayan mengucapkan terima kasih atas upaya secara langsung maupun tak langsung Mang Ahmad dalam meluruskan pemikiran Kabayan. Dan sebaliknya, Kabayan juga merasa terpanggil untuk sharing dengan Mang Ahmad, boleh diterima boleh tidak. Begini Mang: Seperti yang telah Kabayan sampaikan pada komentar yang pertama, saya salut dengan Mang Ahmad yang sarat dengan pengetahuan. Karena tidak ada manusia yang sempurna (Mang Ahmad juga manusia, kan?), dari teropong Kabayan yang dipakai kemarin dulu, alangkah bagusnya kalau Mang Ahmad berhenti menggunakan kata-kata yang melambangkan pengertian kurang bagus, dan diganti dengan kata-kata yang melantunkan senandung kerinduan yang didambakan oleh para pirsawan, tanpa mengurangi maksud atau missi yang Mang Ahmad ingin sampaikan. Kabayan yakin Mang Ahmad mampu untuk itu. Mohon maaf, Kabayan bukan menggurui, tapi mengikuti anjuran Mang Ahmad untuk saling meluruskan satu sama lain. Untuk selanjutnya Kabayan serahkan kepada Mang Ahmad untuk menentukan sendiri." (Kabayan , kabayan555@yahoo.com , 12 april 2005 18:57:34)

Baiklah mang Kabayan di Monterey, California, Amerika.

Dan memang benar seperti yang di Firmankan Allah SWT: "wa tawa shoubilhaqq wa tawa shoubishshobri (dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran) (QS Al Ashr, 103: 3)

Jadi, apa yang disarankan oleh mang Kabayan: "alangkah bagusnya kalau Mang Ahmad berhenti menggunakan kata-kata yang melambangkan pengertian kurang bagus, dan diganti dengan kata-kata yang melantunkan senandung kerinduan yang didambakan oleh para pirsawan, tanpa mengurangi maksud atau missi yang Mang Ahmad ingin sampaikan."

Ahmad Sudirman ini kalau berbicara dengan orang yang sopan, Ahmad Sudirman akan juga sopan. Apakah selama berdiskusi dengan mang Kabayan, itu Ahmad Sudirman pernah meggunakan kata-kata yang melambangkan pengertian kurang bagus ?

Kalau hanya mengkritik mbah Soeharto dan mbah Susilo Bambang Yudhoyono karena kelakuan politik mereka yang terus saja menjajah di Negeri Acheh, itu bukan melambungkan kata-kata yang melambangkan pengertian kurang bagus.

Kan beda, kalau Ahmad Sudirman berdebat dan berdiskusi dengan mang Kabayan, dibandingkan dengan berdiskusi dan berdebat dengan itu sarjana gadungan dari pinggir kali Ciliwung Ardiansyah. Mengapa berbeda ? Karena itu Ardiansyah caranya seperti gaya preman. Lalu, Ahmad Sudirman gunakan taktik bagaimana untuk melumpuhkan gaya preman itu.

Jadi, sebagaimana yang telah dinyatakan Ahmad Sudirman kepada mang Kabayan beberapa hari yang lalu yaitu: "Hukum qisas berlaku. Mata dibayar dengan mata. Kata dibayar dengan kata. Telinga dibayar dengan telinga. Nyawa dibayar dengan nyawa. Penjajahan dibayar dengan penuntutan kembali negeri yang dijajah. Biar kehidupan dan perdamaian bisa dicapai di Acheh. Memang hukum qisas ini berat untuk dijalankan. Tetapi itulah hukum Allah SWT." (Ahmad Sudirman, 2 Maret 2005)

Nah, itulah yang dipegang Ahmad Sudirman. Kalau mang Kabayan tidak setuju, ya, itu terserah mang Kabayan. Tetapi Ahmad Sudirman akan tetap memegang hukum Allah SWT itu.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

From: kabayan kabayan kabayan555@yahoo.com
Date: 12 april 2005 18:57:34
To: Ahmad Sudirman ahmad_sudirman@hotmail.com
Subject: Re: KABAYAN COBA CARI, LIHAT, DENGAR, BACA, PELAJARI, TEMUI ITU ORANG YANG MENDAPAT

Basmalah 3x, salam.

Mang Ahmad,
Baiklah kalau begitu. Kabayan tidak memaksa Mang Ahmad untuk menunjukkan siapa contoh itu.

Dari penjelasan mang Ahmad, Kabayan menangkapnya bahwa setiap orang bisa mendapatkan petunjuk dari Allah, dan bisa juga tidak. Selama melaksanakan perintah-perintah-Nya, maka orang-orang tersebut mendapatkan petunjuk-Nya dan bila tidak, maka petunjuk-Nya itu diberikan kepada orang lain yang taat kepada perintah-Nya. Kemudian, untuk menentukan siapa orangnya, kita harus menggunakan panca indra secara cermat dan teliti.

Mang Ahmad, dari pada melihat-lihat, mencari-cari, mendengar-dengar dan membaca-baca tentang orang lain, Kabayan mah lebih baik memilih untuk melihat cermin diri sendiri sajah. Soalnya, orang lain itu banyak, malah nanti kerjanya nilai orang terus, nggak pernah nilai diri sendiri. Selain itu juga kalau sekali ajah Kabayan tahu bahwa orang lain itu tidak sesuai dengan patokan, maka Kabayan bisa menjadi takabur. Oleh karena itu, sekali lagi, Kabayan mah mending melihat cermin diri sendiri ajah.

Mengacu pada pernyataan mang Ahmad, "Sejalan dengan introspeksi ini, harus juga jalan usaha untuk saling meluruskan satu sama lain" (Ahmad Sudirman, 10 April 2005) maka, Kabayan mengucapkan terima kasih atas upaya secara langsung maupun tak langsung Mang Ahmad dalam meluruskan pemikiran Kabayan.

Dan sebaliknya, Kabayan juga merasa terpanggil untuk sharing dengan Mang Ahmad, boleh diterima boleh tidak. Begini Mang: Seperti yang telah Kabayan sampaikan pada komentar yang pertama, saya salut dengan Mang Ahmad yang sarat dengan pengetahuan. Karena tidak ada manusia yang sempurna (Mang Ahmad juga manusia, kan?), dari teropong Kabayan yang dipakai kemarin dulu, alangkah bagusnya kalau Mang Ahmad berhenti menggunakan kata-kata yang melambangkan pengertian kurang bagus, dan diganti dengan kata-kata yang melantunkan senandung kerinduan yang didambakan oleh para pirsawan, tanpa mengurangi maksud atau missi yang Mang Ahmad ingin sampaikan. Kabayan yakin Mang Ahmad mampu untuk itu.Mohon maaf, Kabayan bukan menggurui, tapi mengikuti anjuran Mang Ahmad untuk saling meluruskan satu sama lain. Untuk selanjutnya Kabayan serahkan kepada Mang Ahmad untuk menentukan sendiri.

Terima kasih, Mang.

Hamdalah, wassalam.

Kabayan.

kabayan555@yahoo.com
Monterey , California , US
----------