Stockholm, 13 April 2005

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

DHARMINTA KELUAR DARI LOBANG YUDHOYONO MENCAPLOK UMPAN WARWICK DARI SYDNEY
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.

 

KELIHATAN DENGAN JELAS ITU MATIUS DHARMINTA MENGGELIAT DARI LOBANG MBAH SUSILO BAMBANG YUDHOYONO UNTUK MENCAPLOK UMPAN WARWICK DARI SYDNEY, NEW SOUTH WALES, AUSTRALIA

"Wahai Warwick Aceh, sadarkah anda? Bahwa wahai-wahai yang anda teriakan tak ada lagi yang mau dengerin, apalagi ngikutin !! kasihaaan deh lhooe" (Matius Dharminta , mr_dharminta@yahoo.com , Tue, 12 Apr 2005 22:17:53 -0700 (PDT))

Baiklah Matius Dharminta di Jakarta, Indonesia.

Sudah lama ini wartawan Jawa Pos mengubur dirinya dalam tumpukan pasir mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan hanya menulis cerita untuk bahan makanan rakyat di negara sekuler burung garuda pancasila RI.

Ketika itu Warwick yang saat sekarang ada di Sydney, New South Wales, Australia melambungkan umpan "Kita tidak akan pernah tunduk kepada kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila" (Warwick, 13 Apr 2005 02:44:03 +0100 (BST)), langsung saja itu Matius Dharminta menggeliat dari lobangnya dibawah tumpukan pasir hasil timbunan mbah Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan mas Djoko Santoso, sambil teriak-teriak tidak tentu arah: "Wahai Warwick Aceh, sadarkah anda? Bahwa wahai-wahai yang anda teriakan tak ada lagi yang mau dengerin, apalagi ngikutin !! kasihaaan deh lhooe"

Memang kelihatan itu Matius Dharminta wartawan Jawa Pos ini memang pobi terhadap orang yang anti kepada burung garuda dan pancasila-nya mbah Soekarno hasil kutak-katik dari tempat sampah ismenya Semaun, Darsono, Baars, Reeser, Hartogh, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, Karl Kautsky, Tjipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker.

Dan tentu saja, itu Matius Dharminta cs ini mana bisa lagi berkutik, untuk mempertahankan penjajahan di Acheh, paling hanya menyodorkan kueh apak cerita model sutasoma-nya mpu Tantular dan cerita mbah Soekarno saja yang penipu licik itu, yang para penerusnya kelabakan tidak bisa membuktikan fakta, bukti, sejarah dan dasar hukum tentang legalitas Acheh masuk RI.

Dharminta, itu kalian mana lagi sanggup bertahan untuk terus menjaga benteng kalian di negara sekuler burung garuda pancasila RI agar itu Acheh tetap berada dalam pelukan sayap burung garudanya mpu Tantular. Itu benteng yang terbuat dari bulu-bulu burung garuda mpu Tantular sudah berjatuhan, dan sekarang tinggal menunggu ambruknya saja.

Rakyat Acheh yang telah sadar untuk menentukan nasib sendiri bebas dari pengaruh kekuasaan negara sekuler burung garuda pancasila RI tetap tegar dan tetap terus berjuang. Lihat saja bagaimana itu kacung-kacungnya mbah Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla yang sekarang ada di Helsinki seperti Hamid Awaluddin, Sofyan Djalil, Farid Husain, I Gusti Agung Wesaka Pudja, Usman Basyah, Widodo AS. Mereka peras otak bagaimana agar tetap itu Acheh berada dalam dekapan sayap burung garuda dengan merek bhineka tunggal ika-nya made in mpu Tantular.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada ahmad@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
www.ahmad-sudirman.com
ahmad@dataphone.se
---------

Date: Tue, 12 Apr 2005 22:17:53 -0700 (PDT)
From: matius dharminta mr_dharminta@yahoo.com
Subject: whai warwick aceh, kasihaan deh lhooe
To: warwick aceh <universityofwarwick@yahoo.co.uk>, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>, Al Chaidar <alchaidar@yahoo.com>, silver_cat@plasa.com, a.supardi@chello.nl, hermanpamungkas65@yahoo.com, fadly_mtg@yahoo.com, sobrona@hotmail.com, sofyanali_fpsgam@yahoo.com, harapan_aceh@yahoo.com, sekred@mediaindonesia.co.id, rokh_mawan@yahoo.com, bambang_hw@rekayasa.co.id

wahai warwick aceh, sadarkah anda? bahwa wahai-wahai yang anda teriakan tak ada lagi yang mau dengerin, apalagi ngikutin..!! kasihaaan deh lhooe....

Matius Dharminta

mr_dharminta@yahoo.com
Jakarta, Indonesia
----------

Wed, 13 Apr 2005 02:44:03 +0100 (BST)
From: warwick aceh universityofwarwick@yahoo.co.uk
Subject: KEPADA SEMUA BANGSA ACEH!
To: nuki_arnhem@yahoo.co.uk, quality@posindonesia.co.id, a_kjasmine@yahoo.com, nizarwin@yahoo.com, melpone2002@yahoo.com, forum_rakyat@yahoo.com, serambi@indomedia.com, media kutaraja <media_kutaraja@yahoo.com>, yusrahabib21@hotmail.com, warzain@yahoo.com, lampohawe@yahoo.com, ndin_armadaputra2002@yahoo.com, musrial_m@yahoo.com, trieng@netzero.net, fadlontripa@yahoo.com, alexandra_raihan@yahoo.com.sg, agus_smur@yahoo.com, afdalgama@hotmail.com, Ahmad Sudirman <ahmad@dataphone.se>,tang_ce@yahoo.com

Assalamualaikum.

Wahai Bangsa Aceh semua yang berada di Negara Aceh Merdeka dan yang berada di luar negara.

Kita tidak akan pernah tunduk kepada kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila. Selama kafir penjajah laknat indonesia jawa penyembah berhala pancasila dan burung garuda masih berada di atas bumi Negara Aceh Merdeka, maka selama itulah masih kita anggap kafir laknat penyembah berhala burung garuda dan pancasila itu sebagai musuh kita Bangsa Aceh dan wajib kita perangi dengan segala kekuatan dan peralatan yang kita miliki.

Jadi bagi kita Bangsa Aceh, tidak ada alasan menyebut diri kita sebagai bangsa indonesia dan mengaku negara penjajah yang biadab itu sebagai negara kita. Jadi kalau kita Bangsa Aceh ditanya oleh orang lain atau siapa sahaja "Kamu dari/orang indonesia?" Maka jawaban kita "TIDAK! SAYA DARI ACEH!". Kalau yang berada di luar negara Aceh dan mahu mengirim surat atau apa-apa sahaja ke Aceh, maka dalam alamat yang kita tujukan ke Aceh jangan sekali-kali menulis "indonesia" di bawahnya. Kita hanya cukup menulis "SUMATRA" di akhir alamat yang kita tujukan. Kita Bangsa Aceh wajib berbangga dengan negara kita sendiri, dan wajib menunjukkan identiti kita. Bukannya mengaku orang kafir laknat penjajah penyembah berhala burung garuda dan pancasila itu.

Ingat juga, kita Bangsa Aceh tidak ada alasan untuk menyerah negara kita dibawah cengkeraman kafir penjajah laknat indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila itu.

Sekian dan salam untuk semua Bangsa Aceh yang mempunyai cita-cita untuk merdeka dari kafir laknat penjajah indonesia jawa penyembah berhala burung garuda dan pancasila.

Wassalam.

Warwick Aceh

universityofwarwick@yahoo.co.uk
Sydney , New South Wales , Australia
----------